Jalan-jalan

Off Road Bersama 1962 di Cikole Lembang

Gw termasuk orang yang suka petualangan berlabelkan alam, misalnya naik gunung, naik motor ke alam dan yang paling favorit ya jalan kaki keliling hutan buat nemuin oase seperti air terjun atau mata air, walaupun salah satu hobi ini sudah ditinggalkan lama karena pasangan hidup gak terlalu suka sama kegiatan yang berkeringat. Menjelang akhir tahun, gw sama teman-teman kantor memutuskan buat melakukan kegiatan offroad di daerah lembang Bandung, kebetulan dapat referensi liburan seru ini dari para pecinta wisata alam dan asiknya lagi biaya liburan sudah ditanggung kantor karena ada budget liburan bagi karyawan teladan (suka pulang tengah malam karena ngurusin deadline). Kita memutuskan buat melaksanakan hajat spesial ini pada tanggal 14 Desember 2017, dengan menggunakan bis yang disewa sama kantor karena pesertanya ada sekitar 50an orang, kalau naik ojek online gak akan ada yang mau nganterin kita dari Jakarta menuju Lembang.

Tepat pukul 6 pagi kita semua berangkat, berkhayal bakal nyampe sana pukul 10 siang namun traffic di Jakarta menuju Cikampek hanyalah sebuah khayalan untuk bisa menikmati ketidakmacetan. kenyataannya kita harus terjebak macet dua jam di tol Cikarang utama hingga karawang karena ada penyempitan jalan yang tujuannya untuk membangun jalur MRT. Jadwal acara hari itu hanya makan siang di resto Api unggun Bandung dan lanjut offroad menuju cikole, nantinya Bis akan jalan sendiri meninggalkan kami menuju penginapan di daerah Cikole.

Pukul 13:00WIB, roda bis kami sudah menyentuh tanah pasundan, macet nya sudah terasa, gak kebayang kalau ke Bandung di hari weekend, pas tanggal muda pula, pasti padat oleh orang plat B yang haus akan liburan dan belanja. Setelah kami sampai di resto Api Unggun untuk makan siang, semua team bersiap melakukan pemanasan. di sekitaran parkiran resto Api Unggun sudah terparkir sekitar 10 mobil Land Rover tua untuk mengajak kami buat beroffroad ria. oh iya, Resto Api Unggun ini menyediakan aneka pizza homemade yang dibakar dengan kayu bakar, sayang sih waktu itu gw gak nyobain pizza nya karena sudah memesan menu paket rombongan yang isinya masakan sunda seperti sayur asam, ayam goreng, nasi tutug oncom dan juga lalapan. Lanjut ke keceriaan kita yang akan menikmati offroad. Gw dan team yang telah dibagi-bagi menjadi 8 team memilih sebuah mobil Land Rover lawas dan ternyata mobil tersebut adalah yang paling tua, mobil lahiran 1962 namun masih terlihat gagah. Bodynya gak akan bisa terlihat mulus karena nanti akan tahu jawabannya kenapa mobil tersebut terlihat lecet disekelilingnya.

Start langsung jalan menuju Cikole, jangan harap kita bisa menemukan sofa empuk dengan fasilitas sound musik yang menggelegar serta AC dingin yang bisa bikin keringet gak bakal keluar, semua kaca yang ada dimobil adalah mika bukan beling karena menghindari pecah kaca yang dapat membuat serpihannya melukai diri sendiri. Kita akan merasakan ajrut-ajrutan yang seru karena track yang akan dihadapi bukan jalan tol baru diaspal apalagi lapangan luas yang rata sama tanah, kita naik ke kaki gunung tangkupan perahu, isinya tanah 40% dan sisanya bebatuan kali yang terbentuk alami oleh seleksi alam. Kalau punya penyakit ayan, jantung sama lemah syahwat lebih baik mengurungkan diri buat ikutan permainan ini karena bagian biji akan terasa ditonjok-tonjok sama bangku yang keras tak berkapuk, cuma berisi busa tipis mirip busa jok motor bebek yang sudah bertahun-tahun gak diganti.

Continue reading “Off Road Bersama 1962 di Cikole Lembang”

Iklan
Jalan-jalan, Kuliner

Ngebambu di Dusun Bambu Lembang

20170511_114958

Bandung memang menjadi tempat destinasi warga ibukota untuk menghabiskan waktu liburannya disana, tentu ada banyak alasan mengapa memilih kota Bandung sebagai tempat liburan. Sama halnya dengan kantor gw, memilih Bandung sebagai tempat wisata untuk acara rutin tahunan, secara garis besar, Bandung dipilih karena memiliki jarak yang cukup dekat dibandingkan kota wisata lainnya dan memiliki tempat belanja paling banyak khususnya buat para shopaholic. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung biasanya bisa dicapai 2 hingga 3 jam, tergantung dari supir dan juga keadaan jalan juga sih, apalagi tanggal merah biasanya menjadi alasan kenapa bandung macet.

Gw bersama rekan kantor satu departemen, berangkat dari Jakarta Utara menuju Bandung tepat pada pukul 6:00 dan sampai dititik awal bandung kira-kira pukul 10.00wib, itu baru titik awal ban roda bus kami sampai di Bandung. Destinasi sebenarnya adalah menuju Dusun Bambu yang terletak di daerah lembang, agak ke lembang-lembangan tapi gak lembang atas kayaknya tapi gak tahu juga sih, gw tidur pas nyampe sana. Keluar dari parkiran kendaraan, kita disambut sama menara bamboo yang pastinya dibuat dari bamboo bamboo pilihan, bukan yang asal dan bukan bamboo bekas tiang kandang burung tournament kicau. Kesejukan langsung terasa, walau cuaca cerah tapi gak ada perasaan panas, udah hal biasa buat Bandung jika cuacanya sejuk.

Kita sempat jalan-jalan keliling area Dusun Bambu, disini biaya masuknya Cuma 25ribu/orang tapi kita bisa mendapatkan pemandangan ciamik kawasan Bandung atas. Ada perbukitan, taman-taman hias, hutan pohon kayu putih hingga danau yang menjadi tempat istirahat terbaik bagi yang lelah berkeliling di dusun bambu. Ada jembatan terbuat dari besi yang mengajak kita keliling, oh… iya ada rumah kelinci juga lho tapi kayaknya bayar deh masuk sini.

Continue reading “Ngebambu di Dusun Bambu Lembang”