Semangat ya kawan

Posted on

Beberapa minggu yang lalu gw bertemu secara tidak sengaja dengan salah satu teman Kuliah gw  dan gw cukup terkejut dengan penampilannya kini yang seperti korban pengguna Narkoba (kurus, lemes tanpa harapan). dengan wajah memelas dia memohon untuk dipinjamkan uang senilai 20ribu rupiah, uang tersebut akan digunakan untuk membeli bahan bakar karena saat ini dia tidak memegang uang sama sekali. Begitu mirisnya kisah kehidupan teman kuliah gw ini, sampai bensin pun harus meminta kepada orang lain padahal dulunya dia memiliki tubuh gemuk, bersih dan motor yang keren tapi sekarang sudah berbalik 500 derajat, tubuhnya kurus (baju yang ia kenakan saja sampai kegedean) dan motor yang ia gunakan jenis astuti (astrea tujuh tiga).

Setelah berhasil gw bujuk rayu, akhirnya dia mau bercerita tentang runtuhnya kerajaan kehidupannya sehingga ia menjadi seperti sekarang saat ini. semua yang terjadi akibat efek samping dari mengikuti MLM. sebelumnya dia bekerja disalah satu perusahaan ternama, lalu dia berkenalan dengan seorang wanita cantik yang tak lain merupakan kenalan dari sahabatnya dia. seminggu berkenalan dia diajak untuk memahami bisnis sampingan yang wanita itu sedang geluti, bisnis tersebut memberikan temen gw beberapa mimpi besar yang akhirnya dapat meluluhkannya untuk datang kesebuah seminar dan merelakan waktu kerjanya untuk hadir diacara tersebut. dia datang bersama wanita tersebut kesebuah gedung berbentuk seperti gedung boscha di daerah jakarta. temen gw merasa yakin sekali jika bisnis sampingan dari wanita tersebut memberikan perubahan besar akan nasibnya, apalagi banyak orang-orang berjas rapih dengan mobil mentereng menghadiri seminar tersebut. “mereka itu leader, lu juga bisa seperti mereka kok” yakin wanita tersebut kepada temen gw, wajah temen gw semakin memancarkan keyakinan, membayangkan jika orang yang keluar dari mobil bagus tersebut adalah dirinya. Rupanya dia gak sendirian karena ada beberapa pengunjung yang hadir hanya mengenakan pakaian kemeja biasa tanpa jas tapi wajah-wajah mereka memang terlihat lugu dan polos tapi tak sedikit juga memancarkan keyakinan.

Selama kurang lebih 3 jam temen gw diberikan motivasi untuk mengikuti MLM, dengan harapan para pengunjung yang belum bergabung dengan MLM tersebut akan mendaftarkan diri dan menjadi salah satu bagian dari anggota MLM terbesar di asia. temen gw tanpa henti diberikan mimpi-mimpi akan menjadi orang sukses oleh wanita tersebut, dengan mengikuti MLM tersebut dan menjadi bawahan wanita tersebut, maka temen gw berkesempatan menjadi leader serta memiliki mobil bagus dan bisa menjadi master leader hingga bisa membeli kapal pesiar. sebuah iming-iming yang bagus bahkan kalau gw bilang ini dinamakan soft hipnotize, anrjit bisa beli kapal pesiar broo.. gw aja baru mampu beli kapal api 3in1 (kopi gula dan krimer). Hari itu juga temen gw mengeluarkan uang didompetnya sebesar 250ribu sebagai tanda bahwa dirinya ingin menjadi anggota dari MLM tersebut. wanita tersebut bukan kepalang girangnya karena anggotanya bertambah satu dan level leader telah menanti didepan mata, sepengetahuan gw sih untuk menjadi leader harus memiliki beberapa anggota dibawahnya, mungkin harus 10 anggota barulah dia jadi leader, mirip-mirip promo sabun piring sunlight, jika dapat 1000 anggota pendaftar pengguna sunligt maka akan mendapatkan hadiah 30juta dari sunlight.

Setiap malam temen gw berkhayal digarasi rumahnya sudah ada mobil baru, jalan-jalan ke singapore barang keluarganya dan muter-muterin kalimalang dengan kapal pesiarnya. dia gak tahu kalau misinya untuk mencari ‘downline’ tidak semudah dia nawarin permen karet ke anak SD. tidak semua orang mau menjadi anggota MLM seperti dia, masih banyak orang yang menggunakan logika tanpa menyampingkan impian yang menurut gw terlalu muluk-muluk. ya benar saja, selama satu bulan dia sudah mulai gak fokus kerja, dia lebih mementingkan mencari anggotanya demi mencapai target, setiap bulan dia harus membeli paket produk dari MLM tersebut seharga 2.500.000 rupiah untuk meningkatkan jumlah poinnya, padahal gaji nya dia sendiri cuma 3jutaan tapi dengan keyakinan akan berhasil jual produknya, dia tidak peduli uang gajinya kepotong. sambil mencari anggota, dia mempromokan produk-produk MLM nya, promonya selalu melontarkan kalimat “obat ajaib herbal, alami, bla..bla..blaa” perkataan khas sales obat. Logikanya jika memang obat tersebut menyembuhkan segala macam penyakit kenapa juga pihak dokter tidak menyuruh pasiennya beli produk itu saja. gw pribadi pernah mencoba produk tersebut, biang madu namanya, malah jadi biang kerok penyakit sariawan gw tambah parah, serius… itu sariawan gw malah tambah parah dan gak sembuh-sembuh sedangkan di botol kecil nan unyu seharga 100ribu itu bertuliskan dapat menyembuhkan segala macam penyakit terutama sariawan. ternyata sariawan gw bisa cepat sembuh cukup dengan air garam dan banyak makan vitamin C, apa jangan-jangan obat tersebut sekelas kalpanax yg menyembuhkan panu bukan sariawan?. gw juga pernah coba produk tersebut untuk ngobatin borok kaki gw yang bernanah, kata temen gw yg beli produk tersebut dapat mengeringkan luka boroksia tapi ternyata gak kering-kering malah gak terasa perih sama sekali, akhirnya gw beli minyak rem dan menyiram borok gw dengan minyak rem, hasilnya? pooowww lebih ampuh. Minyak rem seharga 30ribu bisa menyembuhkan borok saya tanpa ampun, kering segera pada saat itu jua.

lanjut dengan kisah temen gw, akhirnya temen gw keluar dari kantornya karena berharap mendapatkan pesangon dan memang dia beberapa kali dikomplain oleh atasanya karena kinerja nya menurun. dengan modal pesangon serta menjual motornya, dia kembali giat mencari anggotanya dan membeli paket produk mlm nya, harapannya bisa menaikkan point serta mendapat gelar leader. 5 bulan berlalu, ia masih sering mengikuti seminar untuk menaikkan semangat perjuangannya yang mulai lesu hingga akhirnya dia bertemu teman sekolahnya dulu. temen gw berusaha membujuk teman sekolahnya untuk mengikuti MLM namun temen sekolahnya malah menasihatinya… “gw dut, cuma jual pulsa, biarpun jual pulsa tapi hasil jelas, bisnis dengan untung kecil tapi pasti, sebualn gw cuma dapet 2 juta. sedangkan lu jual produk modal tiap bulan 2.5juta tapi sejuta pun lu gak ngasilin. gak semua orang sakit beli obat dut, sedangkan apa yang lu jual gak direkomedasikan oleh dokter bahkan dukun sekalipun. dut, bisnis kaya lu ini bukan hal baru,banyak temen gw blangsak gak dapet anggota ratusan. gw kalau jadi lu, mendingan jualan gorengan, gak laku bisa lo makan atau kasih-kasih ke orang yang belum makan, lu dapat pahala” telat untuk menyadarinya. sebenarnya temen gw ini sudah dapet 7 anggota tapi perlahan-lahan anggotanya mulai pergi meninggalkan dirinya tanpa pamrih. akhirnya dia mulai meninggalkan kegiatan MLM nya, tapi itu gak mudah brur, dia terus di push untuk semangat sedangkan keuangannya sudah carut marut bahkan makan saja cuma 2x sehari hingga berat badannya turun memikirkan nasibnya.

Setelah benar benar dia meninggalkan kegiatan MLM nya, dirinya mulai berbenar diri mencari pekerjaan menjadi buruh di pabrik teh, sangat berbeda saat dia bekerja di perusahaan terkenal dengan fasilitas komputer dan ac yang dingin. dia masih bingung kenapa ada yang bisa mendapatkan mobil atau penghasilan yang wah dari bisnis tersebut. dengan modal wawasan minim, gw memberikan informasi ke dia soal bisnis MLM, bisnis yang selalu menjual angan-angan kepada calon anggotanya agar yakin dengan jalan yang nantinya dia ambil.

MLM sendiri bagi gw pribadi bukan bisnis yang haram, ada produk yang dijual tapi menurut gw kesalahan dari MLM adalah kemuluk-mulukan dalam mencari karyawannya. kenapa harus dengan memberikan impian dan motivasi yang berlebihan sedangkan rata-rata rakyat disini sangat mudah diberikan harapan yang terlalu besar, begitu juga gw yang sering dikasih harapan karir gw bakal naik tapi hasilnya nihil (ah curhat) kalah saing sama yang perlente. kalau dilihat dari tata cara bisnisnya pun, MLM hanya memiliki keuntungan hanya untuk beberapa seseorang saja, ibaratnya seperti manusia berdiri di anak tangga, masing-masing anak tangga terdapat orang yang berdiri, anak tangga paling atas adalah master leader, bawahnya leader, dan makin kebawah hanya anggota biasa. paling apes memang yang berada di anak tangga paling bawah karena dia gak ada siapa-siapa lagi untuk di masukan ke anak tangga miliknya. so.. jadi siapa yang paling diuntungkan?, ya leader keatas sedangkan dibawah leader mati-matian berusaha untuk menjadi seperti dirinya. satu calon anggota sangat berharga bagi seorang leader, bahkan tak jarang mengorbankan segalanya agar orang tersebut masuk kedalam lingkungannya. gw pribadi punya pengalaman dipaksa masuk MLM sama adik kelas gw waktu kuliah, bahkan gw boleh main ke kost’annya asal berjanji bakal ikut MLM seperti dirinya, ya kalian taulah ni cewek ngebolehin gw nginep di kostannya sama dia, tak lain tak bukan ya untuk melakukan kegiatan ‘itu’ (main gaplek). Alhamdulillah gw berhasil nolak walaupun dari hati sempat kecewa kenapa gak terima tawaran itu, putih mulus dan langsing, pasti nikmat buat diajak makan indomie bareng.

Lalu kenapa ada pihak yang berhasil dari bisnis MLM?, kita balik lagi ke tangga tadi, orang tersebut merupakan jejeran anak tangga yang diatas, dia berhasil lebih dulu menapaki tangga diatas sebelum terisi oleh pihak lainnya. Selain itu dia punya bakat marketing yang bagus serta pergaulan luas disana sini, gw sendiri mempunyai temen yang (mungkin) sukses bisnis MLM. waktu itu gw diundang syukuran mobil barunya yang gw kira undangan ulang tahunnya karena gw kangen dengan badut sulap serta bingkisan makanan ringan, ternyata dia mengadakan syukuran mobil baru hasil dari bisnis MLM nya sembari dirinya memberikan penyuluhan betapa bagusnya bisnis MLM. untunglah gw ga jadi datang karena gw gak gitu suka ada undangan syukuran kendaran karena sifatnya pamer, kcuali syukuran mendapatkan ranking 5 dikelasnya atau syukuran naik tinggi badan dan berat badan. kenapa temen gw ini berhasil berbisnis MLM?, ya karena dirinya saja cantik rupawan, ramah, pandai bergaul dan siapa saja yang melihatnya bakal jatuh hati, nah anugerah dari Tuhan inilah dia manfaatkan untuk menjaring relasi teman-temannya untuk bergabung ke MLM nya. ya gak salah sih selama itu berada dijalur yang di ridhoin sama Allah SWT…

Untuk menjadi MLM yang berhasil, memang harus memiliki bakat marketing, lu gak bakalan berhasil dari bisnis MLM jika lu gak nyari orang buat jadi anggota lu, lu juga ga bakal berhasil  di MLM kalau terbayang mimpi punya kapal pesiar. bayangin aja kalau setiap orang berhasil beli kapal pesiar, lautan bakal penuh kapal pesiar dan orang-orang yang berenang dilautan akan kesulitan, lagipula seorang motivator sejati gak bakal memberikan mimpi muluk karena kesuksesan seseorang berawal dari niat, baru mimpi, lalu action dan bersyukur. Buat para anggota MLM, berusahalah jujur jangan berikan mimpi apalagi spik-spik masang foto disamping mobil orang, bisnis yg halal dan berkah butuh kejujuran, kenapa gak anda bilang “mau gabung sama team kita?, kita tapaki kesuksesan dari awal secara bersama”. gak perlulah yang namanya iming-iming bakal dapat mobil, diberikan metode keyakinan bakal dapat pemasukan lumayan saja setiap orang udah senang tanpa perlu bakal dapat mobil beberapa bulan saja tanpa anda berikan cara kerja bisnis anda.

Gw sendiri merupakan salah satu penyuka bisnis dengan metode konvensional, gw beli barang dengan modal (misal) 500ribu, gw jual 600ribu, masih berpegang prinsip tiong hoa, ambil untung sedikit tapi yang beli sering dibandingkan ambil untung banyak tapi yang beli nanti pindah langganan. dengan berbisnis seperti itu saja penghasilan gw lumayan, Alhamdulillah membantu nambah2 karena gaji kecil. gaji kecil gak perlu nangis jerit2 dan tiap bulan demo mogok kerja, puterin penghasilan walau hasilnya cuma seribu perak bukan cuma merengek-rengek sama pemerintah yang memang dasarnya udah gak begitu peduli. Move on kawan, mindset harus dirubah jangan melihat orang lain yang lebih sukses dari kita, semua gak didapat dengan mudah. jadi kan orang lain motivasi kita bukan sebuah sikap dengki dan curiga… ya perlu di ingat, gak sedikit yang memang berkecukupan dari lahir karena modal kaya turunan tapi gak sedikit juga yang memang dari kecil miskin. “menjadi miskin sejak lahir itu bukan musibah, tapi miskin sampai tua itu bahaya”….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s