Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku part 2

Lanjutan dari https://tawvic.wordpress.com/2017/06/13/10-tahun-bersama-bukan-kakakku-part-1/

Berobat Kesana Kemari

Ayah tidak tinggal diam mengalami kejadian seperti ini, kita sudah pernah mengobati mas Agung ke Dokter karena kita masih berfikir positif ini memang penyakit saraf sehingga mas Agung bisa berubah seperti itu, namun semua dokter yang kami kunjungi memiliki jawaban sama, mas Agung sehat-sehat saja bahkan gizinya bagus hingga akhirnya kami bertemu dokter terakhir yang memberikan saran untuk berobat dipengobatan alternative alias paranormal. Kami menerima tawaran paranormal kenalan sang dokter, pertama kali mendengar kata paranormal gw langsung membayangkan seorang dukun berbaju hitam celana hitam dan kepalanya dihiasi blankon asli khas jawa seperti yang ada di film-film horror. Kami sekeluarga mengunjungi paranormal pertama didaerah taman mini Jakarta (dulunya TMII masih wilayah Bekasi), ternyata fisik dan rupa paranormal yang ini lebih mirip orang yang suka nawarin MLM, rapih berkemeja dan tidak ada ornament-ornamen seram diruangan rumahnya.

Tapi memang dia seorang paranormal, buktinya dia langsung tahu kalau mas Agung sedang dalam masalah padahal saat sampai dilokasi, Mas Agung tidak menunjukan gejala-gejala yang aneh sama sekali. Ayah menjelaskan sebab musabab awal kejadian bermula dan si paranormal mengambil kesimpulan jika kakek buyut gw ketika meninggal dunia melepaskan pegangannya yang sosoknya masih misterius karena paranormal yang bernama Bp. Soni tersebut tidak bisa menggambarkan secara persis akibat kekuatan gaibnya yang dahsyat. Pak Soni hanya memberikan sebuah air yang telah ia doa-doakan (entah doanya apa), air tersebut harus diminum saat mas Agung mau tidur dan jangan sampai tidak habis. Tentu semua syarat yang telah diberikan oleh pak Soni dijalankan oleh orang tua gw, setiap malam mas Agung dipaksa meminum air tersebut, tidaklah sulit untuk menyuruhnya minum karena memang dia sangat menyukai minum dibandingkan makan.

Selama satu minggu memang sudah agak berkurang dirinya ngedok atau kesurupan, yang biasanya setiap hari kini Cuma 2 hari atau 3 hari sekali namun hal tersebut tidak membuat orang tua gw puas karena masih ingin anaknya sembuh 100% dan mengembalikan kehidupan anaknya seperti yang dulu. Kami sekeluarga balik lagi ke pak Soni namun sayangnya pak Soni sepertinya sudah tidak mau membantu lebih jauh. Dia tidak menjelaskan secara jelas kenapa tapi dia mengaku bahwa keselamatan dirinya lebih penting, dia hanya bisa memberikan refrensi paranormal-paranormal lainnya yang bisa membantu untuk menyembuhkan akan tetapi jarak mereka jauh dan tidak berada di area jabodetabek melainkan berada di jawa tengah. Gw kira ayah akan mengurungkan niat tapi ternyata tidak, dia tetap bersikeras untuk mengobati kakak gw walaupun harus keluar negeri. Budgetnya gak sedikit memang apalagi membawa Mas Agung sudah pasti harus membawa kami sekeluarga karena bisa membantu ayah atau ibu jika terjadi sesuatu.

Sebelum kami berangkat menuju Jogjakarta, ayah mendapatkan refrensi dari temannya yang memiliki langganan paranormal sakti didaerah depok. Ayahpun menerima tawaran tersebut untuk mengunjungi paranormal tersebut, gw sendiri gak tahu siapa nama paranormal tersebut karena ayah hanya mengajak ibu bersama mas Agung untuk ke Depok, mungkin karena posisi Depok tidak jauh dengan Bekasi sehingga bisa meninggalkan gw dan mas Teguh dirumah. Mereka berangkat dari rumah pagi-pagi setelah sholat subuh dan kembali kerumah pada pukul 8 malam, ayah terlihat membawa bungkusan hitam berisi tanaman-tanaman obat dan juga beberapa benda yang bentuknya aneh-aneh. Gw melihat pada malam itu juga ayah meracik tanaman tersebut dan menggunakan benda-benda aneh itu untuk ditaruh dibawah tempat tidur mas Agung. Tanaman yang telah direbus diminumkan oleh mas Agung, anehnya mas Agung seakan-akan menolak untuk meminumnya, beberapa kali dia berusaha untuk menepis gelas yang berisi minuman tersebut dan akhirnya bisa terminum walaupun sedikit karena banyak yang sudah terbuang akibat guncangan.

Keesokan harinya kami sekeluarga dapat kabar jika paranormal yang di depok meninggal dunia dengan sebab yang tidak diketahui, kabar tersebut kami dapat saat ayah menghubungi rumah beliau dan mendapatkan berita dari pihak keluarganya. Ayah ingin sekali kesana namun ibu melarangnya karena ibu mendapatkan mimpi buruk semalam, si paranormal depok itu terbunuh oleh sesosok makhluk yang bentuknya aneh sehingga ibu takut akan terjadi hal yang lebih buruk jika ayah kesana. Sebenarnya bukan hanya satu paranormal yang akhirnya meninggal, bahkan setiap paranormal yang kami temui akhir nasibnya sama, meninggal tidak jelas.

Ketika kami harus menuju Jogjakarta untuk menemui salah satu parnormal ternama pun bukanlah hal yang dimudahkan, saat itu kami sudah menyewa mobil charteran untuk mengantar kami bolak balik selama kami melakukan pengobatan. Sesampainya di Stasiun Tugu pada pagi harinya, kami sudah dijemput oleh seorang charteran mobil yang gw lupa namanya siapa, lalu kami diantarkan olehnya menuju hotel yang berada didaerah Prambanan. Kami akan melakukan perjalanan kembali dari Hotel ke tempat paranormal pada siang hari sehingga supir mobil charteran ijin pulang dahulu dan akan kembali jemput tepat siang hari sekitar pukul 1 siang. Namun sayangnya sudah pukul 3 sore pun kami tidak juga dijemput olehnya, ayah penasaran sehingga meminjam telepon hotel untuk menghubungi rumah si supir tetapi ketika ayah hendak menghubungi si supir, ayah dihampiri salah seorang yang tidak dikenal di lobi hotel dan mengaku sebagai adik dari si supir tersebut. Dia mengabarkan jika kakaknya meninggal dunia saat perjalanan pulang setelah meninggalkan hotel yang kami inap, mobilnya tertabrak truk dan sang supir kritis saat dibawa kerumah sakit. Ketika berada dirumah sakit, sang supir masih bisa berbicara dan memberikan pesan kepada adiknya yang kebetulan bekerja dirumah sakit tersebut untuk menghubungi keluarga kami di hotel. Kami yang mendengar kabar tersebut hanya bisa merinding, bingung dan merasa bersalah.

Continue reading “10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku part 2”

Iklan
Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (Bukan) Kakakku Part 1

Keluarga kami sebenarnya hanya keluarga biasa-biasa saja, terdiri dari 2 orang tua dan 3 orang anak, sebuah keluarga yang biasa saja tanpa pernah ada konflik yang membuat kami merasa tidak betah dirumah, namun hal tersebut menjadi berubah karena sebuah kejadian, sebuah kejadian yang tidak pernah bisa diterima oleh pola pikir manusia biasa dan gw adalah salah satu saksi selain orang tua dan serta kakak gw yang mengalami kejadian tersebut. Ini gw tulis berdasarkan kisah nyata, pengalaman hidup gw selama 10 tahun lamanya hidup bersama hal yang tak bisa dikatakan logis dan itu memang nyata. Kisah ini yang mengawali sebuah alasan kenapa gw tidak takut terhadap mereka yang tidak tampak dan alasan kenapa gw memiliki sikap yang tak dimiliki kebanyakan orang lain.

Diawali pada sebuah kota di Jawa Barat bernama Bekasi, sebuah kota yang menjadi akses penunjang kota lain seperti Bogor dan Jakarta. Disanalah kami tinggal, tepatnya di daerah Pekayon Jaya Bekasi Selatan, sebuah rumah yang kami huni, rumah yang cukup besar untuk kami berlima hidup dan menikmati rasa syukur kepada Tuhan. Memang saat itu bukan menjadi rumah yang istimewa, maklum Ayah gw Cuma bekerja sebagai pekerja swasta di perusahaan otomotif roda dua didaerah cikarang. Gw merupakan anak ke tiga dari 3 bersaudara alias anak bontot, abang pertama gw bernama Teguh dan abang kedua gw bernama Agung, semua anak berjenis kelamin pria yang selalu menjaga ibu walaupun ibu gw selalu marah-marah melihat tingkah kami yang suka bertengkar. Kami bertiga tidak ada perbedaan dengan anak-anak lainnya, suka bermain, memanjat pohon jambu diteras rumah dan berkeliling sepeda bersama-sama. Suatu waktu kita berada disebuah masa dimana semua itu berubah…

Saat awal kejadian itu gw baru berusia 7 tahun namun ibu gw bercerita tentang awal kejadian hingga gw melihatnya sendiri karena usia terus beranjak dan membuat gw sadar atas apa yang gw lihat sendiri. Hari kamis ditahun 1996, Ayah gw mendapatkan kabar via surat jika eyang buyut meninggal dunia dan dihari itu juga ayah berangkat ke kampong halamannya walaupun sebenarnya sudah telat untuk melihat terakhir kalinya wajah eyang buyut. Ayah gw berangkat menuju Purworejo tanpa ditemani istri ataupun anaknya dan memang tidak terlalu lama meninggalkan keluarga, kurang lebih 3 hari saja. Setelah pulang dari kampong halaman, ayah berdiskusi serius dengan ibu dikamarnya dan gw tidak tahu apa yang mereka bahas. Setelah terjadi pembicaraan serius tersebut, ibu gw sepertinya tergesa-gesah memaksa gw untuk ikut pengajian untuk belajar membaca Al-Quran dan gw masih ingat pernah ada kejadian dimana semua anak dikumpulkan dalam satu ruangan lalu ayah menyuruh kami membuka semua baju dan mengusapkan pusar kami dengan air yang telah didoakan. Gw bertanya mengenai air tersebut dan ibu berkata bahwa air tersebut adalah air zam-zam agar gw dan kakak-kakak gw tidak mudah terkena penyakit. Maklum, anak kecil hanya bisa manut saja, tidak ada rasa penasaran apapun mengenai hal ini.

Tahun 1997, gw merasakan ada hal yang aneh dengan kakak gw bernama Agung. Diwaktu-waktu tertentu, dia sering terlihat berbicara sendiri layaknya orang berbincang-bincang dan sering ia lakukan dipojokan ruang rumah. Wajahnya selalu menatap ujung tembok ruangan, seperti kita berbicara pada cermin. Obrolannya tidak jelas sama sekali namun sepertinya ada logat-logat bahasa jawa padahal yang gw tahu, Mas Agung tidak terlalu bisa menggunakan bahasa jawa atau mungkin dia sedang berlatih drama atau tugas kesenian di Sekolah Dasarnya,. Orang tua gw juga sadar atas perilaku dia yang berubah seperti itu, biasanya ibu langsung berteriak “kamu ngobrol sama siapa gung?” dan dia langsung mengalihkan pembicaraan seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Mas Agung jadi sering bengong sendirian, bahkan dikelas pun gw dan ibu melihat dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Sudah menjadi kebiasaan gw dan ibu mengantar jemput dia ke sekolah, apalagi semenjak dia sering berbicara sendiri, ibu semakin was-was hingga rela separuh waktunya menunggu mas Agung di sekolah. Jika ada mas Teguh biasanya gw gak ikut tapi ketika mas Teguh sedang keluar biasanya gw ikut ibu menemani di sekolah mas Agung.

 

Makan Mie Ayam 5 mangkok

Mie ayam memang menjadi kuliner kesukaan mas Agung, langganan dia adalah mie ayam yang terletak di pojok sekolah dan dibawah pohon jengkol, setiap hari Rabu kami selalu jajan mie ayam setelah mas Agung selesai sekolah. Rabu itu tidak seperti biasanya, entah kenapa hari itu mas Agung sudah menghabiskan 5 mangkok mie ayam, padahal ibu sudah menanyakan apakah mas Agung sudah kenyang atau belum dan mas Agung selalu menjawab belum, wajahnya masih seperti wajah orang yang kelaparan, sedangkan wajah dari abang mie ayam berubah menjadi wajah ketakutan sehingga dia tidak lagi mau melayani “Bu.. maaf bukan saya tidak mau membuatkannya lagi tapi ini sudah habis 5 mangkok dan anak ibu masih belum merasa kenyang, saya takut bu, mohon maaf, saya mau pulang bu” , lalu ibu gw memohon untuk dibuatkan satu mangkok lagi “iya bang tapi saya kan bayar dan saya lihat masih banyak mie nya, saya lebihin bang harganya, tapi saya minta dibuatkan satu mangkok lagi buat anak saya”, seakan-akan percuma, si abang mie ayam tidak mendengar apa perkataan ibu gw, dia telah mematikan kompor dan membereskan mangkok. Dengan wajah kecewa, ibu mengajak kami pulang meninggalkan abang mie ayam yang sudah siap pergi dari lokasi dia berdagang. Sedangkan mas Agung terus rewel minta makan sepanjang perjalanan pulang, sayangnya dia tetap hanya ingin makan mie ayam walaupun ibu sudah menyajikan masakan dirumah. Akhirnya ibu menyuruh mas Teguh untuk membeli mie ayam 3 porsi untuk mas Agung sendiri hingga akhirnya dia puas.

Mas Agung sering melakukan hal-hal aneh dikelas, yang paling menjadi kenangan pada teman-teman sekelasnya mungkin saat dia menyanyikan lagu apuse kokondao, saat itu pelajaran kesenian dan mas Agung disuruh bernyanyi didepan teman-temannya. Menurut guru yang mengajar kesenian, Mas Agung dari awal memang seperti kebingungan namun guru tersebut tidak memperdulikannya karena mas Agung menyatakan siap bernyanyi lagu yang di minta dan lirik yang ia nyanyikan berubah menjadi “Apuse kolor babe, baunye kemane-mane….” Sontak seluruh penghuni kelas tertawa terbahak-bahak dan atas kejadian tersebut ibu dipanggil oleh pihak sekolah. Dari situlah ibu mengetahui beberapa hal aneh yang disampaikan pihak guru yang mengajarinya, seperti seringnya dia berbicara sendiri, termenung, hingga tiba-tiba bentak ke temannya. Suara bentakannya melebihi orang dewasa marah sehingga tak jarang membuat temannya menangis mendengar dia membentak dan akhirnya tidak ada yang berani duduk disebelah.

Continue reading “10 Tahun Bersama (Bukan) Kakakku Part 1”

Catatan Kecil

Gordyn Warteg Yang Tertutup

Bulan puasa identik dengan kurma, pedagang-pedagang dadakan akan bermunculan disore hari menjelang magrib menjajakan panganan ringan maupun berat seperti es buah, kolak, nasi bakar, kue kue basah atau yang biasa kita sebut dengan takjil. Ada satu fenomena khas dibulan Ramadhan yang sering banget gw jumpai, yaitu gordyn atau kain penutup jendela yang tertutup rapat menghiasi setiap rumah makan atau restoran yang buka pada siang hari, dimana umat muslim sedang asik-asiknya menjalankan ibadah puasa. Mereka tetap buka karena mayoritas masyarakat memang muslim namun beberapa persennya non muslim atau wanita muslim yang sedang haid/menyusui.

Didalam pikiran gw selalu bertanya-tanya, kenapa mereka (pemilik tempat makan) harus menutup gordyn rapat-rapat atau menutup jendela dengan triplek agar sajian mereka tidak terlihat dari luar? Pasti rata-rata menjawab, untuk menghormati yang sedang berpuasa. Beberapa tahun lalu pernah ada kasus penutupan paksa pedagang makanan pinggir jalan hingga menjadi viral karena pembubarannya tak berbeda dengan kompeni mengusir pribumi, kasar dan gak beretika. Gw bukan yang memiliki jaminan manusia masuk sorga tapi gw punya pikiran, kenapa mereka selalu beralasan “pedagang tidak menghormati orang yang berpuasa” apakah makanan yang terlihat dan tersaji di warung makan itu manggil-manggilin orang yang sedang berpuasa? Atau ketika gw melihat ayam goreng dietalase warteg sambil menelan ludah tahu-tahu yang gw telen adalah ayam goreng? Ah… selemah itukah iman gw?

Gw masa bodo dengan warteg atau restoran yang berjualan di siang hari, prinsip gw adalah kalau iman lu kuat, lu gak kegoda, sekalipun itu gratisan, pastinya lu bakal tetap datengin itu warteg tapi dibungkus buat berbuka puasa. Padahal kita di Indonesia bukan Negara Islam yang dari sabang sampai merauke isinya orang islam, di bumi pertiwi ini ada berbagai macam agama dan mereka butuh makan di siang hari saat bulan ramadhan. Kalau umat islam sedang berpuasa menyuruh setiap tempat makan tutup atau minimal tidak menampakan makanan, bagaimana dengan umat lain yang saat menjelang hari rayanya mereka berpuasa juga, tidak ada tempat makan yang tutup, tetap buka dan mereka dengan keimanannya masing-masing menjalankan ibadah puasa tanpa perlu resah dengan warteg yang gordynnya terbuka.

Continue reading “Gordyn Warteg Yang Tertutup”

Jalan-jalan, Kuliner

Ngebambu di Dusun Bambu Lembang

20170511_114958

Bandung memang menjadi tempat destinasi warga ibukota untuk menghabiskan waktu liburannya disana, tentu ada banyak alasan mengapa memilih kota Bandung sebagai tempat liburan. Sama halnya dengan kantor gw, memilih Bandung sebagai tempat wisata untuk acara rutin tahunan, secara garis besar, Bandung dipilih karena memiliki jarak yang cukup dekat dibandingkan kota wisata lainnya dan memiliki tempat belanja paling banyak khususnya buat para shopaholic. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung biasanya bisa dicapai 2 hingga 3 jam, tergantung dari supir dan juga keadaan jalan juga sih, apalagi tanggal merah biasanya menjadi alasan kenapa bandung macet.

Gw bersama rekan kantor satu departemen, berangkat dari Jakarta Utara menuju Bandung tepat pada pukul 6:00 dan sampai dititik awal bandung kira-kira pukul 10.00wib, itu baru titik awal ban roda bus kami sampai di Bandung. Destinasi sebenarnya adalah menuju Dusun Bambu yang terletak di daerah lembang, agak ke lembang-lembangan tapi gak lembang atas kayaknya tapi gak tahu juga sih, gw tidur pas nyampe sana. Keluar dari parkiran kendaraan, kita disambut sama menara bamboo yang pastinya dibuat dari bamboo bamboo pilihan, bukan yang asal dan bukan bamboo bekas tiang kandang burung tournament kicau. Kesejukan langsung terasa, walau cuaca cerah tapi gak ada perasaan panas, udah hal biasa buat Bandung jika cuacanya sejuk.

Kita sempat jalan-jalan keliling area Dusun Bambu, disini biaya masuknya Cuma 25ribu/orang tapi kita bisa mendapatkan pemandangan ciamik kawasan Bandung atas. Ada perbukitan, taman-taman hias, hutan pohon kayu putih hingga danau yang menjadi tempat istirahat terbaik bagi yang lelah berkeliling di dusun bambu. Ada jembatan terbuat dari besi yang mengajak kita keliling, oh… iya ada rumah kelinci juga lho tapi kayaknya bayar deh masuk sini.

Continue reading “Ngebambu di Dusun Bambu Lembang”

Cerita Singkat, Jalan-jalan

Undangan NET 4.0

Seperti biasa, setiap ulang tahun NET dari jamannya ulang tahun ke 2.0 hingga 4.0 selalu mengirimkan undangan ke gw tapi baru yang ultah mereka yangke 4.0 gw baru bisa hadir, alasannya simpel karena ada temennya, uuuuuuuuh… Alhamdulillah dapetnya sekarang dua tiket undangan, biasanya cuma dapat satu. gak kebayang kan kalau lu dateng ke undangan ultah besar secara sendirian, ah biji malesin, pasalnya disana gak banyak yang gw kenal, hmmm… banyak dan hampir semuanya gw gak kenal, gw mah apa atuh, cuma penulis (remahan biskuit regal). Apalagi undangan yang ini gw dapetnya VVIP, sebelumnya cuma dapetin posisi VIP. ya rejeki anak eeeeeeh…. gak soleh-soleh amat gw.

20170521_162903

Tepat pukul 4 sore gw jalan dari Bekasi menuju Sentul, lokasi acara di Sentul International Convention Centre atau disingkat SICC. di mobil bareng Rival yang udah gw jemput didaerah Cempaka Putih, kasian kalau anak orang satu ini gw suruh ke Bekasi naik motor custom, bisa keburu rusak pomade dan sepatu vanz baru yang dibela-belain beli dulu siangnya demi tampil keceh di acara.

Perjalanan cukup lancar, cuma satu jam pas walau kena macet di gerbang tol cibubur. Sampai daerah sentul gw hampir nyasar karena setahu gw SICC deket-deket jungleland tapi ternyata satu area dengan hotel Harris sentul. disana udah disediain lapangan parkir luas yang dibedakan berdasarkan undangannya. kalau VVIP dapetnya gak jauh sama gedung acara, kalau tribun dan lainnya “kata temen gw” jauh parkirannya. Lucunya, gw nemuin banyak banget calo, wuiiiih… ciri khas Indonesia kalau ada acara gede pasti ada calo, kalau gak calo tiket ya calo parkiran. tepat banget gw turun dari mobil, itu 3 orang calo deketin gw, mencoba nawarin undangan gw buat dijual ke dia, oh no no gw gak mau ngecewain pihak net dengan mengambil keuntungan semata.

IMG-20170521-WA0011

Continue reading “Undangan NET 4.0”

My Word, Roda Empat

Angkutan Konvensional & Ojek Online

Sebenarnya sih asik-asik aja naik ojek online, justru ngebantu banget gw yang emang paling males nunggu angkutan umum dipinggir jalan dan gw juga gak suka ngedumel dari dalam lubuk hati karena angkotnya ngetem sejam. Naik ojek online itu asik banget, lu mau kemana, cukup maksimal lu berdiri didepan teras bangunan maka si ojek akan datang buat anter kita, kenapa gw bilang maksimal karena si ojek online gak bakalan nyamperin lu ke lantai 5 tempat lu kerja dan Cuma bisa datengin didepan gedung. Praktis dan lebih aman karena lu bisa liat muka drivernya saat pemesanan ojek online, jika mukanya nyeremin macam siluman harimau, buto ijo atau reog ponorogo ya lebih baik cancel aja.

Selama menggunakan ojek online gw gak pernah ada rasa kecewa, lancar jaya, memang kalau dihitung budget lebih agak mahal dibandingkan angkot umum tapi semua kebayar dengan kenyaman yang didapat, eeh… soal nyaman sih kagak juga sih, kalau kebagian naik mio atau beat kagak nyaman, pantat gw sakit karena gw Cuma dapet jok diujung, kaki gw gemeteran kalau jalannya jauh atau lama karena posisi duduk di kedua jenis motor itu mengingatkan gw akan diri ini berak di wc jongkok. Belum pernah dapat pengemudi yang bauk ketek atau bau truk ayam, rata-rata wangi atau malah gak ada baunya, itu lebih baik sih. Gw juga pernah dapat pengemudinya cewek, ibu-ibu dan gw berharap gak akan ketemu pengemudi ojol (ojek online) berjenis kelamin wanita, bikin greget karena bawa motornya hati-hati pakai jantung-jantung, pelan dan gak pas sama kondisi gw yang pengen buru-buru, selain itu gw bakal bingung mau pegangan dimana tangan ini. kalau ojolnya sesame jenis gw gak ragu pegang jaket si abangnya atau kalau takut si abangnya keg e-eran gw pegang, biasanya gw megang handle bar di motornya tapi kejadian waktu itu si mbak-mbak ojol juga gak ada handle bar atau besi pegangan di jok belakang, alhasil gw duduk dengan tangan dilipat kedepan dengan badan tegap mirip magneto lagi terbang.

Gw juga pernah mesen yang taksi onlinenya, taksi yang bentuknya gak ada taksi-taksinya, masih jenis mobil keluarga standar (kalau gak tipe avansa ya mobilio). Naik taksi online apapun vendornya itu mengasyikan, gw gak perlu nungguin berjam-jam di pinggir jalan dengan wajah yang siap terkena paparan debu. Gw cukup nunggu santai nanti dia juga tiba, biasanya telpon kalau kesulitan nemuin sosok kita dimana. Mobilnya wangi dan bersih, selain itu mas-mas nya ramah, belum pernah sih dapet yang nyetirnya mbak-mbak walaupun pengen banget sekali-kali dapet yang nyetirnya  kaya Dian sastro. Untuk tarif gak perlu nawar-nawar, gw naik taksi konvensional gak jarang si supirnya gak pakai argo (kecuali taksi biru yang terkenal itu tapi kalau jarak deket doi nolak kejam) si supir langsung nembak tariff, lalu tawar-tawaran hingga roti tawarnya jamuran alias gak jadi. Kalau taksi online, selama ini harganya sesuai dengan yang nongol di handphone, malah gw lebihin bayarnya buat si driver beli coki-coki.

Continue reading “Angkutan Konvensional & Ojek Online”

curhat

Curhat donk Mas : Ingin Bunuh Diri

Gw inget banget waktu malam itu ada seseorang yang add pin bbm gw, setelah gw approve tak lama dia langsung curhat panjang lebar dan tak lupa mengenalkan dirinya namun dengan menggunakan nama samara serta tidak menyebutkan lokasinya dimana. Sejak artikel Bertahan karena hal itu, banyak para ladies yang meminta pin bbm atau wa gw untuk sekedar curhat tapi untuk mala mini curhatnya agak berat karena Nia (nama samara) ingin melakukan percobaan bunuh diri dalam waktu dekat.

Cerita suram Nia bermula dari perceraian ayah ibunya pada tahun 2013 lalu, lalu sang ibu menikah lagi dengan suami baru yang menurut NIa perangainya sudah terlihat bukan orang baik. Nia memiliki adik perempuan yang umurnya Cuma berbeda 3 tahun, Nia berusia 18 tahun sedangkan adiknya 15 tahun. Seiring berjalan, Nia sering dianiaya oleh ayah tirinya itu tanpa sepengetahuan ibunya, untuk melapor ke ibunya pun menurutnya sia-sia karena ibunya sudah termakan cinta oleh suami barunya itu sehingga apapun keluh kesah Nia terhadap ayah tirinya hanya dianggap perusakan nama baik si suami baru ibunya. Kadang-kadang nia diancam akan melukai adiknya jika melaporkan semua perbuatan dia kepada ibunya. Singkat cerita, pada tahun 2015 akhir Nia mengalami pemerkosaan dirumahnya sendiri oleh ayah tirinya, kejadiannya saat ibunya keluar kota untuk bekerja sedangkan dirumah hanya ada Nia, adiknya serta ayah tirinya. Nia tidur dikamar berdua dengan adiknya, lalu nia dipanggil oleh ayah tirinya untuk menemuinya diruang tamu, diruang tamu itulah Nia diperkosa dan akan mengancam membunuh adiknya jika tidak mau melakukan hubungan intim dengan dirinya. Nia yang begitu sayang sama adiknya harus merelakan keperawanannya direnggut ayah tirinya dan kejadian tersebut bisa terjadi seminggu 3 kali disaat ada kesempatan. Nia seperti wanita yang sudah tidak memiliki otak, mau melawan ataupun melapor tidak bisa karena pernah sekali ia menolaknya dan adik perempuan nia secara tiba-tiba dipukul dan ditendang oleh ayah tirinya.

Continue reading “Curhat donk Mas : Ingin Bunuh Diri”