Two Weeks For Love

Posted on

Standar hubungan pacaran gw dengan wanita rata-rata paling cepat itu 5 bulan, sedangkan gw sendiri gak kebayangin kalau gw bakal berada di kisah cinta yang hanya seumur 2 minggu. Kisah ini berdasarkan kisah nyata, sebuah kejujuran dari lubuk hati yang terdalam dan belum pernah ada dibioskop manapun apalagi di rental dvd. Untuk sang wanita akan gw kasih nama zahra, sedangkan pria nya ya sudah pasti gw. Fyuuh…

Zahra sendiri merupakan salah satu teman disebuah perkulihaan swasta dibilangan bekasi, kampus yang lebih mirip ruko asuransi ini lah cikal bakal gw bertemu si zahra, simpel banget kisah gw berkenalan dengan dia. Gadis mungil berkerudung panjang ini gw temuin saat bersama-sama menonton sepak bola liga tarkam dibelakang halaman kampus, sebenarnya gw gak lagi nonton bola tapi justru gw lagi mainin kucing yang kebetulan kucing itu berada dipinggiran lapangan bola tepat dimana zahra duduk bersama seorang temannya. Lalu ia iseng memainkan kucing itu, gw yang dari awal mengejar kucing tersebut terpaksa mendekati zahra sambil berkata “suka kucing juga ya?” lalu dengan tampang kaget dia menjawab “eh… iya.. ini kucing kamu?”, sedikit canggung dan ingin berbohong gw pun menjawab ”iya tapi bukan”. Sejak dari situlah kita berteman hanya sebetas kenal.

Setahu gw zahra memang dekat dengan abang gw sendiri yang kebetulan abang gw ambil kelas karyawan namun suka membantu kegiatan mahasiswa khususnya untuk organisasi keagaamaan seperti baksos atau pengajian. Sejak saat itu abang gw dan zahra dekat, sedekat apa ? mungkin hanya sebatas pedekate karena gw tahu abang gw menyukai tipe wanita yang gemuk besar dan menantang. Zahra juga memiliki seorang pacar yang tak lain teman satu jurusan gw dan lucunya cowoknya itu memang dekat sama gw, orang-orang menyebutnya kita kembar beda rupa dan dekade, secara si cowok ini lebih tua 15 tahun dari gw, kita sebut saja dia si Mahmud. Sebelumnya si mahmud pacaran sama gebetan gw yang bernama Y wkwkwkkw, Cuma gw kalah start dan gw sendiri emang gak bisa sepik-sepik ngorbanin waktu anter jemput gebetan, lah iya gw Cuma punya motor supra, sedangkan mahmud punya motor mio yang zaman itu lagi ngehits banget.

Lulus kuliah dan semua teman-teman seperkuliahan memisahkan diri, mereka sudah menentukan jalannya masing-masing. Ada yang sudah bekerja, lanjut kuliah atau terpaksa menikah karena hamil. Lalu gw memiliki ide untuk membentuk sebuah arisan yang nantinya berguna sebagai penyambung silahturahmi kawan-kawan agar tidak mudah lupa masa-masa perjuangan bersama saat itu. Akhirnya hanya 17 manusia saja yang ingin bergabung mengikuti arisan, termasuk sepasang kekasih zahra dan mahmud. Bisa dibilang gw disini yang paling menonjol dan sibuk, walau badan gw kurus tak terurus dengan wajah mirip primus tapi gw tetap terlihat bijak menjadi seorang ketua arisan “yeah”. Ya yang namanya arisan suka ada konflik internal hingga akhirnya dua orang mengundurkan diri akibat berantem gara-gara cowok, gokils.

Hampir setahun arisan ini berjalan, entah ada angin kentut apa si Zahra mengirimkan gw sebuah pesan singkat dengan isi “fik lagi sibuk gak, aku mau curhat” lalu dengan dingin gw membalas “enggak ra” tak lama dia menelpon gw. Kurang lebih 1 jam telinga gw mendengarkan keluh kesah dia memiliki pacar bernama mahmud, untung saja handphone gw bukan Hot Line berbayar dengan label ‘no sex and sara’ seperti iklan-iklan dipojok koran lampu merah. Intinya dia sudah tidak nyaman dengan mahmud namun hatinya masih menyukainya sebagai sosok pacar yang sudah lama menghiasi hidupnya selama 2 tahun. Sejak saat itu si zahra sering sekali curhat, minta saran dan doa, mungkin gw disangka ustad cilik petir dunia yang bisa menyembuhkan galau manusia hanya lewat doa. Hubungan gw dengan zahra yang awalnya hanya sebagai teman biasa, kini menjadi teman curhat, bahkan beberapa kali gw anter jemput zahra kerumahnya ketika acara arisan diadakan dan itu pun mahmud lagi tidak bisa menghadiri arisan tersebut. Mahmud tahu gw jemput sizahra dan gw tahu rasa cemburu itu gak bisa bohong karena beberapa kali si mahmud becanda kasar sama gw namun gw menganggapnya hanya sebuah becandaan biasa bukan pelampiasan kecemburuan, toh yang minta gw jemput kan elu mud.

Untuk urusan anter jemput, gw nya merasa kasian sama si zahra, karena motor gw megapro dengan shock yang tinggi membuat dia harus mencari pijakan agar bisa naik ke motor gw. Sesekali dia pernah bilang kalau naik motor gw seperti naik kuda jantan dan mungkin dia nganggep gw seperti zoro atau bahkan gw ini pak kusir dengan delmannya, yihaaa ketepak ketepak ketepak. Ada satu moment yang membuat hati gw merasa ga enak, waktu itu kita arisan sampai larut malam kira-kira pukul 11, si mahmud pamit pulang duluan pukul 8 malam karena ada acara keluarga sedangkan si zahra ditinggal begitu saja. Karena biasanya dia naik motor sama gw, terpaksa si zahra minta gw untuk anter dia pulang sampai rumah. Sesampainya dirumah terlihat sudah ada sesosok bapak-bapak yang menunggunya didepan rumah dan menyambut kami dengan kalimat “arisannya sampai larut malam mas fik ? makasih ya udah anter anak saya pulang” , gw pun langsung pulang kerumah tanpa ngobrol banyak karena tidak enak dilihat tetangga ada perjaka main ketempat perawan malam-malam. Sesampainya gw dirumah, si zahra telp gw nanyain apakah sudah sampai dirumah dengan selamat atau tidak, kenapa ada pilihan selamat atau tidak, mungkin kalau gw jawabnya tidak selamat, gw pulang dalam keadaan compang camping dengan mulut penuh darah. Si zahra hanya memberi tahukan kalau dia heran, padahal gw pulang sama dia sampai larut malam dan itu tidak dimarahi oleh bapaknya sedangkan saat dia diantar pulang kerumah oleh mahmud, bapaknya marah besar padahal saat itu baru pukul 9 malam. Gw jawab simpel “mungkin bapakmu gak enak marahin aku, masa iya tega ngomelin cowok kurus, lusuh, belo dan beler karena ngantuk”.

Hubungan si zahra sama mahmud sudah retak telur yang artinya pecah enggak, tapi bau amis. Tepat giliran arisan dirumah zahra, gw dateng paling akhir karena gw harus bantu nyokap milihin daun pisang untuk pesanan lempernya. Gw iseng beliin eskrim buat zahra, biar dia gak ngambek sama gw kalau gw datengnya telat, betapa kagetnya saat gw dateng dan ngasih dia bungkusan yang berisi eskrim dengan 3 rasa (coklat, vanila dan stroberi). Acara arisan kelar dan gw pulang paling belakang karena bantuin si zahra beres-beres rumah sambil minta sedikit besek kue hehehehe. Ibunya zahra sesekali menyindir gw “nanti mas fik dicariin ceweknya lho “ gw sih Cuma bisa senyum manis bagaikan pria berlipstik. Saat gw pamit pulang, bapaknya menyuruh gw main lagi kerumahnya kalau sempat untuk sekedar ngobrol dan seperti biasa sampai gw dirumah si zahra sms menanyakan apakah gw sudah sampai dirumah atau belum.

Besok paginya setelah sholat subuh dia telp gw, menanyakan perasaan gw. What…?? obrolan dimulai dengan bahasan orang tuanya yang menyuruh dia putus dengan mahmud dan segera berpaling ke gw karena menurut ortunya gw lebih terlihat dewasa dan sopan dibandingkan dengan mahmud. Waduh kenapa jadi sejauh ini? Dewasa dan sopan bukan hal yang gw buat-buat, itu memang sudah didikan orang tua gw dari kecil. Hingga hari berikutnya si zahra sering telp bangunin gw untuk subuhan, ingetin gw solat zuhur hingga menekankan jangan meninggalkan sholat isya. Ya bagus sih nih cewek, selama gw punya pacar boro-boro ingetin sholat, yang di inget Cuma “kapan kita jalan-jalan lagi yank?” . mungkin karena gejolak perasaan akhirnya dia menyatakan cinta sama gw, jatuh hati karena sifat gw yang ramah dan menurutnya gw ini nyaman saat diajak bicara, dia melihat sosok bapaknya ada di diri gw. Sebuah kalimat sms yang singkat, simpel tapi membuat gw gak cukup fokus sama kerjaan kantor, isinya Cuma “fik… kita jadian yuk” . gw gak bales-bales sms dia dan dia akhirnya telp gw sambil minta maaf. Intinya dia ingin merasakan kasih sayang dari gw tapi dia gak mau mutusin si mahmud karena merasa sudah lama serta dijanjikan akan dilamar setelah si mahmud mendapatkan pekerjaan pasti.

Dalam semalam gw berfikir, menerima tawaran hatinya atau tidak. Mungkin karena gw juga melihat zahra merupakan sosok yang baik, mungil, cantik dan humoris, gw pun menerima perasaan dia walaupun titel gw dalam hubungan ini adalah orang kedua. Sadis, gw di polyandri hahahaa… perhatian gw sebatas sms dan telp tiap malam, sedangkan gw gak mau kerumah dia untuk ngapel, padahal dia ngajakin untuk kita jalan bareng tapi gw yang gak mau karena akan sangat beresiko jika sampai kita berdua ketahuan jalan bareng oleh si mahmud. Hubungan kami mirip anak smp mengenal cinta monyet, gak ada tuh nonton bioskop berdua atau makan gorengan di jembatan kalibata atau buaran, sekedar by phone walaupun gw pernah sekali kerumahnya minggu pertama gw pacaran sama zahra itupun karena gw beli kue kering dagangannya.

Entah sengaja atau tidak, zahra menunjukan foto dirinya tanpa hijab “ini foto ku kalau gak pake hijab” lalu dengan sedikit marah gw bilang “jangan kamu tunjukin hal yang gak biasa orang liat ke orang lain ra” dia Cuma diam dan meminta maaf. Entah maksud dan tujuannya apa, gw gak terkesan justru dari kejadian itu gw agak menjaga jarak dengannya. Gw juga gak munafik, gw juga pengen tahu gimana tampang cewek yang biasa pake jilbab lalu gak pake, Cuma itu bukan tujuan gw menikmati hubungan tersebut. Cukup kenakalan gw masa SMA yang menghasut pacar gw yang berjilbab untuk melepaskannya karena gw merasa mantan gw itu belum pantes pakai jilbab karena sering punya penyakit hati dan saat itu pun gejolak nafsu gw lagi besar-besarnya.

Suatu malam gw kedatengan temen baik jaman SMP, dia curhat diteras rumah mengenai kekecewaannya dia sama sahabat baiknya yang tahu-tahu main belakang sama ceweknya. “gila gak fik, temen gw yang udah gw anggap sodara, malah ngajak jalan cewek gw ke bandung, nginep pula, gak kebayang deh mereka ngapain aja. Gw tahu dia begitu karena sepupu gw ngeliat mereka berdua di bandung, gw hajar aja tuh bocah sampai bokap nyokapnya mau nuntut gw” aaaaah… gw seperti bercermin pada diri gw sendiri. Esok harinya gw langsung mutusin hubungan terlarang ini, gw gak mau akhirnya gw merusak hubungan persahabatan gw dengan mahmud. Gw lebih dulu mengenal mahmud, sohib gw dibangku kuliah, teman nginep bareng, nonton dvd bareng hingga rumah si mahmud yang mewah itu rela gw inepin dua malam dan gw nikmatin fasilitas air panasnya.

Reaksi zahra memang kecewa, ia pun tidak rela gw memutuskan hubungan ini dan mengecap gw ini sebagai cowok yang gak konsisten serta payah “kenapa giliran kamu udah dapetin aku, malah kamu lepas fik, Cuma segitu saja pengorbanan kamu sama aku? Aku pun sudah berkorban membagi hati dan saat ini hatiku hampir sepenuhnya ingin untuk kamu” gw sendiri sebenarnya gak mau memutuskan hubungan ini tapi mahmud belum lama ini bercerita kalau ingin melamar si zahra walaupun bapaknya tidak menyetujui hubungan mereka. Gw gak ingin merusak impian seseorang hanya karena mengikuti hawa nafsu, sabar adalah kuncinya. Sejak saat itu, zahra gak lagi sms atau telp gw tapi gw seneng karena melihat status hubungan mereka di fesbuk berubah menjadi bertunangan. Ya Alhamdulillah deh.

Rupanya hubungan mereka tidak sampai ke pernikahan, zahra berhasil mengetahui borok si mahmud, bukan karena mahmud punya koreng dikaki melainkan borok kalau dia sudah bertunangan dengan cewek lain di wilayah lain. Mungkin si mahmud ini ingin berpoligami dengan cara spontan, dalam satu bulan ia melamar, dan bulan kedua ia menikah dengan beda wanita dalam beberapa minggu saja. Si zahra untuk pertama kalinya setelah gw tinggalkan kembali telepon sambil terisak menangis sedih. Gw hanya bisa bilang sabar dan jangan sampai berlarut dalam kesedihan yang tak berarti ini. Gw inget saat dia beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya namun Alhamdulillah gw bisa menyadari dia dengan apa adanya. Ia berkata kalau ada dua cowok yang pernah melihat dia tanpa jilbab selain keluarganya yaitu Mahmud dan Gw, tapi reaksi gw dan mahmud berbeda, si mahmud beberapa kali meminta foto dirinya tanpa jilbab, sangat berbeda dengan gw yang malah marah saat zahra menunjukan dirinya tanpa jilbab. Dia bercerita soal hubungan kami kepada orang tuanya, ya cukup kecewa orang tuanya sama gw tapi mereka paham kenapa gw gak mau melanjutkan hubungan ini.

Setahun kemudian, kayaknya lebih dari setahun juga sih. Zahra add pin BB gw, dia nanyain kabar dan lainnya. Dia tahu gw udah punya pacar karena melihat status bb gw yang beberapa kali foto bareng sama sang kekasih. Ya mungkin dia masih penasaran sama gw, dia belum punya pacar (ngakunya sih gitu) mencoba menggoda gw dengan judul masih berharap tapi gw sepik-sepik gak paham atas sindirannya. 4 bulan gw akan menikah, dia ngajakin gw nakal hahahaha anjrit istilah nakal disini dia mau dijadiin yang kedua sama gw, ingin tahu rasanya menjadi yang kedua kayak apa. Ya disini gw juga salah, karena gw beberapa kali mengeluarkan kalimat yang mungkin memberikan harapan palsu untuknya. Gw ingin iseng main kerumahnya sambil silahturahmi tapi dia menolak karena dia ingin gw kerumah kalau bertujuan melamar gw, ya gw bilang aja gw dateng mau ngelamar hahahhaa. Ternyata kalimat becandaan ini dianggap serius sama dia.

Pada akhirnya gw menikah dengan pacar gw, dia kecewa dengan mengirimkan email yang cukup panjang. Intinya dia kecewa kenapa gw gak menikah sama dia, kenapa gw ngebohongin keluarganya dan memberikan harapan palsu padhaal orang tuanya sudah sangat berharap gw akan menikahi dia. Duh sekarang gw jadi pelaku kejahatan anak orang, dia pun gak dateng kenikahan gw. Gw delcon kontak bb nya, segala jenis hubungan komunikasi dengan dia karena gw gak mau terlihat ingin sengaja menyakitinya dengan tampilan status-status mesra gw dan istri. Berharap dia bisa mendapatkan yang terbaik, lebih baik dari gw dan bisa membawa kehidupan bahagia lebih dari yang biasa gw kasih ke dia.

Alhamdulillah dia akhirnya menikah, lucunya dia menikah dengan cowok yang dari fisik sama dengan fisiknya gw, tinggi putih, alis tebal dan seorang pembisnis handal. Syukur deh, akhirnya dia bisa mendapatkan yang terbaik walaupun saat dia menikah gw gak bisa hadir dikarenakan gw harus kerja seharian dihari sabtu atau lebih tepatnya memang sengaja gw gak mau dateng karena gw gak mau dia teringat kisah menarik dalam dua minggu itu. Dalam kisah ini, kita gak tahu kita akan berjodoh dengan siapa, bahkan dari sekedar nyaman bercerita pun akan timbul perasaan cinta….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s