Fleksibilitas Karyawan

Posted on Updated on

Beberapa hari yang lalu sempet baca berita di tv, iya baca, soalnya udah malam jadi gak boleh nyetel volume kenceng-kenceng, lumayan si stasiun tv nya baik hati masih ngasih teks buat dibaca. dalam berita tersebut membahas “Depresi Pegawai” yang secara garis besar mereka stress dikantor dan diluapinnya dirumah. apa sih yang paling buruk dari sifat manusia? salah satunya membawa masalah yang orang rumah tidak mengerti, hal yang paling tidak gw suka ya seperti itu dan menjadi alasan kenapa gw memaksa istri gw untuk resign tidak bekerja dikantor karena selalu membawa masalah kantor ke rumah yang gw sendiri tidak mengerti, sekedar curhat sih oke tapi kalau sampai meluapkannya hingga marah-marah, gw bakal kaya orang bego yang gak salah lalu dimarahi, udah bego eh.. diomelin pula.

Setiap gw berangkat kekantor, gw selalu memperhatikan orang-orang dijalan, entah itu sedang naik motor atau berkendara didalam mobil, bahkan penumpang didalam angkotpun tidak luput dari perhatian gw. Gw mirip penjahat yang lagi nyari mangsa tapi sungguh, gw gak ada niat buat menjadi penjahit. Tidak sedikit pengendara motor yang rasanya lebih menghargai waktu daripada nyawanya, lampu merah diterabas, orang nyebrang gak dipeduliin, kereta mau lewat ya bodo amat sampai beberapa kali gw melihat kecelakaan motor karena kebodohan yang lebih takut telat dibandingkan menjaga dirisendiri dan orang lain. pernah sekali gw diserempet motor, motornya dia yang salah main terobos lampu merah, dia langsung minta maaf dan ngasih alasan “maaf mas saya buru-buru takut telat ke kantor” padahal gw gak ngebuka mulut sama sekali, hanya main mata, ooouh… kamu main mata… main mata… main mata…. kalimat terburu-buru sebenarnya bukan alasan lho, itu suatu pernyataan kalau dia salah, kalau emang terburu-buru kenapa tidak berangkat lebih pagian, “kesiangan mas” ya salah siapa kesiangan, emang handphone atau jam dirumah gak punya alarm? “gak punya istri mas” lah bodo amat, gw punya istri aja tetep paling pagi bangunnya karena memang udah kebiasaan.

Balik lagi ngebahas berita soal depresinya para karyawan ibukota, benang merahnya ada di jam masuk kantor dan beban kerja mereka. dari ratusan perusahaan yang ada dijakarta, rata-rata dan hampir semuanya memiliki jam masuk pada pukul 08:00 dan sisanya ada di pukul 09:00 ini sesuai survey dari beberapa teman yang kerja di Jakarta. Otomatis jam kemacetan ibukota baik dari arah Bekasi atau Tangerang berada pada pukul 07:00-08:00, terbukti dengan penelitian kecil-kecilan gw dimana gw berangkat pukul 07:00 dan pukul 08:00 ternyata lebih cepat berangkat dari rumah pada pukul 08:00 (kurang lebih satu jam sampai kantor) sedangkan ketika gw berangkat pada pukul 07:00 bisa sampai 2 jam sampai kantor, rute kantor gw Bekasi, Cawang, Cemput, Kemayoran, Ancol. Apalagi jam masuk kantor kebanyakan perusahaan di Jakarta, berbarengan dengan jam masuk sekolah, faktanya di ibukota tidak sedikit yang orang tuanya nganterin anaknya sekolah dengan kendaraan dan ada pula yang sekolahnya jauh banget dari rumah hanya mengejar gengsi. Selain faktor jam kerja, ada yang namanya beban kerja, untuk menghemat budget pengeluaran, pihak perusahaan biasanya memberikan pekerjaan diluar yang ada didalam kontrak kerja, misalnya seorang marketing yang harus ada kerjaan lain untuk ngedesain dan melakukan riset padahal kedua pekerjaan tambahan tersebut memiliki bidangnya masing-masing. Bos tetaplah bos yang gak mau tahu, ini banyak bos di Jakarta kaya gini, tahunya cuma hasilnya bagaimana karena atas seorang karyawan juga punya target dari bigboss sedangkan bigboss punya mimpi ngejar target yang dia tanamkan pada dirinya sendiri.

Perusahaan sendiri terkadang lupa bagaimana cara memanusiakan karyawan, mereka lupa siapa yang bekerja dan mereka hanya inget hasil dan target yang sudah tercapai. Agak lucu kalau dengar karyawan sakit-sakitan karena bekerja, aneh ya orang kerja buat sakit bukan buat menyokong kehidupan untuk menjadi lebih layak. gw yakin perusahaan itu mampu untuk memanusiakan karyawan karena ini bukan soal duit, gaji gede kalau pekerjaan gila-gilaan juga bikin gak betah kok. apalagi banyak karyawan yang gajinya gede tapi pekerjaannya slow slow but not sure yang akhirnya dibikin sempurna oleh karyawan lain yang kerjanya luar biasa banyak tapi gajinya luar biasa pas pasan. gw ada pendapat tersendiri untuk mengurangi depresi karyawan, ya minimal mengurangilah karena yang namanya pekerjaan pasti akan ada stressnya dan itu sensasi (tantangan) nya.

img-20150826-wa000

Jam Kerja Fleksibel
Budaya jam kerja fleksibel memang belum banyak diterapkan pada tiap lini perusahaan, salah satunya perusahaan dimana gw bekerja, gw dikasih jam kerja fleksibel, jam berapa aja boleh sampai kantor asal tidak lebih dari jam 10 siang dan hitungannya 8 jam sudah termasuk istirahat. kalau gw sampai kantor jam 9 pagi berarti gw pulang jam 5 sore, kalau gw datang jam 10 siang berarti gw pulang jam 6 sore. kok 8 jam? rata-rata 9 jam lho mas, disinilah gw mulai meneliti jam kerja, ketika kita diberikan jam kerja selama 9 jam, rata-rata banyak jam yang kebuang, dari mulai istirahat yang molor setelah selesai makan siang hingga sholat, mereka ngerokok dan nongkrong hinggga jam istirahatnya menjadi satu jam setengah. Kalau kita padatkan menjadi 8 jam, niscaya kita gak ada banyak waktu buat leha-leha.

Penggunaan jam kerja fleksibel juga sangat baik untuk mengurai kemacetan, memang tidak perlu semua perusahaan menggunakan jam kerja fleksibel karena pasti pada minta datang siang. cukup beberapa perusahaan yang memang wajib ada dipagi hari, untuk melonggarkan traffic dipagi hari, beberapa perusahaan ada yang menggunakan fleksibilitas jam kantor, gw yakin ada pengurangan kemacetan, walaupun salah seorang karyawan berangkatnya pagi tapi dia bisa naik kendaraannya santai tidak terburu-buru karena jam masuknya fleksibel, resiko kecelakaan pun berkurang (mudah-mudahan ya).

Entertaint Untuk Pegawai
nah ini, salah satu cara buat memanusiakan karyawan memberikan reward atau tambahan fasilitas. misalnya ada tambahan paket liburan untuk keluarga, misalnya paket liburan ke Dufan, perusahaan memberikan harga murah ke karyawannya untuk bisa liburan bersama keluarga atau paket keluar negeri dengan harga murah dan bisa dicicil pada perusahaan. gak akan rugi lah perusahaan, lagian karyawan itu penuh resiko, mulai dari berangkat kerja hingga pulang kantor, bahkan pekerjaan mereka juga punya resiko, semua pekerjaan tanpa terkecuali,kecuali karyawan yang gak ada kerjaannya tapi digaji gede, banyak kaya gitu (sedikit curhat).

Ruang Lingkup Kantor Nyaman
Pernah liat kantornya perusahaan besar seperti Google, Youtube, Kaskus atau kantor non multimedia seperti Sampoerna atau Manulife? gw pernah cuy dan disana menerapkan ruang lingkup kantor yang santai sehingga memberikan rasa nyaman buat pegawainya. Gak ada tuh pakaian yang resmi banget, celana bahan, sepatu pantopel, gesper item, dasi, atau apalah padahal secara teori pemikiran para pekerja disanding oleh mood, pakaian juga bisa membuat mood pekerja lebih baik, misal dia suka pakai kemeja santai atau pakai sweater, ini bikin pekerja nyaman. bebaskan para pekerja buat mencari inspirasi dengan cara yang asik, misalnya dengerin musik, ngemil, mencari tempat duduk yang nyaman atau sekedar berbincang-bincang dengan rekan kantornya. ini gak salah kok, daripada harus dikekang oleh peraturan yang menurut gw membuat karyawan tertekan, makin stress makin gila, kerja gak bener. akan tetapi semua kesantaian itu harus diiringi tanggung jawab ya.

Kelebihan bekerja diruang lingkup yang santai salah satunya para karyawan tidak sadar bekerja sudah lebih dari jam kerjanya, contohnya gw, gw kerja sebenarnya lebih dari 8 jam, itupun memang dikarenakan kerjaan gw dibuat santai, jangan jadikan pekerjaan itu beban tapi sebuah pelajaran yang harus kita pahami dan kita selesaikan. gw dikantor dengerin musik, ngemil, kalau lagi stuck gw nonton film atau nonton youtube. Gw ngeliat para karyawan diruang kerja gw gak ada yang mukanya stress, mereka fun dan mereka juga tanggung jawab akan pekerjaannya. intinya dari sebuah kesantaian sebuah kantor itu untuk memunculkan mood yang baik, bahkan kita diperbolehkan bekerja diluar kantor selama hal itu membuat pekerjaan kita beres, bawa laptop ke sebuah taman atau restoran (tentunya bayar sendiri). Gw ada teman yang kerja dibawah tekanan, kerjaan dia sih gak butuh kreatifitas atau muterin otak sampai 360 derajat (hanya seorang admin input data) tapi dia merasa stress karena tekanan, dia gak boleh nyetel musik, lihat2 artikel atau berita di internet, sampai-sampai kalau ketauan ngemil disaat jam kerja, dia bisa diomelin, alhasil baru kerja setahun dia resign dan selalu bilang ke gw “lebih baik gw jaga toko”. gak ada salahnya perusahaan menyediakan fasilitas games (entah virtual atau permainan tradisional), kulkas, microwave atau alat pembuat esspresso ah… mantab.

Bos Itu Sahabat
Sudah berapa banyak yang menjadi bos itu seperti sahabat bagi bawahannya? hmmm… sedikit, lebih miris lagi lebih banyak bos import (orang bule) yang lebih friendly ke bawahan (bawahannya orang lokal) malah bisa jadi teman curhat yang baik. ada teman gw yang suka cerita, atasan dia orang lokal yang galak dan gak ngertiin banget tapi dia punya bis boss seorang bule dari negeri eropa dan itu sangat pengertian, bahkan dia boleh curhat dan langsung masuk keruangannya. si Bule ini bilang “saya memandang karyawan sebagai teman yang membantu kesuksesan perusahaan, bahkan mereka seperti keluarga yang bisa menjaga rumah tangga ini lebih harmonis, saya tidak memandang mereka seperti karyawan yang butuh pekerjaan, mereka butuh lebih dari kata uang yaitu keluarga” dari situ gw merasa, orang lokal masih banyak yang gila hormat dan gila gilaan minta ditakutin. Asik gak kalau punya atasan yang care, baik hati walaupun galak tapi kalau care, respect dan mengerti pasti bawahannya juga enjoy, galak kalau soal pekerjaan dan memberikan gemblengan sih tidak apa-apa, kalau galaknya ala ala ngeboossi, sok jadi atasan abadi layaknya majikan wah… udah gak asik tuh, artinya bos seperti itu galaknya tidak ada nilainya, makin keliatan rendah jati dirinya.

Tidak ada salahnya kan menyenangkan karyawan?, kita semua para pekerja adalah manusia, kalau cuma niat nyari duit sih bukan calon pekerja yang gemilang buat kedepannya. Pekerja yang baik itu mengerti perusahaan, lingkungan dan cara agar perusahaan itu maju. Saling berdiskusi dan tidak melihat jabatan yang dipegang bisa membuat suasana kantor nyaman. Seperti di Net. Tv setiap pegawai yang bekerja disana bisa ikut andil dalam memberikan ide kreatif, tidak perlu harus jadi manager buat mengembangkan perusahaan, seorang OB pun kalau dia memiliki potensi untuk mengembangkan perusahaan akan dilirik apalagi perusahaan-perusahaan yang menghargai karyawan rata-rata dipimpin oleh big boss berjiwa muda, sama-sama ngertiin tapi ya begitu, atasanya baik, kebawahnya pada cari muka dengan sok jadi bos sehingga kebaikan bigbos tidak begitu terasa bahkan ada kasus dimana peraturan bigbos bisa dirubah sama seorang manager untuk memberikan tekanan kebawahan dan si manager ingin merasa dihormati.

Itu aja sih pendapat gw, karyawan juga punya keluarga, mereka kerja niatnya juga untuk menghidupi keluarga, kalau sampai stress dibawa kerumah itu berarti pekerjaannya justru malah membawa masalah. Harapan gw sih pemerintah bisa memantau setiap perusahaan, bagaimana mereka memanusiakan manusia untuk bekerja secara lebih baik, bukan membawahi manusia pekerja untuk tetap bekerja layaknya seorang jongos. motivasi gw bekerja bukan hanya soal duit, disini gw bekerja ibaratnya seperti kuliah, ada tugas, ada pelajaran dan ada hal baru (sahabat, teman atau rekan). Kalau gw selalu berfikir, bekerja nyari duit, ngapain juga gw ngelamar kerja diperusahaan, mending gw buka toko atau dagang.  di kantor gw bisa banyak belajar yang nantinya ilmu gw bisa diturunkan ke anak atau kalaupun nantinya gw jadi pengusaha, gw bisa mengingat kembali era dimana gw jadi pegawai dan sekarang gw jadi atasan.

Karyawan adalah pahlawan bagi keluarganya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s