Jalan-jalan, News

Serunya ber Arung Jeram di Dufan

Apa wahana favorit gw kalau lagi berada di Dufan? dari dulu gw suka banget naik wahana Arung Jeram. Walaupun memiliki antrian cukup panjang karena menjadi favorit banyak orang, akan tetapi kepuasan yang didapat benar-benar maksimal banget bahkan bikin nagih, kalaupun pas gw gak mau antri seperti khalayak umum, gw bisa membeli Fast Trax sehingga gw terbebas antri di 14 wahana Dufan.

Apa yang membuat Arung Jeram terasa istimewa? Pertama karena wahana ini cuma ada di Jakarta, ditempat lain diluar jakarta tidak memiliki track panjang dan fitur arus yang dasyat sehingga kurang puas sedangkan Dufan memiliki Arung jeram yang dirasakan sama dengan aslinya, liar dan cukup menantang adrenalin.

Selain itu experience yang didapat benar-benar asik, tanpa perlu skill untuk menggunakan perahu disungai yang deras, kita bisa menikmatinya dengan nyaman. Kalaupun basah kuyup, tapi tidak sampai kita kapok kok. Apalagi track yang memiliki panjang sekitar 300 meter ini terus-terusan menciptakan keceriaan dan kesenangan.

Ada tips seru nih, usahakan setiap gadget yang kamu punya dibungkus dengan plastik sebelum naik wahana Arung Jeram Dufan. Pastikan tidak ada barang elektronik yang rentan terhadap air ada didalam genggamanmu. Lalu jika kamu antri diwahana ini, tetap tenang dan ingat jangan merokok di antrian wahana Dufan, peduli dengan kesehatan orang lain ya dan pihak dufan berhak mengeluarkan pengunjung yang bandel ngerokok diarea antrian wahana, udah ada tempat buat smoking area masih aja bandel. Terakhir nih, tips penting, jangan pakai kaos transparan bagi kaum wanita karena agak mustahil kamu ga basah saat main arung jeram, hal ini menghindari baju kamu lepek dan menjadi transparan karena air, wiiih daleman kamu bisa keliatan kan malu. oh… iya hindari penggunaan sepatu ya, sayang kan sneaker kamu jadi basah kuyup.

Ayo daripada cuma baca, nikmati aja segala wahana Dufan yang seru dan cek infonya di http://www.ancol.com/promo karena disana juga ada promo seru di Dufan, hemat banget deeeeh…

Iklan
Movies

Warkop DKI Reborn Part 2 : Film Ancur

index

Jika melihat aksi 3 sekawan yang bernama asli Tora, Abimana dan Vino dalam Warkop DKI Part 1 sudah agak lumayan mengangkat kembali kisah para legend waRKOP Dono Kasino, ada cerita yang diceritakan walaupun memaksa dengan joke-joke untuk mengingatkan kita pada film warkop yang telah menjadi legend. Nilai untuk film part 1 nya bisa gw kasih nilai 7, namun nilai tersebut bukan naik setelah gw menonton yang part ke duanya, bahkan score 5 pun menurut gw masih ketinggian dan ini membuktikan kualitas film Indonesia yang digadang-gadang menjadi the best comedy ini tidaklah sangat banget tidak sempurna (kalimat gw ikutan ancur).

Sorry buat para fans warkop reborn, sori banget, bukannya gw kampungan atau apalah, tapi gw tahu gimana rasanya nonton enak, menikmati film yang benar-benar ada kisahnya dan gw berharap bisa tertawa dengan banyolan murni khas warkop jaman dulu tapi sayangnya yang gw tonton pada malam minggu kemarin adalah sebuah film yang dibikin asal, gak ada cerita jelas, terlalu fiksi. Kalau ada yang bilang “yaelah.. nikmatin aja filmnya” gw akan jawab, gw gak menikmati, dari awal sampai akhir cerita gw bingung harus bereaksi apa. kalau ada yang bilang “yaelah, selow aja bro, ini kan film seru-seruan, wajar bikinnya gitu” dan gw akan jawab, ini gak wajar bagi gw yang rela ngeluarin duit buat beli tiket bioskop dan berharap duit gw berfaedah dengan mendapatkan humor dan sesuatu hal yang bisa gw petik dari film tersebut, tapi ini nyatanya gak dapet apa-apa.

Apa yang menurut gw memberikan label ANCUR kepada film Warkop DKI Reborn Part 2?
Continue reading “Warkop DKI Reborn Part 2 : Film Ancur”

Jalan-jalan, Kuliner, Movies

Bioskop Kota Cinema Jatiasih Bekasi

Kalau mendengar kata Jati asih Bekasi biasanya orang akan ngebayangin sebuah desa kecil daerah Bekasi yang belum terjamah gugusan teknologi kota besar tapi itu dulu banget sekitar 20 tahun yang lalu, iya… dulu jati asih memang sebuah daerah di Bekasi yang cukup masih tertinggal diantara daerah kota Bekasi lainnya. Sekarang, Jati asih mulai mendapatkan asupan kemajuan semenjak memiliki tol sendiri, bermuncullah beragam perumahan dengan harga fantastis dan memiliki tema “hanya 5 menit dari tol”, rumah mungil seharga Rp.400jutaan bisa laku dalam waktu setahun dan langsung membuat warga kampung sekitaran berlomba-lomba jual tanahnya walau Cuma punya seiprit tanah untuk dijadikan cluster perumahaan.  Jangan heran kalau nemuin sebuah cluster perumahan yang isinya Cuma 8 rumah. Supermarket pun sudah mulai menjamur dan warung tradisional mulai jamuran,  namanya juga efek kemajuan kota dan harus ada yang dikorbankan.

Pada bulan Mei 2017 akhir kemarin, dimulailah perubahan besar Jati Asih yaitu munculnya sebuah gedung bioskop berkonsep mall, wah ini jarang banget ditemuin karena biasanya mall yang memiliki sebuah lapak bioskop didalamnya tapi kini bioskop yang memiliki lapak mall. Bioskop yang merupakan hasil saham gabungan warga sipil ini dinamakan Kota Cinema Mall, cukup membuat netizen sekitaran bekasi penasaran termasuk gw. Berita munculnya bioskop Kota Cinema Mall sudah terendus sejak awal juni dan baru awal juli kemarin gw mencoba keseruan Kota Cinema Mall yang kebetulan sedang memutar film Transformers.

Bioskop ini baru memiliki 2 theater yang disebut Kota 1 dan Kota 2, setiap musimnya hanya memutar 1 judul film, pada awal pembukaan Kota Cinema Mall, mereka hanya memutar The Mummy, lalu Pirates Carribean, 2 minggu kemudian memutar wonder woman hingga akhirnya Transformers. Jika kalian penggemar film lokal, bersiap kecewa karena disini gak akan ada jadwal film lokal diputar, sepintaas gw hanya melihat film-film Hollywood yang akan coming soon seperti Spiderman, Cars 3, Despicable Me 3 dan Justice League, oh… nice karena semua film yang akan datang disitu termasuk dalam list nonton gw. Sori banget buat film lokal, karena gw masih gak tertarik nonton kecuali film yang dimainin iko uwais dan horrornya joko anwar.

Continue reading “Bioskop Kota Cinema Jatiasih Bekasi”

Jalan-jalan, Kuliner

Ngebambu di Dusun Bambu Lembang

20170511_114958

Bandung memang menjadi tempat destinasi warga ibukota untuk menghabiskan waktu liburannya disana, tentu ada banyak alasan mengapa memilih kota Bandung sebagai tempat liburan. Sama halnya dengan kantor gw, memilih Bandung sebagai tempat wisata untuk acara rutin tahunan, secara garis besar, Bandung dipilih karena memiliki jarak yang cukup dekat dibandingkan kota wisata lainnya dan memiliki tempat belanja paling banyak khususnya buat para shopaholic. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung biasanya bisa dicapai 2 hingga 3 jam, tergantung dari supir dan juga keadaan jalan juga sih, apalagi tanggal merah biasanya menjadi alasan kenapa bandung macet.

Gw bersama rekan kantor satu departemen, berangkat dari Jakarta Utara menuju Bandung tepat pada pukul 6:00 dan sampai dititik awal bandung kira-kira pukul 10.00wib, itu baru titik awal ban roda bus kami sampai di Bandung. Destinasi sebenarnya adalah menuju Dusun Bambu yang terletak di daerah lembang, agak ke lembang-lembangan tapi gak lembang atas kayaknya tapi gak tahu juga sih, gw tidur pas nyampe sana. Keluar dari parkiran kendaraan, kita disambut sama menara bamboo yang pastinya dibuat dari bamboo bamboo pilihan, bukan yang asal dan bukan bamboo bekas tiang kandang burung tournament kicau. Kesejukan langsung terasa, walau cuaca cerah tapi gak ada perasaan panas, udah hal biasa buat Bandung jika cuacanya sejuk.

Kita sempat jalan-jalan keliling area Dusun Bambu, disini biaya masuknya Cuma 25ribu/orang tapi kita bisa mendapatkan pemandangan ciamik kawasan Bandung atas. Ada perbukitan, taman-taman hias, hutan pohon kayu putih hingga danau yang menjadi tempat istirahat terbaik bagi yang lelah berkeliling di dusun bambu. Ada jembatan terbuat dari besi yang mengajak kita keliling, oh… iya ada rumah kelinci juga lho tapi kayaknya bayar deh masuk sini.

Continue reading “Ngebambu di Dusun Bambu Lembang”

Jalan-jalan, Kuliner

Bogor Yang Macet…

Bogor udah dapat tambahan label selain kota hujan yaitu kota macet, di aplikasi waze menyebutkan bogor sebagai kota yang ngeselin nomor 2 di dunia karena macetnya. wuiiih… serem juga dan ternyata memang bener. Lagi ngomongin kota Bogor yang indah sama temen-temen kantor akhirnya kita mengadakan tour dadakan ke kota Bogor yang dikenal dengan puncaknya. Tujuan utama kita sebenarnya ke Macaroni Panggang atau biasa dikenal dengan MP, salah satu tempat kuliner di bogor yang cukup ngehits sejak 2010. Konon katanya MP menyajikan makanan macaroni panggang yang melegenda sampai-sampai sering dibahas diberbagai macam media tentang makanan ini.

Tepat tanggal 2 Oktober kemarin kita ngebogor bareng, sampai di keluar tol ciawi pukul 09:14 dan itu sudah lumayan agak padat arah puncaknya. berhubung masih agak pagian, si Windi penasaran dengan tempat kuliner bernama Cimory, gw info ke dia kalau di cimori buka cabang baru yang posisinya sebelum puncak atas dan terdapat arus sungainya, alhasil penasaran dia dan ingin menuju kesana. Sesampainya disana, bener-bener aneh lho, baru kali ini gw ketempat makan yang parkirannya penuh dan pihak petugas parkirnya bukan usaha cariin kita lahan parkir tapi langsung aja nyuruh kita keluar padahal di luar ada tempat parkir kosong namun posisi kita agak kurang pas karena lagi sistem buka tutup naik ke puncak, sedangkan parkirannya dijalur bawah puncak. “udah keluar aja mas, parkiran penuh, diatas masih banyak tempat makanan lain” eh… buset, kalau gw jadi pengelola, udah gw pecat itu akang-akangnya. Tempat parkiranya juga aneh, ada tarifnya walau kita gak ada 5 menit didalam area cimori, sistem parkirnya menggunakan komputerisasi seperti secure parking gitu, pas kita keluar area cimori sudah pasti kita ditagih 3000 rupiah. bukan masalah 3ribu peraknya tapi bagaimana sih kita belum parkir sudah disuruh bayar? padahal kalau di mal mal besar sekalipun, hitungan parkir setelah 10 menit masuk kedalam area parkir.

Dengan sedikit kecewa kita keluar dan menuju cimory yang posisinya diatas, kita sebut aja cimory hills karena disana kita bisa melihat bukit hijau, sedangkan yang dibawah merupakan cimory river yang bisa melihat sungai. di Cimory hills penjaga parkirnya sigap banget, langsung ditunjukin lokasi yang sepi, ini patut dicontoh… Cuma yang jelek disini pelayanannya, mungkin kita keliatan muka-muka kurang seger abis begadang apalagi salah satu dari kita keliatan muka gratisan karena kemana-mana bawa air putih sendiri biar gak jajan. Setiap kita manggil pelayannya, selalu aja gak datang walaupun dia sendiri udah mengiyakan akan menuju meja dimana kita tiduran, ada yang sepik-sepik ambil buku catetan tapi malah ngerjain ke tempat lain, sial, kita dicampakan. Gw perhatiin di meja yang lain pelayanannya sangat sigap, mau tahu apa yang membuat mereka sigap? karena di meja tersebut berisikan keluarga bukan anak-anak muda seperti kami yang haus akan jalan-jalan dan gaji besar.

img-20161002-wa0013

Setelah ada pelayan yang sadar, kita memesan twin Sausage, sebuah menu dimana ada sosis kembar panjang (30cm) yang dipanggang dengan teman-temannya bernama kentang wedges serta sayuran lokal. menu yang lumayan bisa buat rame-rame dan bayarnya patungan karena harganya Rp.90.000,- lumayan buat makan sendirian bisa gosong dompet gw. ketidakpuasan kedua terjadi ketika makanan tiba, kita cuma dikasih 2 pisau dan 5 garpu, lalu piringnya? enggak ada. pas temen gw minta piring, jawabnya “maaf mbak, bisa minta ke bagian pelayannya” lah elu itu apaaa massss…… maintenance? IT Staff? manager akunting? buseh lah elu yang naro-naro makanan kita tadi. skip lah, akhirnya kita makan dengan jorok, karena gak dikasih piring, mirip makan nasi rame-rame di daun pisang. soal makananya si enak cuma pelayanannya kurang, gak ada inisiatif, padahal kalau mereka sadar, tamu seperti kita-kita yang suka cobain makanan secara patungan adalah potensi besar, sudah pasti kita cobain makanan buat diomongin bukan sebagai kebutuhan karena lapar….

Continue reading “Bogor Yang Macet…”

Cerita Singkat, Movies

Manfaat Nonton Bioksop Sendiri

Rata-rata orang menonton film di bioskop selalu mengajak teman, gebetan, istri, pacar atau minimal ngajak selingkuhan tapi kalau gw sih lebih prefer nonton sendiri karena gw udah hampir sering nonton film bioskop sendirian. kebiasaan ini sudah gw lakuin sejak jaman kuliah, sepulang kuliah atau cabut kuliah atau gak ada kuliah, lalu saat sudah kerja pun masih suka nonton bioskop sendirian sampai dikejar homo. Tak jarang juga ngajak temen-temen namun seiring kedewasaan gw, teman-teman udah susah diajak nonton karena mereka lebih suka nonton bareng ceweknya masing-masing. Berharap bisa dapat satu atau dua cipokan di saat film bioskop diputar, ngomong-ngomong soal cipokan di bioskop, gw juga pernah sih, waktu jaman-jaman SMA dan kuliah, namanya juga gejolak kawula muda, anehnya tidak seperti pasangan yang berniat mesum di bioskop, gw gak pernah duduk dipojokan, elu nonton berdua sama pasangan dan memilih bangku pojok sedangkan bioskop lagi gak rame, udah barang tentu bakal dicap mau mesum sama petugas tiketnya. apa nyamannya nonton dipojokan, biar gw emang ada niat mau ngapa-ngapain dengan pasangan, gw juga harus menikmati cerita filmnya. Film yang sering gw pake buat beradegan mesum lebih ke film-film horor yang dimana ketika ada adegan menakutkan, gw bikin adegan menyenangkan berduaan sama pacar. haaaaaaaaaaa….. masa remajaaah…. eeit… tapi cuma ciuman aja gak lebih.

Pertama kali coba nonton bioskop sendiri disaat gw gagal ngajak gebetan nonton, udah janjian pulang kuliah nonton eh dia malah keburu diangkut sama pacarnya, hahaha iya gw ngajak cewek orang buat nonton bioskop. buat menaruh rasa kegembiraan setelah gagal bersandiwara dengan cewek orang, gw tetep lanjut nonton sendirian, gw lupa waktu itu nonton apa, wajar aja karena udah ratusan film yang gw tonton, iya kali gw inget, kecuali kalau nonton sama pasangan, biasanya gw lupa filmnya tapi ingat rasanya. saat itu agak grogi masuk ke 21 (twenty one) “saat itu belum bernama XXI seperti sekarang” rata-rata yang ngantri tiket bersama pasangan atau keluarganya, gak gak ada yang nonton sendirian kaya gw. sesampainya di depan mbak-mbak penjual tiket, gw dihadapkan dengan sebuah pernyataan dan pertanyaan
Pernyataan : gw emang nonton sendiri
Pertanyaan : apakah gw pede bilang “satu tiket saja” ke mbak mbaknya?

Setelah memilih film dan jam film yang diputar, si mbak-mbak pasti bakal bilang “berapa tiket?” anjriiit gw deg-deg-degan, gw kepikiran pengen ngajak mbak nya nonton “maunya sama kamu mbak, mbak yang penuh inspirasi, tapi apa daya, aku menyendiri mbak” tentunya kalimat itu gak bisa gw ucapkan dari mulut, bisa-bisa gw ditinju sama mbaknya. Gw menjawab pertanyaan tersebut cukup lama, 10 detik kemudian gw menjawab “saya sendiri mbak” hahaha goblok, kalimatnya gak pas, ambigu, menyatakan banyak arti antara promo atau memang keadaan. gw masih inget, muka si mbak-mbaknya langsung berubah jadi agak mirip-mirip abis liat eek kucing dijalan. Walau agak keringet dingin tapi gw bisa mendapatkan tiket nonton ditangan dan gw langsung ke toilet buat kencing, ya iyalah kencing, masa iya gw ke toilet mau fitness.

kurang lebih setengah jam buat nunggu pintu studionya terbuka, hanya bisa terduduk diam, lihat handphone, masukin ke saku celana, liat lagi, masukin lagi, liat lagi, masukin lagi, begitu terus sampai handphone nokia 5310 gw berubah jadi iphone 8. melihat sekitar para muda mudi asik becanda sama pasangannya, gw sih sebenarnya ada pasangan/pacar, cuma saat itu lagi break, berantem, cuma gara-gara ketauan ada cowok yang sms gw pake kata “kak opik sayang…” beraklah tuh orang, becandanya gak asik. tak lama muncul halo halo “pintu theater 2 susah dibuka, para penonton yang tidak memiliki karcis, dipersilahkan tidak memasuki theater 2” langsung aja gw ke theater 2, disana sudah ada mbak-mbak yang siap merobek tiket nonton, dibeli buat dirobek sama mbak-mbaknya, untung aja cakep, kalau gak cakep pasti ya ga apa-apa.  gw selalu tepat waktu kalau nonton karena gak ingin menggangu orang yang udah duduk buat geserin dengkulnya biar gw bisa lewat, gw ngerti kok perasaan orang seperti itu, gak enak, apalagi gw punya dengkul panjang yang walaupun udah digeser pun masih saja kepentok kaki orang. gw pernah punya pengalaman kaya gitu, pas gw asik nonton di 5 menit awal film, tahu-tahu ada orang lewat mau duduk diujung sebelah gw, gw udah geser dengkul tapi tetep aja kakinya nanbrak dengkul gw, bukan itu aja, ternyata kakinya nginjek sendal gw dan sendal gw kebawa sama kakinya dia, itupun baru gw tahu setelah film selesai dan gw nyari-nyari sendal yang sudah pindah lokasi ke dekat bangku mas-mas itu. gw pikir ada yang nyolong sendal gw, perasaan ini bioskop bukan mushola.

Duduk anteng ganteng dibangku, sudah pasti duduknya ditengah biar mata gak cape-cape buat melihat sudut-sudut layar. kadang-kadang gw melihat ke sekeliling ruangan bioskop buat istirahatin mata agar tidak pegal nonton (gak tahu tipsnya siapa), ngeliat cewek pada nyender sama cowoknya, ada cowok yang nyender ke bahu cowoknya hhmmm… hingga akhirnya filmnya usai, selesai, tamat, finish, gak ada ceritanya lagi. sampai dirumah gw langsung mikir, ternyata enak juga nonton sendirian, gw jadi fokus cuma jadinya gw gak bisa punya teman ngobrol ngebahas film tersebut. gak mungkin gw abis dari bioskop terus pulang kerumah ketemu nyokap bokap gw, lalu cerita “tadi itu jagoannya kena diabetes mah, ditembak darahnya muncrat terus dan gak sembuh-sembuh” pasti mereka bilang “kamu kenapa??, pasti jatoh dari motor lagi ya”. Walaupun begitu, gw merasa lebih asik nonton sendirian, karena gw gak keganggu sama orang yang ngajak ngobrol ditengah film diputar, kagak asiklah lu ngobrol bahas apapun disaat suara dibioskop jedaar jedeer blegeeerrr, yang gw denger cuma “oi… pik.. pik… befiuhefiejhflguihglmsbisuhdiusurhso ya?” dan pastinya gw balasnya dengan “hah?… hah?… fak” , gw gak suka lagi asik nonton tau-tau ditanya jalan ceritanya, ajegile gw seperti translator, apa yang ada dilayar, gw ceritain dengan bahasa yang gw punya. Kalaupun tidak mengerti dengan alur ceritanya, lebih baik diam, nikmatin aja gambarnya gerak-gerak atau efek cgi nya, karena itu cukup mengurangi ketidak mengertian para penonton yang kurang mampu menangkap cerita berat. kisah nyata saat gw nonton film Inception, kebayangkan ceritanya kaya apa, dan cewek gw nanyaaaa setiap 15 menit sekali, “honey…. itu apa, kok bisa dia begitu, kenapa tiba-tiba dindingnya kebalik, kenapa, kenapa honey, kenapa aku disini? kamu siapa beb…..arrarrhrah” dan akhirnya gw terpaksa download film inception di internet karena gw jadi gak ngerti ceritanya apa gara-gara harus membagi waktu untuk jelasin ke doi tentang kenapa dindingnya bisa kebalik dan gedungnya bisa digulung-gulung.

Continue reading “Manfaat Nonton Bioksop Sendiri”

Jalan-jalan, Kuliner

Berburu Kuliner di Bandung

Bandung memang dikenal dengan kota Kembang, kembang desa, kembang hias hingga janda kembang nya tapi jangan salah lho kalau di bandung saat ini sudah menjadi ikon kuliner di jawa barat, banyak tempat makan muncul ditiap sudut jalan bandung, mulai dari kuliner yang nge hits sampai yang gak ada hitsnya sama sekali. Diputuskanlah pada hari selasa 26 Juli 2016 kita (gw, temen gw, temen gw lagi) berangkat menuju Bandung, bukannya kerja? Ah enggak kok, kita gak kerja (bolos) karena bolos berjamaah lebih dimaafkan dibandingkan bolos sendirian. Bolos disini bukan meninggalkan pekerjaan tapi memang kerjaan nya udah selesai dan belum ada lagi.

Pukul 06:00 gw menunggu Windi di pom bensin pertamina bekasi barat buat dijemput, padahal si windi rumahnya di galaxy bekasi tapi subuh-subuh dia harus jemput si Karin dulu di daerah salemba Jakarta. Dengan kaos oblong hitam kekecilan, celana jeans hitam kekecilan dan celana jepit, gw siap berpetualang menikmati kuliner di Bandung. Setengah jam menunggu, akhirnya mobilio putih menghampiri dan siap kita untuk berpetualang di kota Bandung. Jadwal petualangan kita hari ini adalah :

  1. menikmati bakso cuanki serayu, (rekomennya si windi)
  2. beli molen prima rasa, (titipan keluarga windi)
  3. jajan oleh-oleh di kartika sari, (titipan bini gw)
  4. nyari seblak (request windi)
  5. makan es di kedai ling ling (alternative)
  6. kangen-kangenan petai bakar di punclut (impian Karin)
  7. makan pisang bakar di Mattari (harapan windi)

sebelumnya kita ngisi bensin dulu di KM19, sekalian gw traktir si Karin kopi starbak, soalnya ni anak cewek dari bandung belum pernah nyentuhin lidahnya dengan cairan kopi starbak dan hasilnya dia mau muntah karena lambungnya kaget sama minuman ini. Perjalanan cukup lama karena ada adegan kecelakaan di jalan tol, bukan kita sih tapi orang lain dan itu bikin macet berkilo-kilo meter namun setelah melewati macet nya, Alhamdulillah jalanan sepi dan tak lama kita sudah berada di exit Pasteur.

IMG_20160726_102825
Lupa Bilang kalau gak usah pake seledri

Tujuan pertama kita adalah kuliner di Bakso Cuanki Serayu, terletak di jalan serayu bandung. Kita pasti tahu bakso cuanki memang khas dari bandung, kepanjangan dari Cuap Cuap Jalan Kaki tapi ada juga yang mengartikan cuanki berasal dari bahasa tionghoa yang berarti untung, entah yang jual dulu namanya Untung atau memang jualanan bakso ini bikin untung. Warung bakso sederhana dengan tulisan Tutup ini bisa dibilang cukup ramai, bagaimana tidak ramai ya, belum buka aja sudah ada beberapa mobil dan motor yang antri. Pengunjungnya berasal dari mahasiswa/mahasiswi, pekerja, karyawati, mamah muda (halaah…cantik sih heheheh) hingga pelancong dari Jakarta. Bakso Cuankinya berisikan bakso, batagor, tahu goreng, dan kerupuk renyah, harga perporsinya 15.000 rupiah saja. Bagaimana rasanya? Rasanya sih enak tapi gak istimewa, kenapa gw bilang gak istimewa, karena memang gak istimewa, enak tapi gak istimewa karena memang gak istimewa. Kuahnya gurih tapi ini gw rasa bukan gurih dari bumbu racikan dapur tapi dari bumbu penyedap pabrikan karena setelah makan ini gw rada-rada serek ada yang nyangkut di tenggorokan, seperti efek minum kuah mecin. Untuk baksonya standarlah, tapi yang istimewa memang rasa batagor dan kerupuknya, gurih nikmat. Belum puas makan baksonya, gw beli batagornya buat dibungkus, siapa tahu saat perjalanan kami eh… gw merasa lapar..

Continue reading “Berburu Kuliner di Bandung”