Bogor Yang Macet…

Posted on Updated on

Bogor udah dapat tambahan label selain kota hujan yaitu kota macet, di aplikasi waze menyebutkan bogor sebagai kota yang ngeselin nomor 2 di dunia karena macetnya. wuiiih… serem juga dan ternyata memang bener. Lagi ngomongin kota Bogor yang indah sama temen-temen kantor akhirnya kita mengadakan tour dadakan ke kota Bogor yang dikenal dengan puncaknya. Tujuan utama kita sebenarnya ke Macaroni Panggang atau biasa dikenal dengan MP, salah satu tempat kuliner di bogor yang cukup ngehits sejak 2010. Konon katanya MP menyajikan makanan macaroni panggang yang melegenda sampai-sampai sering dibahas diberbagai macam media tentang makanan ini.

Tepat tanggal 2 Oktober kemarin kita ngebogor bareng, sampai di keluar tol ciawi pukul 09:14 dan itu sudah lumayan agak padat arah puncaknya. berhubung masih agak pagian, si Windi penasaran dengan tempat kuliner bernama Cimory, gw info ke dia kalau di cimori buka cabang baru yang posisinya sebelum puncak atas dan terdapat arus sungainya, alhasil penasaran dia dan ingin menuju kesana. Sesampainya disana, bener-bener aneh lho, baru kali ini gw ketempat makan yang parkirannya penuh dan pihak petugas parkirnya bukan usaha cariin kita lahan parkir tapi langsung aja nyuruh kita keluar padahal di luar ada tempat parkir kosong namun posisi kita agak kurang pas karena lagi sistem buka tutup naik ke puncak, sedangkan parkirannya dijalur bawah puncak. “udah keluar aja mas, parkiran penuh, diatas masih banyak tempat makanan lain” eh… buset, kalau gw jadi pengelola, udah gw pecat itu akang-akangnya. Tempat parkiranya juga aneh, ada tarifnya walau kita gak ada 5 menit didalam area cimori, sistem parkirnya menggunakan komputerisasi seperti secure parking gitu, pas kita keluar area cimori sudah pasti kita ditagih 3000 rupiah. bukan masalah 3ribu peraknya tapi bagaimana sih kita belum parkir sudah disuruh bayar? padahal kalau di mal mal besar sekalipun, hitungan parkir setelah 10 menit masuk kedalam area parkir.

Dengan sedikit kecewa kita keluar dan menuju cimory yang posisinya diatas, kita sebut aja cimory hills karena disana kita bisa melihat bukit hijau, sedangkan yang dibawah merupakan cimory river yang bisa melihat sungai. di Cimory hills penjaga parkirnya sigap banget, langsung ditunjukin lokasi yang sepi, ini patut dicontoh… Cuma yang jelek disini pelayanannya, mungkin kita keliatan muka-muka kurang seger abis begadang apalagi salah satu dari kita keliatan muka gratisan karena kemana-mana bawa air putih sendiri biar gak jajan. Setiap kita manggil pelayannya, selalu aja gak datang walaupun dia sendiri udah mengiyakan akan menuju meja dimana kita tiduran, ada yang sepik-sepik ambil buku catetan tapi malah ngerjain ke tempat lain, sial, kita dicampakan. Gw perhatiin di meja yang lain pelayanannya sangat sigap, mau tahu apa yang membuat mereka sigap? karena di meja tersebut berisikan keluarga bukan anak-anak muda seperti kami yang haus akan jalan-jalan dan gaji besar.

img-20161002-wa0013

Setelah ada pelayan yang sadar, kita memesan twin Sausage, sebuah menu dimana ada sosis kembar panjang (30cm) yang dipanggang dengan teman-temannya bernama kentang wedges serta sayuran lokal. menu yang lumayan bisa buat rame-rame dan bayarnya patungan karena harganya Rp.90.000,- lumayan buat makan sendirian bisa gosong dompet gw. ketidakpuasan kedua terjadi ketika makanan tiba, kita cuma dikasih 2 pisau dan 5 garpu, lalu piringnya? enggak ada. pas temen gw minta piring, jawabnya “maaf mbak, bisa minta ke bagian pelayannya” lah elu itu apaaa massss…… maintenance? IT Staff? manager akunting? buseh lah elu yang naro-naro makanan kita tadi. skip lah, akhirnya kita makan dengan jorok, karena gak dikasih piring, mirip makan nasi rame-rame di daun pisang. soal makananya si enak cuma pelayanannya kurang, gak ada inisiatif, padahal kalau mereka sadar, tamu seperti kita-kita yang suka cobain makanan secara patungan adalah potensi besar, sudah pasti kita cobain makanan buat diomongin bukan sebagai kebutuhan karena lapar….

Tepat di jam puncak turun, kita buru-buru buat turun dari puncak dan menuju kota bogor langsung ke tujuan macaroni panggang. Hujan menemani perjalanan kita, hujannya deras, mungkin orang bogor rata-rata menjemur pakaian bisa 3 hari baru kering ya karena baru saja hujan eh udah panas lalu hujan lagi dengan amat deras. gak mengutungkan banget buat pedang es mong mong atau bubur kacang ijo karena suasananya berubah terus.

img_20161002_151224

Macetnya juga juara, jarak kita bergerak ke arah MP itu cuma 2 kiloan tapi memakan waktu kurang lebih satu jam, waduuuh, gimana ini. gw sendiri bingung kenapa bisa macet, ya positif thinking aja, karena kendaraannya banyak karena plat B lebih dominan dibandingkan plat AD, BG atau Z hehehehe…. kasian kamu win, kena macet, nyetir, disuruh gantian gak mau, gw nya sih yang gak mau, sim A gw udah jadi bangke, takut ada razia atau polisi nyari nafkah, wah bisa fatal.

Sesampainya di MP, hujan semakin deras, beruntung kita sudah sampai di lokasi saat hujan menghujam di tanah kujang. Langsung aja kita pesan macaroni panggang ukuran medium, lasagna gulung ukuran medium dan minuman beraneka ragam. Saatnya kita mencoba kedua menu andalan yaitu macaroni panggang dan lasagna (bacanya lasanya)

Macaroni Panggang
Menu pertama yang kita exekusi bernama macaroni panggang, pertama kali hadir dimeja gw langsung eheeem… gak tertarik, kejunya sebagai parutan atas nya sangat kering bahkan mirip kue kering castengel rasanya. pas diangkat ke piring agak susah karena langsung bleweran berantakan sehingga harus ada bantuan tangan. Macaroni panggang ini isinya ada daging sapi yang hambar, keju padat yang gagal meleleh dan macaroninya, udah itu aja isinya eeeeh…. ada jamurnya juga walaupun sedikit. Rasanya gimana mas Tawvic? hmmm… gak enak hehehhe, sori to sori, gw lebih suka macaroni ketengan yang harganya 8000an yang biasa dijual dipinggir jalan, biar kecil tapi rasanya nendang atau macaroni bikinan sendiri. rasanya cuma keju aja gak ada rasa gurih lainnya, buat gw kesalahannya ada di jenis macaroninya, MP menggunakan makaroni panjang, mungkin buat ciri khasnya tapi ini justru jadi ga enak karena rasanya dominan tawar karena keju gak meresap kedalam. gw sendiri gak nambah, biasanya gw lumayan suka kok macaroni panggang.

img_20161002_134947

Jadi berasa makan spagethi panggang bukan macaroni panggang, ulasan gw sama dengan salah satu blogger makanan yang pernah ngebahas MP dan dia juga benar-benar kecewa sama rasanya.

Lasagna Gulung
ada lasagna digulung, gw kurang suka makanan jenis ini karena sudah pernah makan di Pizza hut dan rasanya gak cocok sama lidah gw tapi setelah gw makan lasagna versi MP, lidah gw berbanding terbalik dan merasa lebih suka Lasagna gulungnya dibandingkan si macaroni panggangnya. jujur aja rasanya lebih rame, ada asin keju, asin saus tomat dan ada bumbunya serta dagingnya yang gurih dan ditambah ada telurnya dan daun bayam yang gw kira kangsung. lengkap deh… sedangkan si macaroni cuma berasa kejunya aja. wajar aja gw lebih memilih lasagna gulung.

img_20161002_134345

Setelah puas dengan kedua menu tersebut, kita lanjut, eh… bukan kita sih, gw nyerah pengen pulang karena udah bingung mau kemana kalau kebogor, cuma si Windi minta lanjut sampai ke roti unyil venus. jajanan oleh-oleh wajib buat yang lagi dibogor, gw sih gak tertarik sama roti venus, waktu kerja di cikarang, sales bogor sering bawain buat gw sampai bosen dan rasanya biasa aja.

perjalanan dari Bogor ke Jakarta gak beda jauh dari Bandung ke Bekasi dalam kondisi lancar, beda jauh tapi beda kondisi jalan. Bogor emang selalu jadi tempat terdekat ibukota yang sering dijadikan penghabisan waktu liburan keluarga. kalau gw pribadi lebih suka jalan jauh tapi puas, kalau ke Bogor suka bingung mau kemana….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s