Cerita Singkat, Love's

Salah Kirim Surat Cinta

Memang sebuah penembakan itu sangatlah begitu menarik dan bahkan menjadi pengalaman dalam hidup. gini-gini gw juga punya pengalaman tentang itu semua tapi
ini sih bukan pengalaman gw, tapi dari seorang temen gw bernama Lee. singkat cerita, lee sedang jatuh cinta sama seorang cewek yang bernama ehm…. kita panggil saja Destri, destri ini udah jadi teman PDKT Lee puluhan hari he..he….he… ya mungkin gejolak nafsu sang cinta Lee terus bergejolak sehingga tak tahan dia membuat surat cinta yang begitu romantis.

Segala aliran puisi ia tulis, mulai bergaya seperti khalil gibran sampai taufik ismail. gw sih yakin ini surat bisa menjadi peluru jitu buat nembak sang destri tapi satu hal yang dia gak tahu adalah kalo mereka itu belum ada kecocokan buat jadi pasangan, mereka beda karakter bahkan beda kelamin “ya iyalah masa sejenis, hombreng dong”. Lee seorang pria pendiam dengan penuh talenta seperti menjahit, menyapu dan membuat upil menjadi bola-bola mini sehingga dapat dimainkan secara beregu seperti sepak bola. sedangkan destri seorang cewek yang gak girly, ganas, judes, dan sering menindas layaknya penjajah belanda serta memaksa bagaikan rentenir.

Kita lanjut lagi ke Pergolakan cinta Lee. setelah surat jadi dan telah berbentuk surat maka ia pun segera memberikan surat itu kepada teman sekelasnya, tetapi disinilah letak awal kebodohan Lee. ia menitipkan surat ke temennya yang cuma memiliki otak setengah dan hanya berfikir berdasarkan naluri. sebut saja temen sekelas yang kita
temui disini bernama Pitenk (dibaca : Pi’teng.red) sambil memberikan surat itu ke Pitenk, Lee pun berpesan “Kalo gw mati, teruskanlah perjuanganku” ha…ha…ha… salah deh, yang bener adalah “Ni surat kasih ke destri, jangan mpe katehuan sama temennya, dia gak mau ketahuan sama temennya, kalo kagak bisa runyam”. pitenk pun hanya guk angguk. setelah itu, piteng bergegas ke kekelas dan menyerahkan surat ini
ke ketua kelas “nah loh?”. dan ternyata yang didenger Pitenk saat Lee berpesan adalah “Kasih surat ini ketemennya soalnya destri gak masuk, jangan ampe gak dikasih”. ya..ya…ya….

Semua itu telah terjadi surat telah ditangan ketua kelasnya dan ehm… tentu saja, surat yang seharusnya menjadi surat cinta tlah salah fungsi menjadi surat ijin sakit. sanga ketua kelasnya pun membuka isi surat tersebut dan terbacalah isinya, pikir si ketua kelas adalah surat ijin sakit dari destri tapi membaca bait pertamanya dia mulai
heran karena kok pake “Kepada Destri Tersayang ditempat”. karena memang ini surat cinta , sanga ketua dengan baik hatinya membaca dengan suara lantang dihadapan semua teman-temannya. and the result is, semua isi kelas tertawa terbahak-bahak…membuat destri malu bukan kepalang. beruntung didalam surat tidak ada nama pengirimnya dan tanda-tangan ataupun cap bibir sang penulis. walaupun si pitenk ditanyai ya tetep aja dia bingung siapa yang membuat.

Bagaimana nasib akhir cinta Lee?, ya ketika lee tahu si dungu (Pitenk .red) itu membuat kesalahan maka Lee memutuskan untuk tidak mencintainya lagi dan berusaha menutupi jejak siapa yang mengirimnya surat cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s