Rumah Kosong dan Seks Bebas

Posted on

Ini bukan artikel mengenai tips cara kita menghindari perampokan atau pencurian tapi ini lebih kepada sebuah cerita nyata anak-anak muda era sekarang, jaman dimana konsumsi listrik menjadi berlebih untuk charge baterai gadget dan mata lebih sering menatap layar hape dibandingkan layar tancap. Guys…. gw mau sharing-sharing nih, sebelumnya kan gw sempat membuat tulisan yg nge-hits habis soal Bertahan karena ‘itu’ dan semua dari cerita pengalaman tersebut sebenarnya memiliki satu titik awal permasalahan.

Gw beberapa kali menonton video mesum hasil karya anak bangsa, tanpa skrip atau skenario tapi mereka melakukan adegan tersebut dengan alamiah. Riset alamiah menonton video kemesuman muda mudi ini, dapat gw tarik kesimpulan bahwa mereka mesum di ruang kosong hahaha, ya iyalah bahkan sampai ada yg di hutan dan kebon, anjriiit… jangan-jangan peluh keringat mereka bercucuran jatuh ke daun-daunan sesayuran dan sejenisnya. Kenapa juga mereka mesum di Hutan, ah namanya juga penghematan, modal rayuan gombal “aku janji bakal nikahin kamu, ini bukti cinta akooooh” fak lah, kemesuman langsung saja terjadi dimanapun (asal sepi). Mungkin lagu kisah kasih di sekolah yg memiliki lirik ‘malu aku malu, pada semut merah’ tidak lagi berarti karena ketika dua insan bermesum ria akan lupa di hutan atau kebun banyak semut rang-rang yg berlalu lalang dan gak beruntung melintasi daerah yg menjadi lapak buang hajat kelamin.

Beberapa teman-teman yg pernah melakukan hubungan intim diluar nikah, entah saat masih dibangku sekolah atau kuliah melakukan pertama kali ketika rumah mereka kosong. Ini inti awal dari permasalahan seks bebas dikalangan remaja dan gw bakal jelasin kenapa bisa begitu atau mungkin ada pembaca yang masih lugu gak ngerti hubungannya dengan rumah kosong. Remaja memiliki daya emosi yg meledak-ledak, mudah emosi tapi mudah juga terangsang karena yang namanya terangsang merupakan suatu efek yg baru di umur mereka. Ketika melihat cewek cantik seksi hampir bugil langsung ada perasaan “aaaah….. gimana gitu” dan bagian alat vitalnya mengeras. Gini nih cara kerjanya (bingung gw ngambil bahasanya)

  1. Panggil aja si cowok Toni dan si cewek Friska (sori klo ada yg punya nama itu)

Kedua insan ini jadian, mereka teman sebangku, sama-sama polos, Cuma tahunya pacaran itu ya jalinan kasih tanpa pamrih.

  1. Hubungan mereka beranjak ke 3 bulan, tiap bulan di hitung anniversary lho, ah biasa itu namanya juga abg baru jatuh cinta. “met 1 bulan sayang” “happy 2 bulan honey” “udah 3 bulan ya sayang,lama juga ya pacaran kita”
  2. Di bulan ke 4, Toni mulai coba-coba pegang tangan si Friska dengan alasan safety saat nyebrang jalan, atau biar tidak tertinggal berjalan berdua di mall. Toni mulai merasakan ada rasa nyaman, tak jarang untuk yg baru pertama kali genggam tangan lawan jenis bakal keringetan. Oh iya, baca juga artikel-artikel soal gandeng tangan, soalnya ada fakta kenapa gandengan tangan bikin nyaman.
  3. Gandengan tangan didepan umum sudah biasa, ketika di bioskop memberanikan diri untuk merangkul atau semi memeluk (agak memeluk badan tapi gak pelukan). Terkesan memberikan kehangatan bagi pasangan “aku ingin selalu membuatmu hangat fris…”
  4. Toni melihat adegan ciuman, entah di tv, internet bahkan melihat burung parkit piaraannya saling adu paruh ke pasangannya. Toni berpikir apa nikmatnya saling bersentuhan bibir ke bibir. Dia bayangin mencium friska dalam lamunannya hingga akhirnya dia tak sadar sudah terangsang. Kalau belum kenal seks, liat orang atau bayangin orang ciuman aja udah terangsang lho.
  5. Karena rasa penasaran tapi takut, toni meminta cium pipi si friska. Awalnya friskan menolak karena takut tapi toni selalu stabil untuk menggodanya hingga akhirnya friska mau tapi hanya dikecup saja.
  6. Karena si friska udah ngasih lampu hijau untuk dikecup pipi, Toni bingung meletakan waktu yg tepat buat mencium si friska. Dalam garis besar, dia butuh tempat sepi dan tak ada orang pun yg melihat kecuali Tuhan, mau bagaimana pun tetap akan melihat.
  7. Toni memberikan pesan kalau nanti pulang sekolah untuk tetap tinggal dikelas, karena biasanya akan sepi saat kelas bubar.
  8. Toni dan Friska akhirnya melakukan kissing pertamanya di kelas, awalnya cium bibir malu-malu namun makin lama sudah beranikan diri mencium bibir ala film dewasa.
  9. Kegiatan cium mencium sudah dibiasakan dalam menu pacaran mereka, setiap ada kesempatan mereka akan berciuman baik dirumah tony maupun friska walaupun ada kedua orang tuanya karena tidak mungkin orang tuanya berada dihadapan mereka selama mereka pacaran.
  10. Ketika ciuman menjadi hal biasa, Toni ingin sesuatu yang lebih. Ada hentakan gairah ketika berciuman dengan friska sambil memeluknya, tanpa sadar jemari Toni mulai berani menggapai sudut-sudut tubuh Friska.
  11. Awalnya Friska menolak tapi Toni berhasil meyakinkannya seperti meyakinkan jika mengupil itu tidak berdosa.
  12. Toni mulai memperhatikan waktu kapan rumah kosong untuk mengajak friska kerumah

Hmmmm….. stop deh, tulisan gw lama-lama jadi seperti stensil ala step by step. Dari kisah epik dari Toni dan Friska kita bisa melihat betapa mudahnya remaja sekarang untuk melakukan hubungan yg melebihi batas hanya dengan memiliki kesempatan berada di rumah atau tempat kosong. Gak sepenuhnya ini salah si cowok kok, gw selalu bilang dimanapun wanita berada bahwa yg namanya nafsu birahi itu ibarat burung dan sangkar, kalau pintu sangkar tidak terbuka dan tidak terdapat umpan, niscaya itu burung gak bakal mau masuk hanya berada diluar sangkar sambil mupeng. Saat posisi seperti ini, wanita lah yang bertugas sebagai penyadar kaum adam agar tidak mudah terbisik oleh rayuan setan. Seks diluar nikah, atau sebelum menikah lebih lezat karena dibumbui oleh setan agar 2 insan terus menikmatinya, berarti setelah menikah gak enak donk? Ya tetep enak tapi gak gurih mecin bro, ini gurihnya alami karena cinta dan sayang serta kepuasan tanpa ada perasaan dag dig dug intip jendela rumah takut-takut ada yg buka pager.

Beberapa pasangan melakukan hubungan seks bebas untuk pertama kali dirumah kosong, bisa berarti rumah yg benar-benar kosong atau rumah yang tidak ada orang lagi selain mereka. Kalau di hotel pun kelasnya udah beda, uang jajan paling 10ribu sehari mana bisa sewa hotel semalam dan resikonya pihak hotel tidak akan mau memberikan kunci kepada anak bau kencur. Setelah itu maka mereka bisa melakukannya dimanapun selama ada kesempatan dan waktu, ya kalau sudah begini hanya Tuhan yang tahu kapan mereka melakukannya kecuali pihak pemilik rumah mau memasang CCTV. Mungkin rumah masih aman tidak dijadikan tempat perzinaan kalau hanya satu orang tua saja yg bekerja (biasanya bokap yg kerja) kalaupun kedua orang tuanya bekerja, bisa menaruh Asisten Rumah (pembantu) untuk mengawasinya namun ini bisa aja menjadi bisnis basah si pembantu (usahakan pembantunya tidak ABG ya).

Seks itu seperti narkoba guys, bagi cewek yg baru pertama kali melakukan seks akan merasakan sakit luar biasa, sama dengan efek saat lo lo yg pernah make narkoba, setelahnya bakal ketagihan. Kalau tidak terkontrol bakal ketagihan gak karuan, bakal menepikan perasaan harga diri, kalau pasangan gak bisa muasin, pasti bakal cari pasangan lain. Gw pernah nonton talk show gitu, yg katanya ada cewek bispak (bisa dipakai) tanpa dibayar karena memang hobi dan untuk kepuasan semata, oh My God… orang tuanya pasti bakal sedih melihat anaknya menikmati dunia hitamnya. Kalau sudah tidak terkontrol, wajar aja kalau anak-anak muda sekarang banyak yg terkena penyakit Aids, aih sereeem. Kata guru ngaji gw, aids itu sebenarnya bukan penyakit melainkan sebuah peringatan dari yg kuasa biar manusia sadar. Tapi semua penyakit yg ada di dunia ini bisa disembuhkan kecuali kematian (slogan obat herbal syariah).

Ya walaupun gw belum punya anak tapi gw harus mempersiapkan segala sesuatunya, terutama pengalaman gw hidup dan jangan sampai anak gw nanti jadi kagak bener. Kalau cowok jangan jadi penjahat kelamin apalagi sampai hamilin anak orang, kalau anak gw cewek semoga jadi cewek bener, jadi kutu buku bukan kutu nggu sosokmu dikamar om, halah.. lebih was was emang kalau punya anak cewek. Orang tua pun harus menekankan perhatian terhadap si anak, jangan selalu menekankan “pokoknya kamu harus belajar”. Perasaan lu gimana sih saat lu keluar kamar terus nyamperin kedua orang tua yg lagi asik nonton tv, rencana lu pengen kumpul bareng mereka sambil nonton bareng tapi baru aja datang menghampiri udah diteriakin “sana masuk kamar, BELAJAR!!!” Akhirnya si anak berpikir kalau hidupnya hanya untuk belajar. Padahal hidup itu butuh interaksi dengan orang lain terutama orang tua, apalagi kalau sampai punya orang tua yang sibuk sama pekerjaannya masing-masing dan si anak jadi anak pembantu. Kasian lah, buat apa nikah dan buat anak kalau si anak Cuma seperti hiasan guci di pojok rumah atau peliharaan seperti kucing, dikasih makan terus di elus-elus lalu pergi.

Jadi, inti dari artikel ini adalah jangan membuat rumah terasa kosong, walaupun ramai tapi kalau si anak gak diperhatikan, akan berasa seperti kosong,hampa tak berjumpa siapa-siapa. Apa susahnya sih sejam dua jam kita ajak ngobrol si anak, walaupun sudah terasa capek seharian bekerja dan ingin istirahat, soal jam tidur sih santai aja karena ada waktunya kita akan tertidur selamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s