Cerita Singkat, Jalan-jalan, Kuliner

Outing to Cheribon

Akhir-akhir ini Kota Cirebon menjadi trend soal polisi yang menjadi tukang tilang pengendara motor, aneka jenis alasan kesalahan dilimpahkan demi meninlangkan seorang pengendara namun gw gak akan ngebahas soal trending tropic tersebut karena gak ada nilai jualnya. pada tanggal 27 Februari 2016 kemaren gw bersama teman-teman kantor dalam lingkup satu divisi beranjak pergi ke daerah kuningan Jawa Barat, bukan kuningan jaksel ya. akan tetapi tujuan kami semua ke arah kuningan harus dibatalkan karena takdir memutuskan kita melipir ke daerah Cirebon, sebenarnya ada alasan seru kenapa kita tidak berada di kuningan, itu semua karena kita kesiangan berangkatnya, yeaaaah…..

padahal kondisi jalan gak macet-macet banget tapi pengendara tetap jalan santai walaupun keadaan jalan kosong, yiiiih gemez… sama halnnya study tour anak sekolah yang rame, ngomong ini itu biar tidak membosankan dijalan cuma bedanya kalau outing kantor gak ada yang dapet ciki sama coklat coki coki, ya bersyukur masih ada lontong, tahu bakso dan kue keju sebagai pengganjal lapar. kurang lebih ada 25 orang yang ikut ke kota Cirebon, tujuan diadakan outing ini sebagai momentum pengikat dan pengenalan antar karyawan, masa iya bertahun-tahun kerja di satu perusahaan gak ada yang kenal, buseeeh masih aja ada yang gak kenal guweh.

nyook... jalan jalan nyook
nyook… jalan jalan nyook

Sesampainya di cirebon kita langsung menuju ke lokasi wisata yaitu komplek keraton Cirebon Kasepuhan, berebda dengan ayam sepuhan yang berwarna warni, disini dominan berwarna cokelat sama abu-abu karena usia bangunan yang sudah tidak muda lagi. letaknya berada di Jl. Jagasatru, Jawa Barat, Indonesia (copas dari wikipedia) tapi sayangnya disini banyak buanget pengemis, bukannya kita pelit atau apa tapi kalau kebanyakan begini jadi gak enak dimata, sampai didalam komplek wisatanya pun ada pengemis yang meminta-minta uang, duh… gimana ini pengelolanya.

IMG_20160227_120143

di keraton kasepuhan cirebon kita bisa melihat kilas balik kota cirebon dizaman kerajaan hingga saat ini, terdapat benda-benda bersejarah yang didominasi oleh pusaka seperti keris, pedang hingga tombak. ada beberapa kereta kencana yang menjadi kendaraan para raja-raja di cirebon serta beberapa tulisan kuno yang menceritakan bagaimana keadaan cirebon saat itu. untuk kondisi tempat wisatanya sih tergoong kurang terawat ada beberapa pintu yang sudah menua sehingga hampir lepas, tembok-tembok mulai mengelupas catnya, dedaunan yang bertebaran menjadi sampah atau memang sengaja agar ada kesan kelasiknya.

IMG_20160227_120609

kurang lebih satu jam kita semua berada di komplek keraton kasepuhan cirebon, perut sudah minta di isi dengan makanan khas di cirebon yang terkenal dengan empal gentong dan nasi jamblangnya namun menurut nara sumber acara outing ini yang bernama mbak Aam, kita akan makan nasi jamblang dulu didaerah lupa gw namanya, berada didekat carefour kalau gak salah namanya nasi jamblang ibad, bukan ibab (babi). dari dulu gw penasaran nasi jamblang itu apaan, ada yang bilang jamblang ada rambut yang ada disisi kepala hahaha itu jambang mas… gw pernah baca komik benny and mice mereka sedang tour di cirebon dan makan nasi jamblang yang menjadi menu utama kulineran cirebon, wuiih kayaknya enak banget ya.

nasi dengan beberapa lauk khas jamblang
nasi dengan beberapa lauk khas jamblang

sesampainya di lokasi, kita sudah disajikan menumenu  khas aseli cirebon yang terdiri dari semur daging, cumi cumi bertinta, peyek udang, ayam dicabein, sayur tahu dan sebagainya. nasinya dibungkus dengan daun jati, untunglah bukan dibungkus dengan koran bekas. untuk soal rasa sih sebenarnya sama aja dengan makan nasi rames atau nasi warteg tapi gw akuin buat cuminya juara, enak karena dicampur tintanya langsung yang membuat masakan jadi gurih. kebetulan menu makanannya sudah dibooking sehingga kita hanya bisa makan yang ada di meja saji yang telah di booking tapi pada gak tahu kayaknya, gw sama honggo ngambil sate usus 4 tusuk di meja bookingan orang lain hahaha…. bodok…, kelar makan kita membeli kudapan es es gitu deh, di brosur nya ada es alpukat yang berwarna hijau seperti green tea ice cream tapi kenyataannya beda, hanya es puter dikasih buah alpukat selilit lilit, damn… brosur menipu.

batik Trustme (Trusmi)
batik Trustme (Trusmi)

setelah puas makan, tak lengkap kalau tidak memanjakan ibu ibu dan bapak bapaknya dengan berbelanja oleh-oleh, di otak gw cuma butuh jeniper 2 botol, itupun karena bini gw nitip minta dibeliin jeniper biar bisa diet dan optimis bisa memiliki body kaya angelina jolly. kalau kalian belum tau soal jeniper berarti kalian kurang jauh mainnya, jeniper merupakan minuman sirup khas dari kota cirebon dan kuningan, singkatan dari jeruk nipis peras. minuman ini sudah lama ngehitz sebagai suplemen tambahan orang yang ingin diet atau pengen merasakan jeruk nipis asli. ada dua tipe kemasan, yang pertama dalam kemasan botolan gede seperti sirup marjan dan perlu ditambahkan air buat meminumnya, gak bisa diminum langsung guys kecuali lu demen makan jeruk nipis, asemnya nampol, jangan harap bisa kurusin atau ngilangin lemak seperti sunlight jika diminum langsung. lalu ada kemasan botol kecil segede botol kerantingdeng, tanpa perlu di campur air karena sudah siap diminum dengan kadar asem yang lumayan kecut tapi menyegarkan. bisa kalian dapatkan di toko oleh oleh pangestu, halaaah.. jadi promo…

gak puas kayaknya kalau cuma belanja makanan atau minuman, sang supir bis langsung membelokan kendaraannya menuju kampung batik Trusmi “trust me, it work”. satu gang yang cuma muat satu bis ini berisikan rumah rumah yang menjajalkan batik cirebon yang coraknya seperti awan kinton. gw belanja? ya kagaklah, gw gak gitu demen belanja pakaian, gw sama 4 makhluk bumi ini cuma bisa ngopi di warung kopi yang ditunggui oleh mbak-mbak manis beranak 1 sambil manggilin pedagang makanan yang lewat seperti somay, batagor, bakso, sate sapi hingga docang. gak sampai abis 20ribu lho buat semua makanan itu, yaiyalah karena patungan. ya namanya juga pedangan gerobakan, untuk rasa sudah pasti segurihnya aja. kurang lebih 1 jam setengah kita menunggu para ibu ibu berbelanja pakaian, kalau disini masih manusiawi lah, gw jadi inget outing dikantor yang lama 3 tahun yang lalu, outing ke jogja kita dibawa ke kota gede, disana peserta diturunin di tempat pengrajin perak yang harganya paling murah 200ribu, itupun cuma anting yang bisa lu umpetin di hidup. di batik trusmi masih manusiawi, harganya masih ada yang gocengan, yeaah, si bayu beli tas batik (seperti nya terbuat dari kain sisa) seharga 5000 rupiah saja.

kelar memanjakan para ibu-ibu, perjalanan terakhir kita di cirebon menuju kuliner andalan kota udang ini yaitu empal gentong. ini dia yang gw tunggu-tunggu, walaupun sebenarnya gw teringat dulu pernah touring motor ke jogja dan makan empal gentong gerobakan dicirebon saat istirahat. temen gw gak abis empal gentongnya karena rasanya aneh dan memang aneh lho, mirip kuah kari indomie yang kebanyakan air. tahu gak, empal gentong temen gw yang ga abis itu dimasukin lagi ke panci, wauaanzing…. gw langsung berhenti makan terus udah bayar sejadinya, gw langsung eneg.

beruntunglah kita makan di resto empal gentong ternama di Cirebon yaitu H. Apud, sebuah tempat kuliner yang sepertinya cukup terkenal dari dulu hingga sekarang. benar saja lho, kondisi pengunjung rame banget untung aja saat sebelum kesini kita sudah booking meja untuk 20 orang, bayangkan jika kita kita yang sebenarnya gak kelaparan berada disini dengan kondisi tempat penuh? dijamin kita bakal nunggu. disini kita dikasih dua pilihan, empal asem atau empal gentong, bedanya kalau empal asem dagingnya di kasih ketek dulu baru disajikan sehingga asem hahaha bukan bukan, kalau empal asem gak pake kuah santan, cocok buat yang alergi susu kelapa (santan) sedangkan gw lebih suka yang originalnya yaitu empal gentong yang kuahnya menggunakan santan. memang salah gw sih yang membayangkan sebuah menu kuliner bersantan disamakan dengan makanan dari sumatera barat, ini rasanya mirip kari encer heuheuhue gak gitu enak tapi enak juga. gw bayanginnya mirip ketupat sayur padang yang kentel banget rempahnya, ooouuh… ya syudah, namanya juga gratisan yang pentingkan kenyang.

IMG-20160227-WA0036

Berkat empal gentong H. Apud kita bisa tahu rasanya empal gentong dan sejarah mengenai cirebon yang asal katanya dari Cheribon, mungkin dahulu kala disini banyak pohon cheri bell, beautifull… beuatifullll… puas jalan-jalan (sebenarnya enggak puas) kita pulang ke Jakarta dengan penuh suka cita, nyanyi-nyanyi, becanda, tertawa, bergembira (padahal aslinya pada tidur semua di bis) hal yang gak gw lupain pas nyampe di Jakarta adalah jalan kaki dari penas cawang ke perumahan halim kurang lebih 2 kilo, hahaha asik,…. sialan bayu…., makasih buat teman-teman sepekerjaan sekeluarga kecil dan sepengetahuan, semoga makin sering-sering aja jalannya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s