Cerita Singkat

Open Your Mind, Lihat Dunia

Dosen agama gw waktu kuliah pernah ngasih nilai C khusus pelajaran agama di semester 4 dan hal itu cukup mengkagetkan, masa iya gw sebodoh itu soal agama padahal ujian baca tulis Al- Quran selalu hadir dan nilainya B dan bisa menjawab soal-soal mengenai agama Islam ya walaupun dari 10 soal Cuma benar 7 saja tapi masa iya nilai gw C. gw langsung aja bandingkan nilai agama temen gw yang dari lahir agamanya islam tapi mirip mualaf alias belum bisa baca Qur’an apalagi nilai ujian agamanya jeblok. Tambah kaget lho gw, karena ternyata nilai agamanya B, we-ow-we kenapa gw bisa dapat nilai C ya.

Setelah merenung di pojokan kantin akhirnya gw mendapatkan jawaban dari kenapa nilai agama gw C, ya walaupun nilai agama tidak terlalu menentukan IPK di semester akhir tapi gw gak terima gitu aja donk. Gw akhirnya mengerti dengan masalah ini, simple sih, C merupakan nilai kebencian dosen agama gw sama gw, alasannya? Simple, dia benci isi ceramah atau pidato gw pas ada ujian pidato. Dari 20 orang lelaki yang diajak ujian Cuma 3 orang yang berani maju kedepan buat pidato atau menunjukan skill berbicara didepan umum, salah satunya udah pasti gw. Kenapa dosen gw bisa benci isi pidato atau ceramah gw? Kalau dibilang ceramah sih enggak juga karena gw gak hapal doa-doa awal mula atau pun pengakhiran ceramah, jadinya lebih baik dibilang pidato.

Sebelum mengutarakan soal pidato, gw akan memberikan sedikit profil dosen agama gw. Nama dosen gw biasa dipanggil dengan Pak Syahir, berjanggut tebal kebawah dengan beberapa helai uban, selalu pakai peci putih khas arab. Tampilannya ya biasa saja tapi setiap ngajar dia selalu menyelipkan kalimat “amerika Negara kafir” apalagi saat itu presiden amerika yaitu George bush ingin berkunjung ke Indonesia, saat itu rakyat Indonesia sebagian besar menentang kedatangan beliau bahkan ada yang mengancam akan memboikot produk amerika. Bahkan dikampus gw juga lagi hot hot nya masalah boikot, dosen agama gw ini makin membara untuk sama-sama memboikot produk amerika sampai-sampai gw bosan mendengarkan beliau selalu menerikan Kafir-kafir-kafir amerika. Emangnya di amerika isinya orang kafir? Gak ada muslimnya gitu? Gak ada masjid gitu?

Isi pidato gw saat itu adalah menentang pemboikotan dan segalanya, bukan berarti gw mendukung segala apa yang amerika punya tapi didalam pidato gw menyuarakan solusinya apa dari pemboikotan. Kita bisa saja melarang orang kerja di MCD, KFC atau produk amerika lainnya tapi apa kita sudah punya solusi untuk para pekerja tersebut? Mau makan pakai apa mereka? Bayar kontrakan atau kost-an pakai apa mereka?. Ibarat kita gak pengen melihat sampah berserakan, maka kita buatkan wadah yang bernama tempat sampah agar manusia bisa membuang sampah pada tempatnya. Kalau Cuma menyuarakan boikot tanpa solusi sih, ibarat kita nyuruh orang bunuh diri tapi gak ada alasan kenapa orang itu harus bunuh diri. Rejeki udah diatur sama Allah, gak usah takut. Realitanya, orang di PHK aja besoknya udah panik mau biayain hidup pakai apa, ya mbok kalau mau boikot harus keliatan solusinya dulu. “hey kamu jangan kerja direstoran itu, milik kafir, lebih baik kamu bekerja direstoran saya, menu nya khas arab nasi dibuli” , di ending pidato gw dengan lantang bilang “kalau kalian ingin terbebas dari produk asing atau kafir, handphone kalian buang, pakaian kalian buang bikin semua dari kain kafan, jaket kalian sobek dan makan atau minumlah dari kebun tetangga” semua teman-teman gw bertepuk tangan bahkan teman gw yang solatnya rajin pun bilang “bener juga ente…” Setelah itu gw dapet nilai C haghaghaghag… luar biasa deh, as you know kalau dosen agama gw kemana-mana naik motor, handphone nokia, dan jaketnya warna biru bertuliskan USA dibelakang nya lengkap dengan bendera amerika, dipake pas solat jamaah.

Dari kisah gw diatas, menceritakan tentang betapa manusia masih ada yang berpikiran sempit, hanya mengangkat wacana tanpa tahu dan sadar dengan apa yang mereka pegang. Agama gw mengajarkan untuk terbuka, berfikir dan belajar bukan menjadi kaum yang mudah panas, mudah amarah dan tersulut (gampang diadu domba) Cuma ya seperti kata sahabat gw, salah satu seorang penulis cerpen di dunia maya. Manusia kalau belajar agamanya secara serakah tanpa melihat lingkungan jadinya blagu, berasa hebat dan paling ngerti agama sendiri. Saat ini juga gw melihat beberapa teman gw seperti itu, okelah gw setuju mereka berubah buat mendalami agama, Alhamdulillah banget. Dia sendiri niat membuat grup WA anak-anak sekolah lama tujuannya silahturahmi, biar kalau ada acara reuni atau kumpul-kumpul jadi gampang terkondisikan, awal-awal sih okelah, semua ngobrol kangen-kangenan tapi kesininya temen gw sebut aja namanya daud, mulai mempraktekan ajaran agamanya.

Setiap ada salah satu teman yang becanda dengan kalimat “wah elu fan masih kaya cewek-cewek gitu gak sih? Dulu waktu sma kan kebencongan” si daud langsung nongol lalu menceramahi temen gw. Temen gw bernama Heri memang tabiatnya bocah dagul, dia share foto panas tapi semi hot kok gak sampai telanjang, si Daud nongol sambil ceraham dan menghakimi si heri, padahal yang lainnya udah nenangin si daud biar gak terlalu panas dan si Heri sudah meminta maaf. Lalu teman-teman cewek ngobrolin teman yang lain belum nikah, alhasil si daud nongol dengan peringatan di grup tidak boleh bergosip, ya Allah buat apa ada grup kalau gak boleh ada obrolan, bahkan mereka gak bergosip, gossip itu obrolan gak atau belum tentu benar dan orang yang diomongin tidak ada didepan mereka, sedangkan ibu-ibu ini berketik ria menjadi obrolan, orang yg di obrolin pun ada, tidak ada masalah. Lebih aneh lagi, pas ada temen lain becandain daud dengan kalimat “emang lu kenapa belum nikah, nanti gak laku-laku” langsung deh seperti biasa dia ceramah,blab la blab la bawa-bawa hadist atau berbicara dengan bahasa arab. Dan grup WA alumni SMA gw memecahkan rekor, apa itu? Rekornya seringnya anggota yang keluar masuk dan seringnya anggota yang meminta maaf. Duh… kalau memang pengen bikin grup yang isinya pelajaran agama, jangan main undang semua teman-teman, bahkan yang non muslim diundang masuk yang mungkin mereka berharap bisa ngobrol dengan teman-teman lama tanpa adanya ceramah agama. Akhirnya grupnya sepi sekarang, pada malas mau koment atau apalah, jadinya salah terus hahaha

Gw sendiri suka sama ustad atau penceramah yang pemikirannya terbuka, ada fenomena apapun yang mengusik agama Islam tidak langsung tersulut, dibicarakan dengan nada santai, ringan bahkan dijelaskan secara detail kenapa tidak boleh begini atau begitu. Sama seperti kenapa gw disini membuat artikel atau blog tentang kenapa tidak boleh ML sebelum menikah, gw gak akan berteriak “gak boleh pacaran, didalam Islam gak boleh pacaran” tapi gw akan memberikan masukan kenapa kita gak boleh ML, pacarannya aja gak boleh apalagi ML nya? Dari situ pembaca yang sedang butuh pencerahan jadi paham, kalau kita bertanya tapi jawabannya Cuma gak boleh, gak akan merubah apapun.

Ada salah satu pembaca blog gw menghubungi gw via email, dia sedikit protes dengan kevulgaran gw menulis dan langsung men-judge gw mendukung perzinahan. Gw langsung balikin dengan bahasan lembut, dimana dukungan gw untuk menyuruh pembaca lain berzinah dan gw sendiri menulis berdasarkan pengalaman, vulgar? Sudah pasti dan itulah yang terjadi di dunia yang kita pijak saat ini. Gaya tulisan gw emang apa adanya, gak pengen sok sopan biarpun vulgar tapi masih enak dibaca dan jatohnya bukan stesilan kelas Freddy S. Makanya kita disuruh belajar lewat buku dan lingkungan, kalau Cuma duduk menyendiri dipojokan membaca buku tapi tidak mau keluar ruangan atau menjelajahi lingkungan ya gak bakalan tahu dunia ini kaya apa. Makanya gw gak pernah menulis komentar “makanya jangan pacaran” gw akan memberikan solusi dengan perlahan, untuk hati-hati dalam bergaul dan menjalin asmara, kalau kamu gak hati-hati bakal begini begini begini akhirnya menyesal. Menyadarkan seseorang bukan lewat kekerasan ataupun hardikan, tapi kita harus masuki dunia mereka dan mengambalikan alur hidupnya sebelum dia terjerumuh ke jalan yang salah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s