Cerita Singkat

Air WC yang Menyegarkan

Cerita ini berdasarkan fakta dan benar-benar gw bisa terbahak-bahak sampai berdahak, cerita nya ketika gw kelas tiga esempe “smp”. waktu itu lagi ada acara study tour di kota Jogjakarta, …. ah mendingan langsung aja kecerita nya ya. pada waktu itu gw dan anak yang baru seumur jagung menginap di hotel yangberada di jogja deket malioboro, malam-malam buta di sebuah kamar yang gw udah lupa nomer berapa yang pasti di kamar itu gw ma temen sekamar gw lagi enjoy main kartu gaplek, dan hasilnya gw kalah terus, emang gw gak ada bakat berjudi gak pake duit sih, dibandingkan main kartu gaplek, gw lebih mahir main biji karet. peraturan yang udah dibuat bagi yang kalah adalah barangnya siapa yang kecil eh… salah, barang siapa yang kalah diwajibkan ambil minum di lantai bawah dan menurut gw itu lantai jauh karena kita berada di lantai 3 udah gitu dispenser buat tempatin air berada deket pintu masuk hotel, ya kalo di itung sama aja gw udah berjalan dari malioboro menuju parang tritis. Karena gw kesel dan gw mau udahan tapi gak diperbolehkan akhirnya pikiran jahat gw tercipta dengan begitu saja.

ketika gw kalah lagi, ya mau gak mau gw disuruh ambil air minum ke bawah. Dengan memegang sebotol air mineral seukuran 800 mili gw turun kebawah tapi cuma nyampe lantai dua dan dilantai dua gw berbelok ke kamar temen gw, kebetulan tuh kamar kosong melompong plus pintunya kebuka begitu aja karena penghuninya lagi godain anak cewek yang berada diseberang hotel tempat murid pria menginap. gw ketoilet dan terlihat sumur pembuangan tinja ya…he..h.e…he….. kucelup kan sebuah gelas kecil dan kugayungkan tanpa merasa dosa, terisilah air di gelas tersebut dengan air tinja dan kutuang ke botol air mineral tersebut dan begitu terus sampai selesai.

Setelah agak penuh baru gw kembali ke kamar gw. gw pun menjaga sikap biar gelagat suci gw gak ketahuan he..he…he… langsung aje gw taruh botol tersebut didepan temen-temen gw, satu persatu mulut mereka meneguk air didalam botol tersebut dan air tersebut masuk ke kerongkongan mereka hingga membasahi jeroan-jeroan usus serta hati mereka. wajah-wajah polos mereka tak satupun curiga ya mungkin rasanya enak seperti air mineral biasa dan si bodoh temen gw bernama Ating bertanya ke gw
” lo dapet air nya dari mana kok rasanya beda, lebih enakkan yang ini” sambil nahan ketawa gw menjawab “tadi mas-mas yang jaga hotel ganti air di dispenser ya mungkin masih baru jadinya lebih enak lah.” padahal dalam hati gw berucap mampus lu, minum tuh air tokai dan enak kan.

Gw buru-buru cabut kekamar temen gw dan disana gw ketawa-tawa terbahak-bahak
dan temen gw yang berada dikamar tersebut bingung melihat gw tiba-tiba masuk dan ketawa kenceng banget gak udah-udah sampai gw balik ke bekasi. sampai sekarang pun mereka gak tahu apa yang mereka minum dulu, ya…… rupanya air tinja di kloset itu enak ya dan membuat mereka ketagihan….

Iklan
Cerita Singkat, Love's

Salah Kirim Surat Cinta

Memang sebuah penembakan itu sangatlah begitu menarik dan bahkan menjadi pengalaman dalam hidup. gini-gini gw juga punya pengalaman tentang itu semua tapi
ini sih bukan pengalaman gw, tapi dari seorang temen gw bernama Lee. singkat cerita, lee sedang jatuh cinta sama seorang cewek yang bernama ehm…. kita panggil saja Destri, destri ini udah jadi teman PDKT Lee puluhan hari he..he….he… ya mungkin gejolak nafsu sang cinta Lee terus bergejolak sehingga tak tahan dia membuat surat cinta yang begitu romantis.

Segala aliran puisi ia tulis, mulai bergaya seperti khalil gibran sampai taufik ismail. gw sih yakin ini surat bisa menjadi peluru jitu buat nembak sang destri tapi satu hal yang dia gak tahu adalah kalo mereka itu belum ada kecocokan buat jadi pasangan, mereka beda karakter bahkan beda kelamin “ya iyalah masa sejenis, hombreng dong”. Lee seorang pria pendiam dengan penuh talenta seperti menjahit, menyapu dan membuat upil menjadi bola-bola mini sehingga dapat dimainkan secara beregu seperti sepak bola. sedangkan destri seorang cewek yang gak girly, ganas, judes, dan sering menindas layaknya penjajah belanda serta memaksa bagaikan rentenir.

Kita lanjut lagi ke Pergolakan cinta Lee. setelah surat jadi dan telah berbentuk surat maka ia pun segera memberikan surat itu kepada teman sekelasnya, tetapi disinilah letak awal kebodohan Lee. ia menitipkan surat ke temennya yang cuma memiliki otak setengah dan hanya berfikir berdasarkan naluri. sebut saja temen sekelas yang kita
temui disini bernama Pitenk (dibaca : Pi’teng.red) sambil memberikan surat itu ke Pitenk, Lee pun berpesan “Kalo gw mati, teruskanlah perjuanganku” ha…ha…ha… salah deh, yang bener adalah “Ni surat kasih ke destri, jangan mpe katehuan sama temennya, dia gak mau ketahuan sama temennya, kalo kagak bisa runyam”. pitenk pun hanya guk angguk. setelah itu, piteng bergegas ke kekelas dan menyerahkan surat ini
ke ketua kelas “nah loh?”. dan ternyata yang didenger Pitenk saat Lee berpesan adalah “Kasih surat ini ketemennya soalnya destri gak masuk, jangan ampe gak dikasih”. ya..ya…ya….

Semua itu telah terjadi surat telah ditangan ketua kelasnya dan ehm… tentu saja, surat yang seharusnya menjadi surat cinta tlah salah fungsi menjadi surat ijin sakit. sanga ketua kelasnya pun membuka isi surat tersebut dan terbacalah isinya, pikir si ketua kelas adalah surat ijin sakit dari destri tapi membaca bait pertamanya dia mulai
heran karena kok pake “Kepada Destri Tersayang ditempat”. karena memang ini surat cinta , sanga ketua dengan baik hatinya membaca dengan suara lantang dihadapan semua teman-temannya. and the result is, semua isi kelas tertawa terbahak-bahak…membuat destri malu bukan kepalang. beruntung didalam surat tidak ada nama pengirimnya dan tanda-tangan ataupun cap bibir sang penulis. walaupun si pitenk ditanyai ya tetep aja dia bingung siapa yang membuat.

Bagaimana nasib akhir cinta Lee?, ya ketika lee tahu si dungu (Pitenk .red) itu membuat kesalahan maka Lee memutuskan untuk tidak mencintainya lagi dan berusaha menutupi jejak siapa yang mengirimnya surat cinta.

Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku

Kisah Lanjutan dari https://tawvic.wordpress.com/2017/06/13/10-tahun-bersama-bukan-kakakku-part-2/

Mas Agung Sakit Lama

Sakit ini bukan sakit yang ia derita pada sebelumnya namun sakit demam dengan wajah pucat dan susah makan. Biasanya mas Agung sangat gampang makan dan seperti orang yang tidak pernah punya rasa kenyang. Tubuhnya sudah mulai agak berkurang berat badannya mungkin sudah berkurang 2-5kg dan dia sudah sakit selama 2 minggu lebih. Dokter sudah tidak bisa memberikan jawaban lain “gejala tipes”, segala obat juga sudah diberikan namun hasilnya nihil tidak bisa menurunkan penyakitnya, mungkin hanya nafsu makannya yang agak lebih banyak dari sebelumnya yang susah makan. Kami selalu memenuhi setiap keinginannya, seperti saat gw akan beranjak berenang sama temen-temen, dia tiba-tiba berkata “mau pizza…” dan matanya menuju kearah gw yang saat itu sudah berada di pintu rumah. Selama sakit, mas Agung memang berada di ruang tengah yang dekat dengan ruang tamu sehingga mas Agung bisa sambil menonton televisi walaupun gw yakin dia hanya menyukai keadaan tv menyala dengan sinar-sinar warna warni dan tidak peduli dengan acara yang sedang tayang. Sepulang berenang gw membawakannya sepotong Pizza, maklum gw saat itu Cuma anak SMP kelas satu dan belum punya banyak uang untuk membeli seloyang pizza, itu pun bukan pizza hut yang terkenal melainkan stand pizza merk gak jelas tapi memang sering gw beli karena rasanya enak. Sepotong Pizza yang gw belikan langsung dilahap habis olehnya hanya tersisa dus dan remah-remahnya.

Selain pizza dia juga meminta buah pala, manisan buah pala kesukaannya karena Cuma buah pala aja yang menjadi buah favoritnya, tentunya dalam bentuk manisan atau yang dikeringkan dan dibalur gula pasir. Gw sendiri gak suka saat dia minta buah itu, aromanya bikin gw pusing gak karuan. Dia selalu meminta ke Mas Teguh, saat mas teguh berada didekat dia, selalu berkata minta buah pala, “mau buah pala”. Mencari buah pala di bekasi bukanlah hal yang mudah, susah banget, mau mencarinya di pasar tradisional hingga mall besarpun tidak satupun bisa ditemukan. Satu-satunya tempat yang sudah pasti ada hanya di daerah Bogor namun mas teguh belum bisa menuju bogor dalam waktu dekat, kurang lebih 3 hari baru bisa berangkat ke bogor dan itupun saat hari senin karena dihari itu mas Teguh libur kuliah.

Tepat setelah 3 minggu mas Agung menderita sakit panas akhirnya bisa sembuh, panasnya sudah tidak terasa dan nafsu makannya sudah mulai normal. Ia kembali menjadi mas Agung yang dulu tapi bukan mas Agung yang normal sebelum ia mengalami gangguan, mas Agung kembali suka menceracau tidak jelas, suka melakukan hal-hal tidak jelas tetapi yang kami perhatikan dia sudah tidak lagi kejang-kejang atau kesurupan. Kami sudah diringankan dengan keadaan mas Agung yang cukup lebih baik dari sebelumnya.

Continue reading “10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku”

Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku part 2

Lanjutan dari https://tawvic.wordpress.com/2017/06/13/10-tahun-bersama-bukan-kakakku-part-1/

Berobat Kesana Kemari

Ayah tidak tinggal diam mengalami kejadian seperti ini, kita sudah pernah mengobati mas Agung ke Dokter karena kita masih berfikir positif ini memang penyakit saraf sehingga mas Agung bisa berubah seperti itu, namun semua dokter yang kami kunjungi memiliki jawaban sama, mas Agung sehat-sehat saja bahkan gizinya bagus hingga akhirnya kami bertemu dokter terakhir yang memberikan saran untuk berobat dipengobatan alternative alias paranormal. Kami menerima tawaran paranormal kenalan sang dokter, pertama kali mendengar kata paranormal gw langsung membayangkan seorang dukun berbaju hitam celana hitam dan kepalanya dihiasi blankon asli khas jawa seperti yang ada di film-film horror. Kami sekeluarga mengunjungi paranormal pertama didaerah taman mini Jakarta (dulunya TMII masih wilayah Bekasi), ternyata fisik dan rupa paranormal yang ini lebih mirip orang yang suka nawarin MLM, rapih berkemeja dan tidak ada ornament-ornamen seram diruangan rumahnya.

Tapi memang dia seorang paranormal, buktinya dia langsung tahu kalau mas Agung sedang dalam masalah padahal saat sampai dilokasi, Mas Agung tidak menunjukan gejala-gejala yang aneh sama sekali. Ayah menjelaskan sebab musabab awal kejadian bermula dan si paranormal mengambil kesimpulan jika kakek buyut gw ketika meninggal dunia melepaskan pegangannya yang sosoknya masih misterius karena paranormal yang bernama Bp. Soni tersebut tidak bisa menggambarkan secara persis akibat kekuatan gaibnya yang dahsyat. Pak Soni hanya memberikan sebuah air yang telah ia doa-doakan (entah doanya apa), air tersebut harus diminum saat mas Agung mau tidur dan jangan sampai tidak habis. Tentu semua syarat yang telah diberikan oleh pak Soni dijalankan oleh orang tua gw, setiap malam mas Agung dipaksa meminum air tersebut, tidaklah sulit untuk menyuruhnya minum karena memang dia sangat menyukai minum dibandingkan makan.

Selama satu minggu memang sudah agak berkurang dirinya ngedok atau kesurupan, yang biasanya setiap hari kini Cuma 2 hari atau 3 hari sekali namun hal tersebut tidak membuat orang tua gw puas karena masih ingin anaknya sembuh 100% dan mengembalikan kehidupan anaknya seperti yang dulu. Kami sekeluarga balik lagi ke pak Soni namun sayangnya pak Soni sepertinya sudah tidak mau membantu lebih jauh. Dia tidak menjelaskan secara jelas kenapa tapi dia mengaku bahwa keselamatan dirinya lebih penting, dia hanya bisa memberikan refrensi paranormal-paranormal lainnya yang bisa membantu untuk menyembuhkan akan tetapi jarak mereka jauh dan tidak berada di area jabodetabek melainkan berada di jawa tengah. Gw kira ayah akan mengurungkan niat tapi ternyata tidak, dia tetap bersikeras untuk mengobati kakak gw walaupun harus keluar negeri. Budgetnya gak sedikit memang apalagi membawa Mas Agung sudah pasti harus membawa kami sekeluarga karena bisa membantu ayah atau ibu jika terjadi sesuatu.

Sebelum kami berangkat menuju Jogjakarta, ayah mendapatkan refrensi dari temannya yang memiliki langganan paranormal sakti didaerah depok. Ayahpun menerima tawaran tersebut untuk mengunjungi paranormal tersebut, gw sendiri gak tahu siapa nama paranormal tersebut karena ayah hanya mengajak ibu bersama mas Agung untuk ke Depok, mungkin karena posisi Depok tidak jauh dengan Bekasi sehingga bisa meninggalkan gw dan mas Teguh dirumah. Mereka berangkat dari rumah pagi-pagi setelah sholat subuh dan kembali kerumah pada pukul 8 malam, ayah terlihat membawa bungkusan hitam berisi tanaman-tanaman obat dan juga beberapa benda yang bentuknya aneh-aneh. Gw melihat pada malam itu juga ayah meracik tanaman tersebut dan menggunakan benda-benda aneh itu untuk ditaruh dibawah tempat tidur mas Agung. Tanaman yang telah direbus diminumkan oleh mas Agung, anehnya mas Agung seakan-akan menolak untuk meminumnya, beberapa kali dia berusaha untuk menepis gelas yang berisi minuman tersebut dan akhirnya bisa terminum walaupun sedikit karena banyak yang sudah terbuang akibat guncangan.

Keesokan harinya kami sekeluarga dapat kabar jika paranormal yang di depok meninggal dunia dengan sebab yang tidak diketahui, kabar tersebut kami dapat saat ayah menghubungi rumah beliau dan mendapatkan berita dari pihak keluarganya. Ayah ingin sekali kesana namun ibu melarangnya karena ibu mendapatkan mimpi buruk semalam, si paranormal depok itu terbunuh oleh sesosok makhluk yang bentuknya aneh sehingga ibu takut akan terjadi hal yang lebih buruk jika ayah kesana. Sebenarnya bukan hanya satu paranormal yang akhirnya meninggal, bahkan setiap paranormal yang kami temui akhir nasibnya sama, meninggal tidak jelas.

Ketika kami harus menuju Jogjakarta untuk menemui salah satu parnormal ternama pun bukanlah hal yang dimudahkan, saat itu kami sudah menyewa mobil charteran untuk mengantar kami bolak balik selama kami melakukan pengobatan. Sesampainya di Stasiun Tugu pada pagi harinya, kami sudah dijemput oleh seorang charteran mobil yang gw lupa namanya siapa, lalu kami diantarkan olehnya menuju hotel yang berada didaerah Prambanan. Kami akan melakukan perjalanan kembali dari Hotel ke tempat paranormal pada siang hari sehingga supir mobil charteran ijin pulang dahulu dan akan kembali jemput tepat siang hari sekitar pukul 1 siang. Namun sayangnya sudah pukul 3 sore pun kami tidak juga dijemput olehnya, ayah penasaran sehingga meminjam telepon hotel untuk menghubungi rumah si supir tetapi ketika ayah hendak menghubungi si supir, ayah dihampiri salah seorang yang tidak dikenal di lobi hotel dan mengaku sebagai adik dari si supir tersebut. Dia mengabarkan jika kakaknya meninggal dunia saat perjalanan pulang setelah meninggalkan hotel yang kami inap, mobilnya tertabrak truk dan sang supir kritis saat dibawa kerumah sakit. Ketika berada dirumah sakit, sang supir masih bisa berbicara dan memberikan pesan kepada adiknya yang kebetulan bekerja dirumah sakit tersebut untuk menghubungi keluarga kami di hotel. Kami yang mendengar kabar tersebut hanya bisa merinding, bingung dan merasa bersalah.

Continue reading “10 Tahun Bersama (bukan) Kakakku part 2”

Cerita Singkat, Mistis

10 Tahun Bersama (Bukan) Kakakku Part 1

Keluarga kami sebenarnya hanya keluarga biasa-biasa saja, terdiri dari 2 orang tua dan 3 orang anak, sebuah keluarga yang biasa saja tanpa pernah ada konflik yang membuat kami merasa tidak betah dirumah, namun hal tersebut menjadi berubah karena sebuah kejadian, sebuah kejadian yang tidak pernah bisa diterima oleh pola pikir manusia biasa dan gw adalah salah satu saksi selain orang tua dan serta kakak gw yang mengalami kejadian tersebut. Ini gw tulis berdasarkan kisah nyata, pengalaman hidup gw selama 10 tahun lamanya hidup bersama hal yang tak bisa dikatakan logis dan itu memang nyata. Kisah ini yang mengawali sebuah alasan kenapa gw tidak takut terhadap mereka yang tidak tampak dan alasan kenapa gw memiliki sikap yang tak dimiliki kebanyakan orang lain.

Diawali pada sebuah kota di Jawa Barat bernama Bekasi, sebuah kota yang menjadi akses penunjang kota lain seperti Bogor dan Jakarta. Disanalah kami tinggal, tepatnya di daerah Pekayon Jaya Bekasi Selatan, sebuah rumah yang kami huni, rumah yang cukup besar untuk kami berlima hidup dan menikmati rasa syukur kepada Tuhan. Memang saat itu bukan menjadi rumah yang istimewa, maklum Ayah gw Cuma bekerja sebagai pekerja swasta di perusahaan otomotif roda dua didaerah cikarang. Gw merupakan anak ke tiga dari 3 bersaudara alias anak bontot, abang pertama gw bernama Teguh dan abang kedua gw bernama Agung, semua anak berjenis kelamin pria yang selalu menjaga ibu walaupun ibu gw selalu marah-marah melihat tingkah kami yang suka bertengkar. Kami bertiga tidak ada perbedaan dengan anak-anak lainnya, suka bermain, memanjat pohon jambu diteras rumah dan berkeliling sepeda bersama-sama. Suatu waktu kita berada disebuah masa dimana semua itu berubah…

Saat awal kejadian itu gw baru berusia 7 tahun namun ibu gw bercerita tentang awal kejadian hingga gw melihatnya sendiri karena usia terus beranjak dan membuat gw sadar atas apa yang gw lihat sendiri. Hari kamis ditahun 1996, Ayah gw mendapatkan kabar via surat jika eyang buyut meninggal dunia dan dihari itu juga ayah berangkat ke kampong halamannya walaupun sebenarnya sudah telat untuk melihat terakhir kalinya wajah eyang buyut. Ayah gw berangkat menuju Purworejo tanpa ditemani istri ataupun anaknya dan memang tidak terlalu lama meninggalkan keluarga, kurang lebih 3 hari saja. Setelah pulang dari kampong halaman, ayah berdiskusi serius dengan ibu dikamarnya dan gw tidak tahu apa yang mereka bahas. Setelah terjadi pembicaraan serius tersebut, ibu gw sepertinya tergesa-gesah memaksa gw untuk ikut pengajian untuk belajar membaca Al-Quran dan gw masih ingat pernah ada kejadian dimana semua anak dikumpulkan dalam satu ruangan lalu ayah menyuruh kami membuka semua baju dan mengusapkan pusar kami dengan air yang telah didoakan. Gw bertanya mengenai air tersebut dan ibu berkata bahwa air tersebut adalah air zam-zam agar gw dan kakak-kakak gw tidak mudah terkena penyakit. Maklum, anak kecil hanya bisa manut saja, tidak ada rasa penasaran apapun mengenai hal ini.

Tahun 1997, gw merasakan ada hal yang aneh dengan kakak gw bernama Agung. Diwaktu-waktu tertentu, dia sering terlihat berbicara sendiri layaknya orang berbincang-bincang dan sering ia lakukan dipojokan ruang rumah. Wajahnya selalu menatap ujung tembok ruangan, seperti kita berbicara pada cermin. Obrolannya tidak jelas sama sekali namun sepertinya ada logat-logat bahasa jawa padahal yang gw tahu, Mas Agung tidak terlalu bisa menggunakan bahasa jawa atau mungkin dia sedang berlatih drama atau tugas kesenian di Sekolah Dasarnya,. Orang tua gw juga sadar atas perilaku dia yang berubah seperti itu, biasanya ibu langsung berteriak “kamu ngobrol sama siapa gung?” dan dia langsung mengalihkan pembicaraan seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Mas Agung jadi sering bengong sendirian, bahkan dikelas pun gw dan ibu melihat dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Sudah menjadi kebiasaan gw dan ibu mengantar jemput dia ke sekolah, apalagi semenjak dia sering berbicara sendiri, ibu semakin was-was hingga rela separuh waktunya menunggu mas Agung di sekolah. Jika ada mas Teguh biasanya gw gak ikut tapi ketika mas Teguh sedang keluar biasanya gw ikut ibu menemani di sekolah mas Agung.

 

Makan Mie Ayam 5 mangkok

Mie ayam memang menjadi kuliner kesukaan mas Agung, langganan dia adalah mie ayam yang terletak di pojok sekolah dan dibawah pohon jengkol, setiap hari Rabu kami selalu jajan mie ayam setelah mas Agung selesai sekolah. Rabu itu tidak seperti biasanya, entah kenapa hari itu mas Agung sudah menghabiskan 5 mangkok mie ayam, padahal ibu sudah menanyakan apakah mas Agung sudah kenyang atau belum dan mas Agung selalu menjawab belum, wajahnya masih seperti wajah orang yang kelaparan, sedangkan wajah dari abang mie ayam berubah menjadi wajah ketakutan sehingga dia tidak lagi mau melayani “Bu.. maaf bukan saya tidak mau membuatkannya lagi tapi ini sudah habis 5 mangkok dan anak ibu masih belum merasa kenyang, saya takut bu, mohon maaf, saya mau pulang bu” , lalu ibu gw memohon untuk dibuatkan satu mangkok lagi “iya bang tapi saya kan bayar dan saya lihat masih banyak mie nya, saya lebihin bang harganya, tapi saya minta dibuatkan satu mangkok lagi buat anak saya”, seakan-akan percuma, si abang mie ayam tidak mendengar apa perkataan ibu gw, dia telah mematikan kompor dan membereskan mangkok. Dengan wajah kecewa, ibu mengajak kami pulang meninggalkan abang mie ayam yang sudah siap pergi dari lokasi dia berdagang. Sedangkan mas Agung terus rewel minta makan sepanjang perjalanan pulang, sayangnya dia tetap hanya ingin makan mie ayam walaupun ibu sudah menyajikan masakan dirumah. Akhirnya ibu menyuruh mas Teguh untuk membeli mie ayam 3 porsi untuk mas Agung sendiri hingga akhirnya dia puas.

Mas Agung sering melakukan hal-hal aneh dikelas, yang paling menjadi kenangan pada teman-teman sekelasnya mungkin saat dia menyanyikan lagu apuse kokondao, saat itu pelajaran kesenian dan mas Agung disuruh bernyanyi didepan teman-temannya. Menurut guru yang mengajar kesenian, Mas Agung dari awal memang seperti kebingungan namun guru tersebut tidak memperdulikannya karena mas Agung menyatakan siap bernyanyi lagu yang di minta dan lirik yang ia nyanyikan berubah menjadi “Apuse kolor babe, baunye kemane-mane….” Sontak seluruh penghuni kelas tertawa terbahak-bahak dan atas kejadian tersebut ibu dipanggil oleh pihak sekolah. Dari situlah ibu mengetahui beberapa hal aneh yang disampaikan pihak guru yang mengajarinya, seperti seringnya dia berbicara sendiri, termenung, hingga tiba-tiba bentak ke temannya. Suara bentakannya melebihi orang dewasa marah sehingga tak jarang membuat temannya menangis mendengar dia membentak dan akhirnya tidak ada yang berani duduk disebelah.

Continue reading “10 Tahun Bersama (Bukan) Kakakku Part 1”

Cerita Singkat, Jalan-jalan

Undangan NET 4.0

Seperti biasa, setiap ulang tahun NET dari jamannya ulang tahun ke 2.0 hingga 4.0 selalu mengirimkan undangan ke gw tapi baru yang ultah mereka yangke 4.0 gw baru bisa hadir, alasannya simpel karena ada temennya, uuuuuuuuh… Alhamdulillah dapetnya sekarang dua tiket undangan, biasanya cuma dapat satu. gak kebayang kan kalau lu dateng ke undangan ultah besar secara sendirian, ah biji malesin, pasalnya disana gak banyak yang gw kenal, hmmm… banyak dan hampir semuanya gw gak kenal, gw mah apa atuh, cuma penulis (remahan biskuit regal). Apalagi undangan yang ini gw dapetnya VVIP, sebelumnya cuma dapetin posisi VIP. ya rejeki anak eeeeeeh…. gak soleh-soleh amat gw.

20170521_162903

Tepat pukul 4 sore gw jalan dari Bekasi menuju Sentul, lokasi acara di Sentul International Convention Centre atau disingkat SICC. di mobil bareng Rival yang udah gw jemput didaerah Cempaka Putih, kasian kalau anak orang satu ini gw suruh ke Bekasi naik motor custom, bisa keburu rusak pomade dan sepatu vanz baru yang dibela-belain beli dulu siangnya demi tampil keceh di acara.

Perjalanan cukup lancar, cuma satu jam pas walau kena macet di gerbang tol cibubur. Sampai daerah sentul gw hampir nyasar karena setahu gw SICC deket-deket jungleland tapi ternyata satu area dengan hotel Harris sentul. disana udah disediain lapangan parkir luas yang dibedakan berdasarkan undangannya. kalau VVIP dapetnya gak jauh sama gedung acara, kalau tribun dan lainnya “kata temen gw” jauh parkirannya. Lucunya, gw nemuin banyak banget calo, wuiiiih… ciri khas Indonesia kalau ada acara gede pasti ada calo, kalau gak calo tiket ya calo parkiran. tepat banget gw turun dari mobil, itu 3 orang calo deketin gw, mencoba nawarin undangan gw buat dijual ke dia, oh no no gw gak mau ngecewain pihak net dengan mengambil keuntungan semata.

IMG-20170521-WA0011

Continue reading “Undangan NET 4.0”

Cerita Singkat

Sunad…

Sunat atau biasa diartikan dengan nama pemenggalan ujung kelamin pria, sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim diseluruh dunia, walaupun sebenarnya sunat bukan masalah agama tapi juga soal kesehatan. Banyak dokter kelamin mengatakan jika sunat sangat baik buat kesehatan kelamin sehingga menjadi lebih bersih dan bebas penyakit kelamin seperti herpes, kutilan, raja singa hingga penjahat kelamin. Bagi seorang pria, memutuskan untuk sunat seperti memberikan pilihan apakah lo bakal ikut wajib militer atau enggak dan pilihan itu akan membuat keluarga menjadi bahagia. Dalam berbagai macam adat budaya, ada yang memang sudah disunat sejak baru brojol sehhingga kuncup ujung kelamin pria bernama Tytid akan langsung dipenggal sebelum dia merasakan kepuasan keduniawian, contohnya adalah orang sunda yang biasa menyunat anaknya saat brojol atau saat mereka lengah.

Berbeda dengan gw yang keturunan keluarga Djawa walaupun bokap gw campuran yaitu Ciwa (Cina Jawa), sebagai orang jawa, gw sah sah aja untuk menentukan sendiri kapan gw siap sunat, sehingga lu jangan heran kalau ada beberapa orang jawa yang baru sunat ketika udah ngerti cara bikin anak. Sunat itu gak bisa dipaksa kaya lu mau berak tapi gak pengen, sunat butuh kesiapan mental yang sangat-sangat besar. Gw gak akan mau sunat walaupun bokap gw bakal mengiming-imingkan hadiah wah sekalipun dan gw juga gak akan mau sunat walaupun nyokap gw udah siapin pecut kuda lumping biar gw mau disunat. Konon katanya kalau kita terpaksa gak iklas buat disunat, itu si Tytid gak bakal bisa sembuh atau model sunatannya bakal gak bagus. Gw gak mau donk barang masa depan gw  terlihat gak menarik didepan istri gw nanti, apa jadinya jika barang gw gak berbentuk indah dimata kaum hawa? Harga diri gw sebagai pria terasa di diskon 90%.

Gw sendiri baru mau disunat saat duduk dibangku kelas 5 SD, padahal nyokap gw udah nyuruh gw sunat sejak kelas 3 SD dengan alasan teman-teman gw udah pada disunat padahal temen-temen yang dimaksud nyokap gw juga belum pada disunat, gw bisa tahu bentuk barang mereka belum disunat karena sering ngajak gw kencing bareng. Ya wajar sih namanya juga anak SD, sahabat dimanapun kita berada sampai kencing pun minta ditemenin didalam kamar mandi. Walaupun gw gak ikut ngencing, mau gak mau mata gw dihadapin sama bendi mungil diselangkangan mereka, gak tahu kenapa mata gw gak bisa berpaling. Skip.. skip… nah… pas kelas 5 SD gw menyakinkan diri buat disunat, hal mendasar gw mau untuk disunat Cuma satu, kedewasaan. Gw berpikir kalau gw udah sunat berarti gw udah akil baliq atau dewasa, dari gw duduk kelas 3 SD gw udah punya cita-cita besar yaitu ingin cepat dewasa, dengan dewasa, gw bisa ngelakuin hal apapun yang Cuma bisa dilakukan saat gw dewasa.

Gw masih inget banget, saat itu bokap nyokap lagi diruang tengah nonton tv bareng, sedangkan gw ada di kamar untuk menyiapkan diri memantabkan niat gw buat di sunat. Seketika itu juga gw langsung keluar kamar dan mengatakan kesiapan gw disunat sama bokap, “pah…. Aku mau disunat” bokap nyokap gw langsung menatap gw dengan tatapan tidak percaya, persis seperti  saat gw bilang “pah… aku hamil…”, nyokap gw yang tadinya duduk disofa, beranjak nyamperin gw dan memeluk gw dengan penuh erat “benar itu fik? Kamu mau disunat?, Alhamdulillah ya Allah” dan bokap langsung mewawancarai gw untuk meminta kapan tepatnya gw mau disunat dan mau disunat dimana. Awalnya bokap menawarkan buat disunat saat  libur panjang sekolah tapi gw tolak karena niat gw gak bertahan lama dan bisa saja gw mengurungkan niat Karena terlalu lama, gimana gak lama, gw baru aja naik kelas 5 masa disuruh nunggu 3 bulan lagi buat dapetin libur panjang sekolah.

Continue reading “Sunad…”