Cerita Singkat, Love's, Tulisan Iseng

Hidup Gak Cuma Ngurusin Cinta apalagi Seks

Tulisan ini untuk para pembaca dan penggemar blog gw yang selalu curhat via email maupun BBM, curhatan yang menurut gw sangat-sangat mengharukan dan sayang banget hal itu terjadi pada diri kalian. Tuisan ini juga buat para pria serta wanita yang ingin move on dari masa lalu bahkan yang tidak ingin terjebak pada masa suram yang akan datang. 80% dari kalian yang telah memuntahkan segala unek-uneknya ke gw selalu merasa galau, hidup sudah berakhir dan merasa Tuhan gak adil dengan hidupnya tapi gw selalu sabar buat membalas semua tulisan kalian dengan kalimat yang semoga membuat kalian sadar kalau hidup itu gak cuma ngurusin cinta apalagi seks.

As we know jika kehidupan dijaman sekarang itu sudah gak lagi sehat buat para pasangan muda mudi, seks sendiri sudah disetarakan dengan seperti pegangan tangan, bisa terlepas tanpa dosa dan tanggung jawab. tidak sedikit juga yang harus menerima beban psikologis akibat trauma terhadap lelaki yang tidak bertanggung jawab, bahkan beberapa mereka harus mengakui kalau saat ini mereka sedang hamil, hamil dari hasil perbuatan seks diluar nikah dan itu mereka lakukan saat berada dibangku SMA. menyesal? sudah pasti mereka menyesal karena sudah hamil dan bapak si anak entah kemana rimbanya atau malah sedang menaruh benih dikaum hawa lainnya. tahukah kalian jika kalian para wanita terpaksa hamil saat kalian masih berada dibangku sekolah, ibarat mendengar berita duka cita atas meninggalnya keluarga kalian tapi kalian tidak bisa menemui nya karena jarak yang jauh. terasa bingung, serba salah, tidak bisa tenang…

Seperti salah satu teman gw yang saat itu baru duduk dibangku SMA Kelas 2, terpaksa dia berhenti sekolah setelah mengetahui usia kandungannya sudah berada di bulan ke 3, perut buncit bukan berarti kenyang tapi memang sudah pasti ada janin yang terus berkembang dirahimnya. dia merasa seperti kiamat sudah berada didepan mata, apalagi saat itu dia baru tahu dirinya hamil setelah ke dokter bersama orang tuanya akibat sering merasa mual dan wajah pucat. Dokter dengan berat hati memberikan berita gempar kepada dia dan ibunya secara langsung, ibunya hanya terdiam menatap kosong dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan akhirnya jatuh juga air matanya. sesampainya dirumah, suasana seperti di persidangan kasus berat, ayah dan ibunya saling debat atas siapa yang akan disalahkan, bahkan dia pun tidak bisa menjawab hanya bisa bengong tak berkata, bingung mau berkata apa. setelah dipaksa bicara, barulah dia berbicara dengan secara jujur, bahwa pacarnya lah yang telah melakukannya. ayahnya murka, marah besar namun apalah, semarah apapun tidak akan bisa memutar kembali waktu yang telah membuat kisah anak satu-satunya kembali perawan. ibunya hanya sering terpojok menangis seperti melihat hal yang menyedihkan tapi tidak tahu apa yang membuatnya sedih. setelah berunding keras, sudah dipastikan dia harus berhenti sekolah dan membuat skenario agar tetangga, kerabat sekolah, dan saudara-saudaranya tidak tahu bahwa dirinya hamil. scenario yang dibuat terasa percuma karena suatu saat perutnya akan semakin besar dan mengeluarkan bayi yang masih belum jelas kapan akan diresmikan pacarnya sebagai ayah dari si anak.

saat itu benar-benar seperti hari akhir, tidak ada malam yang bisa membuat orang tuanya larut dalam kantuk, masih menikmati kesedihan dan penyesalan. pacarnya pun ibarat pelaku tabrak lari, setelah tahu dirinya hamil, rimbanya entah kemana. sayang… si dia tidak tahu secara persis lokasi rumah orang tuanya karena tidak pernah berjumpa dengan keluarganya bahkan si pacar lebih sering main kerumah dia disaat birahinya sedang memuncak dan rumah nya sepi. Bapak ibunya bekerja sehingga lebih banyak waktu kosong dan terbuang percuma untuk mereka memadu kasih yang dilarang , sekarang hasil dari perbuatan itu sudah makin terlihat.

akhirnya si cowok berhasil ditemukan ketika ayahnya susah payah mencarinya disekolahan serta tongkrongannya dan mau tak mau harus dinikahkan, apakah menikahkan dia dengan pacarnya adalah solusi? buat saat itu sih iya namun untuk jangka panjang bagaimana? ibarat seperti menambal ban bocor, lama kelamaan bocornya juga bakal membesar lagi. Tetangga, saudara bahkan teman-teman keluarganya akhirnya mengetahui aib tersebut dengan apa adanya, saat pernikahanpun skenario kedua dibuat memberikan peran si cowok sebagai anak pegawai swasta yang sudah bekerja dan memang ingin menikah muda. Tabungan yang seharusnya menjadi biaya pendidikan si cewek hingga sarjana, terpaksa harus direlakan beralih ke biaya pernikahan yang tak sedikit karena pihak cowok tidak bisa memberikan tambahan biaya sebanyak yang diminta pihak perempuan karena berasal dari keluarga ekonomi menengah kebawah. ayahnya pun terpaksa, sekali lagi terpaksa mengeluarkan duit banyak karena dikejar oleh perut anak perempuannya yang semakin besar. senyum dipelaminan tidak seindah apa yang ada di hati mereka, chaos, gundah gulana dan menangis.

setahun kemudian gw dan dia bertemu sudah menggendong anak yang lucu namun saat cerita ini disandur, ternyata mereka sudah cerai karena si cowok telah selingkuh dan bermain dengan wanita lain. Akhirnya jelas, solusi itu hanya sementara, bagi si cewek sebagai jawaban agar tidak bingung si anak atau tetangga nanti bertanya ayahnya siapa sedangkan si cowok merupakan solusinya untuk bertanggung jawab dahulu dan nanti akan dilepas begitu saja karena merasa sudah selesai tanggung jawabnya. tapi temen gw bisa tegar karena dia sadar kalau hidup gak cuma ngurusin cinta dan seks… dia mulai bekerja dengan ijazah apa adanya disebuah toko milik saudaranya…. pas gw tanya apakah trauma dengan kehidupan yang pernah dideranya? dia jawab ” hidup gak cuma ngurusin cinta fik, gw harus maju walau sendiri”

kebanyakan korban korban dari percintaan akan berputar-putar didalam masa lalunya, susah move on dan harus gw sadarin dengan kalimat tersebut. gak sedikit juga yang akhirnya jadi males kuliah, males sekolah sampai malas kerja karena berada di lingkungan kepedihan dalam percintaan, heeey… kalian… sadarlah hidup ini bukan diciptakan untuk meratapi nasib, kalian harus maju dan lanjutkan hidup sampai titik terakhir kalian tidak dapat bernafas. Kesalahan terbesar kenapa para pelajar atau mahasiswa susah dibuat maju karena faktor percintaan, mereka sekolah niatnya bukan belajar hanya untuk bertemu gebetan atau pacarnya, didalam kelas ingin buru-buru pulang buat jalan sama pacar atau bahkan buru-buru kerumah karena lagi sepi buat nyenengin pacar. Belajar? ya lebih enakkan pacaran lho daripada belajar, yang kuliah juga sama, lebih banyak pikirannya ke handphone menanti kabar dari sang pacar atau menunggu tanda-tanda dering hadirnya pesan sayang dari pacar. yang sudah kerja apalagi, dikantor pikirannya terbagi untuk memikirkan weekend mau jalan sama pacar kemana, itu juga kalau lagi asik pacarannya, kalau lagi berantem sih gak akan adanya pemikiran seperti itu, adanya kusut, gak fokus sama kerjaannya. yang jomblo? berbahagialah bagi kalian yang masih muda dan jomblo, gak usah iri sama yang udah punya pasangan, kesempatan orang sukses lebih besar bagi si jomblo lho, bisa fokus sama cita-citanya.

inilah kesalahan terbesar muda mudi bangsa ini, berkat televisi atau drama yang telah dibuat demi menikmati dunia, mereka hanya berpikir dunia akan berakhir jika putus sama pacar atau merasa Tuhan kejam memberikan predikat jomblo sejati di dirinya. apakah ada ayat didalam kitab apapun yang menjelaskan bahwa ‘hidup itu untuk cinta’ kayaknya gak ada deh, semuanya menjelaskan kalau kita dilahirkan untuk belajar, beribadah dan semangat meraih cita-cita kita. come on… banyak waktu yang terbuang buat termenung pada masa lalu, gak akan ada habisnya melihat kenangan yang tidak disenangi. belajarlah dari apa yang telah terjadi, kalau kamu pernah di ML-in sama cowok dan cowok itu pergi, ya udah mau gimana lagi, itu udah resiko kenapa ada larangan pacaran, tinggal kamu nya hati-hati melangkah, cari lah cowok yang serius bukan modus. kalau ada masalah dengan percintaan yang tak kunjung reda kamu ratapi cobalah menatap kedua orang tuamu, kamu dibesarkan untuk bisa melanjutkan perjuangan hidup orang tua, menjadi orang tua yang sukses nantinya bukan menjadi manusia yang berputar putar dalam pergalauan. lihat teman-teman lainnya, gak pengen kaya mereka, bisa beli motor bagus, mobil bagus dan rumah sendiri. hidup penuh konsep serta rencana, fokus pada rencana, mau sukses ya belajar dan kerja keras. Setan sangat suka sama manusia yang terpuruk pada kesalahannya sendiri, dibumbui kegalauan biar semakin gak semangat hidup, habis itu bunuh diri deh dan nyummny jiwamu sesat diakhirat nanti.

hidup ini tidak hanya untuk ngurusin cinta, ada banyak hal yang kamu mesti coba… seperti jalan-jalan keluar kota, lihatlah indahnya Indonesia atau menikmati beragam makanan seru di Indonesia. Semua itu butuh perjuangan, kerja keras dan belajar, bukan cinta yang ibarat seperti pisau, bisa menusuk atau ditusuk namun terlihat indah…. dengan tulisan ini gw berharap teman-teman yang galau bisa move on dari masalahnya, gw bukan siapa siapa dan bukan bapak Mario Teguh yang bisa ngomong motivasi dapat rejeki. niat gw cuma ingin menyelamatkan Indonesia dari akar terkecil, menyadarkan muda mudi dari kenikmatan dunia pacaran yang sudah gak sehat lagi. gw sendiri mantan cowok nakal, tobatlah, udah tua… pengalaman gw bisa buat pelajaran ke adik adik dibawah umur gw yang semoga bisa jadi pelajaran dan sukses kedepannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s