Jalan-jalan

Candi Prambanan Yang Sudah Terawat

IMG20180425072222

Sebagai tempat destinasi wisata di kota Jogjakarta, candi Prambanan merupakan yang sering dikunjungi wisatawan. Tempat wisata yang berbatasan langsung dengan pinggiran kota Solo Jawa Tengah ini, menyimpan banyak sejarah serta keindahannya tersendiri. Sudah banyak artikel menjelaskan tentang komplek candi Prambanan, dari mulai sejarahnya sampai sesuatu hal lainnya. Pas gw kemaren short holiday ke Jogja, gw menyempatkan diri untuk singgah di candi Prambanan. Gw merupakan salah satu pengunjung yang pagi-pagi sekali sudah ada di Prambanan, pas banget gerbang pintu masuknya dibuka. justru untuk menikmati Prambanan, lebih enak pagi-pagi seperti ini disaat matahari belum bersinar terik.

IMG20180425072504
mereka berdua normal kok

Untuk tiket masuknya dikenakan biaya Rp 40.000,- dan parkir kendaraan Rp 10.000 (sekali masuk). Terakhir gw kesini pada tahun 2014 dan tahun 2018 ini terlihat banyak perubahan dari perawatannya sudah lebih baik, taman-tamannya tertata rapih banyak hijau-hijaunya namun tetap dibelakang candi roro jonggrangnya masih berantakan oleh pugaran yang belum selesai-selesai. Panggung event yang biasa untuk acara Prambanan Jazz juga sudah dibuat lebih bagus, belum pernah lihat sih tapi pengen juga melihat musisi-musisi jazz atau wayang orang di panggung Prambanan.

IMG20180425075545
hijau asri, cocok buat jalan-jalan sambil gombalin cewek

Jujur gw lebih suka suasana di candi Prambanan daripada Borobudur karena pedagang-pedagang di Borobudur lebih spartan, nempelin pengunjung sampai bisa terayu untuk membelinya apalagi pas jalan keluar kita dipaksa muter-muterin lapak pedagang, memang itu hak mereka menawarkan dagangan tapi kalau kita sudah bilang enggak mau namun mereka masih tetap memaksa untuk kita membelinya, bikin risih. Candi Prambanan cukup rekomen buat kamu wisata di kota Jogja, hah…. nulis apalagi ya, di blog ini udah 3 artikel menulis candi prambanan….. udah ah…

Iklan
Jalan-jalan

Panjat Dinding Gunung Api Purba Gunung Kidul

Mendengar kata gunung akan langsung terbayang bukit kembar, yaelah ini sih pikiran ngeres aja. Gunung merupakan sebuah daerah tinggi yang isinya terdapat lahar, ada benernya juga tapi sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, begitu bunyinya dari penjelasan dari mbah Google.

Gw mendapatkan tawaran oleh Pak supir travel untuk menikmati keindahan Gunung Api purba didaerah Gunung Kidul, informasinya adalah gunung ini merupakan sebuah destinasi favorit pengunjung selain malioboro dan kawan-kawannya. Dia menambahkan, kalau gw berhasil memanjat hingga atas gunung maka akan terlihat beraneka keindahan dari kota Jogjakarta, ini lebih indah dari bukit Hutan Pinus yang sempat gw jelajahi, bahkan kita bisa melihat aktivitas bandara Adi Sucipto. Wah… menarik sekali, Cuma dia selalu meyakinkan gw soal fisik yang harus sedang dalam kondisi bagus. Hmm…. Apakah ini penjelajahan gunung api seperti merapi atau merbabu yang bisa memakan waktu berjam-jam? Ternyata enggak, menurutnya jika kita dalam kondisi prima dan semangat luar biasa, puncak gunung bisa di daki hanya dalam waktu 2 jam saja, tentunya sudah termasuk istirahat di pos satu.

IMG20180426133328[1]

 

Gw sangat antusias sekali karena gw merupakan tipe traveller yang menyukai secret place, dimana kita harus berjalan jauh, memanjat dan lelah untuk menuju lokasi tersebut, semua lelah akan terbayar dengan keindahannya. Perjalanan dari kota Jogja ke Gunung api purba lumayan cukup jauh, sekitar 1-2 jam, dengan perjalanan mendaki disetiap perjalanananya (maaf kalimatnya agak aneh karena lagi bingung buat merangkai kalimat). Sesampainya dilokasi wisata, jangan heran jika melihat ada perbedaan tarif sesuai jamnya, misalnya pada pagi hari tarifnya agak lebih mahal, sedangkan siang hari lebih murah dan sore hari sama dengan tariff di pagi hari. Kenapa lebih murah siang? Karena jarang ada orang yang manjat gunung siang hari, disini lebih banyak kedatangan wisatawan pada pagi hari dan sore hari.

Continue reading “Panjat Dinding Gunung Api Purba Gunung Kidul”

Jalan-jalan

Wisata Hutan Pinus Mangunan

IMG20180426120622

Berwisata ditempat-tempat sejarah atau museum mungkin sudah terlalu sering buat gw, rasanya ingin menjelajahi tempat selain tempat bersejarah yang mungkin akan gw masukin kedalam daftar jalan-jalan “ShortHoliday to Jogja” nantinya. Setelah melihat-lihat beberapa info dari instagram, ada sebuah tempat asik dan ringan buat menikmati pesona alam daerah Jogjakarta, cocok banget buat gw yang  lagi ingin menikmati liburan singkat. Sempat berbincang dengan bapak supir travel yang mengantarkan gw keliling wisata jogja, jika ada sebuah tempat hutan wisata yang sedang ngehits akhir-akhir ini. Hmmm… tertarik juga untuk gw berkunjung kesana. Seperti apa sih serunya mendaki hutan pinus yang lagi hitz dimata para instragrammer.

Dari kota Jogja (Prawirotaman) menuju hutan pinus Mangunan hanya memakan waktu satu jam dengan kecepatan kendaraan rata-rata 60-80kilometer perjam. Perjalanan memang menuju bukit tinggi didaerah Gunung Kidul, dengan kondisi jalan sangat pas untuk 2 kendaraan sehingga kita harus hati-hati banget untuk melewati jalur ini, jangan sampai meleng apalagi ngebut-ngebutan karena akan banyak jurang  dan kendaraan truk yang bisa kita temukan saat melewati jalan ini, tetap fokus dan jangan teringat mantan. Disini gak ada petunjuk arah yang mentereng (ngejreng) sebagai Patokan lokasi hutan wisata itu berada, jika kamu berasal dari arah kota Jogja, posisi hutannya ada di sebelah kanan sehingga mata harus siaga ketika sudah melewati gerbang “Selamat datang di Gunung Kidul” kurang lebih seperti itu bunyinya.

IMG20180426120234

Sesampainya di lokasi wisata, kita diharuskan membayar tiket masuk yang murah meriah, Cuma 2500/orang dan 5000 untuk bayar parkir mobil. Murah abis kan, gak bakal bikin kantong kosong kecuali kita kesana bawa duitnya ngepas. Untuk menikmati pesona hutan Pinus Mangunan, kita diharuskan berjalan mendaki menuju atas, tapi tenang guys, gak bakal merasa capek kok karena dari tempat pembelian karcis hingga menuju puncak hutan pinusnya tidak terlalu jauh, gak ada sekilo kok. Ratusan pohon-pohon pinus menjulang tinggi sudah siap menyambut kita dan disini gak Cuma tersedia pemandangan pohon tinggi saja tapi ada beberapa titik asik buat kalian penggemar foto untuk bernarsis ria dengan kualitas alam hutan pinus yang indah disini.

Continue reading “Wisata Hutan Pinus Mangunan”

Hotel Review, Jalan-jalan

Menginap ditengah Hutan Grafika Cikole

Menginap di hutan? bagi seorang Tarzan memang bukan hal yang asing, tapi bagi kita-kita manusia perkotaan akan terasa khawatir jika menginap ditengah hutan, selain kondisi landscape yang berbeda jauh dengan perkotaan, hutan bisa saja menjadi musuh bagi kita-kita yang belum paham betul tentang hutan. Tenang…. jika memang masih ingin menginap dengan suasana hutan tapi tetap mengutamakan kenyamanan, kita bisa tarik destinasi liburan kita di Resort Grafika Cikole yang berada di Lembang Jawa Barat dan menurut gw tempat ini sangat pas bagi anda yang ingin mengenalkan keluarga anda dengan hutan.

Kali ini gw bakal memberikan review Hotel yang terletak didaerah lembang dan memiliki nama lengkap Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang atau disingkat TWGC Lembang. Saat memasuki wilayah depan lokasi resortnya kita gak akan melihat gedung-gedung hotel seperti yang ada dijakarta, hanya ada sebuah rumah-rumah dengan lapangan luas untuk kendaraan roda 4 baik itu mobil ataupun bis-bis wisata. Memang sepertinya resort ini menargetkan untuk para wisatawan rombongan seperti sekolahan ataupun perusahaan untuk menginap di TWGC. dari tempat kita check in hotel sampai ke hotelnya memakan jarak kurang lebih 200-300 meteran, cukup jauh tapi menyenangkan. disarankan sih kalau mau check in ketika matahari masih ngasih sinarnya dan jangan malam-malam karena lumayan agak gelap dan kita gak bisa melihat apa yang ada disekiling kita apalagi kalau lagi ada kabut.

Harga-Tiket-Masuk-Grafika-Cikole-Lembang-Terbaru

Mengusung tema Camping Ambience sehingga kita akan disuguhkan banyak tenda-tenda penginapan namun jika kita kurang suka menginap dengan atap dengan bahan kain, ada juga pondok-pondok atau rumah-rumah kecil yang menjadi tempat menginap. Gw memilih untuk menginap ditipe pondok karena gw ngeri hujan dan tendanya bocor hahaha pengalaman trauma saat kemping pramuka buat dapetin gelar penggalang. Gw disini menginap gak sendirian karena bakal hambar banget menginap di Pondok sendirian, kesannya hidup gw gak punya temen. Dalam rangka mengunjungi salah satu pembaca yang mau curhat secara empat mata sama gw, maka gw dipesenin dia sebuah lokasi penginapan yang asik dan kebetulan ownernya merupakan temen baiknya dia sehingga gak ada masalah soal harga. Akhirnya gw mengajak 2 orang teman yang bisa diajak jalan (dipinjemin mobilnya), lumayan gw cuma bayar tolnya aja karena uang bensin makan dan penginapan sudah ditanggung beliau yang curhat itu haghaghaghag.

Continue reading “Menginap ditengah Hutan Grafika Cikole”

Jalan-jalan

Off Road Bersama 1962 di Cikole Lembang

Gw termasuk orang yang suka petualangan berlabelkan alam, misalnya naik gunung, naik motor ke alam dan yang paling favorit ya jalan kaki keliling hutan buat nemuin oase seperti air terjun atau mata air, walaupun salah satu hobi ini sudah ditinggalkan lama karena pasangan hidup gak terlalu suka sama kegiatan yang berkeringat. Menjelang akhir tahun, gw sama teman-teman kantor memutuskan buat melakukan kegiatan offroad di daerah lembang Bandung, kebetulan dapat referensi liburan seru ini dari para pecinta wisata alam dan asiknya lagi biaya liburan sudah ditanggung kantor karena ada budget liburan bagi karyawan teladan (suka pulang tengah malam karena ngurusin deadline). Kita memutuskan buat melaksanakan hajat spesial ini pada tanggal 14 Desember 2017, dengan menggunakan bis yang disewa sama kantor karena pesertanya ada sekitar 50an orang, kalau naik ojek online gak akan ada yang mau nganterin kita dari Jakarta menuju Lembang.

Tepat pukul 6 pagi kita semua berangkat, berkhayal bakal nyampe sana pukul 10 siang namun traffic di Jakarta menuju Cikampek hanyalah sebuah khayalan untuk bisa menikmati ketidakmacetan. kenyataannya kita harus terjebak macet dua jam di tol Cikarang utama hingga karawang karena ada penyempitan jalan yang tujuannya untuk membangun jalur MRT. Jadwal acara hari itu hanya makan siang di resto Api unggun Bandung dan lanjut offroad menuju cikole, nantinya Bis akan jalan sendiri meninggalkan kami menuju penginapan di daerah Cikole.

Pukul 13:00WIB, roda bis kami sudah menyentuh tanah pasundan, macet nya sudah terasa, gak kebayang kalau ke Bandung di hari weekend, pas tanggal muda pula, pasti padat oleh orang plat B yang haus akan liburan dan belanja. Setelah kami sampai di resto Api Unggun untuk makan siang, semua team bersiap melakukan pemanasan. di sekitaran parkiran resto Api Unggun sudah terparkir sekitar 10 mobil Land Rover tua untuk mengajak kami buat beroffroad ria. oh iya, Resto Api Unggun ini menyediakan aneka pizza homemade yang dibakar dengan kayu bakar, sayang sih waktu itu gw gak nyobain pizza nya karena sudah memesan menu paket rombongan yang isinya masakan sunda seperti sayur asam, ayam goreng, nasi tutug oncom dan juga lalapan. Lanjut ke keceriaan kita yang akan menikmati offroad. Gw dan team yang telah dibagi-bagi menjadi 8 team memilih sebuah mobil Land Rover lawas dan ternyata mobil tersebut adalah yang paling tua, mobil lahiran 1962 namun masih terlihat gagah. Bodynya gak akan bisa terlihat mulus karena nanti akan tahu jawabannya kenapa mobil tersebut terlihat lecet disekelilingnya.

Start langsung jalan menuju Cikole, jangan harap kita bisa menemukan sofa empuk dengan fasilitas sound musik yang menggelegar serta AC dingin yang bisa bikin keringet gak bakal keluar, semua kaca yang ada dimobil adalah mika bukan beling karena menghindari pecah kaca yang dapat membuat serpihannya melukai diri sendiri. Kita akan merasakan ajrut-ajrutan yang seru karena track yang akan dihadapi bukan jalan tol baru diaspal apalagi lapangan luas yang rata sama tanah, kita naik ke kaki gunung tangkupan perahu, isinya tanah 40% dan sisanya bebatuan kali yang terbentuk alami oleh seleksi alam. Kalau punya penyakit ayan, jantung sama lemah syahwat lebih baik mengurungkan diri buat ikutan permainan ini karena bagian biji akan terasa ditonjok-tonjok sama bangku yang keras tak berkapuk, cuma berisi busa tipis mirip busa jok motor bebek yang sudah bertahun-tahun gak diganti.

Continue reading “Off Road Bersama 1962 di Cikole Lembang”

Jalan-jalan, Kuliner, Movies

Bioskop Kota Cinema Jatiasih Bekasi

Kalau mendengar kata Jati asih Bekasi biasanya orang akan ngebayangin sebuah desa kecil daerah Bekasi yang belum terjamah gugusan teknologi kota besar tapi itu dulu banget sekitar 20 tahun yang lalu, iya… dulu jati asih memang sebuah daerah di Bekasi yang cukup masih tertinggal diantara daerah kota Bekasi lainnya. Sekarang, Jati asih mulai mendapatkan asupan kemajuan semenjak memiliki tol sendiri, bermuncullah beragam perumahan dengan harga fantastis dan memiliki tema “hanya 5 menit dari tol”, rumah mungil seharga Rp.400jutaan bisa laku dalam waktu setahun dan langsung membuat warga kampung sekitaran berlomba-lomba jual tanahnya walau Cuma punya seiprit tanah untuk dijadikan cluster perumahaan.  Jangan heran kalau nemuin sebuah cluster perumahan yang isinya Cuma 8 rumah. Supermarket pun sudah mulai menjamur dan warung tradisional mulai jamuran,  namanya juga efek kemajuan kota dan harus ada yang dikorbankan.

Pada bulan Mei 2017 akhir kemarin, dimulailah perubahan besar Jati Asih yaitu munculnya sebuah gedung bioskop berkonsep mall, wah ini jarang banget ditemuin karena biasanya mall yang memiliki sebuah lapak bioskop didalamnya tapi kini bioskop yang memiliki lapak mall. Bioskop yang merupakan hasil saham gabungan warga sipil ini dinamakan Kota Cinema Mall, cukup membuat netizen sekitaran bekasi penasaran termasuk gw. Berita munculnya bioskop Kota Cinema Mall sudah terendus sejak awal juni dan baru awal juli kemarin gw mencoba keseruan Kota Cinema Mall yang kebetulan sedang memutar film Transformers.

Bioskop ini baru memiliki 2 theater yang disebut Kota 1 dan Kota 2, setiap musimnya hanya memutar 1 judul film, pada awal pembukaan Kota Cinema Mall, mereka hanya memutar The Mummy, lalu Pirates Carribean, 2 minggu kemudian memutar wonder woman hingga akhirnya Transformers. Jika kalian penggemar film lokal, bersiap kecewa karena disini gak akan ada jadwal film lokal diputar, sepintaas gw hanya melihat film-film Hollywood yang akan coming soon seperti Spiderman, Cars 3, Despicable Me 3 dan Justice League, oh… nice karena semua film yang akan datang disitu termasuk dalam list nonton gw. Sori banget buat film lokal, karena gw masih gak tertarik nonton kecuali film yang dimainin iko uwais dan horrornya joko anwar.

Continue reading “Bioskop Kota Cinema Jatiasih Bekasi”

Jalan-jalan, Kuliner

Ngebambu di Dusun Bambu Lembang

20170511_114958

Bandung memang menjadi tempat destinasi warga ibukota untuk menghabiskan waktu liburannya disana, tentu ada banyak alasan mengapa memilih kota Bandung sebagai tempat liburan. Sama halnya dengan kantor gw, memilih Bandung sebagai tempat wisata untuk acara rutin tahunan, secara garis besar, Bandung dipilih karena memiliki jarak yang cukup dekat dibandingkan kota wisata lainnya dan memiliki tempat belanja paling banyak khususnya buat para shopaholic. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung biasanya bisa dicapai 2 hingga 3 jam, tergantung dari supir dan juga keadaan jalan juga sih, apalagi tanggal merah biasanya menjadi alasan kenapa bandung macet.

Gw bersama rekan kantor satu departemen, berangkat dari Jakarta Utara menuju Bandung tepat pada pukul 6:00 dan sampai dititik awal bandung kira-kira pukul 10.00wib, itu baru titik awal ban roda bus kami sampai di Bandung. Destinasi sebenarnya adalah menuju Dusun Bambu yang terletak di daerah lembang, agak ke lembang-lembangan tapi gak lembang atas kayaknya tapi gak tahu juga sih, gw tidur pas nyampe sana. Keluar dari parkiran kendaraan, kita disambut sama menara bamboo yang pastinya dibuat dari bamboo bamboo pilihan, bukan yang asal dan bukan bamboo bekas tiang kandang burung tournament kicau. Kesejukan langsung terasa, walau cuaca cerah tapi gak ada perasaan panas, udah hal biasa buat Bandung jika cuacanya sejuk.

Kita sempat jalan-jalan keliling area Dusun Bambu, disini biaya masuknya Cuma 25ribu/orang tapi kita bisa mendapatkan pemandangan ciamik kawasan Bandung atas. Ada perbukitan, taman-taman hias, hutan pohon kayu putih hingga danau yang menjadi tempat istirahat terbaik bagi yang lelah berkeliling di dusun bambu. Ada jembatan terbuat dari besi yang mengajak kita keliling, oh… iya ada rumah kelinci juga lho tapi kayaknya bayar deh masuk sini.

Continue reading “Ngebambu di Dusun Bambu Lembang”