Catatan Kecil

Apa yang harus di tulis pada CV ?

Mungkin kalian merasa sudah mengirimkan CV ratusan kali ke perusahaan tapi belum satu pun di panggil? atau merasa CV nya udah keren tapi dicuekin gitu aja sama perusahaan. Nah… sudah saatnya intropeksi mengenai CV kalian, bukan masalah bagus atau tidaknya tapi sebuah CV harus mencerminkan kepribadian kalian, ga monoton tapi jelas.

CV atau kepanjangan dari Curiculum Vitae merupakan sebuah tiket awal umat manusia pencari kerja bertemu dengan intervier (HRD atau SDM atau User). Step by step ketika CV kamu sukses menggaet Hati seorang HRD maka tanda-tandanya adalah akan dihubungi oleh perusahaan tersebut via telepon, jangan harap akan dihubungi lewat wassapp. Lalu membahas singkat profil kamu via telepon dan jika HRD semakin tertarik maka akan melakukan janjian buat ketemu langsung dengan HRD. Terkadang, kamu gak akan ketemu langsung dengan si penelepon malah dilempar ke pihak bagian HRD lainnya saat jadwal interview. Kalau interview kamu sama si HRD sukses maka siap-siap ketemu sama user kamu alias calon atasan kamu. Gak jarang juga sekali pertemuan, HRD, USer dan Manager bertemu dalam satu ruangan buat pelototin kamu mempresentasikan apa yang kamu punya.

Sebelum kamu ke tahap interview ada baiknya mempersiapkan CV yang terbaik. Beberapa orang membuat CV bisa sampai berminggu-minggu hingga akhirnya mati kelaparan karena gak kerja-kerja. Gw mau berbagi pengalaman yang siapa tahu membantu para Jobseekers mendapatkan pekerjaan, aamiin. Gw pribadi hampir 80% dipanggil interview setelah mengirimkan CV, tapi ga selalu berhasil sampai ke tahap terakhir (medical check up) karena mungkin nego nego gajinya terlalu tinggi, wajar donk karena gw punya value di bidangnya dan itu wajib kalian punya, jangan sampai ada kalimat “digaji berapa aja deh” keluar dari mulut saat di interview perusahaan dan itu menandakan seorang pencari kerja yang ga punya harga diri. Back to topic ywah….

Desain CV

Saat ingin mengirimkan CV ada baiknya mengetahui karakter HRD atau Employee Hunter. Maksudnya begini, sekarang terdapat dua jenis cara pengiriman CV, pertama lewat job seekers online / website lowongan kerja dan kedua mengirimkan langsung ke HRD perusahaan. Biasanya kalau mengirim langsung ke HRD tanpa website pencari kerja, berarti lowongan itu merupakan lowongan bisik bisik dari mulut ke mulut. Nah kalau dari info mulut ke mulut, kamu bisa menggunakan desain terbaik, dengan ornamen atau grafis yang bisa membuat CV kamu keren karena pihak HRD akan membaca CV kamu dengan seksama tapi hindari penggunaan grafis yang memiliki banyak warna, susah dibaca dan ada gambar gambar atau desain yang mengganggu, misal dikasih gambar tengkorak atau bacanya harus dari kanan ke kiri.
Kalau kalian menggunakan website pencari kerja, usahakan profile di CV kamu jelas dan gunakan Cv yang sederhana saja karena website pencari kerja akan di isi ratusan bahkan ribuan pelamar. Banyangkan jika HRD membaca satu persatu CV yang masuk lewat akun website pencari kerja, biasanya mereka “HRD” memiliki waktu 10 detik untuk membaca CV kamu, tonjolin pengalaman kerja, keahlian dan minat kamu untuk bisa mengena ke hatinya. Walaupun sebenarnya, para HRD ini akan random memilih CV yang akan dibaca, so… ketika kita menaruh CV di website pencari kerja pasti diwajibkan memberi judul profil CV nya, buatlah judul CV yang menarik misal “Pekerja dengan 5 tahun pengalaman” atau “3 tahun bekerja dibidang kelistrikan” kenapa gw selalu menulis 5 tahun atau 3 tahun pengalaman?, karena itu wajib dan perusahaan lebih tertarik sama yg berpengalaman. Sorry bukan mau mengecilkan semangat calon pekerja yang baru lulus kemarin sore, kalian bisa kok menulis judul “Lulus S1 tata boga penyuka bidang kuliner” atau “IPK 3.3 dibidang pertanian” intinya bikin si HRD tertarik buat baca.

Padat dan Berisi

Isi pada CV menentukan nasib kalian apakah akan dipanggil atau hanya sebatas teman baca para HRD untuk mencari kandidat. Pasti banyak yang bertanya, isi dari cv itu apa saja. Nah… sodara sodara ini penting banget, ibarat kita mengenalkan diri kepada orang penting pastinya profil kita juga harus detail tapi ga bertele-tele. Sekarang posisi kalian dibalik, kalian jadi HRD nya yang ingin mengetahui seluk beluk seorang kandidat. Kira-kira hal apa sih yang akan kalian tanyakan dan penasaran, paham kan? yak seperti itulah, jadi ga usah bingung mau nulis apaan, ini bukan membuat tulisan kata mutiara jaman anak SD tahun 90an yang berisi zodiak, shio, makanan favorit dan boyband kesayangan. Urutannya seperti ini :

  • Profile (nama, alamat, TTL, tinggi dan berat badan, agama, status)
  • Skill atau keahlian (sebutin kehebatan kamu dan jangan standar ‘bisa microsoft office’, munculkan bidang kamu saat kuliah atau bakat diluar kuliah misal lulusan perikanan tapi jago programmer VB. Net)
  • Pengalaman kerja ( sebutin tahun bekerja, nama PT dan posisinya apaan, syukur-syukur bisa nyebutin prestasi di tempat kerja)
  • Pengalaman kursus atau training (ini yang berhubungan sama pekerjaan, kursus catur atau mengemudi gak perlu disebutin apalagi nulis ‘pernah training drama kehidupan’
  • Pengalaman organisasi (Isi yang penting dan bakal dilihatnya keren seperti pernah jadi ketua komunitas otomotif selama 6 tahun atau pendiri Komunitas perawat orang tua. Gak usah nulis, anggota karang taruna, ketua arisan, wakil ketua ikatan remaja suka drama korea. isi yang penting aja dan akan terlihat wah dimata HRD kecuali memang adanya itu. kalau ga punya pengalaman organisasi, mulailah ikutan berorganisasi karena HRD akan menyukai orang yang bukan golongan ansos)
  • Hobi (ini mewakili bakat terpendam, suka main musik silahkan isi ‘hobi main gitar klasik’ atau ‘hobi koleksi perangko’, olahraga atau membuat kreatifitas lainnya seperti movie maker atau menulis blog kaya gw. Gak usah nulis hobi suka kebut-kebutan, trek-trekan atau koleksi mantan. Buatlah hobi yang terlihat berharga dimata Hrd)

Perlu di ingat jika lembar jumlah halaman yang disarankan tidak lebih dari 2 halaman ya syukur-syukur bisa membuatnya jadi satu halaman. Intinya sih profile atau CV yg kita tulis lengkap namun membuat penasaran bagi yang membaca sehingga peluang untuk dipanggil oleh HRD akan semakin besar. Kebanyakan HRD memanggil para pelamar bukan karena cv nya bagus untuk dilihat atau isinya detail banget melainkan karena rasa penasaran, setelah itu dia mencocokan kebutuhan pekerjaan yang memang sedang dibutuhkan.

Selamat berimajinasi, sengaja gw gak ngasih gambaran atau contoh nyata agar teman-teman pembaca bisa berimajinasi dan berkreatif salam membuat CV nya. lebih puas berhasil karena hasil sendiri dibandingkan harus menikmati dari hasil kerja keras orang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s