Sisi Lain Thailand yang Unik

Posted on Updated on

Negara Thailand memiliki sejumlah tempat wisata yang mengasyikan dan destinasi kuliner yang bisa dibilang menggugah selera. Siapa yang tidak mengenal negara Thailand yang memiliki ibukota bernama Bangkok, gw sendiri sudah pernah menginjakkan kaki ditanah yang terkenal dengan gajah putihnya walaupun gw belum pernah melihat gajah albino di dunia ini. Perjalanan dari Jakarta menuju Bangkok dengan menggunakan pesawat terbang memakan waktu 2 jam, perjalanan membosankan karena selama itu kita berada dilangit dan tidak jelas posisi gw ada di langit lapis berapa.

100_8560

Saat pertama kali tiba di bandara swarabum kita disambut dengan ucapan selamat datang khas Thailand dan ada yang menarik saat gw masih dibandara yaitu ada beberapa pegawai (kurang lebih 3 pegawai) bandara yang ngondek, dari segi suara hingga cara jalannya mengisyaratkan kalau dia adalah wanita buatan, bukan asli yang ditakdirkan oleh Tuhan. Suara cemprengnya memanggil manggil salah satu pengunjung bandara yang ketinggalan kopernya “maddaaam… Madaam here your item… Madaaam…”. Ngomong ngomong soal shemale atau biasa disebut dengan Nongpoy (bencong), di Thailand bukanlah sebuah hal yang tabu karena disini sedikit diberikan kebebasan dalam beralih gender dari cowok menjadi cewek. Dari pemerintahan Thailand sendiri memang memudahkan masyarakatnya menjadi nongpoy dan mereka bisa bekerja secara normal dengan jenis kelamin barunya.

Kebetulan travel guide gw memang nongpoy, awalnya seorang lelaki tulen tapi memutuskan dengan niat untuk menjadi kaum hawa dan belajar berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia, bahkan bahasa Indonesianya tergolong lancar sehingga dia bisa menjelaskan sesuatunya dengan lancar. Ga ada sedikitpun gw merasa geli atau jijik, kalian jangan bayangin bencong di thailand dengan bencong yg ada di emperan ibukota karena disini beda banget bahkan ga akan bisa bedain mana bencong mana cewek beneran, cantiknya pol. Dia menceritakan banyak hal tentang sisi lain negara Thailand, salah satunya yang enak dibahas adalah soal nongpoy nya. Obrolan hangat ini terjadi saat gw dan dia sedang menuju hotel yang letaknya berada didaerah Pattaya sehingga memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dari bangkok ke Pattaya. Oh iya.. di Thailand juga terdapat jalan tol lho, jalannya bagus, ga ada lubang seperti jalur jakarta cikampek namun sayangnya, buat yang sering beser dimobil lebih baik siapin botol sama pasir karena di tolnya Thailand tidak terdapat rest area atau pom bensin dan kalaupun memang terpaksa harus isi bensin, mau tak mau harus keluar dari tol dan mencari pom terdekat. Kendaraan yang berhenti di tol secara sengaja akan ditilang oleh polisi lalu lintas kecuali kendaraan mogok atau pecah ban. Sama seperti di Jakarta, tol disini juga menggunakan sistem gardu, setiap memasuki daerah akan dikenakan biaya jalur tol dan kondisi jalanan yg high pun memang terlihat macet tapi gak sampai harus narik handbrake kok karena macetnya itu padat lancar.

Novi adalah nama guide tour rombongan gw, dia menceritakan bahwa di Thailand sendiri sudah lumrah operasi kelamin namun ada fakta uniknya ni guys, para cowok cowok yg menjadi nongpoy rata-rata memiliki motif atau alasan bukan karena faktor ekonomi melainkan perasaan takdir yang mengharuskan mereka menjadi wanita. Usia termuda cowok yg menjadi nongpoy adalah 12 tahun, hmmm… Sejak masih anak-anak pun mereka sudah berkeinginan kuat menjadi nongpoy dan barulah pada usia 16 tahun keatas,mereka diperbolehkan untuk operasi kelamin. Fyi, untuk operasi kelamin di Thailand tergolong murah dan gak ribet bahkan hasilnya pun memuaskan namun ada fakta mengejutkan lho. Umur rata-rata para nongpoy itu tidak lebih dari 30 tahun, kalaupun ada yang berumur lebih dari 30 tahun ya syukur deh. Alasan utama kenapa umur mereka singkat diakibatkan oleh obat-obatan atau suntikan untuk perawatan tubuh mereka, kalau mereka tidak teratur menyuntik atau merawat diri, niscaya tubuh mereka hancur dan gak menarik. Kata Novi, pemerintah menyediakan dana subsidi untuk para nongpoy sehingga biaya perawatan mereka tidak berat berat banget dan mereka akan diberikan pekerjaan sesuai bakat mereka. Kalau di Indonesia, bencong paling mentok jadi pengamen atau pekerja seks komersial namun berbeda kalau disini guys, para nongpoy diberikan pekerjaan layak walaupun bidang pekerjaannya kebanyakan di tempat wisata, jadi guide tour, penari, atau penjaga stand toko. Akan tetapi pemerintah Thailand melarang keras tindakan asusila secara bebas dan terbuka, maksudnya gak boleh ada seks bebas sembarangan, ciuman ditempat umum atau kawin di pinggiran taman kecuali pada tempat-tempat yang disediakan. Nongpoy sendiri dilarang menjadi pekerja seks, lebih baik mereka bekerja di tempat wisata ataupun hiburan malam namun bukan sebagai pelaku pekerja seksnya.

100_8651

Di Pattaya sendiri terdapat beberapa tempat hiburan tarian budaya maupun erotis dan 80% penarinya adalah para nongpoy dan gw sendiri melihat beberapa acara tarian yang ada di pattaya, anehnya gw gak terangsang karena sudah tahu yang menari nari telanjang dada itu dulunya seorang pria sejati. Yaelah tetek cowok apa enaknya, greget juga enggak, kalau gw nafsu berarti gw mulai sakit. Setelah acara tarian selesai, biasanya para penari keluar dari gedung pertunjukan dan menyapa para pengunjung diluar gedung, mereka cantik cantik lho bahkan kalau lu ga sadar itu adalah cowok,kemungkinan besar lu bakal sange. Novi berpesan buat berhati-hati dengan para nongpoy yang memang bekerja dihiburan malam, disini dikenal dengan istilah foto bareng atau nyolek nongpoy akan dikenakan tarif, nyolek aja bayar paaak…. Anjay.. Nyolek aja bayar gimana kalau kita pake. Salah satu temen gw pun tertarik buat selfie bareng si nongpoy dan membayar 100baht tapi dia dapet bonus dipeluk lho sama nongpoynya. Wuiiiih beruntungnya doi… Aku iri… Itu cerita gw soal nongpoy, terima kasih ya Novi udah banyak berbagi kisahnya dan doi nitip doain dia buat sukses menjadi bintang film. Jadilah nongpoy sejati novi….

100_8683

Jalan-jalan malam di Thailand harus hati-hati banget, faktor keamanan menjadi hal yang perlu kita khawatirkan, mungkin kalian gak bakal percaya ya kalau disini cowok lebih berbahaya jalan sendirian dibandingkan cewek. Ada beberapa kasus pemerkosaan turis cowok lho.. Ya pelakunya nongpoy hahahaa, ini kisah diceritakan oleh novi sebelum dia pamit setelah sukses nganterin gw ke hotel. Sesampainya di hotel pun bukan berarti gw harus istirahat, kuliner malam sudah menjadi hal wajib bagi gw kalau hinggap disatu kota, apalagi ini di negara orang lain. Ada beberapa makanan yang gw coba saat itu, seperti sate ayam yang kayaknya pake minyak babi hahahaa soalnya enak banget dan dagingnya gede banget, apalagi yang ngebakar cuma seorang gadis abg sepantaran SMA dan tidak bisa berbahasa inggris. Lalu tom yum, gw sempet mampir disebuah kedai kecil pinggir jalan dan disana menyediakan tom yum, wah ga afdol kalau makan tom yum bukan di tempat kelahirannya, tahu sendiri kan makanan khas Thailand itu adalah Tom Yum. Beda banget rasa tom yum asli sini dengan yang ada di jakarta, bumbunya lebih berat dan terasa, bahkan kalau kita sruputnya cepet bakal nusuk kehidung langsung aromanya. Asem,gurih, hangat dan nikmat, isinya aneka seafood yang fresh… Penutupnya adalah sebuah kebab yang menurut gw paling enak selama gw hidup di dunia ini, gimana gak enak bro, dagingnya banyak, pure daging kambing karena yg jual kebetulan orang turki asli yang bisa Assalamualaikum, isi sayurannya ga bohong, ada selada, bawang bombay, tomat dan entahlah kaya sejenis bayam. Kelar sudah satu malam gw habiskan dengan makan dan ditutup dengan ngopi di sevel, kata temen kopi di warkop thailand gak enak dan lebih aman beli nescafe di sevel. Temen gw membeli ayam KFC tapi rasanya aneh, ayam kfc nya terasa asam, dikira basi tapi menurut gw normal karena KFC disini mengikuti lidah asli penduduk dan saosnya asem hahahahaha….

di Thailand ga akan semudah seperti kita di Indonesia dalam hal berbahasa Inggris, disini cukup susah nyari penduduk asli yg bisa berbahasa inggris bahkan pegawai hotel bintang 4 pun tak ada yang bisa berbahasa inggris, aaaahlamaak… Masalahnya waktu itu gw kesulitan menggunakan lift hotel yang gak naik naik dan hanya stay di lantai itu-itu saja. Beruntung ada turis german yang mengajari gw cara pakai lift di hotel tersebut dan lucunya ternyata dia bisa berbahasa Indonesia lho karena sempat menetap di Bali selama 2 tahun. di beberapa tempat keramaian pun gw juga susah berkomunikasi walaupun sebenarnya bahasa inggris gw gak oke oke banget tapi buat berada di negara lain sangat mumpuni. Gw belajar bahasa Thailand lho, bahasa tagalognya toilet yaitu Hong Nam hahahaaha itu doang selain shawadihap, katanya orang thailand ga gitu ngerti toilet atau rest room,kalau hong nam sudah pasti tahu.

100_8624

Para remaja disini gak beda jauh sama yang di Jakarta, suka nongkrong, kebut2an motor atau mobil dan cewek-ceweknya (cewek asli) cara berpakaiannya sama persis dengan yang di Jakarta. Anak sekolah disini khususnya kaum hawa memiliki desain seragam yg minimalis, rok diatas dengkul dan baju seragam ketat tapi ada juga yang longgar sih. Atasan seragam berwarna putih, rok warna hitam dan itu memingatkan gw sama orang magang atau PKL di sebuah perusahaan. Cantik cantik sih, gw aja betah banget melihat keluar dari kendaraan dan dadah dadah ke rombongan cewek pulang sekolah.

Begitulah kisahnya gan, sisi lain Thailand yang diberitahu oleh Novi sang Nongpoy nan baik hati dan tidak sombong. buat yang pengen ke Thailand tetap harus berhati hati ya karena Thailand masih kurang ramah buat warga asing dibandingkan negara kita Indonesia walaupun gak ramahnya buat turis asing di Indonesia adalah perbedaan harga hehehe… ayo trip kemanapun yang kamu suka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s