Jalan-jalan, Kuliner

Ngebambu di Dusun Bambu Lembang

20170511_114958

Bandung memang menjadi tempat destinasi warga ibukota untuk menghabiskan waktu liburannya disana, tentu ada banyak alasan mengapa memilih kota Bandung sebagai tempat liburan. Sama halnya dengan kantor gw, memilih Bandung sebagai tempat wisata untuk acara rutin tahunan, secara garis besar, Bandung dipilih karena memiliki jarak yang cukup dekat dibandingkan kota wisata lainnya dan memiliki tempat belanja paling banyak khususnya buat para shopaholic. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung biasanya bisa dicapai 2 hingga 3 jam, tergantung dari supir dan juga keadaan jalan juga sih, apalagi tanggal merah biasanya menjadi alasan kenapa bandung macet.

Gw bersama rekan kantor satu departemen, berangkat dari Jakarta Utara menuju Bandung tepat pada pukul 6:00 dan sampai dititik awal bandung kira-kira pukul 10.00wib, itu baru titik awal ban roda bus kami sampai di Bandung. Destinasi sebenarnya adalah menuju Dusun Bambu yang terletak di daerah lembang, agak ke lembang-lembangan tapi gak lembang atas kayaknya tapi gak tahu juga sih, gw tidur pas nyampe sana. Keluar dari parkiran kendaraan, kita disambut sama menara bamboo yang pastinya dibuat dari bamboo bamboo pilihan, bukan yang asal dan bukan bamboo bekas tiang kandang burung tournament kicau. Kesejukan langsung terasa, walau cuaca cerah tapi gak ada perasaan panas, udah hal biasa buat Bandung jika cuacanya sejuk.

Kita sempat jalan-jalan keliling area Dusun Bambu, disini biaya masuknya Cuma 25ribu/orang tapi kita bisa mendapatkan pemandangan ciamik kawasan Bandung atas. Ada perbukitan, taman-taman hias, hutan pohon kayu putih hingga danau yang menjadi tempat istirahat terbaik bagi yang lelah berkeliling di dusun bambu. Ada jembatan terbuat dari besi yang mengajak kita keliling, oh… iya ada rumah kelinci juga lho tapi kayaknya bayar deh masuk sini.

Continue reading “Ngebambu di Dusun Bambu Lembang”

Cerita Singkat, Jalan-jalan

Undangan NET 4.0

Seperti biasa, setiap ulang tahun NET dari jamannya ulang tahun ke 2.0 hingga 4.0 selalu mengirimkan undangan ke gw tapi baru yang ultah mereka yangke 4.0 gw baru bisa hadir, alasannya simpel karena ada temennya, uuuuuuuuh… Alhamdulillah dapetnya sekarang dua tiket undangan, biasanya cuma dapat satu. gak kebayang kan kalau lu dateng ke undangan ultah besar secara sendirian, ah biji malesin, pasalnya disana gak banyak yang gw kenal, hmmm… banyak dan hampir semuanya gw gak kenal, gw mah apa atuh, cuma penulis (remahan biskuit regal). Apalagi undangan yang ini gw dapetnya VVIP, sebelumnya cuma dapetin posisi VIP. ya rejeki anak eeeeeeh…. gak soleh-soleh amat gw.

20170521_162903

Tepat pukul 4 sore gw jalan dari Bekasi menuju Sentul, lokasi acara di Sentul International Convention Centre atau disingkat SICC. di mobil bareng Rival yang udah gw jemput didaerah Cempaka Putih, kasian kalau anak orang satu ini gw suruh ke Bekasi naik motor custom, bisa keburu rusak pomade dan sepatu vanz baru yang dibela-belain beli dulu siangnya demi tampil keceh di acara.

Perjalanan cukup lancar, cuma satu jam pas walau kena macet di gerbang tol cibubur. Sampai daerah sentul gw hampir nyasar karena setahu gw SICC deket-deket jungleland tapi ternyata satu area dengan hotel Harris sentul. disana udah disediain lapangan parkir luas yang dibedakan berdasarkan undangannya. kalau VVIP dapetnya gak jauh sama gedung acara, kalau tribun dan lainnya “kata temen gw” jauh parkirannya. Lucunya, gw nemuin banyak banget calo, wuiiiih… ciri khas Indonesia kalau ada acara gede pasti ada calo, kalau gak calo tiket ya calo parkiran. tepat banget gw turun dari mobil, itu 3 orang calo deketin gw, mencoba nawarin undangan gw buat dijual ke dia, oh no no gw gak mau ngecewain pihak net dengan mengambil keuntungan semata.

IMG-20170521-WA0011

Continue reading “Undangan NET 4.0”

Jalan-jalan

Jalan-Jalan ke Jungleland : Misbar

Sudah berapa minggu ya gw gak ngeblog, mohon maaf banget karena lagi sibuk sama pekerjaan dan lagi banyak job shooting serta bantuin Yotuber Indonesia merancang youtube rewind 2016 di area gw kerja. Buka-buka email ternyata sudah ada 18 email curhat yang belum gw balas, maaf ya belum balas hehehehe dan yang udah komentar di blog, makasih banyak. Kali ini gw mau nulis perjalanan gw liburan sama teman-teman ke tempat wisata di daerah Sentul Bogor, kalau kalian nebaknya JungleLand, iyeesss bener banget tapi kalau nebaknya sirkuit sentul ya sudah pasti salah, jaman dulu main mobil sih rajin tiap bulan ke sirkuit sentul buat bantuin temen yang doyan balapan disana.

Jungleland merupakan sebuah tempat wisata berwahana seperti Dufan dengan konsep alam pegunungan khas kota Bogor, so.. dijamin udaranya sejuk banget. Saat perjalanan gw menuju lokasi Jungleland, hujan tidak henti-hentinya menunjukan tajinya, hujan deras plus angin juga dan ketika kami sampai di lokasi, hujan masih manja-manjanya keluar alias berintik-rintik ria. Kebetulan juga gw dan teman-teman dapat tiket gratisan dari salah satu media swasta Indonesia, wah lumayan juga nih liburan gratisan.  Sebelum sampai di lokasi gw sempet agak-agak bingung, kok gak nyampe-nyampe dan petunjuk arah lokasi Jungleland nya pun ternyata minim banget, hanya beberapa saja yang ada petunjuknya yaitu pas 100meter mau sampai lokasi, aiiih… udah deket baru ada petunjuknya.
20161205_120752

First impression gw waktu menginjakkan kaki ke Jungleland adalah wah… megah, depan lokasi pintu gerbang masuknya bagus, terdapat banyak foodstall, resto atau souvenir store yang berdiri dengan tematiknya masing-masing. Berhubung tematiknya adalah hujan, sehingga beberapa foodstall dan fasilitas di Jungleland tidak jauh-jauh dengan yang namanya buah dan binatang, ya mirip-mirip tematik di Taman Safari. Gw jadi inget pesan teman yang beberapa kali ke Jungleland “fik… disana kalau hujan misbar lho, alias gerimis bubar dan banyak wahana yang gak beroperasi”, awalnya gw gak percaya sampai gw ngerasain sendiri, pertama kali ke Jungleland, pertama kalinya juga gw datang pas hujan, walaupun gak deras tapi ternyata temen gw benerrr… banyak wahana yang tutup karena hujan. Oh… god… maafkan hambamu ini, untuk apa kami kemari jauh-jauh dari Jakarta hanya melihat wahana yang ditutup.

Walaupun banyak yang ditutup tapi ada beberapa whana yang dibuka kok, salah dua nya DinoLand dan Rumah hantu (gw lupa nama wahananya apa). DinoLand adalah sebuah wahana show yang isinya dinosaurus dikandangin sempit dan bergerak-gerak statis dengan suara dino yang menurut gw lebih mirip sapi sama kambing. Bagi penggemar sejarah dinosaurus, disinilah tempatnya karena terdapat info sejarah bagaimana dinosaurus itu hidup dan beberapa spot ilmu pengetahuan lainnya. Sayangnya disini tidak ada pegawainya sama sekali, gw sama temen-temen harus berpetualang sendiri tanpa adanya pendamping, kalau gw sama temen-temen kesesat gimana? Atau ada yang dimakan T-Rex gimana? Apakah sudah ada jaminan dinosaurus nya tidak makan orang?

20161205_122753

Wahana kedua yang masih buka saat hujan adalah Rumah Hantu, ekspektasi gw dengan wahana ini wah banget, gila men, di themepark ada rumah hantu dan gw antusias banget. Sesampainya di lokasi wahana rumah hantu, gw dan temen-temen harus antri  menunggu giliran masuk, rombongan cabe-cabean didepan rombongan kami beberapa kali keluar masuk keluar masuk lalu keluar karena tidak berani masuk lebih dalam lagi. Gokil, ini pasti hantunya serem banget, sampai-sampai mereka menjerit lari keluar wahana . Giliran kita masuk kedalam wahana Rumah Hantu, gw pengen banget lihat orang yang jadi hantu, sebelum semakin dalam si petugas memberikan intruksi “mas nanti jalan aja lurus nanti Cuma ada belokan ke kiri dan ke kanan” yaelah mas, orang gila juga tau, belokan itu Cuma ada kiri sama kanan. Lorong-lorong gelap menjadi petanda kami sudah berada di tempat yang menyeramkan, music-musik dengan denting piano memainkan nada-nada minor sehingga terdengar mistis, awesome. Berjalan selama 5 menit menelusuri lorong, tidak satupun ada hal yang seram disana, ya Allah itu tadi cabe-cabean kenapa teriak-teriak sih. Akhirnya kami menemukan sebuah pintu bercahaya, disana terdapat sebuah stasiun kereta kecil dengan 2 orang petugas wahana menyambut kami. “Selamat datang kakak, silahkan duduk dikereta” eeh…. Naik kereta? Wah asik. Kami pun duduk manis dikereta, sebenarnya diujung kereta kami sudah terlihat spot rumah hantunya, ada boneka mannequin yang gak jelas dadah dadah kearah kami. Kereta berjalan pelan menelusuri ruang-ruang yang penuh dengan boneka berdarah-darah, jelangkung, orang gila yang dipenjara, kasur berdarah (mirip kasur pasangan pengantin setelah malam pertama) dan piano yang bisa main sendiri, ah kereeeeen…. Tapi gw gak merasakan esensi kengeriannya. Huuuuffftt….. akhirnya kami keluar dengan ekspresi datar. Yang kami ingat hanya boneka-boneka-boneka yang dirusakin sehingga terlihat cacat dan serem. Buat kalian yang kadar horror nya tinggi, cocok banget, tapi buat yang biasa makan setan atau ditakutin setan, gak cocok deh.

Continue reading “Jalan-Jalan ke Jungleland : Misbar”

Jalan-jalan, Kuliner

Bogor Yang Macet…

Bogor udah dapat tambahan label selain kota hujan yaitu kota macet, di aplikasi waze menyebutkan bogor sebagai kota yang ngeselin nomor 2 di dunia karena macetnya. wuiiih… serem juga dan ternyata memang bener. Lagi ngomongin kota Bogor yang indah sama temen-temen kantor akhirnya kita mengadakan tour dadakan ke kota Bogor yang dikenal dengan puncaknya. Tujuan utama kita sebenarnya ke Macaroni Panggang atau biasa dikenal dengan MP, salah satu tempat kuliner di bogor yang cukup ngehits sejak 2010. Konon katanya MP menyajikan makanan macaroni panggang yang melegenda sampai-sampai sering dibahas diberbagai macam media tentang makanan ini.

Tepat tanggal 2 Oktober kemarin kita ngebogor bareng, sampai di keluar tol ciawi pukul 09:14 dan itu sudah lumayan agak padat arah puncaknya. berhubung masih agak pagian, si Windi penasaran dengan tempat kuliner bernama Cimory, gw info ke dia kalau di cimori buka cabang baru yang posisinya sebelum puncak atas dan terdapat arus sungainya, alhasil penasaran dia dan ingin menuju kesana. Sesampainya disana, bener-bener aneh lho, baru kali ini gw ketempat makan yang parkirannya penuh dan pihak petugas parkirnya bukan usaha cariin kita lahan parkir tapi langsung aja nyuruh kita keluar padahal di luar ada tempat parkir kosong namun posisi kita agak kurang pas karena lagi sistem buka tutup naik ke puncak, sedangkan parkirannya dijalur bawah puncak. “udah keluar aja mas, parkiran penuh, diatas masih banyak tempat makanan lain” eh… buset, kalau gw jadi pengelola, udah gw pecat itu akang-akangnya. Tempat parkiranya juga aneh, ada tarifnya walau kita gak ada 5 menit didalam area cimori, sistem parkirnya menggunakan komputerisasi seperti secure parking gitu, pas kita keluar area cimori sudah pasti kita ditagih 3000 rupiah. bukan masalah 3ribu peraknya tapi bagaimana sih kita belum parkir sudah disuruh bayar? padahal kalau di mal mal besar sekalipun, hitungan parkir setelah 10 menit masuk kedalam area parkir.

Dengan sedikit kecewa kita keluar dan menuju cimory yang posisinya diatas, kita sebut aja cimory hills karena disana kita bisa melihat bukit hijau, sedangkan yang dibawah merupakan cimory river yang bisa melihat sungai. di Cimory hills penjaga parkirnya sigap banget, langsung ditunjukin lokasi yang sepi, ini patut dicontoh… Cuma yang jelek disini pelayanannya, mungkin kita keliatan muka-muka kurang seger abis begadang apalagi salah satu dari kita keliatan muka gratisan karena kemana-mana bawa air putih sendiri biar gak jajan. Setiap kita manggil pelayannya, selalu aja gak datang walaupun dia sendiri udah mengiyakan akan menuju meja dimana kita tiduran, ada yang sepik-sepik ambil buku catetan tapi malah ngerjain ke tempat lain, sial, kita dicampakan. Gw perhatiin di meja yang lain pelayanannya sangat sigap, mau tahu apa yang membuat mereka sigap? karena di meja tersebut berisikan keluarga bukan anak-anak muda seperti kami yang haus akan jalan-jalan dan gaji besar.

img-20161002-wa0013

Setelah ada pelayan yang sadar, kita memesan twin Sausage, sebuah menu dimana ada sosis kembar panjang (30cm) yang dipanggang dengan teman-temannya bernama kentang wedges serta sayuran lokal. menu yang lumayan bisa buat rame-rame dan bayarnya patungan karena harganya Rp.90.000,- lumayan buat makan sendirian bisa gosong dompet gw. ketidakpuasan kedua terjadi ketika makanan tiba, kita cuma dikasih 2 pisau dan 5 garpu, lalu piringnya? enggak ada. pas temen gw minta piring, jawabnya “maaf mbak, bisa minta ke bagian pelayannya” lah elu itu apaaa massss…… maintenance? IT Staff? manager akunting? buseh lah elu yang naro-naro makanan kita tadi. skip lah, akhirnya kita makan dengan jorok, karena gak dikasih piring, mirip makan nasi rame-rame di daun pisang. soal makananya si enak cuma pelayanannya kurang, gak ada inisiatif, padahal kalau mereka sadar, tamu seperti kita-kita yang suka cobain makanan secara patungan adalah potensi besar, sudah pasti kita cobain makanan buat diomongin bukan sebagai kebutuhan karena lapar….

Continue reading “Bogor Yang Macet…”

Jalan-jalan, Kuliner

Berburu Kuliner di Bandung

Bandung memang dikenal dengan kota Kembang, kembang desa, kembang hias hingga janda kembang nya tapi jangan salah lho kalau di bandung saat ini sudah menjadi ikon kuliner di jawa barat, banyak tempat makan muncul ditiap sudut jalan bandung, mulai dari kuliner yang nge hits sampai yang gak ada hitsnya sama sekali. Diputuskanlah pada hari selasa 26 Juli 2016 kita (gw, temen gw, temen gw lagi) berangkat menuju Bandung, bukannya kerja? Ah enggak kok, kita gak kerja (bolos) karena bolos berjamaah lebih dimaafkan dibandingkan bolos sendirian. Bolos disini bukan meninggalkan pekerjaan tapi memang kerjaan nya udah selesai dan belum ada lagi.

Pukul 06:00 gw menunggu Windi di pom bensin pertamina bekasi barat buat dijemput, padahal si windi rumahnya di galaxy bekasi tapi subuh-subuh dia harus jemput si Karin dulu di daerah salemba Jakarta. Dengan kaos oblong hitam kekecilan, celana jeans hitam kekecilan dan celana jepit, gw siap berpetualang menikmati kuliner di Bandung. Setengah jam menunggu, akhirnya mobilio putih menghampiri dan siap kita untuk berpetualang di kota Bandung. Jadwal petualangan kita hari ini adalah :

  1. menikmati bakso cuanki serayu, (rekomennya si windi)
  2. beli molen prima rasa, (titipan keluarga windi)
  3. jajan oleh-oleh di kartika sari, (titipan bini gw)
  4. nyari seblak (request windi)
  5. makan es di kedai ling ling (alternative)
  6. kangen-kangenan petai bakar di punclut (impian Karin)
  7. makan pisang bakar di Mattari (harapan windi)

sebelumnya kita ngisi bensin dulu di KM19, sekalian gw traktir si Karin kopi starbak, soalnya ni anak cewek dari bandung belum pernah nyentuhin lidahnya dengan cairan kopi starbak dan hasilnya dia mau muntah karena lambungnya kaget sama minuman ini. Perjalanan cukup lama karena ada adegan kecelakaan di jalan tol, bukan kita sih tapi orang lain dan itu bikin macet berkilo-kilo meter namun setelah melewati macet nya, Alhamdulillah jalanan sepi dan tak lama kita sudah berada di exit Pasteur.

IMG_20160726_102825
Lupa Bilang kalau gak usah pake seledri

Tujuan pertama kita adalah kuliner di Bakso Cuanki Serayu, terletak di jalan serayu bandung. Kita pasti tahu bakso cuanki memang khas dari bandung, kepanjangan dari Cuap Cuap Jalan Kaki tapi ada juga yang mengartikan cuanki berasal dari bahasa tionghoa yang berarti untung, entah yang jual dulu namanya Untung atau memang jualanan bakso ini bikin untung. Warung bakso sederhana dengan tulisan Tutup ini bisa dibilang cukup ramai, bagaimana tidak ramai ya, belum buka aja sudah ada beberapa mobil dan motor yang antri. Pengunjungnya berasal dari mahasiswa/mahasiswi, pekerja, karyawati, mamah muda (halaah…cantik sih heheheh) hingga pelancong dari Jakarta. Bakso Cuankinya berisikan bakso, batagor, tahu goreng, dan kerupuk renyah, harga perporsinya 15.000 rupiah saja. Bagaimana rasanya? Rasanya sih enak tapi gak istimewa, kenapa gw bilang gak istimewa, karena memang gak istimewa, enak tapi gak istimewa karena memang gak istimewa. Kuahnya gurih tapi ini gw rasa bukan gurih dari bumbu racikan dapur tapi dari bumbu penyedap pabrikan karena setelah makan ini gw rada-rada serek ada yang nyangkut di tenggorokan, seperti efek minum kuah mecin. Untuk baksonya standarlah, tapi yang istimewa memang rasa batagor dan kerupuknya, gurih nikmat. Belum puas makan baksonya, gw beli batagornya buat dibungkus, siapa tahu saat perjalanan kami eh… gw merasa lapar..

Continue reading “Berburu Kuliner di Bandung”

Jalan-jalan, Kuliner

Out The Box Jati Bening

Pas acara bukber kemarin gw sempet bingung mau ngadain dimana, kebetulan bukber sama teman-teman SD dulu selalu berpindah-pindah tempat dari tahun ke tahun biar terasa tidak membosankan. setelah berunding lokasi akhirnya kita mendapatkan saran buat nyobain tempat baru didaerah Jati bening yang bernama Out The Box, sebuah tempat kuliner yang berkonsep peti kemas kontainer, gak cocok buat Magneto kalau kesini karena semuanya terbuat dari besi kontainer. Lokasinya cukup strategis kok, tidak jauh dari komplek dosen ikip dan kita bisa melaluinya lewat galaxi atau jalan Dr. Ratna, gw selalu penasaran bagaimana rupa si Dr. Ratna sehingga namanya bisa dijadikan nama jalan.

IMG-20160613-WA0001

dibuka pada tangagl 3 Juni 2016 kemaren oleh developer Sentra Kota, sebenarnya soft launch sih dan hard launch nya bakal dibuka setelah lebaran. mengingat dibulan puasa animo masyarakat soal bukber akan meningkat, dipaksakanlah tempat ini buka saat ramadhan ya walaupun masih baru dan masih agak-agak kurang ornamen tapi cukup nyaman berada di lokasi ini. Terdapat 20 tenant makanan, saat gw dan teman-teman berada disana, baru buka sekitar 14 tenant karena sisanya masih tahap pemasangan atribut. Menu-menu yang ditawarkan disini banyak kok, mulai dari Indonesia diwakilkan oleh Iga penyet, lalu western nya diwakilin nasi keju dan ada asian mulai dari tom yum hingga onokonomiyaki (begini kali ya nulisnya). Saat itu gw mencoba Rice Cheese dari Pan n Cheese dan menurut gw ini recomend banget lho, nasi gurih dicampur keju yang makin gurih semakin enak kalau kita kunyah, minumnya bisa cobain ice caramel coffee nya honolulu, seger endeeesss…  untuk camilan awal awal buka puasa, gw memilih octopus fried nya Oru, ya rasanya biasa aja sih yang ini, lebih ke sotong digoreng tepung, nothing special. untuk transaksinya seperti food court, memiliki 2 kasir untuk seluruh tenant food stall, sehingga kita tidak bisa bayar langsung ke abang-abangnya, walaupun bisa aja sih hehehehehehehehehehehehehhehehehehe licik ya.

Continue reading “Out The Box Jati Bening”

Cerita Singkat, Jalan-jalan

Sisi Lain Thailand yang Unik

Negara Thailand memiliki sejumlah tempat wisata yang mengasyikan dan destinasi kuliner yang bisa dibilang menggugah selera. Siapa yang tidak mengenal negara Thailand yang memiliki ibukota bernama Bangkok, gw sendiri sudah pernah menginjakkan kaki ditanah yang terkenal dengan gajah putihnya walaupun gw belum pernah melihat gajah albino di dunia ini. Perjalanan dari Jakarta menuju Bangkok dengan menggunakan pesawat terbang memakan waktu 2 jam, perjalanan membosankan karena selama itu kita berada dilangit dan tidak jelas posisi gw ada di langit lapis berapa.

100_8560

Saat pertama kali tiba di bandara swarabum kita disambut dengan ucapan selamat datang khas Thailand dan ada yang menarik saat gw masih dibandara yaitu ada beberapa pegawai (kurang lebih 3 pegawai) bandara yang ngondek, dari segi suara hingga cara jalannya mengisyaratkan kalau dia adalah wanita buatan, bukan asli yang ditakdirkan oleh Tuhan. Suara cemprengnya memanggil manggil salah satu pengunjung bandara yang ketinggalan kopernya “maddaaam… Madaam here your item… Madaaam…”. Ngomong ngomong soal shemale atau biasa disebut dengan Nongpoy (bencong), di Thailand bukanlah sebuah hal yang tabu karena disini sedikit diberikan kebebasan dalam beralih gender dari cowok menjadi cewek. Dari pemerintahan Thailand sendiri memang memudahkan masyarakatnya menjadi nongpoy dan mereka bisa bekerja secara normal dengan jenis kelamin barunya.

Kebetulan travel guide gw memang nongpoy, awalnya seorang lelaki tulen tapi memutuskan dengan niat untuk menjadi kaum hawa dan belajar berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia, bahkan bahasa Indonesianya tergolong lancar sehingga dia bisa menjelaskan sesuatunya dengan lancar. Ga ada sedikitpun gw merasa geli atau jijik, kalian jangan bayangin bencong di thailand dengan bencong yg ada di emperan ibukota karena disini beda banget bahkan ga akan bisa bedain mana bencong mana cewek beneran, cantiknya pol. Dia menceritakan banyak hal tentang sisi lain negara Thailand, salah satunya yang enak dibahas adalah soal nongpoy nya. Obrolan hangat ini terjadi saat gw dan dia sedang menuju hotel yang letaknya berada didaerah Pattaya sehingga memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dari bangkok ke Pattaya. Oh iya.. di Thailand juga terdapat jalan tol lho, jalannya bagus, ga ada lubang seperti jalur jakarta cikampek namun sayangnya, buat yang sering beser dimobil lebih baik siapin botol sama pasir karena di tolnya Thailand tidak terdapat rest area atau pom bensin dan kalaupun memang terpaksa harus isi bensin, mau tak mau harus keluar dari tol dan mencari pom terdekat. Kendaraan yang berhenti di tol secara sengaja akan ditilang oleh polisi lalu lintas kecuali kendaraan mogok atau pecah ban. Sama seperti di Jakarta, tol disini juga menggunakan sistem gardu, setiap memasuki daerah akan dikenakan biaya jalur tol dan kondisi jalanan yg high pun memang terlihat macet tapi gak sampai harus narik handbrake kok karena macetnya itu padat lancar.
Continue reading “Sisi Lain Thailand yang Unik”