2 Pantai nan Indah di Wonosari

Posted on

Kalau kita ke Jogja dan ingin menikmati pantainya pasti langsung terbayang dengan sebuah lokasi pantai bernama Parangtritis, yakin semua orang akan menuju ke arah sana namun dalam acara jelajah Jogja kali ini, gw agak melenceng keluar dari wilayah DIY karena dapat rekomendasi seorang sahabat dari Jogja Timor Family ketika dalam acara temu kangen es durian. Mereka merekomendasikan gw untuk menikmati jelajah wilayah Wonosari karena disana gw akan dibuat takjub dengan keindahan beberapa pantai yang bisa gw nikmatin. Menurut mereka jalur Jogja menuju wonosari juga sangat menantang, naik turun bukit ditemani para truck truck besar yang bisa mengeluarkan kentut hitam disaat menanjak, “wah harus dicoba” gumamku dalam hati. Jadilah gw sama istri melupakan perjalanan cinta kita menuju pantai Parangtritis dan memilih ke wonosari untuk membuktikan keindahan pantai-pantai disana.

thanks teman-teman JTF
thanks teman-teman JTF

Pukul 8 Pagi kita langsung berangkat dari Hotel menuju wonosari, lokasi jalan masih lenggang tidak terlalu banyak hambatan hanya beberapa kemacetan ringan akibat banyak para pekerja berlalu lalang. Setelah lepas dari kota gudeg kita dihadapkan dengna jalur-jalur mendaki yang lumayan curam namun tetap menantang karena disini kita banyak berjumpa dengan mobil-mobil sakti ngebut sana sini. Kira-kira 1 jam setengah kita sampai di daerah wonosari, jalurnya lumayan sepi dan tidak terlalu luas saat menuju lokasi pantai dan terdapat plang selamat datang di daerah wisata pantai Wonosari. Ketika kita berada di gerbang loket pembayaran lokasi wisata, kita harus merogoh kocek sekitar 5000 rupiah untuk satu orang dan berarti gw kena 10.000 rupiah saja, gak semahal masuk ke pantai ancol kan. dari gerbang perjalanan kita masih cukup jauh walaupun aroma angin laut sudah tercium di antara lubang hidung gw. Ada beberapa pilihan pantai yang bisa kita kunjungi, kurang lebih ada 4 pantai dan kita memilih pantai Baron dan pantai kukup sebagai lokasi mlancong kita kali ini.

Pantai Baron

Nama pantainya mengingatkan gw pada seorang mantan gitaris personil band Gigi bernama “baron”, namun nama itu tidak ada hubungannya sama pantai yang banyak terdapat perahu nelayan sang pencari ikan. Untuk parkir mobil kita dikenakan biaya 5000 rupiah lagi dengan tempo waktu sepuasnya. Setelah parkir kita langsung menuju lokasi pantai, kanan kiri lokasi menuju pantai terdapat beberapa tempat makan seafood dan cafe-cafe sederhana penyedia makanan khas tepi pantai. Harganya ? gak terlalu mahal selain itu ikan-ikan yang tersaji fresh karena kita bisa membelinya langsung kepada para nelayan yang setiap jam melaut menjaring ikan.

selamat datang di Baron
selamat datang di Baron

Banyak terdapat perahu-perahu nelayan yang bisa kita sewa keliling pesisir pantai, kita pun harus berhati-hati karena ombak pantai cukup ganas tapi jangan khawatir buat yg ingin berenang karena terdapat haluan yang memecah pantai sehingga ada spot yg tidak berombak besar sehingga aman buat berenang. Mungkin karena gw dan istri kepagian sehingga tidak banyak pengunjung yang datang atau memang benar kata temen gw di JTF jika pantai-pantai di wonosari kurang hits akibat tidak ada promosi wisata dari pihak-pihak pemerintah dan travel. Padahal menurut gw pantai ini cukup bagus karena airnya biru bahkan kita bisa melihat ikan-ikan di pesisir pantai dan beberapa bangkai kepiting yang sudah dinikmati pengunjung.

banyak sampah seafood
banyak sampah seafood
Lumayan lah, daripada pakis
Lumayan lah, daripada pakis
jangan sampai kecapit
jangan sampai kecapit

Gw langsung mengubah status Blackberry gw dengan foto spot pantai baron dan tak lama temen yang aslinya dari Jogja namun tinggal dibekasi memberikan rekomendasikan untuk segera menuju pantai kukup karena pantai tersebut lebih wah daripada pantai Baron. Siplah gw langsung menggandeng istri buat pindah tempat main ke pantai kukup.

Pantai Kukup

Lokasinya tidak jauh dari pantai baron, hanya 1 kiloan kita berjalan menggunakan mobil menanjak tidak curam. Mobil kembali dikenakan biaya parkir 5000 Rupiah saja untuk sepuasnya tanpa perlu memikirkan tarif perjam. Berbeda dengan pantai baron, di pantai kukup kita harus menuruni tangga karena pantai berada dibawah dengan pasir putih dan air berwarna biru disertai ombak yang cukup deras. Konsep lokasinya hampir sama dengan pantai baron yang kanan kiri terdapat warung kuliner khas seafood namun untuk soal kerapihan dan kebersihan lebih baik di pantai Kukup, pokoknya rekomended deh buat wisatawan yang bosan dengan parangtritis.

Parkirannya lebih bagus
Parkirannya lebih bagus

Pasir-pasir putih disini cukup kasar tidak terlalu halus makanya harus hati-hati ketika kita berlari-lari kecil di sekitar pantai selain itu terdapat gua-gua kecil sebagai tempat kita berteduh diteriknya matahari jawa tengah. Gw suka banget sama pantai kukup karena terdapat sarang kepiting yang bisa kita jadikan mainan sambil melihat istri gw bermain ombak. Di pinggiran pantai terdapat karang-karang yang berlumut, asik buat kita jelajahi namun sayang gw lupa bawa pakaian ganti sehingga gw mengurungkan niat buat berjalan sampai ketengah lautan.

kukupkukup1

Pasirnya putih coy
Pasirnya putih coy
narsis dulu ah
narsis dulu ah

Kelar menikmati indahnya pantai kukup, gak lengkap kalau ke pantai tanpa menyeruput air kelapa dan ada satu jajanan kuliner disini yang membuat gw penasaran yaitu gorengan seafood, gorengan disini bukan bakwan atau singkong goreng melainkan kepiting kecil-kecil ditepungin dan digoreng sampai renyah selain itu ada juga udang dan ikan-ikan yang siap di makan dengan harga cukup murah yaitu 15.000 Rupiah (seperempat gram) kapan lagi bisa menikmati daging kepiting murah. Gw beli kepiting sama udang masing-masing sperempat dan lumayan banyak juga sehingga bisa buat ganjelan disaat kita lapar dijalan pulang menuju hotel. kepitingnya gak keras bisa dimakan tempurungnya, gurih dan nikmat lho.

nah ini snack kita
nah ini snack kita
kriuk renyah kepitingnya
kriuk renyah kepitingnya

Buat pecinta lobster, disini juga ada lobster fresh from ocean, dengan harga 200ribu rupiah perkilo nya, ah urung niat kirain Cuma 80ribu hahahaha. Lumayan juga harganya kalau tau-tau gw dapet lobster yang ukurannya 10 kilo. Untuk makanan seafood lainnya tidak terlalu mahal kok, harga masih wajar banget apalagi kita bisa makan sambil mendengar suara deburan ombak layaknya di jimbaran bali.

Nah buat yang bosan dengan parangtritis, cobalah menuju wonosari karena sangat rekomended banget buat wisata. Bagi yang suka melihat bule bersurfing ria, disini juga ada kok Cuma bedanya gak sebanyak bule-bule berselancar di pantai kuta. Untuk menuju lokasi ini memang susah buat menggunakan angkutan umum karena jarang banget beredar, harus menggunakan kendaraan pribadi minimal motor tapi harus tetap berhati-hati karena luas jalan tidak selebar tol jagorawi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s