Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku

Kisah Lanjutan dari https://tawvic.wordpress.com/2017/06/13/10-tahun-bersama-bukan-kakakku-part-2/

Mas Agung Sakit Lama

Sakit ini bukan sakit yang ia derita pada sebelumnya namun sakit demam dengan wajah pucat dan susah makan. Biasanya mas Agung sangat gampang makan dan seperti orang yang tidak pernah punya rasa kenyang. Tubuhnya sudah mulai agak berkurang berat badannya mungkin sudah berkurang 2-5kg dan dia sudah sakit selama 2 minggu lebih. Dokter sudah tidak bisa memberikan jawaban lain “gejala tipes”, segala obat juga sudah diberikan namun hasilnya nihil tidak bisa menurunkan penyakitnya, mungkin hanya nafsu makannya yang agak lebih banyak dari sebelumnya yang susah makan. Kami selalu memenuhi setiap keinginannya, seperti saat gw akan beranjak berenang sama temen-temen, dia tiba-tiba berkata “mau pizza…” dan matanya menuju kearah gw yang saat itu sudah berada di pintu rumah. Selama sakit, mas Agung memang berada di ruang tengah yang dekat dengan ruang tamu sehingga mas Agung bisa sambil menonton televisi walaupun gw yakin dia hanya menyukai keadaan tv menyala dengan sinar-sinar warna warni dan tidak peduli dengan acara yang sedang tayang. Sepulang berenang gw membawakannya sepotong Pizza, maklum gw saat itu Cuma anak SMP kelas satu dan belum punya banyak uang untuk membeli seloyang pizza, itu pun bukan pizza hut yang terkenal melainkan stand pizza merk gak jelas tapi memang sering gw beli karena rasanya enak. Sepotong Pizza yang gw belikan langsung dilahap habis olehnya hanya tersisa dus dan remah-remahnya.

Selain pizza dia juga meminta buah pala, manisan buah pala kesukaannya karena Cuma buah pala aja yang menjadi buah favoritnya, tentunya dalam bentuk manisan atau yang dikeringkan dan dibalur gula pasir. Gw sendiri gak suka saat dia minta buah itu, aromanya bikin gw pusing gak karuan. Dia selalu meminta ke Mas Teguh, saat mas teguh berada didekat dia, selalu berkata minta buah pala, “mau buah pala”. Mencari buah pala di bekasi bukanlah hal yang mudah, susah banget, mau mencarinya di pasar tradisional hingga mall besarpun tidak satupun bisa ditemukan. Satu-satunya tempat yang sudah pasti ada hanya di daerah Bogor namun mas teguh belum bisa menuju bogor dalam waktu dekat, kurang lebih 3 hari baru bisa berangkat ke bogor dan itupun saat hari senin karena dihari itu mas Teguh libur kuliah.

Tepat setelah 3 minggu mas Agung menderita sakit panas akhirnya bisa sembuh, panasnya sudah tidak terasa dan nafsu makannya sudah mulai normal. Ia kembali menjadi mas Agung yang dulu tapi bukan mas Agung yang normal sebelum ia mengalami gangguan, mas Agung kembali suka menceracau tidak jelas, suka melakukan hal-hal tidak jelas tetapi yang kami perhatikan dia sudah tidak lagi kejang-kejang atau kesurupan. Kami sudah diringankan dengan keadaan mas Agung yang cukup lebih baik dari sebelumnya.

Continue reading “10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku”

Iklan
Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku part 2

Lanjutan dari https://tawvic.wordpress.com/2017/06/13/10-tahun-bersama-bukan-kakakku-part-1/

Berobat Kesana Kemari

Ayah tidak tinggal diam mengalami kejadian seperti ini, kita sudah pernah mengobati mas Agung ke Dokter karena kita masih berfikir positif ini memang penyakit saraf sehingga mas Agung bisa berubah seperti itu, namun semua dokter yang kami kunjungi memiliki jawaban sama, mas Agung sehat-sehat saja bahkan gizinya bagus hingga akhirnya kami bertemu dokter terakhir yang memberikan saran untuk berobat dipengobatan alternative alias paranormal. Kami menerima tawaran paranormal kenalan sang dokter, pertama kali mendengar kata paranormal gw langsung membayangkan seorang dukun berbaju hitam celana hitam dan kepalanya dihiasi blankon asli khas jawa seperti yang ada di film-film horror. Kami sekeluarga mengunjungi paranormal pertama didaerah taman mini Jakarta (dulunya TMII masih wilayah Bekasi), ternyata fisik dan rupa paranormal yang ini lebih mirip orang yang suka nawarin MLM, rapih berkemeja dan tidak ada ornament-ornamen seram diruangan rumahnya.

Tapi memang dia seorang paranormal, buktinya dia langsung tahu kalau mas Agung sedang dalam masalah padahal saat sampai dilokasi, Mas Agung tidak menunjukan gejala-gejala yang aneh sama sekali. Ayah menjelaskan sebab musabab awal kejadian bermula dan si paranormal mengambil kesimpulan jika kakek buyut gw ketika meninggal dunia melepaskan pegangannya yang sosoknya masih misterius karena paranormal yang bernama Bp. Soni tersebut tidak bisa menggambarkan secara persis akibat kekuatan gaibnya yang dahsyat. Pak Soni hanya memberikan sebuah air yang telah ia doa-doakan (entah doanya apa), air tersebut harus diminum saat mas Agung mau tidur dan jangan sampai tidak habis. Tentu semua syarat yang telah diberikan oleh pak Soni dijalankan oleh orang tua gw, setiap malam mas Agung dipaksa meminum air tersebut, tidaklah sulit untuk menyuruhnya minum karena memang dia sangat menyukai minum dibandingkan makan.

Selama satu minggu memang sudah agak berkurang dirinya ngedok atau kesurupan, yang biasanya setiap hari kini Cuma 2 hari atau 3 hari sekali namun hal tersebut tidak membuat orang tua gw puas karena masih ingin anaknya sembuh 100% dan mengembalikan kehidupan anaknya seperti yang dulu. Kami sekeluarga balik lagi ke pak Soni namun sayangnya pak Soni sepertinya sudah tidak mau membantu lebih jauh. Dia tidak menjelaskan secara jelas kenapa tapi dia mengaku bahwa keselamatan dirinya lebih penting, dia hanya bisa memberikan refrensi paranormal-paranormal lainnya yang bisa membantu untuk menyembuhkan akan tetapi jarak mereka jauh dan tidak berada di area jabodetabek melainkan berada di jawa tengah. Gw kira ayah akan mengurungkan niat tapi ternyata tidak, dia tetap bersikeras untuk mengobati kakak gw walaupun harus keluar negeri. Budgetnya gak sedikit memang apalagi membawa Mas Agung sudah pasti harus membawa kami sekeluarga karena bisa membantu ayah atau ibu jika terjadi sesuatu.

Sebelum kami berangkat menuju Jogjakarta, ayah mendapatkan refrensi dari temannya yang memiliki langganan paranormal sakti didaerah depok. Ayahpun menerima tawaran tersebut untuk mengunjungi paranormal tersebut, gw sendiri gak tahu siapa nama paranormal tersebut karena ayah hanya mengajak ibu bersama mas Agung untuk ke Depok, mungkin karena posisi Depok tidak jauh dengan Bekasi sehingga bisa meninggalkan gw dan mas Teguh dirumah. Mereka berangkat dari rumah pagi-pagi setelah sholat subuh dan kembali kerumah pada pukul 8 malam, ayah terlihat membawa bungkusan hitam berisi tanaman-tanaman obat dan juga beberapa benda yang bentuknya aneh-aneh. Gw melihat pada malam itu juga ayah meracik tanaman tersebut dan menggunakan benda-benda aneh itu untuk ditaruh dibawah tempat tidur mas Agung. Tanaman yang telah direbus diminumkan oleh mas Agung, anehnya mas Agung seakan-akan menolak untuk meminumnya, beberapa kali dia berusaha untuk menepis gelas yang berisi minuman tersebut dan akhirnya bisa terminum walaupun sedikit karena banyak yang sudah terbuang akibat guncangan.

Keesokan harinya kami sekeluarga dapat kabar jika paranormal yang di depok meninggal dunia dengan sebab yang tidak diketahui, kabar tersebut kami dapat saat ayah menghubungi rumah beliau dan mendapatkan berita dari pihak keluarganya. Ayah ingin sekali kesana namun ibu melarangnya karena ibu mendapatkan mimpi buruk semalam, si paranormal depok itu terbunuh oleh sesosok makhluk yang bentuknya aneh sehingga ibu takut akan terjadi hal yang lebih buruk jika ayah kesana. Sebenarnya bukan hanya satu paranormal yang akhirnya meninggal, bahkan setiap paranormal yang kami temui akhir nasibnya sama, meninggal tidak jelas.

Ketika kami harus menuju Jogjakarta untuk menemui salah satu parnormal ternama pun bukanlah hal yang dimudahkan, saat itu kami sudah menyewa mobil charteran untuk mengantar kami bolak balik selama kami melakukan pengobatan. Sesampainya di Stasiun Tugu pada pagi harinya, kami sudah dijemput oleh seorang charteran mobil yang gw lupa namanya siapa, lalu kami diantarkan olehnya menuju hotel yang berada didaerah Prambanan. Kami akan melakukan perjalanan kembali dari Hotel ke tempat paranormal pada siang hari sehingga supir mobil charteran ijin pulang dahulu dan akan kembali jemput tepat siang hari sekitar pukul 1 siang. Namun sayangnya sudah pukul 3 sore pun kami tidak juga dijemput olehnya, ayah penasaran sehingga meminjam telepon hotel untuk menghubungi rumah si supir tetapi ketika ayah hendak menghubungi si supir, ayah dihampiri salah seorang yang tidak dikenal di lobi hotel dan mengaku sebagai adik dari si supir tersebut. Dia mengabarkan jika kakaknya meninggal dunia saat perjalanan pulang setelah meninggalkan hotel yang kami inap, mobilnya tertabrak truk dan sang supir kritis saat dibawa kerumah sakit. Ketika berada dirumah sakit, sang supir masih bisa berbicara dan memberikan pesan kepada adiknya yang kebetulan bekerja dirumah sakit tersebut untuk menghubungi keluarga kami di hotel. Kami yang mendengar kabar tersebut hanya bisa merinding, bingung dan merasa bersalah.

Continue reading “10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku part 2”

Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (Bukan) Kakakku Part 1

Keluarga kami sebenarnya hanya keluarga biasa-biasa saja, terdiri dari 2 orang tua dan 3 orang anak, sebuah keluarga yang biasa saja tanpa pernah ada konflik yang membuat kami merasa tidak betah dirumah, namun hal tersebut menjadi berubah karena sebuah kejadian, sebuah kejadian yang tidak pernah bisa diterima oleh pola pikir manusia biasa dan gw adalah salah satu saksi selain orang tua dan serta kakak gw yang mengalami kejadian tersebut. Ini gw tulis berdasarkan kisah nyata, pengalaman hidup gw selama 10 tahun lamanya hidup bersama hal yang tak bisa dikatakan logis dan itu memang nyata. Kisah ini yang mengawali sebuah alasan kenapa gw tidak takut terhadap mereka yang tidak tampak dan alasan kenapa gw memiliki sikap yang tak dimiliki kebanyakan orang lain.

Diawali pada sebuah kota di Jawa Barat bernama Bekasi, sebuah kota yang menjadi akses penunjang kota lain seperti Bogor dan Jakarta. Disanalah kami tinggal, tepatnya di daerah Pekayon Jaya Bekasi Selatan, sebuah rumah yang kami huni, rumah yang cukup besar untuk kami berlima hidup dan menikmati rasa syukur kepada Tuhan. Memang saat itu bukan menjadi rumah yang istimewa, maklum Ayah gw Cuma bekerja sebagai pekerja swasta di perusahaan otomotif roda dua didaerah cikarang. Gw merupakan anak ke tiga dari 3 bersaudara alias anak bontot, abang pertama gw bernama Teguh dan abang kedua gw bernama Agung, semua anak berjenis kelamin pria yang selalu menjaga ibu walaupun ibu gw selalu marah-marah melihat tingkah kami yang suka bertengkar. Kami bertiga tidak ada perbedaan dengan anak-anak lainnya, suka bermain, memanjat pohon jambu diteras rumah dan berkeliling sepeda bersama-sama. Suatu waktu kita berada disebuah masa dimana semua itu berubah…

Saat awal kejadian itu gw baru berusia 7 tahun namun ibu gw bercerita tentang awal kejadian hingga gw melihatnya sendiri karena usia terus beranjak dan membuat gw sadar atas apa yang gw lihat sendiri. Hari kamis ditahun 1996, Ayah gw mendapatkan kabar via surat jika eyang buyut meninggal dunia dan dihari itu juga ayah berangkat ke kampong halamannya walaupun sebenarnya sudah telat untuk melihat terakhir kalinya wajah eyang buyut. Ayah gw berangkat menuju Purworejo tanpa ditemani istri ataupun anaknya dan memang tidak terlalu lama meninggalkan keluarga, kurang lebih 3 hari saja. Setelah pulang dari kampong halaman, ayah berdiskusi serius dengan ibu dikamarnya dan gw tidak tahu apa yang mereka bahas. Setelah terjadi pembicaraan serius tersebut, ibu gw sepertinya tergesa-gesah memaksa gw untuk ikut pengajian untuk belajar membaca Al-Quran dan gw masih ingat pernah ada kejadian dimana semua anak dikumpulkan dalam satu ruangan lalu ayah menyuruh kami membuka semua baju dan mengusapkan pusar kami dengan air yang telah didoakan. Gw bertanya mengenai air tersebut dan ibu berkata bahwa air tersebut adalah air zam-zam agar gw dan kakak-kakak gw tidak mudah terkena penyakit. Maklum, anak kecil hanya bisa manut saja, tidak ada rasa penasaran apapun mengenai hal ini.

Tahun 1997, gw merasakan ada hal yang aneh dengan kakak gw bernama Agung. Diwaktu-waktu tertentu, dia sering terlihat berbicara sendiri layaknya orang berbincang-bincang dan sering ia lakukan dipojokan ruang rumah. Wajahnya selalu menatap ujung tembok ruangan, seperti kita berbicara pada cermin. Obrolannya tidak jelas sama sekali namun sepertinya ada logat-logat bahasa jawa padahal yang gw tahu, Mas Agung tidak terlalu bisa menggunakan bahasa jawa atau mungkin dia sedang berlatih drama atau tugas kesenian di Sekolah Dasarnya,. Orang tua gw juga sadar atas perilaku dia yang berubah seperti itu, biasanya ibu langsung berteriak “kamu ngobrol sama siapa gung?” dan dia langsung mengalihkan pembicaraan seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Mas Agung jadi sering bengong sendirian, bahkan dikelas pun gw dan ibu melihat dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Sudah menjadi kebiasaan gw dan ibu mengantar jemput dia ke sekolah, apalagi semenjak dia sering berbicara sendiri, ibu semakin was-was hingga rela separuh waktunya menunggu mas Agung di sekolah. Jika ada mas Teguh biasanya gw gak ikut tapi ketika mas Teguh sedang keluar biasanya gw ikut ibu menemani di sekolah mas Agung.

 

Makan Mie Ayam 5 mangkok

Mie ayam memang menjadi kuliner kesukaan mas Agung, langganan dia adalah mie ayam yang terletak di pojok sekolah dan dibawah pohon jengkol, setiap hari Rabu kami selalu jajan mie ayam setelah mas Agung selesai sekolah. Rabu itu tidak seperti biasanya, entah kenapa hari itu mas Agung sudah menghabiskan 5 mangkok mie ayam, padahal ibu sudah menanyakan apakah mas Agung sudah kenyang atau belum dan mas Agung selalu menjawab belum, wajahnya masih seperti wajah orang yang kelaparan, sedangkan wajah dari abang mie ayam berubah menjadi wajah ketakutan sehingga dia tidak lagi mau melayani “Bu.. maaf bukan saya tidak mau membuatkannya lagi tapi ini sudah habis 5 mangkok dan anak ibu masih belum merasa kenyang, saya takut bu, mohon maaf, saya mau pulang bu” , lalu ibu gw memohon untuk dibuatkan satu mangkok lagi “iya bang tapi saya kan bayar dan saya lihat masih banyak mie nya, saya lebihin bang harganya, tapi saya minta dibuatkan satu mangkok lagi buat anak saya”, seakan-akan percuma, si abang mie ayam tidak mendengar apa perkataan ibu gw, dia telah mematikan kompor dan membereskan mangkok. Dengan wajah kecewa, ibu mengajak kami pulang meninggalkan abang mie ayam yang sudah siap pergi dari lokasi dia berdagang. Sedangkan mas Agung terus rewel minta makan sepanjang perjalanan pulang, sayangnya dia tetap hanya ingin makan mie ayam walaupun ibu sudah menyajikan masakan dirumah. Akhirnya ibu menyuruh mas Teguh untuk membeli mie ayam 3 porsi untuk mas Agung sendiri hingga akhirnya dia puas.

Mas Agung sering melakukan hal-hal aneh dikelas, yang paling menjadi kenangan pada teman-teman sekelasnya mungkin saat dia menyanyikan lagu apuse kokondao, saat itu pelajaran kesenian dan mas Agung disuruh bernyanyi didepan teman-temannya. Menurut guru yang mengajar kesenian, Mas Agung dari awal memang seperti kebingungan namun guru tersebut tidak memperdulikannya karena mas Agung menyatakan siap bernyanyi lagu yang di minta dan lirik yang ia nyanyikan berubah menjadi “Apuse kolor babe, baunye kemane-mane….” Sontak seluruh penghuni kelas tertawa terbahak-bahak dan atas kejadian tersebut ibu dipanggil oleh pihak sekolah. Dari situlah ibu mengetahui beberapa hal aneh yang disampaikan pihak guru yang mengajarinya, seperti seringnya dia berbicara sendiri, termenung, hingga tiba-tiba bentak ke temannya. Suara bentakannya melebihi orang dewasa marah sehingga tak jarang membuat temannya menangis mendengar dia membentak dan akhirnya tidak ada yang berani duduk disebelah.

Continue reading “10 Tahun Bersama (Bukan) Kakakku Part 1”

Cerita Singkat, Mistis

Maaf, Aku normal mas…

Sebelumnya gw minta maaf kalau ada kaum gay yang tersinggung dengan tulisan gw ini, alangkah bijaknya jika kalian tidak tersinggung atau mencoba meneror saya dengan cara melemparkan kancut bekas kerumah saya atau mengirimkan sms “mama minta kawin” ke nomor henpon saya. Cerita ini diangkat dari kisah nyata dari diri saya sendiri, tidak ada unsur ketidak sengajaan, semuanya sengaja dibuat dan ditulis secara sadar tanpa paksaan maupun dorongan birahi (amit-amit).

Gay, mendengar atau melihat tulisan ini, saya agak sedikit trauma. Ada pengalaman hidup saya yang tidak biasa, pokoknya ini sebuah pengalaman yang mungkin tidak mau saya ceritakan ke anak cucu adam manapun walaupun akhirnya saya bercerita. Saya pernah ditembak cinta oleh Gay, sebuah pengalaman yang super lebih dari iklan rokok djarum supir. Mungkin akan menjadi pengalaman yg menjanjikan (menjijikan) apalagi kalau sampai di cantumkan pada lembaran CV saat akan melamar pekerjaan di perusahaan kancut sesama jenis.

Kisah pertama saat saya masih duduk dibangku kuliah bersama pak kusir yang sedang bekerja. Waktu jaman kuliah, saya melakukan kegiatan sampingan selain bertemu dengan dosen setiap sore yaitu berbisnis produk kesehatan (kencing kuda liar) <— jangan percaya. Bisnis ini melibatkan 3 orang yaitu saya, teman saya dan temannya teman saya. Kitapun sering berjumpa disebuah kafe di sekitaran proyek, berbicara prospek bisnis ga mutu ini. Hingga akhirnya temannya temen saya menjalin keakraban dengan saya melebihi teman saya, sebut aja nama si temannya teman saya adalah Bimo. Orangnya cukup asik buat diajak jalan, dia sering mengeluarkan joke-joke lucu walaupun lebih banyak garingnya “kriiiuk”.

Awalnya kita lebih banyak membahas soal bisnis yang sedang kita jalankan bersama, namun makin kesini makin agak dilupakan karena menurut dia akan terlalu kaku jika pertemanan ini hanya sebatas uang bukan peluang. Intensitas jadwal pertemuan saya dengan bimo melebihi rajinnya saya mengunjungi sang pacar untuk mengajaknya nonton. Karena saya hobi banget nonton, saya sering mengajak bimo nonton daripada saya berjalan keliling berdua ke kebun binatang atau berlari-lari ditaman bunga cipanas. Karena saking akrabnya itu, si bimo suka curhat soal kekecewaan dia terhadap seorang gadis yang pernah ia pacari secara normal. Dia pernah diputusin sama sang gadis pujaannya karena tidak mampu salto selama 2 kali dalam 1 kali bersalto. Gak kebayang kalau manusia berbadan beruang kutub selatan ini melompat dan salto, lebih mirip kulkas diputar putar oleh griffin.

Suatu ketika saya diajak dia menonton film di bioskop, hari ini ada yang gak biasa dari dirinya. Aroma tubuhnya sangat mewangi, wanginya benar-benar membuat saya seakan berjalan dengan juragan parfum. Saya memang tidak pernah menaruh curiga sama sekali, yang penting tidak ada pergerakan mencurigakan dari dirinya seperti meraba-raba pantat saya atau bibirnya sering digigit sendiri sambil mengelus ngelus lehernya sendiri. Usai menonton, kita makan di sebuah restoran yang terkenal dengan pelayanannya dapat membuat orang kelaparan mati konyol karena pelayanannya yang lama. Anehnya memang semua ini dia yang membayarkan, saya ditraktir olehnya padahal saya pernah mendengar tentang dirinya yg haram mentraktir orang lain. Apakah besok kan kiamat?…

Setelah selesai makan dan nonton, saya dikasih surat olehnya, surat tersebut menggunakan kop surat perusahaan lengkap dengan alamat kantornya. Mungkin surat perjanjian yang dulu dijanjikan akan diberikan sebagai lembaran putih diatas hitam. Pada malam harinya saya mendapatkan sms dari dia “mas tolong suratnya dibaca ya”, hah? Mas? Sejak kapan dia manggil gw ‘mas’ ?. Saya langsung membuka surat tersebut, sebelumnya saya harus mengunci pintu kamar, membawa beberapa ember air dan kamera recorder karena saya takut setelah membaca surat tersebut isinya akan meledak selama 6 detik. Surat itu berisi seperti ini (eneg) :

“Maaf jika saya lancang dengan menulis surat ini” wooow… “Surat ini saya tulis dengan perasaan terdalam dari hati sang pemilik cinta” anjrit puitis banget, sejak kapan surat perusahaan menggunakan kalimat khalil gibran. “Mas Taufiq, sudah lama saya suka dengan mas karena mas buat saya nyaman” what the f*ck, rasanya ingin sekali berlari ke dalam microwave. “Saya menyukai sosok mas, apalagi tatapannya tajam seperti memiliki pesona tersendiri” tatapan mata saya tajam? Pantas beberapa orang yang menatap saya matanya berdarah-darah. “Saya tidak akan memaksa karena mas Taufiq cowok yg normal tidak seperti saya yang trauma terhadap…..” Ya cukup tidak perlu saya melanjutkan membacanya, intinya dia menembak saya namun tidak memaksa harus menjadikan dia kekasih (amit-amit).
Continue reading “Maaf, Aku normal mas…”

Cerita Singkat, Mistis

Kismis at office

Setiap tempat dimana kita berada, pastinya akan ada penghuni yang tidak kasat mata. Mereka itu ada berada di satu ruang dengan kita namun berbeda dimensi waktu yang berbeda, namanya juga mahkluk halus, saking halusnya tidak terlihat. Makanya Agama kita mengajarkan kita untuk selalu berdoa jika kita akan berbuat sesuatu seperti salah satunya adalah bekerja. Mereka ini sangat menyukai menggoda manusia agar manusia merasa takut, energi mereka untuk bisa berinteraksi dengan manusia adalah rasa takut dan hormat kepada mereka. Semakin kita merasa ketakutan maka mereka akan dengan iklas nongol menakut-nakuti kita, jangan bayangkan hantu-hantu tersebut selucu dalam film horno indonesia (horor porno) yang hantunya bisa menabrak tembok atau sange melihat cewek telanjang.

Dulu ditempat dahulu saya bekerja (perusahaan otomotip jepang) pernah sekali saya di ganggu dengan hal gaib seperti hantu. Jangan bayangkan hantu itu akan nongol dari balik layar LCD laptop kantor saya, namun bayangkan sebuah drama percintaan antara bos dan anak buah. Saya ingat waktu itu menjelang bulan ramadhan, saya disuruh lembur setengah hari (setengah hati karena tidak dibayar) pada hari sabtu. Sendirian diruangan IT bersama bunyi-bunyi mesin server yang tidak berhenti mengganggu telinga saya, apalagi ruangan IT di perusahaan tersebut berada di pojokkan nan gelap. Banyak yang bilang lokasi ini adalah gudang, isinya orang-orang terbuang. Walaupun siang hari tapi suasananya seperti berada di malam hari, tiada orang yang lewat dan cukup membosankan.

Ketika asik dengan mendengarkan alunan musik Sheila on 7, tiba-tiba muncul atasan saya. Kaget?, sudah pasti, lah ini tumben-tumbenan bos saya yang notabene nya paling anti masuk dihari sabtu bisa hadir bersama saya dengan cara mengejutkan. “lho.. belum pulang fik”, saya dengan wajah tampan menjawab “belum pak, dikit lagi, lah bapak kok masuk”, dia sambil membuka lemari berkas menjawab “iya ada barang yang ketinggalan disini”. Tidak lama dia menyisir berkas dilemari, dia pun pamit pulang. Sekitar 10 menit bos saya pamit, saya melihat dimeja nya terdapat sebuah hand phone yang merupakan miliknya. Handphone tersebut sudah lowbat dan saya tidak mempunyai charger handphone dengan tipe serupa. Akhirnya saya buru-buru ketempat parkir tempat biasa dia memarkirkan mobilnya namun sayangnya disana hanya ada tukang sapu yang asik menyapu parkiran. Pikir saya jika dia sudah meninggalkan kantor dan mungkin hari senin saya kasih handphonenya ke beliau. Karena takut kalau saya bawa bawa akan menimbulkan masalah, maka saya taroh saja dilemari meja saya dan kuncinya saya bawa demi keamanan umat manusia diseluruh dunia.

Hari seninnya ketika beliau datang, saya langsung memberinya tanpa pamrih dan ketika saya memberikan handphone tersebut dirinya langsung pasang muka kaget layaknya melihat godzilla didepan mata. “lho kok handphone ada sama kamu?”, “lah pan bapak hari sabtu dateng dan handphone bapak ketinggalan, makanya saya simpan biar tidak diambil makhluk lain”. Sempat termenung selama beberapa detik, “aku hari sabtu ke bandung lho fik tidak kekantor”. Wah selera humornya tinggi ni bapak tua, “ah becanda bapak, saya lihat sendiri bapak dateng keruangan ini ambil berkas terus pamit pulang tapi handphone bapak ketinggalan”. Pembicaraan ini menjadi serius, “serius fik, saya itu kemarin kebandung dan saya tahu hape saya ketinggalan tapi ketinggalannya pun di lemari berkas, kan kamu tidak megang lemari itu kan?”. “iya pak memang tidak saya pegang kunci itu, tapi bapak sendiri yang buka lemari itu pada hari sabtu”, “tapi saya tidak ke kantor hari sabtu toppppp piiiikkkk….”. karena perdebatan ini tiada ujungnya, maka kita datengin pos satpam karena pak satpam ini yang mencatat keluar masuk mobil. Setelah kita lihat rekapitulasi catatan harian pak satpam, ternyata memang benar si bos tidak kekantor sama sekali dan tukang sapu kantor juga bilang tidak ada mobil yang terparkir saat itu. Ya saya iklaskan jika yang saya temui saat itu sejenis demit, untunglah bos saya percaya akan hal seperti itu sehingga saya tidak dituduh membuka lemari berkas nya dan mengambil handphone tersebut.

Continue reading “Kismis at office”

Cerita Singkat, Mistis

Blok C.20

Bagi penduduk di perumahan atau komplek, hidup bertetangga sudah menjadi bagian dari sebuah cerita kehidupan. Berbagai macam sifat para tetangga dan tingkah lakunya bisa kita pahami dengan interaksi atau komunikasi namun cerita tentang tetangga yang akan saya angkat kali ini merupakan cerita nyata dimana saya serta keluarga menjadi saksi hidup atas kehidupan rumah di Blok C.20. kenapa judulnya Blok C.20 ?, karena rumah yang akan saya ceritakan memiliki nomor rumah Blok C.20. secara wujud, rumah tersebut tidak ada bedanya dengan rumah-rumah pada umumnya, memiliki atap, pintu, jendela, garasi dan pagar akan tetapi perbedaannya terletak pada kehidupan dari rumah tersebut.

Sebenarnya rumah ini sudah ada penghuni sejak tahun 1992, waktu itu memang saya masih kecil dan keadaan rumah tempat saya hidup masih tergolong sederhana. Tidak ada kejadian aneh waktu masih dimiliki oleh pemilik pertama, saya sudah lupa nama pemilik yang pertama. Mereka terdiri dari 4 keluarga, sepasang suami istri, seorang anak pria dan seorang anak wanita. Keluarga saya tidak ada masalah dengan kehidupan keluarga tersebut, masih berinteraksi secara biasa tanpa ada hal yang mencurigakan. Barulah pada pertengahan tahun 1995 muncul keanehan serta kejanggalan-kejanggala yang terjadi pada rumah tersebut.

Saya sering sekali mencium bau menyan setiap malam jumat, ibu saya juga mulai mencurigai bau menyan tersebut berasal dari sekitar rumah. Saya sangat takut sekali terhadap wewangian menyan karena saya tahu, menyan adalah makanan kesukaan setan dan saat itu saya langsung minta ibu saya untuk menemani hingga saya terlelap. Beberapa hari kemudian barulah ibu saya mencurigai bau menyan tersebut bersumber pada rumah Blok C.20 yang letak rumahnya berada diseberang sebelah 3 rumah dari rumah saya. Ibu saya berdiri diatas teras sambil melihat kearah rumah itu, bulu kuduk saya langsung berdiri seakan-akan ibu saya melihat sesuatu yang tak lazim dari rumah tersebut. Mulutnya komat kamit membaca istigfar dan menutup zikirnya dengan membaca ayat kursi. Benar saja kecurigaan ibu saya diperkuat dengan perubahaan dari sikap tetangga tersebut, mereka sudah jarang berinteraksi dengan para tetangga dan sesekali saya melihat anaknya pulang sekolah dengan terburu-buru masuk kedalam rumah.

Hingga akhirnya pada awal tahun 1996 suami dari pemilik rumah tersebut meninggal dunia. Saya kurang ingat alasan kenapa suaminya meninggal dan memang saat itu saya paling takut dengan mayat yang tertutup kain batik sebagai pembungkus sehingga saya tidak mendekati ataupun mencari tahu dari teman-teman sebaya saya. Tidak lama sepeninggalan suaminya, pihak keluarga pindah rumah dan mengontrakkan rumah tersebut dengan harga yang cukup murah. Kata ibu saya sih rumah tersebut dikontrak murah selama setahun tapi menurut saya rumah tersebut tidak jelek-jelek banget dan masih layak jika dikontrak seharga normal. Walaupun dikontrak murah, sepertinya belum ada calon pengontrak yang mau menempati rumah tersebut, sudah berhari-hari rumah tersebut dibiarkan kosong tak berpenghuni.

Saya ingat betul ketika malam tepat di 40hari suaminya meninggal, pas sekali malam itu adalah malam jumat kliwon. Tiba-tiba saja pukul 12 malam terbangun, bukan karena kebelet pipis atau ingin minum susu melainkan anjing di seberang rumah Blok C.20 selalu menggonggok melengkik. Dalam kepercayaan mistis, ketika anjing menggonggong melengking bagaikan serigala, itu petanda anjing tersebut melihat makhluk halus yang tepat berada didepannya. Padahal saya tahu betul kalau anjing tetangga sebelah saya itu jinak, tidak pernah menggonggong keras seperti itu walaupun didepan rumahnya sering dilalui orang. Gonggongan anjing tersebut di iringi dengan bau kembang yang cukup tercium dihidung, saya sendiri hanya membuka mata sambil menatap langit-langit kamar. Saya melihat ke arah ibu yang memang tidur sekamar denganku, matanya juga terbuka dan tatapannya seperti memikirkan sesuatu hingga saya melihat bapak dan kakak-kakak saya masuk kekamar.

Continue reading “Blok C.20”

Mistis

Teror Hantu Semasa Kecil

 

Waktu jaman SD, sering banget terdengar desas desus hantu ataupun setan, biasanya topik bahasan tentang hantu itu terjadi di sekolah kita. Namanya juga anak kecil pasti ada pemikiran yang berlebihan terhadap sebuah objek. Ada ruangan kosong yang tak pernah dihuni di sebuah sekolah, langsung diklaim terdapat hantu mister gepeng, kuntilanak, ataupun jelangkung. Just for share, dulu gw juga pernah ngalamin apa yang dinamakan teror hantu waktu jaman SD. Kalau diingat sekarang lucu juga, betapa polosnya gw waktu 13 tahun yg lalu. Hantu-hantu apa sih yang terkenal waktu jaman gw SD, ni gw kasih penjelasan dan beberapa hantu yang mungkin sama dengan yang pembaca tahu waktu kecil.

1. Mister Gepeng
Hantu ini cukup legendaris, konon katanya ia muncul karena arwah penasaran seorang kakek yang terlindas truk hingga badannya gepeng (kayak adonan, bisa pipih). Suka nongol ditoilet sekolah yang tidak ada penerangan lampunya. Dulu gw sering denger gosip ini, sampai temen gw kencing rame-rame, belum lagi anak cewek yg menangis jerit-jerit karena masuk ke toilet dan ditakut-takuti tentang mister gepeng dari luar toilet. Padahal tidak ada yang pernah melihat hantu tersebut kecuali temen-temen gw yang memang pandai berbual. 

2. Drakula
Pas denger ada drakula dikomplek gw, rasanya sedikit bangga, hantu import tersebut mampir ke Indonesia, dikomplek gw pula. Isu tersebut ramai dikhalayak anak-anak maupun orang dewasa. Gak pernah ada bukti otentik tentang korban drakula, anak-anak seusia gw waktu itu beramai-ramai mencari bambu kuning, konon katanya drakula bisa mampus kalau ditusuk bambu kuning. Awal gosip ini beredar karena seorang temen gw yang liat drakula dalam peti yang ngambang di kali belakang rumah, ternyata peti tersebut emang ada tapi isinya bantal guling bekas. Lambat laun gosip tersebut hilang dengan sendirinya. 

3. Jelangkung
Tergambarkan dengan sosok besar tinggi hitam, menyeramkan. Gw denger cerita seram ini ketika seorang kaka kelas gw waktu SD main jelangkung dan arwah tersebut belum dipulangin, temen-temen gw pernah melihat sosok seram tersebut dibelakang kelas, entah benar atau tidak sampai sekarang gw belum pernah melihatnya. Tetapi gosip kaka kelas bermain jelangkung itu benar apa adanya, karena gw pernah menemukan kertas aneh dengan beberapa kalimat pemanggil jelangkung dan sebuah pinsil yang di bentuk seperti jelangkung. Namun ketika kaka kelas gw lulus, gosip hantu tersebut pun juga hilang ditelan kelulusan mereka.

4. Palasik
Isu ini benar-benar bikin gw ga berani main dideket pohon kelapa, konon katanya apabila kita bermain dideket pohon kelapa lalu ada kelapa yang jatuh maka jangan pernah dideketin apalagi diliat, karena kalau diperhatikan kelapa tersebut adalah kepala manusia. Hantu palasik sendiri adalah hantu yg tergambarkan hanya sesosok kepala buntung tanpa badan. Hikmah dalam isu ini adalah kita-kita jadi tidak main dibawah pohon kelapa karena bisa saja sewaktu-waktu kelapa menimpa kepala kita. Namun gosip isu ini perlahan hilang seiring kedewasaan gw dan teman-teman.

5. wewe gombel
Wewe gombel sama kantong wewek itu beda apa sama sih, gw kurang tahu tapi isu ini bukan dari temen-temen gw melainkan dari para orang tua. Kalau kita main sama temen lalu ajan magrib berkumandang kita wajib buru-buru masuk kedalam rumah, kalau tidak nanti diculik wewe gombel dan dikasih makan belatung. Maka dari itu temen-temen gw punya waktu batas main, jam 5 sore udah pulang, gw sendiri belum pernah ketemu sama tuh maklhuk apalagi mendengar ada temen gw yg diculik, padahal banyak juga yg main sampai magrib.

Memang masa kanak-kanak dipenuhi hal yang berlebihan, ada yang lucu ada pula yang menyeramkan tapi diantara semua kisah hantu waktu kita kecil kesemuanya hanya untuk menakut-nakuti kita agar kita jadi penakut hihihhihihihihi…..