Catatan Kecil, My Word

Kuliah Apa Kerja

Sekarang lagi musimnya para anak bangsa galau, dalam arti mereka bingung mau kuliah dulu apa kerja dulu. Bagi orang tua nya yang mampu mungkin sudah terrencanain bakal lanjut kuliah sesuai dengan bidangnya dan bagi yang berada di lingkungan pas-pasan akan bingung mau kuliah dulu apa kerja? Tapi ada juga lho yang orang tuanya mampu tapi anaknya gak mau kuliah dengan alasan pengen cari duit sendiri. Itu sih pilihan masing-masing tapi kita juga harus melihat kondisi perusahaan saat ini, setiap 5 tahun sekali perusahaan akan menaikan minimal pendidikan untuk sebuah lowongan pekerjaan, misalnya dulu lowongan admin saja bisa buat anak lulusan SMA tapi sekarang minimal D3, belum lama ini gw melihat sebuah info lowongan pekerjaan di perusahaan terkenal, untuk seorang admin saja harus minimal S1, weeeww….

Sebenarnya ini masalah keinginan, kalau memang berharap karir yang baik, kita harus kuliah tapi kalau Cuma sekedar kerja dapet duit, tidak perlu kuliah dan syukur-syukur dengan ijazah SMA atau SMK bisa mudah mencari kerja tapi tetep perusahaan mementingkan para sarjana buat mengelola karier karyawan, berbeda dengan tahun 80 hingga 90an yang hanya lulusan SMA atau STM bisa menjadi manager. Era sekarang akan dinilai dari kinerja dan pendidikan untuk mencapai karir terbaik, biasanya perusahaan akan menilai kinerja seorang karyawan terlebih dahulu, lalu ada penawaran naik jabatan tapi kalau ternyata pendidikannya tidak sesuai standar maka pihak perusahaan membuat pilihan yaitu menaikan jabatan si karyawan dengan syarat si karyawan harus kuliah lagi atau membiarkan karyawan tersebut berada diposisi saat itu walaupun kinerjanya terbaik.

Bagi kamu yang orang tuanya mampu dalam segi ekonomi, lebih baik kuliah dan perkuliahan itu bukan hanya memberikan sebuah ijazah D3 atau S1 melainkan membentuk karakter, ada perbedaan mendasar dari pembentukan karakter antara orang yang kuliah sama yang tidak, sepemandangan atau sepengamatan gw sangat mencolok perbedaannya, contohnya aja (sori banget bukan mau menjelekan) orang yang Cuma lulusan SMA saat bekerja hanya mementingkan gaji, ketika gaji yang diterima kurang maka akan berontak yangberujung demo atau merusak kantor. Berbeda dengan lulusan kuliah, ketika gaji yang dirasa kurang atau ada kesenjangan karyawan yang tidak sepadan, dia akan bertanya kenapa kepada atasannya, lalu menganalogikan kinerja dengan hasil yang dicapai, kalaupun masih belum bisa mendapatkan hasil terbaik, dia akan pindah ke perusahaan lain atau mengandalkan bisnis sampingan. Ada sebuah pelajaran yang Cuma ada dibangku kuliah yaitu logika, di bangku SMA gak akan diajarin pelajaran logika karena ini merupakan sebuah ilmu yang cukup mahal buat mempelajarinya tapi menurut gw pelajaran ini simple, dimana otak kita harus berpikir secara mendetail ketika menghadapi masalah, misalnya bagaimana cara menuang air ke gelas dari teko, kalau orang yang gak pake logika, cukup jawab “ya tuang aja ke gelas air yang ada diteko” tapi kalau dipelajaran logika tidak seperti itu, jawabannya yaitu “ambil dahulu tekonya lalu persiapkan gelasnya, tuang air secara perlahan ke gelas secukupnya sesuai kebutuhan” nah disini memang keliatan sama kalimat jawabannya namun perbedaannya adalah ada detail tata cara yang disebutkan tadi.

Continue reading “Kuliah Apa Kerja”

Catatan Kecil

Gordyn Warteg Yang Tertutup

Bulan puasa identik dengan kurma, pedagang-pedagang dadakan akan bermunculan disore hari menjelang magrib menjajakan panganan ringan maupun berat seperti es buah, kolak, nasi bakar, kue kue basah atau yang biasa kita sebut dengan takjil. Ada satu fenomena khas dibulan Ramadhan yang sering banget gw jumpai, yaitu gordyn atau kain penutup jendela yang tertutup rapat menghiasi setiap rumah makan atau restoran yang buka pada siang hari, dimana umat muslim sedang asik-asiknya menjalankan ibadah puasa. Mereka tetap buka karena mayoritas masyarakat memang muslim namun beberapa persennya non muslim atau wanita muslim yang sedang haid/menyusui.

Didalam pikiran gw selalu bertanya-tanya, kenapa mereka (pemilik tempat makan) harus menutup gordyn rapat-rapat atau menutup jendela dengan triplek agar sajian mereka tidak terlihat dari luar? Pasti rata-rata menjawab, untuk menghormati yang sedang berpuasa. Beberapa tahun lalu pernah ada kasus penutupan paksa pedagang makanan pinggir jalan hingga menjadi viral karena pembubarannya tak berbeda dengan kompeni mengusir pribumi, kasar dan gak beretika. Gw bukan yang memiliki jaminan manusia masuk sorga tapi gw punya pikiran, kenapa mereka selalu beralasan “pedagang tidak menghormati orang yang berpuasa” apakah makanan yang terlihat dan tersaji di warung makan itu manggil-manggilin orang yang sedang berpuasa? Atau ketika gw melihat ayam goreng dietalase warteg sambil menelan ludah tahu-tahu yang gw telen adalah ayam goreng? Ah… selemah itukah iman gw?

Gw masa bodo dengan warteg atau restoran yang berjualan di siang hari, prinsip gw adalah kalau iman lu kuat, lu gak kegoda, sekalipun itu gratisan, pastinya lu bakal tetap datengin itu warteg tapi dibungkus buat berbuka puasa. Padahal kita di Indonesia bukan Negara Islam yang dari sabang sampai merauke isinya orang islam, di bumi pertiwi ini ada berbagai macam agama dan mereka butuh makan di siang hari saat bulan ramadhan. Kalau umat islam sedang berpuasa menyuruh setiap tempat makan tutup atau minimal tidak menampakan makanan, bagaimana dengan umat lain yang saat menjelang hari rayanya mereka berpuasa juga, tidak ada tempat makan yang tutup, tetap buka dan mereka dengan keimanannya masing-masing menjalankan ibadah puasa tanpa perlu resah dengan warteg yang gordynnya terbuka.

Continue reading “Gordyn Warteg Yang Tertutup”

Catatan Kecil

Menjadi Anak yang Sukses, Dambaan setiap Orang Tua

Anak yang sukses menjadi cita-cita hampir seluruh orang tua. Masa depan yg cerah dan sukses sebagian besar dipengaruhi oleh didikan orang tua. Dari sekian banyak ulasan, berikut saya rangkum 5 ciri orang tua yang memiliki anak yang sukses:
1. Mempersiapkan dana pendidikan
Kenaikan rata-rata pendidikan di Indonesia berkisar 5% – 7% setiap tahunnya. Untuk menyisiatinya, persiapan dana pendidikan anak sejak dini banyak dilakukan oleh orang tua. Namun belum banyak orang tua mengetahui bagaimana cara menghitungnya. Salah satu cara mudahnya dengan menggunakan aplikasi atau website kalkulator finansial yang dapat anda cari melalui google.

2. Melatih keahlian sosial
Dengan cara berempati, mendengarkan anak dengan seksama, dan sering berinteraksi dengan anak dapat melatih keahlian sosial.

3. Membiasakan anak melakukan pekerjaan rumah
Kebiasaan ini bisa melatih anak untuk berempati, mengenal tanggung jawab dari kecil, dan juga mandiri dalam bekerja. Seorang anak yang dibiasakan membantu pekerjaan rumah rata-rata akan menjadi anak yang mudah bekerjasama dengan rekan kerjanya.

4. Jamin kebahagiannya
Pelajaran di sekolah, PR yang dibawa pulang kerumah, jadwal les yang begitu padat membuat anak mudah stress. Di tengah kesibukan anak, orang tua wajib untuk meluangkan waktunya untuk rekreasi bersama anak. Rekreasi dianggap bukan hanya cara untuk merekatkan hubungan keluarga, tetapi juga ampuh untuk melepas stress sang anak. Untuk liburan yang hemat, Anda dapat cek promo secara rutin, contohnya melalui tautan berikut http://www.bit.ly/gratissetahun

5. Aktivitas luar ruang.
Keseharian anak generasi Alpha & Y adalah bermain games melalui telepon pintar mereka. Melatih anak untuk bermain di luar ruang (outdoor) bisa mengasah interaksi anak dengan orang lain. Manfaat lain yang bisa didapatkan adalah menjaga kesehatan mata anak.

Catatan Kecil, Cerita Singkat, My Word

Kopi dan Kenanganku

Sebagian besar laki-laki dimuka bumi ini sangat menyukai kopi, sebuah minuman yang terbuat dari serbuk biji kopi dan rata-rata berwarna hitam, walaupun judulnya kopi putih (white coffee) tapi tetap aja warnanya gak putih, cenderung gelap. Minum kopi bisa dilakukan kapan aja kecuali saat tidur, belum pernah gw liat orang tidur sambil ngopi, kecuali ngupil. Kopi buat gw adalah sesuatu yang murah tapi elegan karena ke-eleganannya sebuah cafe kopi bisa meracik kopi harganya menjadi lebih mahal padahal bijinya sama aja dengan kopi murah yang kita minum. Gak sembarangan tata cara minum kopi, lu pasti belum pernah liat iklan kopi dengan cara minum seperti iklan minuman extra joss atau minuman stamina lainnya yang bisa tumpah-tumpah sambil gelasnya di adu. Pasti semua iklan kopi mengedepankan ke-eleganan kita meminum kopi, disruput atau diteguk secara biasa-biasa saja.

Awalnya gw gak bisa minum kopi layaknya pria normal, sedikit saja sudah merasa mules karena gw punya asam lambung yang tinggi namun sekarang sudah tidak lagi, gw berlatih untuk kuat minum kopi dengan cara mengawalinya dengan mengisi perut agar lambung tidak kosong, perlahan tapi gak pasti, perut kita akan kuat dengan kesedapan kopi. banyak teman-teman yang awalnya anti kopi sekarang jadi pedagang kopi karena mengikuti resep menikmati kopi tanpa nyeri haid. Awal pengenalan gw dengan kopi dimulai sejak kelas 3 SD, sekolah dasar, masih tergolong anak-anak tapi gw sudah coba-coba (nyuri-nyuri) seruput hingga seteguk kopi punya bokap. Bokap gw emang maniak kopi, bahkan ada istilah, belum bisa dimulai kisah hidup kalau belum ngopi. Setiap pagi nyokap gw menyajikan segelas kopi di meja makan, berharap bokap gw akan mendatangi meja makan sembari seruput kopi. Selalu rutin setiap pukul 5.30 pagi sebelum bokap gw berangkat kerja dan biasanya gw udah bersiap diri sepik-sepik duduk dimeja makan untuk mencuri tegukan kopi karena biasanya setelah minum seteguk kopi, bokap gw akan beranjak mandi dan disaat itulah gw beraksi untuk tancap gas menikmati kopi. Gw memang penasaran seperti apa rasanya minuman hitam itu, ternyata rasanya enak bro, manis dan sensasinya tiada tanding. gak ada efek apapun saat pertama kali gw minum kopi, hingga kegiatan ini menjadi rutinitas gw dan akhirnya ketauan juga sama nyokap. Gw kira nyokap bakal marahin gw semarah-marahnya namun ternyata nyokap hanya memberikan saran, kalau mau cobain minum kopi harus bilang dan saat itu gw suka bilang tapi tetep gw dibatasin minumnya dan hanya boleh minum kopi susu walaupun komposisi susunya lebih banyak daripada kopinya, gak apalah daripada gak.

img04107-20170201-1616

Hingga pada saat gw duduk dibangku SMP, gw mengalami kejadian na’as, gw berak-berak gara-gara kopi dan ternyata yang gw minum adalah kopi bermerk Neskapeh, kopi ini ternyata memiliki konstur rasa kuat sehingga ada rasa-rasa asam yang malah merangsang asam lambung gw lebih berani hingga akhirnya gw berak-berak plus gejalan tipes, untung gak sampai sekarat, gak lucu dilaporan kedokteran “ada anak remaja yang sekarat gara-gara salah minum kopi”. Sejak saat itu saya mempelajari jenis-jenis kopi yang layak gw minum dan mana yang jarang-jarang gw minum, akhirnya memiliki kesimpulan gw harus menjauhi produk neskape karena kandungan kopinya kuat, memang merk ini lebih ngetrend dan anak muda banget tapi entah kenapa gw sebagai anak muda (saat itu) gak cocok sama kopi ini. Gw kalau ngeliat cangkir gede berisikan kopi hitam selalu teringat sosok bokap, setiap pagi ataupun sore selalu disediain kopi hitam manis racikan nyokap, dan memang racikannya superb banget padahal bukan kopi mix yang tinggal tuang lalu seduh melainkan harus ditakar dan dikira-kira. Bokap cuma suka merk kopi yaitu kapal ngapi, dari dulu gak pernah mau ganti walaupun pernah gw kasih kopi mahal buatan luar negeri, tapi tetep baliknya ke ngapal ngapi. hingga bokap dan nyokap gw menghabiskan masa pensiun dikampung, tetap merk ngapal ngapi setia menemani mereka berdua dan selalu ada di meja makan, gw kadang-kadang pakai kopi tersebut buat ngilangin bau sepatu atau bau tak sedap lemari pakaian. taro aja satu sendok kopi bubuk diatas tisu, lalu untel-untel dan masukin kedalam sepatu, satu sepatu satu buntelan tisu, Insya Allah jika sepatunya gak jamuran bakal hilang bau tidak sedapnya, kalau jamuran mending dicuci. oh iya… tips ini gw dapat dari seorang supir taksi, waktu gw kelas 5 SD kakak gw pernah muntah di taksi dan si supir dengan santainya cuma minta ganti uang kopi sebungkus aja, padahal bokap gw udah mau ngasih duit buat cuci mobil yang notabene nya lebih mahal dari sebungkus kopi tapi si supir tetep kekeuh karena kata dia lebih baik muntahan dikasih serbuk kopi dahulu sampai kering, baru dicuci karena kalau langsung dicuci, baunya suka masih ada apalagi perjalanan dia masih jauh. Beda lah jaman itu dengan jaman sekarang yang mudah menemukan tukang cuci steam, jaman dulu sekitar tahun 97 susah banget tempat cuci mobil.

ibarat senjata perang, setiap pria harus memiliki kesukaan kopinya masing-masing, ini akan menunjukan jati diri lo dihadapan manusia yang lain dan kasir kedai kopi, gak mungkin kan lu beli kopi di kafe tapi lu bingung mau minum yang mana, pilih dengan yakin karena itu memang kesukaan lu. Seperti halnya gw yang gak pernah ganti jenis kopi kalau minum di kafe, selalu kapucino, mau minumnya di setarsebak, kopibin, sampai beli kopi jadi di indomarch tetap milihnya kapucino. Gw suka kapucino saat era torabiko mengeluarkan produk jenis ini, awalnya memang mencoba merk dari indokape capucino, gw masih inget tagline iklannya saat pertama kali keluar ditahun 1996, “dimana saja dan kapan saja, indokape…ka…pu…cino” terus talentnya pada joget-joget di layar backlight gitu, anak muda banget pokoknya tapi sayangnya gak cocok sama lambung gw. Akhirnya bokap gw dapat parcel ditahun 2003 dan isinya ada Torabiko kapucino, sejak saat itu gw suka kapucino sanset merk tersebut. Biasanya orang minum kopi di kafe karena ingin hangout ngobrol panjang kali lebar sama sobatnya atau meeting kantor (ini khusus kantor yang gak punya ruang meeting) atau ketemuan sama kolega (sebenarnya gak bagus ngomongin perusahaan ditempat umum). Kalau gw malah gak suka ngobrol atau ketemuan di kafe kopi karena gak privasi, gw gak bisa ngomong jorok kenceng2, gak bisa ketawa kenceng-kenceng bahkan gak bisa usilin temen pake fisik kenceng-kenceng (mukul). biasanya gw minum kopi di kafe karena emang gw lagi pengen ngopi dan ada uang hahahaha, ada uang lebih, biasanya habis minum gw rada nyesel dan berpikir “gw bisa beli 4 gelas kopi dengan harga segini dan gak kebanyakan es batu”. anak muda sekarang sih lebih ke arah gaya nongkrong di kafe, padahal obrolannya sama aja kaya diteras rumah atau ngumpul-ngumpul di kafe sambil ngopi tapi tangannya sibuk sama gadget, gak ada faedahnya sama sekali.

Continue reading “Kopi dan Kenanganku”

Catatan Kecil, Cerita Singkat, Uncategorized

Fleksibilitas Karyawan

Beberapa hari yang lalu sempet baca berita di tv, iya baca, soalnya udah malam jadi gak boleh nyetel volume kenceng-kenceng, lumayan si stasiun tv nya baik hati masih ngasih teks buat dibaca. dalam berita tersebut membahas “Depresi Pegawai” yang secara garis besar mereka stress dikantor dan diluapinnya dirumah. apa sih yang paling buruk dari sifat manusia? salah satunya membawa masalah yang orang rumah tidak mengerti, hal yang paling tidak gw suka ya seperti itu dan menjadi alasan kenapa gw memaksa istri gw untuk resign tidak bekerja dikantor karena selalu membawa masalah kantor ke rumah yang gw sendiri tidak mengerti, sekedar curhat sih oke tapi kalau sampai meluapkannya hingga marah-marah, gw bakal kaya orang bego yang gak salah lalu dimarahi, udah bego eh.. diomelin pula.

Setiap gw berangkat kekantor, gw selalu memperhatikan orang-orang dijalan, entah itu sedang naik motor atau berkendara didalam mobil, bahkan penumpang didalam angkotpun tidak luput dari perhatian gw. Gw mirip penjahat yang lagi nyari mangsa tapi sungguh, gw gak ada niat buat menjadi penjahit. Tidak sedikit pengendara motor yang rasanya lebih menghargai waktu daripada nyawanya, lampu merah diterabas, orang nyebrang gak dipeduliin, kereta mau lewat ya bodo amat sampai beberapa kali gw melihat kecelakaan motor karena kebodohan yang lebih takut telat dibandingkan menjaga dirisendiri dan orang lain. pernah sekali gw diserempet motor, motornya dia yang salah main terobos lampu merah, dia langsung minta maaf dan ngasih alasan “maaf mas saya buru-buru takut telat ke kantor” padahal gw gak ngebuka mulut sama sekali, hanya main mata, ooouh… kamu main mata… main mata… main mata…. kalimat terburu-buru sebenarnya bukan alasan lho, itu suatu pernyataan kalau dia salah, kalau emang terburu-buru kenapa tidak berangkat lebih pagian, “kesiangan mas” ya salah siapa kesiangan, emang handphone atau jam dirumah gak punya alarm? “gak punya istri mas” lah bodo amat, gw punya istri aja tetep paling pagi bangunnya karena memang udah kebiasaan.

Balik lagi ngebahas berita soal depresinya para karyawan ibukota, benang merahnya ada di jam masuk kantor dan beban kerja mereka. dari ratusan perusahaan yang ada dijakarta, rata-rata dan hampir semuanya memiliki jam masuk pada pukul 08:00 dan sisanya ada di pukul 09:00 ini sesuai survey dari beberapa teman yang kerja di Jakarta. Otomatis jam kemacetan ibukota baik dari arah Bekasi atau Tangerang berada pada pukul 07:00-08:00, terbukti dengan penelitian kecil-kecilan gw dimana gw berangkat pukul 07:00 dan pukul 08:00 ternyata lebih cepat berangkat dari rumah pada pukul 08:00 (kurang lebih satu jam sampai kantor) sedangkan ketika gw berangkat pada pukul 07:00 bisa sampai 2 jam sampai kantor, rute kantor gw Bekasi, Cawang, Cemput, Kemayoran, Ancol. Apalagi jam masuk kantor kebanyakan perusahaan di Jakarta, berbarengan dengan jam masuk sekolah, faktanya di ibukota tidak sedikit yang orang tuanya nganterin anaknya sekolah dengan kendaraan dan ada pula yang sekolahnya jauh banget dari rumah hanya mengejar gengsi. Selain faktor jam kerja, ada yang namanya beban kerja, untuk menghemat budget pengeluaran, pihak perusahaan biasanya memberikan pekerjaan diluar yang ada didalam kontrak kerja, misalnya seorang marketing yang harus ada kerjaan lain untuk ngedesain dan melakukan riset padahal kedua pekerjaan tambahan tersebut memiliki bidangnya masing-masing. Bos tetaplah bos yang gak mau tahu, ini banyak bos di Jakarta kaya gini, tahunya cuma hasilnya bagaimana karena atas seorang karyawan juga punya target dari bigboss sedangkan bigboss punya mimpi ngejar target yang dia tanamkan pada dirinya sendiri.

Perusahaan sendiri terkadang lupa bagaimana cara memanusiakan karyawan, mereka lupa siapa yang bekerja dan mereka hanya inget hasil dan target yang sudah tercapai. Agak lucu kalau dengar karyawan sakit-sakitan karena bekerja, aneh ya orang kerja buat sakit bukan buat menyokong kehidupan untuk menjadi lebih layak. gw yakin perusahaan itu mampu untuk memanusiakan karyawan karena ini bukan soal duit, gaji gede kalau pekerjaan gila-gilaan juga bikin gak betah kok. apalagi banyak karyawan yang gajinya gede tapi pekerjaannya slow slow but not sure yang akhirnya dibikin sempurna oleh karyawan lain yang kerjanya luar biasa banyak tapi gajinya luar biasa pas pasan. gw ada pendapat tersendiri untuk mengurangi depresi karyawan, ya minimal mengurangilah karena yang namanya pekerjaan pasti akan ada stressnya dan itu sensasi (tantangan) nya.

img-20150826-wa000

Jam Kerja Fleksibel
Budaya jam kerja fleksibel memang belum banyak diterapkan pada tiap lini perusahaan, salah satunya perusahaan dimana gw bekerja, gw dikasih jam kerja fleksibel, jam berapa aja boleh sampai kantor asal tidak lebih dari jam 10 siang dan hitungannya 8 jam sudah termasuk istirahat. kalau gw sampai kantor jam 9 pagi berarti gw pulang jam 5 sore, kalau gw datang jam 10 siang berarti gw pulang jam 6 sore. kok 8 jam? rata-rata 9 jam lho mas, disinilah gw mulai meneliti jam kerja, ketika kita diberikan jam kerja selama 9 jam, rata-rata banyak jam yang kebuang, dari mulai istirahat yang molor setelah selesai makan siang hingga sholat, mereka ngerokok dan nongkrong hinggga jam istirahatnya menjadi satu jam setengah. Kalau kita padatkan menjadi 8 jam, niscaya kita gak ada banyak waktu buat leha-leha.

Continue reading “Fleksibilitas Karyawan”

Catatan Kecil, Love's

Cara-cara Melupakan Mantan

Mantan merupakan sebuah kalimat yang menyatakan bekas kepemilikan atau sesuatu hal yang melekat tapi kebanyakan penggunaan mantan lebih cenderung ke arah bekas pacar padahal kata mantan juga identik dengan penyempurnaan kata dari kalimat seperti mantan pemimpin hingga mantan personil. Kali ini kita membahas mantan dalam ruang lingkup kisah asmara yang berarti mantan pacar dan bukan mantan suami/istri karena ruang lingkup pernikahan itu tidak sedikit berbeda dengan area pacaran, bedanya Cuma halal dan haramnya saja (lebih banyak haramnya pacaran sih).

Bagaimana sih cara kita melupakan mantan, sebenarnya gampang-gampang susah dan pastinya gak bakal bisa 100% kita lupain apalagi jika mantan itu sudah hinggap dihati kita selama bertahun-tahun, bahkan bisa ada istilah lupa namanya, ingat rasanya. Untuk yang baru-baru putus, sangat cocok untuk membaca artikel ini karena dapat membuat kamu lebih cepat move on dan kembali ke jalan yang benar bukan ke jalan kegalauan kebaperan dan keingin bunuh dirian.

berikut tips dan caranya guys :

Continue reading “Cara-cara Melupakan Mantan”

Catatan Kecil, Tulisan Iseng

Hal Bodoh di Dunia Sosmed

Bekerja-Sambil-Menggunakan-Sosmed

di Era digital seperti sekarang sudah barang tentu punya barang seperti handphone yang bisa internetan dan selain itu aplikasi media sosial tumbuh kembang dengan beraneka ragam namun yang masih menguasai pasar adalah Facebook lalu diposisi kedua ada Instagram, ketiga yaitu Twitter dan keempat adalah Path namun kemungkinan diposisi 5 akan di isi oleh snapchat. gw sendiri sering banget melihat akun akun sosmed khususnya instagram, soalnya banyak hal lucu di instagram dan kebetulan kerjaan gw mengenai dunia sosial media tapi tahu gak sih, kalau kebodohan manusia bisa terlihat jelas di sosmed dibandingkan didunia nyata. gw sering lihat orang bodoh baik di akun sosmed orang lain ataupun akun sosmed yang gw kelola (kerjaan), dari situ gw bisa melihat bahwa rakyat Indonesia banyak yang gak pake akal sehat didunia maya. apa aja sih kebodohan-kebodohan penggila sosmed di dunia maya?

1. unfollow bilang-bilang
pernah gak ngeliat sebuah bahkan beberapa koment di akun sosmed yang marah-marah “pokoknya gw unfollow”, “ah lama lama gw unfollow juga nih akun” hahaha kocak tahu. paling banyak hal ini terjadi di akun sosmed seperti Dagelan, infia, atau akun-akun berita lainnya. hey.. siapa elu ngancem ngancem mau unfollow, terus kalau diancam, itu akun bakal takut dan mohon2 buat jangan di unfollow, yeee elu yang follow sendiri padahal hahaha.. kalau emang gak suka dan pengen ninggalin akun tersebut ya udahlah pergi aja, tahu gak sih admin-admin sosmed seperti mereka itu gak peduli apalagi udah memiliki followers ribuan, lagian pasti ada satu dua konten yang dibuat untuk membuat followersnya protes, hal ini dinamakan marketing viral dengan tujuan ada protes dan elu bakal ngasih tahu ke temen “eh masa akun ini ngasih berita begini, liat deh” dan akhirnya temen lu malah follow akun tersebut hahahah

2. Protes karena sering ngeliat konten sosmed
ada lho yang protes karena sering melihat akun sosmed yang di follow terlalu banyak, hei guys lagian kalau emang ke ganggu ngapain lu follow? mau numpang eksis biar dibilang anak gaul di dunia maya? aneh ya…

3. Menanyakan pertanyaan yang udah ada jawabannya di keterangan konten.
ini akibat para pemuda dan pemudi Indonesia masih minim minat bacanya sehingga hanya membaca judul aja dan bertanya padahal jawaban nya udah ada di keterangan kontennya, misal ada konten promo dengna penjelasan cara ikutan promonya, lalu ada komentar keren “gimana cara ikutannya?” kalau gw sih sebagai admin langsung ngejawab “baca aja keterangannya diatas mas” beres.
Continue reading “Hal Bodoh di Dunia Sosmed”