Uncategorized

Si Mbah BengBeng

 

Beberapa bulan yang lalu setiap gw pulang dari kantor melewati gerbang ancol timur sekitar pukul 19:00 selalu tampak seorang ibu-ibu yang usianya diatas 70tahun berjualan beng-beng. Tahukan beng beng itu apa? Itu lho wafer coklat dengan caramel yang crispy, cari deh di google apa itu beng beng. Beberapa kali lewat tapi belum pernah lihat ada orang yang membelinya, memang tidak sering banget terlihat beliau menjajakan dagangan. Setiap melihat beliau gw selalu memikirkannya, ini ibu-ibu kenapa jualan beng beng di pinggiran jalan dengan lampu jalan yang tidak terlalu bercahaya, apalagi hanya beralaskan sebuah tikar kecil dan menjajakan puluhan beng beng secara ditumpuk begitu saja.

Daripada gw berlarut-larut dalam penasaran, malam kemarin gw berdoa semoga si ibu-ibu itu ada dan gw bisa beli beng beng nya karena kebetulan gw penggemar salah satu produk dari mayora tersebut. Tepat pukul 19:00 gw pulang dari kantor dan Alhamdulillah ketemua si ibu-ibu tapi menurut gw lebih enak manggilnya si mbah karena sudah tampak raut wajahnya yang sudah penuh pengalaman hidup, rambut putih dan berpakaian biasa saja. Gw langsung memarkirkan motor didekat si mbah berjualan, dengan senyum yang ceria, beliau menyambut gw “monggo mas, beng beng nya” ternyata si mbah ini orang jawa yang memang keliatan orang jawa banget, terlihat dari senyum ramahnya seakan-akan gw pengen lebih banyak ngobrol dengan beliau.

Gw : “ibu…. Jualan apa bu?”

Mbah : “ini mas beng-beng”

Gw : “berapaan toh bu satunya?”

Mbah : “duaribu saja mas”

Gw : “ya wis aku beli 5 boleh ya bu?”

Mbah : “hehehe iya boleh mas”

Lalu si mbah mengambil 5 buah beng-beng dan memasukkannya kedalam plastic hitam sebagai pembungkus jajanan yang gw beli. Beliau bukan pedagang biasa, setelah gw beli dagangannya, beliau langsung mendoakan gw.. “mas,… mudah-mudahan berkah ya mas, rejeki mas tambah lancar, sehat selalu”

Continue reading “Si Mbah BengBeng”

Catatan Kecil, Cerita Singkat, Uncategorized

Fleksibilitas Karyawan

Beberapa hari yang lalu sempet baca berita di tv, iya baca, soalnya udah malam jadi gak boleh nyetel volume kenceng-kenceng, lumayan si stasiun tv nya baik hati masih ngasih teks buat dibaca. dalam berita tersebut membahas “Depresi Pegawai” yang secara garis besar mereka stress dikantor dan diluapinnya dirumah. apa sih yang paling buruk dari sifat manusia? salah satunya membawa masalah yang orang rumah tidak mengerti, hal yang paling tidak gw suka ya seperti itu dan menjadi alasan kenapa gw memaksa istri gw untuk resign tidak bekerja dikantor karena selalu membawa masalah kantor ke rumah yang gw sendiri tidak mengerti, sekedar curhat sih oke tapi kalau sampai meluapkannya hingga marah-marah, gw bakal kaya orang bego yang gak salah lalu dimarahi, udah bego eh.. diomelin pula.

Setiap gw berangkat kekantor, gw selalu memperhatikan orang-orang dijalan, entah itu sedang naik motor atau berkendara didalam mobil, bahkan penumpang didalam angkotpun tidak luput dari perhatian gw. Gw mirip penjahat yang lagi nyari mangsa tapi sungguh, gw gak ada niat buat menjadi penjahit. Tidak sedikit pengendara motor yang rasanya lebih menghargai waktu daripada nyawanya, lampu merah diterabas, orang nyebrang gak dipeduliin, kereta mau lewat ya bodo amat sampai beberapa kali gw melihat kecelakaan motor karena kebodohan yang lebih takut telat dibandingkan menjaga dirisendiri dan orang lain. pernah sekali gw diserempet motor, motornya dia yang salah main terobos lampu merah, dia langsung minta maaf dan ngasih alasan “maaf mas saya buru-buru takut telat ke kantor” padahal gw gak ngebuka mulut sama sekali, hanya main mata, ooouh… kamu main mata… main mata… main mata…. kalimat terburu-buru sebenarnya bukan alasan lho, itu suatu pernyataan kalau dia salah, kalau emang terburu-buru kenapa tidak berangkat lebih pagian, “kesiangan mas” ya salah siapa kesiangan, emang handphone atau jam dirumah gak punya alarm? “gak punya istri mas” lah bodo amat, gw punya istri aja tetep paling pagi bangunnya karena memang udah kebiasaan.

Balik lagi ngebahas berita soal depresinya para karyawan ibukota, benang merahnya ada di jam masuk kantor dan beban kerja mereka. dari ratusan perusahaan yang ada dijakarta, rata-rata dan hampir semuanya memiliki jam masuk pada pukul 08:00 dan sisanya ada di pukul 09:00 ini sesuai survey dari beberapa teman yang kerja di Jakarta. Otomatis jam kemacetan ibukota baik dari arah Bekasi atau Tangerang berada pada pukul 07:00-08:00, terbukti dengan penelitian kecil-kecilan gw dimana gw berangkat pukul 07:00 dan pukul 08:00 ternyata lebih cepat berangkat dari rumah pada pukul 08:00 (kurang lebih satu jam sampai kantor) sedangkan ketika gw berangkat pada pukul 07:00 bisa sampai 2 jam sampai kantor, rute kantor gw Bekasi, Cawang, Cemput, Kemayoran, Ancol. Apalagi jam masuk kantor kebanyakan perusahaan di Jakarta, berbarengan dengan jam masuk sekolah, faktanya di ibukota tidak sedikit yang orang tuanya nganterin anaknya sekolah dengan kendaraan dan ada pula yang sekolahnya jauh banget dari rumah hanya mengejar gengsi. Selain faktor jam kerja, ada yang namanya beban kerja, untuk menghemat budget pengeluaran, pihak perusahaan biasanya memberikan pekerjaan diluar yang ada didalam kontrak kerja, misalnya seorang marketing yang harus ada kerjaan lain untuk ngedesain dan melakukan riset padahal kedua pekerjaan tambahan tersebut memiliki bidangnya masing-masing. Bos tetaplah bos yang gak mau tahu, ini banyak bos di Jakarta kaya gini, tahunya cuma hasilnya bagaimana karena atas seorang karyawan juga punya target dari bigboss sedangkan bigboss punya mimpi ngejar target yang dia tanamkan pada dirinya sendiri.

Perusahaan sendiri terkadang lupa bagaimana cara memanusiakan karyawan, mereka lupa siapa yang bekerja dan mereka hanya inget hasil dan target yang sudah tercapai. Agak lucu kalau dengar karyawan sakit-sakitan karena bekerja, aneh ya orang kerja buat sakit bukan buat menyokong kehidupan untuk menjadi lebih layak. gw yakin perusahaan itu mampu untuk memanusiakan karyawan karena ini bukan soal duit, gaji gede kalau pekerjaan gila-gilaan juga bikin gak betah kok. apalagi banyak karyawan yang gajinya gede tapi pekerjaannya slow slow but not sure yang akhirnya dibikin sempurna oleh karyawan lain yang kerjanya luar biasa banyak tapi gajinya luar biasa pas pasan. gw ada pendapat tersendiri untuk mengurangi depresi karyawan, ya minimal mengurangilah karena yang namanya pekerjaan pasti akan ada stressnya dan itu sensasi (tantangan) nya.

img-20150826-wa000

Jam Kerja Fleksibel
Budaya jam kerja fleksibel memang belum banyak diterapkan pada tiap lini perusahaan, salah satunya perusahaan dimana gw bekerja, gw dikasih jam kerja fleksibel, jam berapa aja boleh sampai kantor asal tidak lebih dari jam 10 siang dan hitungannya 8 jam sudah termasuk istirahat. kalau gw sampai kantor jam 9 pagi berarti gw pulang jam 5 sore, kalau gw datang jam 10 siang berarti gw pulang jam 6 sore. kok 8 jam? rata-rata 9 jam lho mas, disinilah gw mulai meneliti jam kerja, ketika kita diberikan jam kerja selama 9 jam, rata-rata banyak jam yang kebuang, dari mulai istirahat yang molor setelah selesai makan siang hingga sholat, mereka ngerokok dan nongkrong hinggga jam istirahatnya menjadi satu jam setengah. Kalau kita padatkan menjadi 8 jam, niscaya kita gak ada banyak waktu buat leha-leha.

Continue reading “Fleksibilitas Karyawan”

Uncategorized

Ketika Cinta hanya untuk dirasakan

Pernah gak sih ngerasain sebuah perasaan yang dinamakan cinta? Pasti kalian sudah pernah mengalaminya walaupun kalian tidak tahu pasti bagaimana rasanya itu tapi menurut gw secara garis besanya perasaan cinta itu adalah nyaman dan bebas. Nyaman disaat kita berada didekat orang yang kita cintai dan bebas mengungkapkan sesuatunya (mau ngelucu, mau marah, mau ngedumel gak canggung), seperti itulah perasaan gw dengan seseorang wanita dan sayangnya gw baru tahu kalau perasaan itu yang dinamakan cinta, telat untuk mengetahuinya padahal perasaan itu sudah ada sejak jaman SMA tapi gw pribadi gak tahu itu apa namanya.

Dalam hidup gw hingga berumur 26 tahun ini, rasa-rasanya baru sama dia saja perasaan gw seperti itu, perasaan dimana gw tenang, nyaman dan pokoknya selalu happy bahkan walau Cuma ngobrol lewat sms atau telepon rasanya itu bahagia sekali. Terlihat dari dirinya memang tidak ada yang sempurna tapi jika gw melihat dari perasaan dia itu sangat sempurna buat gw dan gw mempertahankan perasaan itu selama 8 tahun lamanya. Anehnya dalam satu bulan pasti ada 2 hingga 4 kali gw memimpikan dia dengan rata-rata memiliki kisah mimpi yang sama, gw mencari-cari alamat rumahnya dan ketika gw berhasil menemukan rumahnya ada perasaan bahagia walaupun sebenarnya gw sudah tahu letak rumahnya secara alam nyata tapi di mimpi gw selalu ingin tahu dimana rumahnya berada. Rasanya mirip banget ketika gw berada di jogja dan ingin makan batagor bandung, ketika menemukan tukang jualannya ada rasa bahagia dan lega luar biasa bukan kepalang.

Kisah awalnya …..

Continue reading “Ketika Cinta hanya untuk dirasakan”

Uncategorized

Sebuah Nama Yang Selalu Ada

Aulia, sebuah nama yang mungkin hingga akhir nafasku tidak akan terlupakan. Sebuah nama yang mewakili sosok gadis keturunan china muslim dan hampir hinggap didalam mimpiku. Dia ku kenal sejak 12 tahun yang lalu, disaat kami masih berada dibangku sekolah menengah pertama, dia berada dikelas satu dan aku berada dikelas dua. Kedua kelas kita saling berdekatan hanya dibatasi lantai atas dan bawah saja namun secara diam-diam aku bisa melihatnya dengan begitu mudahnya karena dia selalu duduk dipinggir jendela. Entah kenapa Tuhan menciptakan kamu untuk selalu ada dipikiranku hingga saat ini dan namamu masih jelas terdengar didalam hati ini.

Pada awal sejarah aku mengenal mu adalah dari sebuah tatapan tidak sengaja saat aku bersama dirinya yang masih menjadi kekasihku saat itu, dirimu begitu saja lewat dihadapan kami berdua tanpa permisi ataupun sedikit senyum basa basi adik kelas ketemu kakak kelasnya. Mungkin saat itu pertemuan awal kita bukan berada dilingkungan sekolah, melainkan sebuah kelurahan Jatiasih yang selalu menjadi tempat aku dan dia berpacaran. Saat itu seperti mataku dijambak untuk dipaksa melihat kamu bergerak, melihat mu dari belakang dengan tas ransel merah yang selalu kamu kenakan. Aku sadar jika hari itu aku masih menjadi kekasihnya dan segera melupakan dirimu hingga benar-benar lupa secara temporary. Hingga akhirnya sahabatku bernama siswo memintaku untuk mencari tahu soal cewek Chinese yang duduk dikelas bawah dan itu adalah dirimu.

Niat awal aku hanya ingin membantu sahabatku untuk mengenal jati dirimu lebih dalam agar tentang dirimu menjadi sebuah informasi menyenangkan bagi sahabatku namun memang dasar aku berhati laknat, semakin hari aku semakin menjadi seperti manusia yang haus akan perhatianmu, gelisah ingin mengenalmu lebih dalam. Selama berbulan-bulan aku hanya bisa menatapmu dari kelas atas dan berangan-angan tangan ini bisa bersalaman denganmu sambil saling mengenalkan diri masing-masing akan tetapi aku sadar hal itu adalah mustahil bagi pria yang sudah memiliki pasangan. Aku tidak memiliki keberanian bak prajurit perang yang rela mati hanya untuk melukai musuhnya, aku tidak kuat membayangkan mata kita saling beradu melihat satu sama lainnya hingga kita berucap pengenalan. Aku hanya bisa berdoa, Tuhan kuatkan nyaliku dan hindarilah takdirku hanya untuk melihatmu saja tanpa adanya percakapan antara aku dengan dirinya walaupun aku tahu jika Tuhan sangat membenci doaku yang seakan-akan meninggalkan kesetiaan.

Hingga aku menjadi super duper kepo terhadap dirimu dan sepertinya ada bisikan yang memberiku jalan bagaimana caranya agar aku bisa mengenalmu lebih dalam. Ketika awal-awal aku dikelas 3 dan dirimu dikelas 2, seorang kawan menawariku sebuah jasa dimana aku bisa mengetahui beberapa nomor telepon adik kelas yang bisa aku minta sebagai bahan semangatku disekolah, kalau istilah kerennya cemceman adek-adek’an. Seperti gayung bersambut, aku meminta dirinya untuk meminta nomor teleponmu namun tidak secara langsung melainkan dari seeorang sahabat terbaikmu yaitu elisa. Dia (elisa) memberikan nomor teleponmu kepada kawanku dengan alasan untuk menawarkan dirimu untuk ikuta ektrakulikuler theater. Dari situlah kamu mulai aku terror, handphonemu pasti tidak berhenti-henti menerima sms minta kenalan dan kamu membalasnya dengan penasaran. Aku memberikan nama palsu yaitu Van Auger yang tak lain merupakan nama karakter penjahat dikomik one piece yang mampu menembak musuh secara tepat tanpa meleset sekalipun.

Dimulailah teka teki dalam hidupmu menebak diriku, aku selalu memberikan petunjuk siapa aku sebenarnya dengan selalu memberikan sms ketika kamu lewat didepanku,  “kamu lewat kok gak nyapa?”, “lagi jalan ketoilet ya sama elisa?” dan aku yakin kamu tetap tidak bisa menebaknya karena yang kamu lewati saat berjalan atau menuju toilet ada banyak pria dan salah satu pria pria yang kamu lewati memang salah satunya adalah aku. Selama hampir dua minggu aku selalu memberikan teka teki kepadamu hingga akhirnya aku tahu kamu sudah mulai lelah dengan teka teki ini. Akupun takut niat untuk berkenalan denganmu hanya menjadi titik awal kamu tidak ingin berkenalan denganku akibat diriku terlalu membual terhadap jati diriku. Terbukalah siapa yang suka sms kamu setiap hari setiap malam dan setiap jam. Pada awal membuka jati diriku, aku selalu terbayang dirimu akan marah besar, mencaciku lewat kata kata sms namun semua bayangan negatifku pupus sudah karena dirimu dengan welcome sangan senang berkenalan denganku.

Kini aku sudah tidak perlu lagi membuat tebak-tebakan kepadamu untuk mencari tahu siapa aku, kini aku hanya menyapamu lewat sms tiap malam menanyakan kamu lagi apa atau sedang apa dan ketika kita saling berjumpa disekolah, kita hanya bisa senyum sepersekian detik lalu membuang muka sambil berlalu dan disitulah awal dimana aku bisa merasakan jantung berdetak cepat serta ada hentakan nadi yang terasa keseluruh tubuh hingga membuat diriku merasa nyaman teramat sangat. Setiap malam aku tidak pernah lupa untuk menyapa dirimu lewat sms karena saat itu (zaman itu) metode komunikasi inilah yang kita punya. Kamu juga tidak pernah ketinggalan untuk membalas sms singkatku walaupun aku tahu kamupun tahu tentang statusku saat itu bukanlah seorang jomblowan sejati, ada pasanganku yang selalu siap melabrak siapapun yang hendak mendekatiku tapi kamu seakan-akan tidak peduli dengan apa yang kita lakukan. Aku ingin mencoba jujur kepadamu akan tetapi hal itu sulit aku lakukan karena aku takut dirimu menjadi korban atau tertuduh yang telah merusak hubunganku dengannya. Perasaanku semakin tidak menentu saat diri kita semakin berani saling tersenyum lebih lama beberapa detik dari sebelumnya saat kita saling bertatapan mata. Lucu, geli, senang, bahagia, takut dan ceria diaduk aduk menjadi satu menjadi sebuah kesatuan perasaan yang ada dihatiku saat itu,  sebuah efek dari melihat senyummu.

Continue reading “Sebuah Nama Yang Selalu Ada”

Uncategorized

Bali Trip 2013 Part 1

Bali… Sebuah pulau yg lebih terkenal dari Indonesia itu sendiri, apalagi bali memiliki kehidupan yg terbalik. Siang seperti malam, dan malam seperti siang, ramai dikehidupan malamnya. Kedatangan gw ke Bali kali ini sudah yang kedua kalinya dan sangat berbeda karena gw sudah punya sodara seper-Timoran yg memang sudah sering kontak-kontak’an gw dan membeli barang yg pernah gw jual di blog s515i.com, benar-benar sebuah hasil kerja keras menulis membuahkan sebuah persaudaraan. Dari rumah gw sudah niat untuk ke Bali untuk bersilahturahmi ke teman-teman sesama pengguna mobil Timor. Saya sering komunikasi dengan kristin, om Imam dan om Alit, benar-benar orang yg ramah dan baik hati. Gw menuju denpasar menggunakan pesawat air asia, bangkunya kurang cocok buat gw yg tingginya 180cm ini, sempit apalagi gw bersebelahan dengan turis asing yg berpakaian kurang bahan, iman ini terasa bergejolak sampai lupa berdoa ketika pesawat take off hishishishish…

100_8321

Sesampainya gw di bandara ngurah rai, gw langsung disambut sama om Imam yang sudah sejam menunggu dan gw lupa waktu jakarta dengan bali berbeda satu jam. Alhamdulillah om Imam langsung mengenali gw dan gw gak perlu memakai name tag didada sebagai petunjuk arah kemana diri ini berlabuh. Tadinya gw mau dijemput menggunakan mobil Timornya namun entah kenapa mobilnya sukses mogok beberapa meter dari rumahnya, apakah ini petanda buruk bagi perjalanan saya?, sepertinya tidak. Gw diajak kerumahnya yang hanya 3 kiloan dari bandara menggunakan motor, sempet kaget juga dengan kondisi jalanan di Bali saat ini karena banyak perbaikan sana sini dan sedang dalam tahap pembangunan jalan bawah tanah yang nantinya akan memecah kemacetan yg sudah mulai menjangkiti denpasar.

Sesampainya dirumah om Imam, gw langsung disuguhi kopi dan ngobrol+ngobrol tentang perjalanan gw. Om Imam ini merupakan owner dari pemilik usaha garment dan produknya yang menjadi idola para kaum surfing serta anak pantai di Bali. Kita sempat sharing bisnis kita masing-masing dan memang unik bisnis dibali yang rata2 ditunjukkan buat turis mancanegara. Apakah gw tertarik membuka lahan bisnis disini? Ya tertarik namun penuh resiko tapi sekali dapat umpan, kita akan terus mendapatkan hasilnya, apalagi prospek bisnis di bali dengan tema pariwisata selalu berbuah manis sampai beberapa tahun ke depan.

100_8276

Walaupun wajah bali sudah brangsur-angsur berubah menjadi seperti ibukota Jakarta karena tanah-tanah atau lahan kosong sudah disewa investor untuk dijadikan hotel atau restaurant. Uniknya disini ketika ada pembangunan tidak akan semudah seperti yang ada dijakarta, asal ada duit jadi… Disini harus mengikuti prosedur adat di Bali, jika memang tidak sesuai adat maka pihak investor harus mengurungkan niat membangun lahan bisnis di Bali. para investor tidak di ijinkan membeli lahan milik penduduk atau daerah, rata2 memang menyewa lahan untuk beberapa tahun. Selain itu pihak pemerintah disana sangat cepat memproses keruwetan kota yang jika dibiarkan akan menjadi bom waktu, gw ga denger dari om imam kalau bali itu pernah banjir.

mobilnya om imam, storing dulu
mobilnya om imam, storing dulu
om imam yg baik hati
om imam yg baik hati

Siangnya setelah sholat jumat, gw diajak melihat keadaan mobilnya, walau mata sudah ngantuk bukan kepalang karena semalam tidak tidur takut kebablasan ketinggalan pesawat. Namun itu sudah termasuk tanggung jawab gw selaku admin blog yg sering memberikan artikel tentang otomotig. Setelah mobil timornya gw periksa dan gagal mengatasi masalahnya (maaf ya om Imam) akhirnya gw ijin numpang tidur 3 jam untuk memulihkan kondisi. Dengan alas tidur seadanya gw berhasil tidur walau hanya 2 jam saja, selepas magrib gw sudah harus beranjak menuju legian karena hotel yg gw booking sudah harus dilakukan check in.

Tune Hotel Seminyak
Tune Hotel Seminyak

Gw menginap di Tune hotels, sebuah hotel yg berada di gang jl. Arjuna legian atau lebih dikenal dengan jalan double six (dulunya ada club malam 66) hotelnya menurut gw lumayan, simpel dan pihak hotel tidak ribet buat masalah administrasi, hanya ijin scan fotokopi dan deposit 15ribu yang akan dikembalikan saat check out nanti. Harganya pun cukup murah, 400ribu untuk 2 malam, kalau dijogja agak susah cari hotel yg lumayan bagus seharga itu ya walaupun gak ada tv atau free breakfast tapi so far so good lah. Apalagi sbenernya fasilitas hotel dibayar oleh temen gw 😀 makanya gw bilang murah. Haghaghaggag…. Sayangnya gw handukan dengan keset, karena pihak hotel ga menyediakan handuk dan perlengkapan mandi standar hotel, ini pengalaman perdana gw handukkan dengan keset.

teman2 Mafortic
teman2 Mafortic

Sehabis mandi, gw dijemput kristin dengan motor buat ketemuan sama anak-anak timor di bali yang memiliki nama MaForTic. Di dunkin donut teuku umar lah kita melakukan kopdar bersama anak2 mafortic, merekaa semua ramah-ramah dan humoris banget, pokoknya welcome banget deh gw bersama mereka. Selepas acara kopdar yg cukup singkat, gw langsung cabut ke hotel untuk beristirahat karena besok siang gw mau jalan-jalan ke kintamani melihat pemandangan gunung batur.

Continue reading “Bali Trip 2013 Part 1”

Cerita Singkat, Uncategorized

KamiKaze (My Band)

Foto Jaman SMA

Sebuah band dengan visi dan misi yang sama, yaitu bermain musik dengan hati serta bebas lepas. Saya sendiri banyak kenangannya dalam band ini, walaupun status nya hingga sekarang merupakan tanda tanya besar, dibilang aktif ya jarang main tapi dibilang gak aktif tapi masih suka bikin lagu. Saya menyukai kamikaze dibandingkan band-band saya yang lainnya karena semua lagu yang kita ciptakan berdasarkan pengalaman hidup seseorang, baik diri kita ataupun orang lain yang kita cintai.

Berawal dari sebuah persahabatan saya dan Siswo Rinoto (biasa saya panggil dia Coby) pada waktu SMA, Coby tidak bisa memainkan alat musik apapun namun ada keinginan kuat bermain musik untuk mencurahkan inspirasinya. Coby suka banget ikut saya ngeband dengan teman-teman lainnya walaupun hanya sebagai penonton, hingga akhirnya belajar main gitar bersama-sama (saya sendiri coba-coba main gitar lagi) waktu itu mentornya bernama Moris yang permainannya sama dengan Yngwie Malmsteen namun orangnya terlalu komersil, gak akan main bagus kalau gak dibayarin nyewa studionya.

Semakin lama coby semakin jago main gitarnya, sedikit demi sedikit sudah ada peningkatan apalagi influence nya dalam bermain gitar adalah seorang Paul Gilbert, gitaris dari Mr.Big yg terkenal dengan tampilan sederhananya dan foto-foto lucunya. Coby mulai berani membentuk band dengan personil saya, Febri dan dirinya sendiri. Nama Band kita pada awalnya bernama Bugs Bunny, alasan kenapa menggunakan nama tokoh kartun kelinci dari Looney Tunes karena kami menyukai karakter tokoh kartun tersebut yang selalu ceria dan tertawa.

Lee, sang Bassist dan Vokalis 2

Lagu-lagu semacam Sheila On 7 menjadi lagu wajib kami dalam mengulik lagu-lagu untuk dimainkan didalam studio, sesekali kita coba untuk membawakan lagu sendiri dari ciptaan coby. Kita merasa kalau Cuma bertiga ada kekurangan dalam sound, apalagi kita tidak mau dicap band Blink 182 seperti band-band SMA lainnya. Masuklah Apriyadi yang tak lain adalah sepupu Coby berposisi sebagai ryhtem, kita pun mencoba-coba bermain lagu-lagu dari band greenday karena terbawa  arus si Apri yg menyukai lagu-lagu semacam greenday.

Lalu tak lama Apri pun keluar dari band karena ada masalah keluarga serta pacarnya sehingga tidak ada waktu untuk bermain musik bersama kami, kembali lagi kami hanya bertiga bermain musik. Demi meningkatkan rasa keberanian serta percaya diri, saya mengajukan band Bugs Bunny untuk bermain dipentas acara Tujuh belas Agustusan didaerah Jati Asih pada Tahun 2005 namun dugaan saya akan bermain bagus ternyata salah, aksi panggung kami berantakan bangeet. Dapat jatah main setelah solat magrib, dapat gitar rusak dan beberapa sound yang baru saja di stel ulang karena sehabis dimatikan selama 2 jam. Saat membawakan lagu pertama (Pejantan Tangguh – SO7) raut wajah Coby sangat gugup seperti menahan berak, wajar saja karena ini adalah panggung pertama dia dalam hal bermusik, sedangkan saya sendiri sudah 4 kali bermain diatas panggung dan Febri sebanyak 2 kali.

Coby, Sang Gitaris dan Vokalis.

Lucu namun memalukan, beberapa kali Coby salah memasukan kunci-kunci gitarnya, belum lagi accident dimana dia salah menginjak efek gitar sehingga suara distorsi yg dihasilkan seperti kaset kusut. Kita disuruh membawakan dua lagu namun akibat rasa gugup dari Coby yg berlebih sehingga kita hanya bisa memainkan satu lagu saja, itu pun dipotong sama Coby karena seharusnya ada sesi dia bermain melody ala paul Gilbert tetapi dihilangkan sehingga saya kaget menyelaraskan ketukan drum ke bass., bassis saya pun hanya terdiam tanpa ekspresi yg mungkin bermaksud menahan malu.

Continue reading “KamiKaze (My Band)”