Jalan-jalan, Kuliner, Movies

Bioskop Kota Cinema Jatiasih Bekasi

Kalau mendengar kata Jati asih Bekasi biasanya orang akan ngebayangin sebuah desa kecil daerah Bekasi yang belum terjamah gugusan teknologi kota besar tapi itu dulu banget sekitar 20 tahun yang lalu, iya… dulu jati asih memang sebuah daerah di Bekasi yang cukup masih tertinggal diantara daerah kota Bekasi lainnya. Sekarang, Jati asih mulai mendapatkan asupan kemajuan semenjak memiliki tol sendiri, bermuncullah beragam perumahan dengan harga fantastis dan memiliki tema “hanya 5 menit dari tol”, rumah mungil seharga Rp.400jutaan bisa laku dalam waktu setahun dan langsung membuat warga kampung sekitaran berlomba-lomba jual tanahnya walau Cuma punya seiprit tanah untuk dijadikan cluster perumahaan.  Jangan heran kalau nemuin sebuah cluster perumahan yang isinya Cuma 8 rumah. Supermarket pun sudah mulai menjamur dan warung tradisional mulai jamuran,  namanya juga efek kemajuan kota dan harus ada yang dikorbankan.

Pada bulan Mei 2017 akhir kemarin, dimulailah perubahan besar Jati Asih yaitu munculnya sebuah gedung bioskop berkonsep mall, wah ini jarang banget ditemuin karena biasanya mall yang memiliki sebuah lapak bioskop didalamnya tapi kini bioskop yang memiliki lapak mall. Bioskop yang merupakan hasil saham gabungan warga sipil ini dinamakan Kota Cinema Mall, cukup membuat netizen sekitaran bekasi penasaran termasuk gw. Berita munculnya bioskop Kota Cinema Mall sudah terendus sejak awal juni dan baru awal juli kemarin gw mencoba keseruan Kota Cinema Mall yang kebetulan sedang memutar film Transformers.

Bioskop ini baru memiliki 2 theater yang disebut Kota 1 dan Kota 2, setiap musimnya hanya memutar 1 judul film, pada awal pembukaan Kota Cinema Mall, mereka hanya memutar The Mummy, lalu Pirates Carribean, 2 minggu kemudian memutar wonder woman hingga akhirnya Transformers. Jika kalian penggemar film lokal, bersiap kecewa karena disini gak akan ada jadwal film lokal diputar, sepintaas gw hanya melihat film-film Hollywood yang akan coming soon seperti Spiderman, Cars 3, Despicable Me 3 dan Justice League, oh… nice karena semua film yang akan datang disitu termasuk dalam list nonton gw. Sori banget buat film lokal, karena gw masih gak tertarik nonton kecuali film yang dimainin iko uwais dan horrornya joko anwar.

Continue reading “Bioskop Kota Cinema Jatiasih Bekasi”

Iklan
Jalan-jalan, Kuliner

Ngebambu di Dusun Bambu Lembang

20170511_114958

Bandung memang menjadi tempat destinasi warga ibukota untuk menghabiskan waktu liburannya disana, tentu ada banyak alasan mengapa memilih kota Bandung sebagai tempat liburan. Sama halnya dengan kantor gw, memilih Bandung sebagai tempat wisata untuk acara rutin tahunan, secara garis besar, Bandung dipilih karena memiliki jarak yang cukup dekat dibandingkan kota wisata lainnya dan memiliki tempat belanja paling banyak khususnya buat para shopaholic. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung biasanya bisa dicapai 2 hingga 3 jam, tergantung dari supir dan juga keadaan jalan juga sih, apalagi tanggal merah biasanya menjadi alasan kenapa bandung macet.

Gw bersama rekan kantor satu departemen, berangkat dari Jakarta Utara menuju Bandung tepat pada pukul 6:00 dan sampai dititik awal bandung kira-kira pukul 10.00wib, itu baru titik awal ban roda bus kami sampai di Bandung. Destinasi sebenarnya adalah menuju Dusun Bambu yang terletak di daerah lembang, agak ke lembang-lembangan tapi gak lembang atas kayaknya tapi gak tahu juga sih, gw tidur pas nyampe sana. Keluar dari parkiran kendaraan, kita disambut sama menara bamboo yang pastinya dibuat dari bamboo bamboo pilihan, bukan yang asal dan bukan bamboo bekas tiang kandang burung tournament kicau. Kesejukan langsung terasa, walau cuaca cerah tapi gak ada perasaan panas, udah hal biasa buat Bandung jika cuacanya sejuk.

Kita sempat jalan-jalan keliling area Dusun Bambu, disini biaya masuknya Cuma 25ribu/orang tapi kita bisa mendapatkan pemandangan ciamik kawasan Bandung atas. Ada perbukitan, taman-taman hias, hutan pohon kayu putih hingga danau yang menjadi tempat istirahat terbaik bagi yang lelah berkeliling di dusun bambu. Ada jembatan terbuat dari besi yang mengajak kita keliling, oh… iya ada rumah kelinci juga lho tapi kayaknya bayar deh masuk sini.

Continue reading “Ngebambu di Dusun Bambu Lembang”

Jalan-jalan, Kuliner

Bogor Yang Macet…

Bogor udah dapat tambahan label selain kota hujan yaitu kota macet, di aplikasi waze menyebutkan bogor sebagai kota yang ngeselin nomor 2 di dunia karena macetnya. wuiiih… serem juga dan ternyata memang bener. Lagi ngomongin kota Bogor yang indah sama temen-temen kantor akhirnya kita mengadakan tour dadakan ke kota Bogor yang dikenal dengan puncaknya. Tujuan utama kita sebenarnya ke Macaroni Panggang atau biasa dikenal dengan MP, salah satu tempat kuliner di bogor yang cukup ngehits sejak 2010. Konon katanya MP menyajikan makanan macaroni panggang yang melegenda sampai-sampai sering dibahas diberbagai macam media tentang makanan ini.

Tepat tanggal 2 Oktober kemarin kita ngebogor bareng, sampai di keluar tol ciawi pukul 09:14 dan itu sudah lumayan agak padat arah puncaknya. berhubung masih agak pagian, si Windi penasaran dengan tempat kuliner bernama Cimory, gw info ke dia kalau di cimori buka cabang baru yang posisinya sebelum puncak atas dan terdapat arus sungainya, alhasil penasaran dia dan ingin menuju kesana. Sesampainya disana, bener-bener aneh lho, baru kali ini gw ketempat makan yang parkirannya penuh dan pihak petugas parkirnya bukan usaha cariin kita lahan parkir tapi langsung aja nyuruh kita keluar padahal di luar ada tempat parkir kosong namun posisi kita agak kurang pas karena lagi sistem buka tutup naik ke puncak, sedangkan parkirannya dijalur bawah puncak. “udah keluar aja mas, parkiran penuh, diatas masih banyak tempat makanan lain” eh… buset, kalau gw jadi pengelola, udah gw pecat itu akang-akangnya. Tempat parkiranya juga aneh, ada tarifnya walau kita gak ada 5 menit didalam area cimori, sistem parkirnya menggunakan komputerisasi seperti secure parking gitu, pas kita keluar area cimori sudah pasti kita ditagih 3000 rupiah. bukan masalah 3ribu peraknya tapi bagaimana sih kita belum parkir sudah disuruh bayar? padahal kalau di mal mal besar sekalipun, hitungan parkir setelah 10 menit masuk kedalam area parkir.

Dengan sedikit kecewa kita keluar dan menuju cimory yang posisinya diatas, kita sebut aja cimory hills karena disana kita bisa melihat bukit hijau, sedangkan yang dibawah merupakan cimory river yang bisa melihat sungai. di Cimory hills penjaga parkirnya sigap banget, langsung ditunjukin lokasi yang sepi, ini patut dicontoh… Cuma yang jelek disini pelayanannya, mungkin kita keliatan muka-muka kurang seger abis begadang apalagi salah satu dari kita keliatan muka gratisan karena kemana-mana bawa air putih sendiri biar gak jajan. Setiap kita manggil pelayannya, selalu aja gak datang walaupun dia sendiri udah mengiyakan akan menuju meja dimana kita tiduran, ada yang sepik-sepik ambil buku catetan tapi malah ngerjain ke tempat lain, sial, kita dicampakan. Gw perhatiin di meja yang lain pelayanannya sangat sigap, mau tahu apa yang membuat mereka sigap? karena di meja tersebut berisikan keluarga bukan anak-anak muda seperti kami yang haus akan jalan-jalan dan gaji besar.

img-20161002-wa0013

Setelah ada pelayan yang sadar, kita memesan twin Sausage, sebuah menu dimana ada sosis kembar panjang (30cm) yang dipanggang dengan teman-temannya bernama kentang wedges serta sayuran lokal. menu yang lumayan bisa buat rame-rame dan bayarnya patungan karena harganya Rp.90.000,- lumayan buat makan sendirian bisa gosong dompet gw. ketidakpuasan kedua terjadi ketika makanan tiba, kita cuma dikasih 2 pisau dan 5 garpu, lalu piringnya? enggak ada. pas temen gw minta piring, jawabnya “maaf mbak, bisa minta ke bagian pelayannya” lah elu itu apaaa massss…… maintenance? IT Staff? manager akunting? buseh lah elu yang naro-naro makanan kita tadi. skip lah, akhirnya kita makan dengan jorok, karena gak dikasih piring, mirip makan nasi rame-rame di daun pisang. soal makananya si enak cuma pelayanannya kurang, gak ada inisiatif, padahal kalau mereka sadar, tamu seperti kita-kita yang suka cobain makanan secara patungan adalah potensi besar, sudah pasti kita cobain makanan buat diomongin bukan sebagai kebutuhan karena lapar….

Continue reading “Bogor Yang Macet…”

Jalan-jalan, Kuliner

Berburu Kuliner di Bandung

Bandung memang dikenal dengan kota Kembang, kembang desa, kembang hias hingga janda kembang nya tapi jangan salah lho kalau di bandung saat ini sudah menjadi ikon kuliner di jawa barat, banyak tempat makan muncul ditiap sudut jalan bandung, mulai dari kuliner yang nge hits sampai yang gak ada hitsnya sama sekali. Diputuskanlah pada hari selasa 26 Juli 2016 kita (gw, temen gw, temen gw lagi) berangkat menuju Bandung, bukannya kerja? Ah enggak kok, kita gak kerja (bolos) karena bolos berjamaah lebih dimaafkan dibandingkan bolos sendirian. Bolos disini bukan meninggalkan pekerjaan tapi memang kerjaan nya udah selesai dan belum ada lagi.

Pukul 06:00 gw menunggu Windi di pom bensin pertamina bekasi barat buat dijemput, padahal si windi rumahnya di galaxy bekasi tapi subuh-subuh dia harus jemput si Karin dulu di daerah salemba Jakarta. Dengan kaos oblong hitam kekecilan, celana jeans hitam kekecilan dan celana jepit, gw siap berpetualang menikmati kuliner di Bandung. Setengah jam menunggu, akhirnya mobilio putih menghampiri dan siap kita untuk berpetualang di kota Bandung. Jadwal petualangan kita hari ini adalah :

  1. menikmati bakso cuanki serayu, (rekomennya si windi)
  2. beli molen prima rasa, (titipan keluarga windi)
  3. jajan oleh-oleh di kartika sari, (titipan bini gw)
  4. nyari seblak (request windi)
  5. makan es di kedai ling ling (alternative)
  6. kangen-kangenan petai bakar di punclut (impian Karin)
  7. makan pisang bakar di Mattari (harapan windi)

sebelumnya kita ngisi bensin dulu di KM19, sekalian gw traktir si Karin kopi starbak, soalnya ni anak cewek dari bandung belum pernah nyentuhin lidahnya dengan cairan kopi starbak dan hasilnya dia mau muntah karena lambungnya kaget sama minuman ini. Perjalanan cukup lama karena ada adegan kecelakaan di jalan tol, bukan kita sih tapi orang lain dan itu bikin macet berkilo-kilo meter namun setelah melewati macet nya, Alhamdulillah jalanan sepi dan tak lama kita sudah berada di exit Pasteur.

IMG_20160726_102825
Lupa Bilang kalau gak usah pake seledri

Tujuan pertama kita adalah kuliner di Bakso Cuanki Serayu, terletak di jalan serayu bandung. Kita pasti tahu bakso cuanki memang khas dari bandung, kepanjangan dari Cuap Cuap Jalan Kaki tapi ada juga yang mengartikan cuanki berasal dari bahasa tionghoa yang berarti untung, entah yang jual dulu namanya Untung atau memang jualanan bakso ini bikin untung. Warung bakso sederhana dengan tulisan Tutup ini bisa dibilang cukup ramai, bagaimana tidak ramai ya, belum buka aja sudah ada beberapa mobil dan motor yang antri. Pengunjungnya berasal dari mahasiswa/mahasiswi, pekerja, karyawati, mamah muda (halaah…cantik sih heheheh) hingga pelancong dari Jakarta. Bakso Cuankinya berisikan bakso, batagor, tahu goreng, dan kerupuk renyah, harga perporsinya 15.000 rupiah saja. Bagaimana rasanya? Rasanya sih enak tapi gak istimewa, kenapa gw bilang gak istimewa, karena memang gak istimewa, enak tapi gak istimewa karena memang gak istimewa. Kuahnya gurih tapi ini gw rasa bukan gurih dari bumbu racikan dapur tapi dari bumbu penyedap pabrikan karena setelah makan ini gw rada-rada serek ada yang nyangkut di tenggorokan, seperti efek minum kuah mecin. Untuk baksonya standarlah, tapi yang istimewa memang rasa batagor dan kerupuknya, gurih nikmat. Belum puas makan baksonya, gw beli batagornya buat dibungkus, siapa tahu saat perjalanan kami eh… gw merasa lapar..

Continue reading “Berburu Kuliner di Bandung”

Jalan-jalan, Kuliner

Out The Box Jati Bening

Pas acara bukber kemarin gw sempet bingung mau ngadain dimana, kebetulan bukber sama teman-teman SD dulu selalu berpindah-pindah tempat dari tahun ke tahun biar terasa tidak membosankan. setelah berunding lokasi akhirnya kita mendapatkan saran buat nyobain tempat baru didaerah Jati bening yang bernama Out The Box, sebuah tempat kuliner yang berkonsep peti kemas kontainer, gak cocok buat Magneto kalau kesini karena semuanya terbuat dari besi kontainer. Lokasinya cukup strategis kok, tidak jauh dari komplek dosen ikip dan kita bisa melaluinya lewat galaxi atau jalan Dr. Ratna, gw selalu penasaran bagaimana rupa si Dr. Ratna sehingga namanya bisa dijadikan nama jalan.

IMG-20160613-WA0001

dibuka pada tangagl 3 Juni 2016 kemaren oleh developer Sentra Kota, sebenarnya soft launch sih dan hard launch nya bakal dibuka setelah lebaran. mengingat dibulan puasa animo masyarakat soal bukber akan meningkat, dipaksakanlah tempat ini buka saat ramadhan ya walaupun masih baru dan masih agak-agak kurang ornamen tapi cukup nyaman berada di lokasi ini. Terdapat 20 tenant makanan, saat gw dan teman-teman berada disana, baru buka sekitar 14 tenant karena sisanya masih tahap pemasangan atribut. Menu-menu yang ditawarkan disini banyak kok, mulai dari Indonesia diwakilkan oleh Iga penyet, lalu western nya diwakilin nasi keju dan ada asian mulai dari tom yum hingga onokonomiyaki (begini kali ya nulisnya). Saat itu gw mencoba Rice Cheese dari Pan n Cheese dan menurut gw ini recomend banget lho, nasi gurih dicampur keju yang makin gurih semakin enak kalau kita kunyah, minumnya bisa cobain ice caramel coffee nya honolulu, seger endeeesss…  untuk camilan awal awal buka puasa, gw memilih octopus fried nya Oru, ya rasanya biasa aja sih yang ini, lebih ke sotong digoreng tepung, nothing special. untuk transaksinya seperti food court, memiliki 2 kasir untuk seluruh tenant food stall, sehingga kita tidak bisa bayar langsung ke abang-abangnya, walaupun bisa aja sih hehehehehehehehehehehehehhehehehehe licik ya.

Continue reading “Out The Box Jati Bening”

Cerita Singkat, Jalan-jalan, Kuliner

Outing to Cheribon

Akhir-akhir ini Kota Cirebon menjadi trend soal polisi yang menjadi tukang tilang pengendara motor, aneka jenis alasan kesalahan dilimpahkan demi meninlangkan seorang pengendara namun gw gak akan ngebahas soal trending tropic tersebut karena gak ada nilai jualnya. pada tanggal 27 Februari 2016 kemaren gw bersama teman-teman kantor dalam lingkup satu divisi beranjak pergi ke daerah kuningan Jawa Barat, bukan kuningan jaksel ya. akan tetapi tujuan kami semua ke arah kuningan harus dibatalkan karena takdir memutuskan kita melipir ke daerah Cirebon, sebenarnya ada alasan seru kenapa kita tidak berada di kuningan, itu semua karena kita kesiangan berangkatnya, yeaaaah…..

padahal kondisi jalan gak macet-macet banget tapi pengendara tetap jalan santai walaupun keadaan jalan kosong, yiiiih gemez… sama halnnya study tour anak sekolah yang rame, ngomong ini itu biar tidak membosankan dijalan cuma bedanya kalau outing kantor gak ada yang dapet ciki sama coklat coki coki, ya bersyukur masih ada lontong, tahu bakso dan kue keju sebagai pengganjal lapar. kurang lebih ada 25 orang yang ikut ke kota Cirebon, tujuan diadakan outing ini sebagai momentum pengikat dan pengenalan antar karyawan, masa iya bertahun-tahun kerja di satu perusahaan gak ada yang kenal, buseeeh masih aja ada yang gak kenal guweh.

nyook... jalan jalan nyook
nyook… jalan jalan nyook

Sesampainya di cirebon kita langsung menuju ke lokasi wisata yaitu komplek keraton Cirebon Kasepuhan, berebda dengan ayam sepuhan yang berwarna warni, disini dominan berwarna cokelat sama abu-abu karena usia bangunan yang sudah tidak muda lagi. letaknya berada di Jl. Jagasatru, Jawa Barat, Indonesia (copas dari wikipedia) tapi sayangnya disini banyak buanget pengemis, bukannya kita pelit atau apa tapi kalau kebanyakan begini jadi gak enak dimata, sampai didalam komplek wisatanya pun ada pengemis yang meminta-minta uang, duh… gimana ini pengelolanya.

IMG_20160227_120143 Continue reading “Outing to Cheribon”

Kuliner

Bakso Laut Merah yg nikmaay

10659353_10152415146931843_8312798740225994439_n

Guys kalau lu salah seorang penggila Bakso dan mau makan bakso yang beda dari yang lain mungkin satu menu kuliner kaya gini nih yang patut lu cobain. Namanya Bakso Laut Merah, kenapa dinamakan laut merah? Itu karena kuah yang menemani para bulatan bakso berwarna merah tapi jangan cemas kan soal rasa, kalau lu pikir ini pedes? Gak juga sob, karena ini rasanya gak begitu pedas kok walau ada ada sedikit rasa pedas yang berasal dari racikan cabe gendut namun masih aman buat dikonsumsi anak-anak.

Dewa Budjana KW SuperDewa Budjana KW Super

Sang Pemilik bernama Wawan Worker atau sering disebut sama temen-temen Blazer Indonesia Club dengan sebutan Om Wawan Budjana karena paras serta rambut gondrongnya mirip sama Mas Dewa Budjana Gitaris Gigi Cuma bedanya kalau si om Wawan ini medok bener jawa nya. Sambutan hangat dari sang pemilik membuat suasana warung sederhana di bilangan komplek Kodam Kalimalang ini membuat kita seperti sudah mengenal lama om Wawan dan sang Istri dengan ramah akan menawarkan aneka minuman yang disediakan.

Apa sih yang membuat bakso laut merah ini berbeda dengan bakso pada umumnya? Kita korek-korek isinya guys, perbedaan yang paling menonjol memang dari segi kuahnya karena warna kuahnya gak bening justru berwarna merah seperti kuah kari pedas, selain itu isi dari semangkok bakso laut merah ini juga bisa ditambahkan topping irisan daging sapi, usus dan babat wah… makin ajib aja nih semangkok. Kalau dirasa soun yang ada dimangkok kurang, lu bisa nambah pakai lontong atau nasi, tapi jangan lupa bayar juga nasi sama lontongnya ya kecuali lu bawa sendiri dari rumah. Kuahnya nikmat dan memang kayaknya lebih cocok kalau ditemani sama lontong atau kerupuk kulit, kulitnya kulit sapi bukan kulit buaya. Rasa kuahnya gurih yang berasal dari kaldu sapi, bercampur sedikit rasa pedas, serta asam asam segar dan kesemuanya itu adalah racikan rahasia bumbu rempah hasil karya sang koki yang merupakan salah satu pendiri kapanlagi.com

10646944_10152415150246843_5236708596737618524_n

Bakso sapinya dibuat sendiri pokoknya handmade guys, gak pake mesin pabrik dan dijamin tanpa bahan pengawet, selain itu saos dan kecap kualitas terbaik sehingga melengkapi rasa di lidah hingga tetesan kuah terakhir pokoke endang gulindang top markotop maknyos. gak nyesel buat mampir sejenak untuk icip-icip bakso laut merah, oh iya kalau kesini jangan malam karena porsinya sudah habis dari sejak sore hari…

 

Alamat Bakso Lautan Merah
Komplek Kodam Jl. Infantri blok D4 Kalimalang depan Polsek Kalimalang.
Telp : 089656137841 pin BB : 21C84C71