Jalan-jalan

Jalan-Jalan ke Jungleland : Misbar

Sudah berapa minggu ya gw gak ngeblog, mohon maaf banget karena lagi sibuk sama pekerjaan dan lagi banyak job shooting serta bantuin Yotuber Indonesia merancang youtube rewind 2016 di area gw kerja. Buka-buka email ternyata sudah ada 18 email curhat yang belum gw balas, maaf ya belum balas hehehehe dan yang udah komentar di blog, makasih banyak. Kali ini gw mau nulis perjalanan gw liburan sama teman-teman ke tempat wisata di daerah Sentul Bogor, kalau kalian nebaknya JungleLand, iyeesss bener banget tapi kalau nebaknya sirkuit sentul ya sudah pasti salah, jaman dulu main mobil sih rajin tiap bulan ke sirkuit sentul buat bantuin temen yang doyan balapan disana.

Jungleland merupakan sebuah tempat wisata berwahana seperti Dufan dengan konsep alam pegunungan khas kota Bogor, so.. dijamin udaranya sejuk banget. Saat perjalanan gw menuju lokasi Jungleland, hujan tidak henti-hentinya menunjukan tajinya, hujan deras plus angin juga dan ketika kami sampai di lokasi, hujan masih manja-manjanya keluar alias berintik-rintik ria. Kebetulan juga gw dan teman-teman dapat tiket gratisan dari salah satu media swasta Indonesia, wah lumayan juga nih liburan gratisan.  Sebelum sampai di lokasi gw sempet agak-agak bingung, kok gak nyampe-nyampe dan petunjuk arah lokasi Jungleland nya pun ternyata minim banget, hanya beberapa saja yang ada petunjuknya yaitu pas 100meter mau sampai lokasi, aiiih… udah deket baru ada petunjuknya.
20161205_120752

First impression gw waktu menginjakkan kaki ke Jungleland adalah wah… megah, depan lokasi pintu gerbang masuknya bagus, terdapat banyak foodstall, resto atau souvenir store yang berdiri dengan tematiknya masing-masing. Berhubung tematiknya adalah hujan, sehingga beberapa foodstall dan fasilitas di Jungleland tidak jauh-jauh dengan yang namanya buah dan binatang, ya mirip-mirip tematik di Taman Safari. Gw jadi inget pesan teman yang beberapa kali ke Jungleland “fik… disana kalau hujan misbar lho, alias gerimis bubar dan banyak wahana yang gak beroperasi”, awalnya gw gak percaya sampai gw ngerasain sendiri, pertama kali ke Jungleland, pertama kalinya juga gw datang pas hujan, walaupun gak deras tapi ternyata temen gw benerrr… banyak wahana yang tutup karena hujan. Oh… god… maafkan hambamu ini, untuk apa kami kemari jauh-jauh dari Jakarta hanya melihat wahana yang ditutup.

Walaupun banyak yang ditutup tapi ada beberapa whana yang dibuka kok, salah dua nya DinoLand dan Rumah hantu (gw lupa nama wahananya apa). DinoLand adalah sebuah wahana show yang isinya dinosaurus dikandangin sempit dan bergerak-gerak statis dengan suara dino yang menurut gw lebih mirip sapi sama kambing. Bagi penggemar sejarah dinosaurus, disinilah tempatnya karena terdapat info sejarah bagaimana dinosaurus itu hidup dan beberapa spot ilmu pengetahuan lainnya. Sayangnya disini tidak ada pegawainya sama sekali, gw sama temen-temen harus berpetualang sendiri tanpa adanya pendamping, kalau gw sama temen-temen kesesat gimana? Atau ada yang dimakan T-Rex gimana? Apakah sudah ada jaminan dinosaurus nya tidak makan orang?

20161205_122753

Wahana kedua yang masih buka saat hujan adalah Rumah Hantu, ekspektasi gw dengan wahana ini wah banget, gila men, di themepark ada rumah hantu dan gw antusias banget. Sesampainya di lokasi wahana rumah hantu, gw dan temen-temen harus antri  menunggu giliran masuk, rombongan cabe-cabean didepan rombongan kami beberapa kali keluar masuk keluar masuk lalu keluar karena tidak berani masuk lebih dalam lagi. Gokil, ini pasti hantunya serem banget, sampai-sampai mereka menjerit lari keluar wahana . Giliran kita masuk kedalam wahana Rumah Hantu, gw pengen banget lihat orang yang jadi hantu, sebelum semakin dalam si petugas memberikan intruksi “mas nanti jalan aja lurus nanti Cuma ada belokan ke kiri dan ke kanan” yaelah mas, orang gila juga tau, belokan itu Cuma ada kiri sama kanan. Lorong-lorong gelap menjadi petanda kami sudah berada di tempat yang menyeramkan, music-musik dengan denting piano memainkan nada-nada minor sehingga terdengar mistis, awesome. Berjalan selama 5 menit menelusuri lorong, tidak satupun ada hal yang seram disana, ya Allah itu tadi cabe-cabean kenapa teriak-teriak sih. Akhirnya kami menemukan sebuah pintu bercahaya, disana terdapat sebuah stasiun kereta kecil dengan 2 orang petugas wahana menyambut kami. “Selamat datang kakak, silahkan duduk dikereta” eeh…. Naik kereta? Wah asik. Kami pun duduk manis dikereta, sebenarnya diujung kereta kami sudah terlihat spot rumah hantunya, ada boneka mannequin yang gak jelas dadah dadah kearah kami. Kereta berjalan pelan menelusuri ruang-ruang yang penuh dengan boneka berdarah-darah, jelangkung, orang gila yang dipenjara, kasur berdarah (mirip kasur pasangan pengantin setelah malam pertama) dan piano yang bisa main sendiri, ah kereeeeen…. Tapi gw gak merasakan esensi kengeriannya. Huuuuffftt….. akhirnya kami keluar dengan ekspresi datar. Yang kami ingat hanya boneka-boneka-boneka yang dirusakin sehingga terlihat cacat dan serem. Buat kalian yang kadar horror nya tinggi, cocok banget, tapi buat yang biasa makan setan atau ditakutin setan, gak cocok deh.

Lalu kita Tanya ke petugas wahana apalagi yang buka dengan kondisi hujan seperti ini, kami pun disuruh menuju wahana waterboat, sejenis arung jeram didufan tapi ini lebih menantang karena ada lift yang akan membawa perahu keatas dengan ketinggian kurang lebih 8 meter lalu diterjunkan dengan prosotan. Mungkin ini gabungan wahana Arung Jeram Dufan dan Crazy Slidenya Atlantis. Beruntunglah wahana ini buka, dari sekian wahana yang kita coba, wahana ini yang menurut kami cukup berkesan, seru dan juga bikin pusing.

Berhubung hujan belum juga reda, akhirnya kami memutuskan untuk pulang namun sebelum pulang, kami berkeliling kawasan Jungleland dengan mobil golf yang ditarifin 10ribu/orang untuk sekali berkeliling, lumayan lah buat nambah-nambah keasikan kami disini. Total wahana yang ada di Jungle land menurut brosur, ada sekitar 38 wahana dan akan bertambah 4 wahana lagi di tahun depan, terlihat dibeberapa kawasan terdapat pembangunan wahana. Yang menurut gw kurang menarik adalah lokasi-lokasi wahananya terlalu dekat, saking dekatnya si wahana hanya dibatasi atau dikelilingi pagar besi saja mirip mirip wahana yang ada di pasar malam. Padahal kalau mau keren, tiap whana diberikan tematik sekaligus pembatas antara wahana dan pengunjung, ada beberapa whana yang sudah ada tematiknya kok. Bagi kami yang dewasa terasa kurang greget berada di Jungleland, lebih cocok ke Dufan atau TSB wlaupun gw sendiri belum pernah ke TSB. Di Jungleland lebih banyak wahana-wahana untuk si kecil dengan intensitas kengerian rendah, mereka menyebut wahana ekstrim tapi kalau kami lihat-lihat, ini biasa saja, sayang kondisi hujan membuat wahana andalan dari Jungleland tidak beroperasi. Selain itu beberapa Foodstall didalam Jungleland tidak terdapat pedagangnya, dagangnnya ada tapi pedagangnya gak ada, lho… awalnya gw kira vinding machine tapi ternyata pedagangnya entah kemana. Beberapa penjaga wahana, terlihat malah asik becanda dengan lawan jenis, mungkin pacarnya atau teman tapi mesranya, duh gak banget guys… harusnya mereka tetap sigap walaupun wahananya tidak buka. Eh… penjaga wahana yang cewek, cakep-cakep lho hehehhee….

20161205_145145

Usai sudah petualangan gw di Jungleland, mungkin lain waktu ketika bogor mengalami musim kemarau gw akan coba kesana lagi. Beruntunglah kami kami ini tidak membeli tiket, kita menggunakan tiket gratisan yang membuat kami tidak merasa dirugikan dengan kesepian ini. Semoga Jungleland bisa bebenah diri karena kalau terlalu memikirkan tematik, orang akan lari ke rekreasi lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s