Bikers

CB150R nan KAZEP

Dengan terpaksa gw berpaling dari Honda Beat putih gw, motor pertama yang gw beli dengan uang gw sendiri ini harus pindah tangan karena gw udah lumayan capek naik motor matic berukuran mini. gw harus move on ke motor gede walaupun sebenarnya gw udah gak asing dengan motor batangan karena dulu sering pakai motor megapro bokap buat rutinitas sehari hari hingga buat turing. Berhubung postur badan gw diatas rata-rata orang Indonesia yaitu 181cm dengan berat badan 78kg maka diputuskan untuk mengganti motor yang lebih jangkung dan bisa enak dibawah jauh. sebenarnya Honda beat enak sih buat diajak ngebut, selap selip dan terbilang irit namun bagi manusia berbadan jangkung dan besar bakalan kesiksa karena punggung jadi melengkung, makan bangku jok hingga anus merasa panas akibat getaran aspal ibukota terasa lebih keras.

awalnya milih-milih motor laki apa yang harus gw pinang, pilihannya ada vixion, verza, xabre, Z250R, CB150R dan KLX150. Akhirnya Z250R dan KLX150 gw coret dari daftar karena budget gak memungkinan serta xabre juga gw coret dari daftar karena pabrikan motor ini sangat pelit ngasih jok belakang. anjrit… cuma ngepas buat satu orang aja itu motor dan bentuknya kaku. tersisa vixion, verza dan cb150r, wah 3 motor ini jadi bahan pemikiran akhirnya biar adil gw harus compare dua merk berbeda dan semi finalnya dimenangkan oleh vixion vs CB150R.

kalau vixion gw udah pernah liat bentuk bahkan gw naikin, waktu itu pinjem punya ipar. kalau CB150R termasuk barang baru (CB150R yang gw maksud adalah facelift streetfire, motornya chico jeriko) sehingga gw mampir dulu ke ahass dekat rumah buat liat liat di displaynya. setelah mencoba dan iseng-iseng ngegodain mbak-mbak Salesnya akhirnya dengan senang hati gw memilih CB150R sebagai juaranya. berikut alasan gw memilih CB150R

 

  1. CB150R mesinnya udah DOHC, sedangkan Vixion masih dimesin lama SOHC.
  2. CB150R giginya 6 “wow”, sedangkan Vixion giginya masih 5
  3. CB150R semua lampu dan panel sudah menggunakan LED, keren lah. sedangkan vixion masih bohlam dan rawan cepet putus karena hukum di Indonesia sudah berlaku sejak dulu kala (sepeda motor wajib menyalakan lampu utama)

IMG-20160406-WA0004

berbagai teknologi serta kemajuan sepeda motor sport Indonesia ada di CB150R walaupun secara pribadi si vixion menang tipis terhadap desain. oh iya, CB150R ini sekilas mirip mirip kawasaki z250r lho hehehe ngarang ya gw tapi emang agak agak mirip kalau dipoles dikiittt aja. Sebenarnya CB150R menjawab keinginan gw terhadap sepeda motor yang gw pengenin cuma bedanya cc dari si CB150R masih terbilang gak ngebawa mimpi gw, pengennya sih CB250R weew… asik tahu punya motor 250cc broom broom broooom. apa yang gw pengenin seperti lampu-lampu Led biar gak sering gonta ganti bohlam putus, diskbrake belakang, monoshok warna merah, rangka jeruji hehee dan bagian belakang ramping, cucoklah. di dunia maya khususnya di forum otomotif, CB150R sedang dibahas karena ada beberapa kekurangan yang cukup fatal, seperti

 

  1. patah rangka, sebenarnya ini masalah bisa terjadi kalau pemilik kendaraannya gak paham. jangan mencuci motor saat mesin atau motornya sedang panas-panasnya, tahu sendiri kan besi yang panas kalau kena air dingin akan merusak fisiknya itu sendiri. apalagi sampai disemprot dengan steam yang notabenenya bisa merontokan cat ditembok.

 

  1. mesin bunyi tek-tek, diberbagai forum menyebutkan mesinnya bunyi tek-tek tapi setelah ditelurusi, bunyi tek-tek akan muncul bagi pengguna bensin premium. actually, mesin DOHC membutuhkan asupan octane tinggi untuk menciptakan energi yang sempurna. premium kurang bisa mewakili asupan gizi si mesin, minimal ya pertalite tapi gw rekomend sih pertamax atau shell super. masa iya motor mahal bensinnya murah sih kang…

 

  1. Headlamp meleleh, pada tipe CB150R lawas keluaran pertama (batch 1) masih menggunakan bohlam sehingga wajar kalau mikanya meleleh, minimal menguning karena plastik gak kuat sama bohlam. tapi CB150R keluaran terbaru atau facelift sudah menggunakan led yang pastinya gak panas namun cahayanya lebih terang dari bohlam.

 

cmiiw

Continue reading “CB150R nan KAZEP”

Iklan
Bikers, Cerita Singkat

Ngobrol di Tengah Jalan

Apa yang membuat gw bete saat mengendarai kendaraan di jalan raya? yak.. ketemu dua manusia yang masing-masing menggunakan sepeda motor lalu ngobrol ditengah jalan sambil berkendara, asik banget gan serasa pengendara lain itu sewa jalanan ke dia. Kejadian baru-baru ini gw sempat mengumpat meneriaki mereka yang asik ngobrol ditengah jalan tanpa dosa, gila aja gan bikin macet, gw gak bisa lewat dan beberapa pengendara lain udah klakson-klakson dia cuma minggir dikit lalu balik lagi ngobrol, apa sih yang ada di pikiran kedua manusia itu? padahal lebih asik kalau mereka berhenti disalah satu warung kopi pinggir jalan lalu berbincang-bincang bebas lepas tanpa ada pihak yang terganggu atau salah satu dari mereka menitipkan motornya di titipan kendaraan lalu menggunakan satu motor dan mereka berdua akan tetap asik ngobrol sambil berkendara menuju lokasi tujuan mereka.

Salah satu pengendara yang gw tegur sempet melirik ke arah gw dengan wajah ingin menerkam dan menggeber knalpot motornya dengan sangat keras. mungkin karena pengendara dibelakang gw juga terganggu, dibalas lagi digeber sama pengendara dibelakang gw . sempet hampir terjadi keributan tapi gw orangnya masa bodo, prinsip gw “dia tampol, gw tampol” berhubung gak ada adu fisik, gw melanjutkan kembali perjalanan ini. Balik lagi gw memahami pemikiran mereka, pemikiran yang menurut gw sempit ya, mungkin aja dia mikirnya “lu ketemu temen, ngobrol dimana aja” tapi gak sampai ditengah jalan juga sih >.<

Kejadian seperti ini bukan hanya sekali tapi ada beberapa kali kejadian yang pernah gw alamin, wah suram deh… pernah temen gw klakson kenceng sambil memepet pepetkan mobilnya sama kedua motor itu dan mereka langsung panik ada yang kekanan dan kekiri gak jelas begitu. harusnya memang sekali-sekali diberikan pelajaran, kalau dibiasakan lama-lama mereka ngobrol berdua djalan sambil gandengan tangan, berpelukan atau tidur-tiduran dijalan berdua. haaaa… padahal gw kalau ketemu temen biarpun temen lama gw cuma nyapa, kalau ngobrol gw ajak kepinggir sambil salaman dan itu lebih friendship banget.

Bikers

ini dunia komunitas bikers?

Menjadi seorang bikers di sebuah club motor bukan lah hal yang baru buat saya, pada tahun 2006 akhir saya resmi menjadi salah seorang bikers atau lebih familiarnya dengan nama anak club motor. Mungkin bagi masyarakat awam, club motor selalu dipandang sama dengan geng motor yang selalu berbuat onar dan meresahkan warga namun tidak sedikit juga club motor yang akhirnya tercoreng akibat sifat arogannya. Ya saya akui jika sebuah club motor akan menjadi arogan jika mereka sudah berkumpul, walaupun tidak semua club seperti itu, saya yakin masih banyak club motor yang memiliki sifat santun dijalan walau sedang melakukan aktifitas turing.

Saya waktu itu baru 6 bulan menggunakan megapro, megapro yang saya miliki tipe baru dengan model iklan mas primus tampan.  Bukan milik saya sih sebenarnya, melainkan hadiah dari orang tua karena saya dengan tulus mau melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Alhamdulillah dikasih rejeki, biar semangat kuliahnya dan tidak selalu mengeluh kejedot pintu angkot karena postur tubuh saya yang terlalu ketinggian buat angkot-angkot di bekasi. Sepertinya tidak etis jika saya dikasih kendaraan tapi tidak saya rawat sendiri, walaupun ahass honda tersebar diseluruh nusantara, tetap saja saya ingin mengetahui seluk beluk motor yang saya gunakan. Sudah menjadi hobi saya mengoprek-ngoprek benda yang sering saya gunakan, awalnya sepeda genjot yang menjadi korban oprek-oprek tangan jail saya hingga akhirnya sepeda wim cycle kesayangan sudah tidak berbentuk standar lagi.

Setelah mengetahui tentang kinerja sepeda, akhirnya saya ingin naik kasta untuk belajar tentang sepeda motor. Saya bingung mencari wadah untuk belajar mengetahui seluk-beluk si meggy ini, akhirnya saya cara di mbah gugel dan ketemu dengan sebuah club megapro terbesar di Indonesia. untuk pertama kalinya saya mengikuti mailling list atau millist megapro dan pada saat itu lah saya mengenal apa itu millist. Awalnya saya hanya menjadi sillent reader namun tangan ini tergerak untuk mengetik sesuatu dan bertanya terhadap topik email yang sedang dibahas. Di millist saya akrab dengan bro eko bayu, saya sering bertanya di millist dan bro eko ini yang selalu menjawab pertanyaan saya hingga akhirnya saya ada keinginan untuk kopi darat menjumpai teman-teman megapro di dunia nyata. Saya pun melakukan janjian ketemuan dengan bro eko bayu pada malam minggu di tempat biasa anak-anak megapro kumpul, namun masih ada rasa takut-takut keluar malam-malam bersama si meggy karena orang tua masih khawatir kalau saya keluar sampai larut malam membawa kendaraan kecuali kalau saya keluar dengan tanpa kendaraan sih tidak mengapa.

Saya pertama kali nya menyambangi tempat kumpul mereka di malam minggu, hanya ada 6 motor dan 7 orang sedang asik bercengkrama melihat-lihat sebuah koran otomotif yang terdapat artikel liputan touring mereka. Saya langsung menyapa mereka dengan mendekati mereka dan masih duduk diatas motor, “brooo boleh gabung gak”, lalu dengan kompak mereka menjawab “silahkan broo….”. setelah memarkirkan motor di antara motor-motor mereka, saya segera duduk bareng bersalaman dan berkenalan sambil bertanya-tanya yang mana pria yang bernama eko bayu. Ternyata eko bayu termasuk anggota yang jarang nongol juga tapi sering nongol di dunia maya. Sambutan dari para bro bro ini agak dingin, mungkin mereka sedang serius asik melihat-lihat koran otomotif sehingga tidak terlalu respek dengan kehadiran saya.

Lama-lama akhirnya saya ketahuan juga sama orang tua jika saya mengikuti kegiatan club motor, Alhamdulillah responnya positif karena di usia saya memang harus banyak pengalaman dan pertemanan. Menjadi anggota klub motor memang harus ada pelantikan, saya pun dilantik di daerah lembang, untuk pertama kalinya saya menaiki motor dengan jarak yang jauh dan saya belum pernah ke daerah sana sama sekali. Orang tua mengijinkan saya mengikuti kegiatan turing, walaupun saya agak ragu karena saya orangnya suka ngantukkan tapi selama di perjalanan tidak sekalipun saya merasakan kantuk, mungkin karena semangat untuk menikmati perjalanan jauh bersama teman-teman ya walaupun di satu sisi ada perasaan gak enak yaitu saat melewati daerah bandung dan adzan subuh berkumandang namun kita para rombongan tidak ada satupun yang mau berhenti untuk sholat subuh. Saya sendiri bukan orang yang rajin sholat tapi kalau sudah berada diperjalanan saya paling getol untuk ibadah dengan alasan saya bisa saja mati dijalan, entah kecelakaan atau nyemplung jurang.

Selama 3 tahun mengikuti kegiatan klub motor, mulai dari baksos, turing, sampai safety riding course belum pernah mendapatkan pelatihan oprek-oprek mesin. Mungkin karena dari pihak klub sendiri memiliki bengkel resmi klub sehingga apapun kerusakan ya kebengkel itu. Saya sendiri belum pernah menginjakkan bengkel tersebut karena jarak antara rumah terlalu jauh. Beruntung saya akrab dengan salah satu anggota bernama Rudi, menurut saya dia salah satu anggota klub motor yang paling waras, karena ibadahnya getol, enggak mabuk-mabukkan dan selalu memberikan saya wejangan serta tips-tips bagaimana merawat motor. Dengan rendah hati dia mengajarkan saya cara bongkar karburator, setting angin, mengenal bagian-bagian motor dan curhat. Dari segi postur tubuh, dia sangat mungil tapi saya sudah menganggap dia sebagai abang saya karena umurnya jauh lebih tua dari saya.

Kegiatan malam minggu saya di isi dengan bersama mereka, saat itu memang sedang lagi aktif aktifnya saya hadir kopdar karena saya menemukan teman-teman yang nyambung untuk diajak komunikasi seperti acho, sidik, ray dan rudi. Moment paling mengenang pada saat turing anyer, kita kompak sekali menjaga tata tertib dijalan dan mungkin merupakan anggota yang rajin ke mushola. Saya akui didalam setiap klub motor ada beberapa anggota yang arogan, ya tidak perlu ditutup-tutupi karena setiap anggota lain pun mengetahuinya. Tidak ada satu komunitas yang isinya malaikat atau orang suci, pasti ada paling sedikit satu yang bisa membuat citra komunitas menjadi jelek. Saya tidak mempermasalahkan dia meminum-minuman keras, namun saya paling tidak suka jika disuatu acara dia memaksa para anggota lain untuk minum khamar, apapun jenisnya. Teman-teman yang sebelumnya belum pernah minum, harus dipaksa minum olehnya, tak terkecuali saya namun Alhamdulillah saya menolak dengan baik2 walau dia terus tetap memaksa. Teman-teman saya terpaksa minum karena menghormati dia sebagai orang lama di klub dan sudah mempunyai jabatan tinggi tetapi bagi saya semua anggota itu sama saja. Saya tidak takut dia mempunyai jabatan tinggi, toh dia bukan presiden, bukan kyai dan bukan juga orang tua saya, kenapa mesti takut. Sering kali saya cekcok dengan dia karena dari karakternya memang dia menginginkan saya hormat sama dia, katanya saya gak brotherhood lah atau apalah.

Continue reading “ini dunia komunitas bikers?”

Bikers, My Word, News, Tulisan Iseng

Geng Motor, dibasmi atau membasmi.

Peredaran geng motor ditanah air memang semakin meresahkan masyarakat, bukan hanya rakyat biasa saja yang menjadi resah, para anggota club motor dan komunitas roda dua merasa tercoreng nama baiknya. Apalagi masyarakat awam masih memandang gerombolan motor dijalanan adalah geng motor, tidak peduli apa namanya dan kegiatannya apa. Melihat teror geng motor yang terjadi pada waktu lalu didaerah jakarta utara dan selatan, saya menjadi prihatin sekali atas kejadian tersebut. Tadi pagi saya melihat rekaman CCTV nya dan Cuma bisa berdiam sambil berkata dalam hati “manusia macam apa mereka?, orang tuanya kemana?”.

Mereka sebenarnya mencari jatidiri, jatidiri apa?, mereka hanya mencari kerusakan dan keterbelakangan mental. Menurut saya mereka adalah gerombolan orang hampir gila yang rindu akan keributan bangsa, sepertinya kalau negaranya tenteram mereka akan merasa ada yang kurang. Memang yang namanya geng motor sulit diberantas jika hanya mengandalkan 3P (Pencarian, Penangkapan, Penahanan) setelah mereka dilepas maka mereka akan balik lagi kejalan yang sama. Aparat kepolisian pun sepertinya tenang-tenang saja tanpa ada nya penyelidikan secara brutal dan hanya bergerak jika ada korban jiwa. Berbeda dengan rakyat biasa yang menghajar para geng motor, seperti kasus kemarin saat sebuah mobil yaris putih yang hendak akan di ganggu oleh geng motor, melepaskan tembakan kearah geng motor tersebut dan 2 orang anggota geng terluka. Kepolisian langsung mengusut penembakan tersebut, kenapa harus di usut?, apakah karena anggota tersebut ditembak dengan senjata api?. Saya sendiri kalau jadi pengemudi mobil yaris tersebut akan melakukan hal yang sama, menembak mereka daripada mereka yang membunuh saya. Toh kalau saya menembak mati merekapun, saya telah berjasa mengurangi satu atau dua anggota geng beringas yang kemungkinan akan mencari mangsa lainnya. Soal dosa itu memang sudah menjadi tanggungan masing-masing umat manusia, jika pun pasrah dibunuh mereka, pastinya mereka akan ngebunuh orang-orang lainnya.

Soal kepemilikan senjata api, memang ada hukum serta perizinan yang terlampir dan tidak sembarangan rakyat sipil memilikinya. Namun jika kondisi seperti ini semakin parah dan meresahkan, jangan salahkan jika para warga sipil yang memiliki senjata api akan bergerak membasmi geng motor sendirian atau mungkin para club serta komunitas roda dua bersatu memberantas geng tersebut tanpa ampun. Wajar saja jika para orang-orang kaya membeli apartemen mewah dengan keamanan satpam berkualitas tinggi, mereka menginginkan keamanan lebih agar mereka hidup nyaman. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang hidup biasa?, apakah mereka atau saya tidak boleh terjaga keamanannya?, apa perlu kami saling patungan uang receh untuk membayar bapak-bapak yang berwajib untuk mengamankan kehidupan kami. Kita diam, mereka akan semakin bahagia merusak apa yang ada, kita melawan, kita pun akan menjadi warga yang salah dengan kasus ‘main hakim sendiri’.

Continue reading “Geng Motor, dibasmi atau membasmi.”

Bikers, Catatan Kecil, Cerita Singkat, My Word

Apatis Ria Para Roda Dua

Kalau saya pikir secara mendalam, ternyata banyak pengendara roda dua yang apatis terhadap pengendara lainnya apalagi dengan pejalan kaki. Saya juga tidak mengerti kenapa pengendara roda dua lebih cepat berfikir untuk mengambil keputusan dibandingkan harus menghitung-hitung langkah dan pemikiran bijak sebelum mengambil keputusan. Saya kerap jengkel kalau sedang melakukan perjalanan menuju tempat saya bekerja melihat pengendara roda dua yang memang merasa jalanan hanya untuk dirinya sendiri. Mau saya menggunakan roda empat atau roda dua, tetap saja rata-rata pengguna roda dua menjengkelkan.

Di ibukota ataupun didaerah lainnya, Roda dua memang masih mendominasi jalanan umum. Kalau sudah di jam-jam sibuk, roda dua bagaikan laron yang saling bergerak kesana kemari mencari jalan agar mereka bisa sampai ditempat tujuan. Membludaknya pengguna motor tidak lain dan tidak bukan karena mudahnya mereka memiliki sepeda motor, tanpa harus mempunyai SIM C dan cukup DP dibawah 500ribu, mereka sudah menghadirkan motor baru di garasi. Hal ini memang menguntungkan buat perusahaan roda dua yang sudah berpuluh-puluh tahun memberikan kontribusi terhadap kendaraan pribadi, karena yang terpenting perusahaan merajai penjualan dan tidak peduli siapa yang membeli produk mereka. Seharusnya pembelian motor tidak semudah membeli ayam goreng, seharusnya memang diberikan syarat-syarat seperti bukti SIM C, lisensi dari Safety Riding Course dan ditiadakan DP murah. Sekarang banyak dealer yang menawarkan DP murah, cukup 300ribu saja sudah bisa bawa motor kerumah, namun dengan biaya bulanan yang lebih mahal dibandingkan DP mahal. Karakter kebanyakan rakyat kita, memikirkan saat ini dan memikirkan nanti-nanti saat nanti. Mereka mampu membayar DP pada saat itu, tapi ketika membayar kridit ke 5, mereka sudah kebingungan membayar dengan apa, akhirnya di datangi pihak leasing dan menyita motor mereka. Tidak bisa membayar, maka motor menjadi milik leasing dan akan dilelang, hal ini gak Cuma satu dua orang melainkan lebih dari 100 pemilik motor kridit mengalami penyitaan motor.

Hampir semua pengendara roda dua masih menggunakan asas Air mengalir mengisi ruang kosong, asas seperti ini yang sangat saya benci. Sering sekali mereka memaksa masuk ke celah-celah kosong diantara roda empat atau bis-bis besar, tak jarang kendaraan roda empat harus ‘sengaja’ tersenggol dengan body motor hingga menimbulkan tanda kenangan sebuah baretan, kalau sudah begini, sang pelaku biasanya kabur berlari atau merasa tidak bersalah. Tak jarang saya harus menepi mengendarai motor dikarenakan jalur yang saya gunakan di pakai oleh jalur lawan sehingga kendaraan besar tidak mampu melewati barisan motor yang memakan jalur lawan demi berusaha mendapatkan barisan pertama. Macet total?, pastinya, bagaimana tidak akan macet!! Dari kendaraan arah lawan sudah tertutup oleh mereka-mereka yang berasas air mengalir mengisi ruang kosong. Ada jalur lawan lenggang sedikit, langsung mereka ber-rewo-rewo menutupi jalur lawan, menyalip kemacetan dijalur mereka namun akhirnya menumpuk diujung jalan. Diberikan pembatas jalan pun rasanya percuma, karena mereka akan berani melewati pembatas jalan dan merasa ‘tanggung’ jika sudah menerobos pembatas jalan. Seharusnya pembatas atau pemisah dua jalur berlawan arah diberikan pagar tinggi tapi akal bikers itu sangat kreatif, masih bisa di akali mau lewat mana.

Continue reading “Apatis Ria Para Roda Dua”

Bikers, Roda Empat, Safety Riding

Banyak orang bodoh dijalanan

Entah kenapa kalau dijalan naik motor tidak pernah dibawa enjoy, selalu emosi dan was-was berlebihan karena naik motor dijalanan jakarta sama saja dengan mendekatkan diri kepada maut, walaupun kita sudah safety ataupun berhati-hati, tetap saja kita merupakan korban kekejaman jalanan ibukota. Naik mobil juga sama, jalanan tol seakan arena balap, pada ngebut gak tahu aturan dengan seenak udelnya belok sana belok sini tanpa mau menyalakan lampu sein ataupun mengukur jarak kendaraan lain, belum lagi pengemudi yang sinting melibas bahu jalan dengan kecepatan tinggi seperti sedang berada dijalur paling kanan.

Sampai kapan ya orang Indonesia sadar terhadap keselamatannya, seakan-akan nyawa mereka lebih murah dari selonjor tempe dan tidak peduli terhadap orang lain mau nerima atau tidak. Kita yang waras harus banyak sabar-sabar dan extra hati-hati dijalanan, lebih baik mengalah daripada terpancing emosi terhadap kelakuan bodoh driver atau biker dijalanan. Ada beberapa kasus atau kelakuan orang dijalan yang sering saya temui, bikin emosi bahkan nyaris membuat nyawa saya melayang. Paling sering nerima kejadian-kejadian seperti itu dilampu merah, seakan lampu merah adalah sebuah tempat dimana kebusukan orang dijalan akan terungkap dan attitude gak baik akan terbuka.

1. Membunyikan Klakson

Sepertinya tangan orang indonesia banyak yang gatel buat mencet-mencet klakson terutama para pengendara motor, apalagi kalau yang naik aki-aki tua renta dan sejenis tukang ojeg beuuh dalam sekali jalan bisa membunyikan klakson sebanyak lebih dari 100 kali. Saat lampu merah menyala, bukan keheningan atau suara deru mesin standbye yang saya dengar, melainkan suara klakson yang terus-terusan bunyi. Entah latah atau memang mempunyai kebiasaan kalau tidak membunyikan klakson, hidupnya akan hampa?, mereka asik betul tan tan tin tin tanpa berdosa, sehingga membuat saya risih. Belum lagi klakson yang bunyinya kaya kambing sekarat akibat aki soak, masih aja dibunyiin, miris banget deh. Saya aja menggunakan klakson buat hal paling penting didunia, sebagai alat pemberitahuan, pemanggil dan penyapa. Pernah juga saya nemu biker sinting yang membunyikan sirine polisi sambil selap selip kaya tikus dikejar kucing, mungkin dalam pikirannya “widih gw keren banget kan”, dalam hati saya sih “sinting, polisi aja gw cuekin nyalain sirine, ini lagi orang norak sok jadi hansip”. Saya sampai berfikir jika produsen motor bebek (kebanyak pelakunya motor bebek) untuk tidak memasang klakson dan harus beli diluar sendiri dengan harga mahal, kalaupun murah cepet rusak biar jarang mencet klakson. Lagian ngapain klakson-klakson dilampu merah atau sedang macet total?, disangka bisa bikin kemacetan menghilang hanya dengan sekali tekan tombol klakson.

2. Jarak antar kendaraan nempel

Motor saya sering banget di cium dari belakang oleh motor lain, malah saya yang disalahkan karena ngerem mendadak. Ngerem mendadak sih iya Cuma saya melakukan tindakan itu untuk menghindari tabrakan dari depan yang juga ngerem mendadak. Salah belakang saya kenapa tidak menjaga jarak, main nempel seperti sudah yakin dengan rem yang ada dimotor nya bakal memberhentikan laju motor dengan segera. Pernah juga diomelin orang gara-gara pas mobil saya berada ditanjakan, mobil dibelakang saya nempel banget. Pastinya mobil saya akan mundur sedikit jika akan melaju ditanjakan setelah berhenti karena macet, kecuali saya nekat ngegas tinggi agar mobil langsung kedepan tanpa harus mundur kebelakang dulu tapi efeknya mobil jadi boros konsumsi bensinnya. Sering banget kejadian tabrakan beruntun di tol akibat pengendara kurang jaga jarak, ngebut saling dempet-dempetan tapi sekali ada trouble dimobil depan langsung kelabakan berhentiin laju kendaraannya. Kendaraan bermotor terkadang juga terlalu mepet pada kendaraan beroda banyak seperti mobil atau truk, sehingga sering terserempet atau kesenggol akibat jaraknya kurang dijaga, apalagi truk dan bis tidak bisa melihat kondisi sekitarnya secara detail apakah ada motor atau tidak disekitarnya.

3. Pelan di Kanan

Betapa sebalnya ketika ada pengendara lain yang cuek bebek mengendalikan kendaraannya secara pelan dijalur cepat (kanan), inilah salah satu faktor terhambatnya lalu lintas. Entah belum tahu tentang jalur dijalan atau memang orangnya cuek bebek walaupun sudah diklakson ataupun diteriakin tetep aja asik dijalur cepat dengan kecepatan rendah. Terpaksa saya harus mendahului pengendara ini dari kiri, sebenarnya salah banget kalau mendahului pengendara lain dari kiri karena ada resiko kecelakaan. Saat-saat ini truk-truk besar sudah tidak sadar diri, membuat jalanan Tol macet dan tidak tertib, banyak truk pelan berada dijalur kanan, sehingga banyak mobil yang ingin melaju cepat terganggu oleh truk-truk tersebut, belum lagi bila pecah ban dan harus berhenti dijalur tersebut. seharusnya truk-truk berat harus berada dijalur kiri, kalaupun mau mendahului kendaraan yang didepan, harus balik lagi ke jalur kiri sehingga tidak membuat kemacetan apabila terjadi masalah pada truknya. Saya juga pernah hampir kecelakaan gara-gara motor didepan motor saya sedang menyalip bis, salahnya saya adalah mengikuti motor tersebut menyalip, bukannya menyalip dengan kecepatan tinggi, malah santai melewati bis tersebut tidak peduli kalau belakangnya juga ngikutin, sudah saya klakson malah cuek bebek ngasih saya jarak terbatas. Sinting…

Continue reading “Banyak orang bodoh dijalanan”

Bikers, Cerita Singkat, Safety Riding

Apakah para Bikers sudah sadar ?

Sudah lama gw gak nyemplak motor, biasanya naik jemputan atau bawa si Timmy namun berhubung motor sudah sehat tankinya dan dalam rangka penghematan uang bensin maka tiap selasa sampai kamis gw memutuskan untuk naik motor ke kantor walaupun berjudi dengan alam apakah akan hujan atau tidak karena gw gak punya jas hujan dan payung. Selamat pagi aspal jalanan, itulah sambutan pertama gw yang sudah hampir setahun tidak naik motor menuju kantor.

Dari Pekayon menuju Cibitung berjarak 45km dan memakan waktu sekitar sejam kurang dengan rata-rata kecepatan 60-100kpj. Ketika asik menikmati jalanan, gw terkesima dengan keadaan jalan sekarang, seingat gw jam-jam segini jalanan teramat padat banget, bahkan tiap lampu merah macet. Belum lagi para pengendara motor yang suka memacu kendaraannya gila-gilaan hingga gw mesti was-was dengan motor ngebut secara tiba-tiba mengelewati gw dari kiri dan kanan. Sekarang sudah berbeda, entah karena memang sudah lama tidak naik kendaraan bermotor atau gimana, keadaan jalanan agak sepi, para bikers berjalan santai tidak terlalu pelan dan juga tidak terlalu ngebut.

Kalau pun ada yang pelan, itu juga di kiri jalan, kalau dulu waktu gw sering pakai motor sering banget klaksonin pengguna motor yang pelan di kanan. Belum lagi pas lampu merah para pengendara motor ikut berhenti mengikuti tanda lampu, ya walaupun masih ada juga yang klakson-klakson padahal lampunya masih merah (bagi gw pengendara seperti itu adalah kampungan/norak/baru punya/aki nya baru). Setelah lampu hijau barulah pengendara roda dua berjalan secara tertib tanpa adanya aksi lepas gas mirip start awal balapan motor di sirkuit. Ketika didepan ada mobil masuk gang, para pengendara motor tidak mengambil jalur lawan arah untuk melewati rintangan tersebut sehingga kendaraan menumpuk di jalur lawan dan arah lawan tidak bisa lewat. Kalau yang gw rasakan sekarang, para roda dua mulai tertib mengantri dibelakang serta tidak memakan lahan orang untuk menutup jalur lawan arah.

Continue reading “Apakah para Bikers sudah sadar ?”