Cerita Singkat, Love's

Ngeklik by Phone

Cinta bisa datang dari mana saja, melalui tatapan, suara bahkan sekedar sentuhan yang tidak disengaja pun bisa menjadi cinta. Banyak orang yang beranggapan kalau cinta itu datang dari hati, ah menurut gw salah banget karena hati gak punya mata makanya ada kalimat cinta itu buta, buta dalam konotasi positif, kalau negatifnya : cinta itu buta, gak peduli tampang yang penting duitnya gampang. Gw punya kisah cinta yang sebenarnya gak mau gw ceritakan tapi apa daya, kayaknya gak adil kan kalau para pembaca blog gw terang-terangan cerita soal kehidupan asmara sedangkan gw enggak.

Tahun 2013 (kalau gak salah) dan gw masih bekerja diperusahaan cat terkenal di Indonesia, gw yang dipekerjakan sebagai pelayan ketidakpuasan konsumen memiliki partner bernama Nisa, cewek yang menurut gw mirip banget sama julia perez walaupun ukuran dadanya tidak sebesar anak SMA. Ketika di jam santai, gw sama nisa bercanda ala ala orang kantoran,tempat duduk kita juga sebelahan dan tidak jauh bahkan saking sebelahan kalau kita sama-sama memandang mirip orang mau ciuman. Lalu nisa memamerkan beberapa karya fotonya karena sebelumnya gw membahas soal kamera DSLR dan dia pernah memilikinya, di halaman facebook nya terpampang aneka rupa manusia yang dia foto namun tiba-tiba gw teriak “eh stop nis… coba balik lagi” dia mengeklik folder sebelumnya dan disana ada beberapa foto cewek dengan kaos merah berambut pendek menjadi objek foto si nissa. “itu siapa nis?” lalu dia menjawab “temen gw, ngapa? Naksir lo?”, gw sambil nyengir kambing “ahaha gak lah…”, “gak salah lagi?”, menghela nafas “iya”. “lu udah punya cewek juga, dasar cowok”

Senyumnya manis walaupun gak sekelas fashion model atau pramugari tapi senyumnya menurut gw itu mewah banget. Semalam suntuk gw mikirin tapi besok paginya juga udah lumayan lupa karena teringat tugas kantor. 2 hari kemudian gw kembali teringat cewek itu dan gw kembali nanya ke si nissa soal temannya, si nissa sih orangnya asik, gak kaya cewek lain yang sok menjunjung tinggi kesetiaan, padahal gw Cuma nanya aja kan gak salah ya. Disaat gw sedang obrolin cewek itu, tiba-tiba line telepon gw berbunyi dan sebagaimana gw seorang telemarketing udah pasti angkat telepon itu. “PT. Bla bla bla selamat siang…”, lalu terdengar suara cewek agak gugup menjawabnya “eh mas selamat siang,bisa disambungkan ke nissa?”, “oh nyari mbak nissa ya, oke sebentar ya”. Pas banget hari itu suara gw lagi bindeng, kebanyakan minum es buah sehingga agak serak serak basah. Nissa menerima telepon dari temennya, lumayan lama dia berhubungan lewat telepon, sepertinya obrolannya serius banget.

Setelah dia menerima telepon, nissa langsung berkata “woi mos, ada salam tuh dari temen gw”, “yang mana sa?”, lalu dia mengambil handphone nya dan menunjukan foto sambil berkata “nih yang elu taksir” oh… God.. ternyata yang telepon tadi cewek berambut pendek berkaos merah dengan senyum mewah itukah?. Takdir macam apa ini?, entah lah, tapi perasaan gw jadi seeer seer gak karuan. Beberapa hari kemudian dia kembali telepon, reaksi gw saat itu jadi gugup, kata si nissa “dia sengaja telepon dari Line lu, padahal udah gw kasih nomer Line telepon gw yang sebenarnya. Kata dia suara lu mengesankan, bikin jatuh hati” oh fak yeah… baru kali ini ada yang bilang suara gw mengesankan. Harus gw bilang ke nissa saat itu kalau gw nge-klik dengan suaranya, gw pengen ketemuuuuuu…. namun sayangnya gw diharamkan ketemuan dengan dirinya, nissa gak pengen nanti hubungan gw dengan pacar jadi rusak karena perasaan si cewek ini.

Dibilang gw gak boleh merusak hubungan tapi si nissa ngasih nomor teleponnya ke gw sambil berpesan “ni lu wassap aja, biasanya jarang balas, kalau dia bales WA lu berarti dia bener2 seneng sama lu” weeeh dasyat. Selama 3 hari nomor telepon nya gw save tapi tidak gw kontak-kontakin karena masih isin (malu) sama dia, hingga akhirnya gw beranikan diri buat say ‘hi’ ke dia lalu dia menjawab untuk pertama kalinya dengan “iya… J” hehehe gokil perasaan gw girang gak terkira. Sejak saat itu kita sering wasaapan tapi kalau di hari sabtu atau minggu gw gak wassap dia alias gw blok karena takut pacar gw baca aiiih jahatnya ya gw. Ada banyak cerita yang dia tulis di wassapp hihihi asik juga dan ternyata dia seorang blogger kaya gw dan pecinta sinematografi. Kita berdua sama sama pengen kerja di dunia televisi atau film dan entah dari mana temen gw nyebar flyer by bbm soal lowongan kerja pertelevisian di senayan, ada banyak stasiun tv yang buka lowongan disana. Ide bagus kayaknya kalau gw sama si cewek ini ketemuan sekaligus naro lamaran, ngedate gitu? Ah enggak lah, kan gw udah punya pacar, sekedar teman kok.

Gw share iklan lowongan ke dia dan langsung aja dia setuju buat naro lowongan bareng dan sebagai hari pertama kita bertatap muka. Sebelumnya gw hanya bertatap via foto dan dia beberapa kali mengirimkan fotonya dengan hijab, dia sudah berhijab, cantik pula. Foto favorit gw adalah foto dia berhijab kuning dengan teks ‘Selamat Pagi mas, Semangat kerjanya ya’.. mood booster banget lho, foto itu gw save dan selalu gw liat kalau gw lagi gak mood kerja. Pacar gw aja ga pernah ngasih kesemangatan seperti itu lho, palingan Cuma “hati hati dijalan” atau “pulang langsung pulang”. Sedangkan dia “Mas pulang nya hati-hati ya, kalau mau main jangan malam-malam pulangnya, kabarin” wanita yang lembut, walau kita bukan pacar dan dia bukan pacar kedua gw tapi seperti memiliki istri sebenarnya. Haaaa…. sedih.

Hari sabtu adalah hari dimana pertama kali gw ketemu secara fisik dengan dua mata yang akan menatapnya langsung. Gw jemput dia di tambun, walau sempat nyasar karena patokannya alfamart sedangkan alfamart dimana mana ada hahahaha. Saat gw memarkir mobil, tiba-tiba ada sesosok wanita berjilbab ungu dengan kemeja ungu, lalu celingak celinguk, langsung aja gw menjulurkan lidah eh sori, kepala dan berteriak memanggil “Dev…” lalu dia melihat ke wajahku nan hangat. Segeralah kita beranjak menuju senayan, gugup, ya udah pasti, untuk 1 jam pertama ketemu langsung tidak selugas gw berbicara di wassapp atau telepon. Hahahhaa, keringet dingin walau AC mobil udah di nomor 2 lho. Tapi makin lama makin asik, obrolan kita makin hangat mencairkan suasana, dia juga humoris walau jarang ngelawak, gw lebih sering ngelawaknya dan dia suka, dalam hati gw “pacar gw suka ngambek klo gw ngelucu, katanya hidup itu jangan sering ketawa”. Apa sih yang kita obrolin? Ya sekedar ngomongin temennya dia atau masalah kerjaan tapi lebih banyak kita omongin kerjaan sih yang memiliki cita-cita sama yaitu ingin kerja didunia perfilman. Disaat pertemuan ini kita ngeklik 2 kali, memiliki hobi yang sama yaitu menulis dan jalan-jalan, yeah i love travelling, i have a dream, i can around Indonesia, and my dream same with her.

Sesampainya di senayan kita berjalan berdua melihat stand-stand lowongan pekerjaan, gw gak fokus sama stand stand tersebut, gw Cuma fookus sama dia dan handphone karena sebenarnya gw cabut dari kantor dengan alasan mau liat survey toko hahahha… sebenarnya kita gak pure berdua lho karena dia sendiri sebenarnya sudah janjian sama temannya di lokasi yang sama, gw lupa namanya tapi model badan sama gaya biacaranya mirip artis lenong bocah yang bawelnya ya Allah tapi asik kok bocahnya. Setelah puas berkeliling stand lowongan, gw sama dia menaruh di stand Net Tv kebetulan mereka butuh banyak pegawai karena televisi ini terbilang baru bahkan belum terbit dari peredaran, bodohnya gw Cuma punya cv tanpa ada pas foto maupun fotokopi KTP, ya namanya juga gak niat. Saat akan pulang kita mampir ke KFC buat makan ayam, dari situ temannya ngeliat gw seperti sedang mencoba mendekatinya Cuma karena kursinya gw siapin buat dia, hmmm udah siap gentle gw sih bahkan pintu masuk juga udah pasti gw yang bukain.

Di cawang kita berpisah sama si temennya dia, sebagai cowok yang tanggung jawab gw anterin dia pulang ke tambun. Diperjalanan pulang akhirnya gw membuka diri jujur kepadanya kalau sebenarnya gw udah punya pacar, bahkan sudah bertunangan walaupun sebenarnya dia juga sudah tahu tapi kita sama-sama tahu jika rasa penasaran ingin bertemu kita sangat kuat, seperti batu karang yang keras dan kuat tak pecah diterpa abrasi lautan ganas. Menurutnya gak masalah buat dia, tapi matanya gak bohong lho, sempet tersirat kata maaf atau isyarat kalau perjalan ini bisa diperpanjang tanpa halangan. Bisa saja gw bohong dan menyematkan kedustaan tapi ini sudah terlalu telat untuk berdusta layaknya kebakaran yang sudah menghanguskan rumah bilik kayu. Setelah itu kita masih tetap berteman dan komunikasi, lebih uniknya disaat gw melakukan sesi prewed dia gw undang sebagai juru gaya bersama temen gw bernama ricky kang poto. Rencananya memang dua insan ini mau gw jodohin tapi nasib berkata lain, si ricky kurang ngeklik sama doi karena saat itu ricky kang poto masih merasa dirinya muda dan berhak main-main dulu sedangkan, dia masih dengan harapan keseriusan dalam hubungan hingga menikah nanti.

Sudah pasti calon istri gw ketemu sama dia ketika sesi prewed, setelah acara prewed selesai calon istri gw bertanya sama gw “kamu kenal dia darimana? “, gw menjawab dengan santai “kenal di kantor”, dengan tatapan dalam calon istri menatap gw sambil berkata “mengapa kamu gak sama dia aja, kalau aku liatin kalian cocok, dia cantik, berjilbab dan penyabar, beda banget sama aku yang kata kamu gak penyabar dan gampang emosi”. Entah mau menjawab apa saat itu, gw cukup terdiam lama namun gw gak mau ada debat ketika waktu tinggal 2 bulan lagi kita akan menikah “sudahlah, terlihat cocok belum tentu jodoh, ngomong apa sih kamu”. Jadi teringat kalimat sohib gw, gak selamanya cinta itu menjadi milik kita secara nyata, terkadang apa yang kita cintai justru tidak bisa menyatu namun bisa menjadi motivasi serta kenangan kebahagiaan tersendiri. Hmmm apa sih… aneh banget kisah ini, kan belum pasti dia juga menyukai gw.

Gw akhirnya menikah lho sama calon istri gw, dia gw undang dan dateng juga sama teman temannya walau saat itu sedang hujan cukup deras. Hingga umur pernikahan gw sudah mencapai dua tahun dan gw masih kontak-kontakan sama dia ya walau gak sesering dulu tapi yang paling mengezutkan adalah ternyata gw masih nyimpen fotonya yang berjilbab kuning dengan tag selamat pagi mas, semangat kerjanya ya hahahaa… dia sendiri gak nyangka gw tunjukin begitu. Oh iya sekarang dia gw jodohin sama teman kantor, katanya sih seneng dan ngeklik, kalau dilihat lihat ni temen gw mukanya mirip gw lho hahaha dan sifatnya sih bisa juga mirip tapi lebih bawelan gw namun dia lebih alim, rajin solat euy…. mudah-mudahan saja mereka cocok walaupun dari hati terdalam gw sedikit cemburu lho lihat kebahagiaan mereka, ya Allah, ada sebuah perasaan yang pengen gw ungkapin ke dia biar gw tenang dan gw gak ngusik hubungan mereka. Kata temen gw sih gitu, mendingan diungkapin rasanya, udah pasti kan dia nolak, ya iyalah nolak gw juga udah punya istri dan dia nya sudah punya pacar, tapi ada benernya sih memang harus di ungkapin biar lega serta plooong.

 

Yang penting dia bahagia saat ini, gak galau lagi…..

Iklan

2 thoughts on “Ngeklik by Phone”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s