Thailand Trip with Paint ( Part 1 )

Posted on

Ini pertama kalinya gw ke Thailand (keluar negeri) walaupun dalam paketan gratis dari kantor, seperti biasa kantor gw mengadakan Tour ke Thailand untuk menyenangkan 540 orang karyawannya sekaligus sebagai penghargaan karena telah berhasil mencapai target yang telah ditentukan oleh suratan takdir pihak management. Alhamdulillah target tersebut bisa ditempuh dan  sesuai janji pihak manajemen 9 Naga maka semua karyawan kantor berhak pergi ke Thailand secara Cuma-Cuma beserta uang saku buat mereka senang-senang, kapan lagi bisa terbang ke luar negeri secara Cuma-Cuma.

Tanggal 22 Februari 2013 jam 4 pagi gw dan beberapa kawanan teman-teman kantor sudah berada di terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Mata ini belum bener-bener bisa melek secara sempurna Karena gw baru bisa tidur jam 12 malam dan sudah harus bangun  pukul  2 pagi untuk menyiapkan pengecekan barang bawaan gw ke Thailand. Seperti biasa gw merupakan orang yang ga repotan, tas ransel ukuran sedang dengan beberapa pakaian syarat buat gw ke Thailand serta tas selempang yang memang harus dibawa untuk menyimpan passport dan tiket pesawat. Gw termasuk manusia golongan backpacker, gak pernah membawa dua tas jika berpegian jauh dan pulangnya kadang-kadang aja bawa dua tas sebagai tempat bawaan oleh-oleh untuk keluarga gw tapi berhubung ini wisata dalam paket corporate maka gw harus meminimalkan belanja oleh-oleh agar gw gak merasa rempong atau kesempitan diantara teman-teman, pastinya banyak yang bakal bawa barang banyak ke Thailand dan memang benar saja saat gw sampai dibandara pun banyak temen-temen gw sampai bawa 2 koper, hadeeeh.. kita di Thailand Cuma 3 hari 2 malam tidak sampai 2 minggu.

ini ngapa pada ngumpul begini
ini ngapa pada ngumpul begini

Rombongan gw mendapatkan jadwal penerbangan ke Bangkok pukul 7 pagi dan perjalanan dari Jakarta ke Bangkok memakan waktu sekitar 3 jam. Satu kantor dengan karyawan sekitar 540 orang terbagai beberapa rombongan dan beberapa pesawat beda maskapai, rombongan gw sendiri kebagian dapat pesawat mandala, ya lumayan lah karena mandala gak transit ke Kuala lumpur atau ke Singapore sedangkan rombongan lain ada yang menggunakan air asia, SQ, dan Malaysia airlines kudu mampir ke Negara mereka dahulu selama sekitar 1 jam.

mari kita briefing dulu
mari kita briefing dulu

Sebelum kita berangkat, para ketua regu (rombongan) harus mendata para anggotanya agar tidak ada anggota yang tercecer atau ketinggalan pesawat dan ini merupakan pekerjaan paling berat karena menyangkut tanggung jawab. Untuk penerbangan international kita memang diwajibkan datang minimal 2 jam sebelum jam penerbangannya , berbeda dengan waktu gw pergi ke bali yang harus sudah boarding past sejam sebelum terbang. Sebelum kita masuk kedalam ruang tunggu penerbangan, kita wajib masuk keruang imigrasi, disini passport dan surat ijin kita pergi ke luar negeri di cek satu persatu. Ada insiden kecil yang sempat membuat antrian kita ke dalam ruang imigrasi terganggu, ceritanya begini, ada ibu dan anak sedang akan masuk kedalam ruang imigrasi, nah diruangan ini hanya pihak yang memegang tiket pesawat saja yang boleh masuk namun si anak lelaki yang menurut gw emang karakternya emosian  serta punya prinsip “gw bilang boleh ya boleh”, memaksa pihak petugas untuk mengijinkan ibunya masuk kedalam ruang imigrasi buat nemenin dia. Pihak petugas imigrasi dengan wajah kerasnya tetap melarang ibunya masuk namun si bocah tengik ini makin emosi dengan menantang si petugas berantem (pake isyarat mata melotot dan mulut manyun seperti mau ciuman) sambil teriak-teriak “ini ibu gw, ya boleh masuk”. Jangan-jangan ini modus baru, bayangkan jika pihak imigrasi memperbolehkan anak ini masukin ibunya, pasti saat masuk ke pesawat anak ini juga teriak-teriak “ini ibu gw, ya boleh masuk”. semua pihak petugas mencoba untuk menengahi mereka agar tidak berkelanjutan menjadi arena smackdown, sang ibu tetap gak boleh masuk walaupun si anak lelaki beberapa kali melakukan aksi debus dengan melilitkan lehernya dengan tali rafia plastik sambil teriak “gw bunuh diri disini, gw bunuh diri disini”. Waduh kalau dia bunuh diri disini, niscaya terminal tiga bandara soetta menjadi terminal angker. Akhirnya insiden ini bisa selesai dengan cukup damai dan si anak lelaki mau melepaskan ibunya untuk tidak mengantarkan anaknya kedalam ruang imigrasi namun tetap si anak merengek “pak tolong bantu gw bawa barang kedalam” ni bocah bawaannya udah kaya mau buka warung, trolleynya berisi aneka kardus susu.

Balik ke kisah perjalanan gw ke Thailand, setelah urusan dengan pihak imigrasi selesai, saatnya bagian yang membosankan yaitu menunggu pesawat. Sambil tidur-tidur ayam gw menunggu pesawat, sempat memimpikan seseorang yang memang selalu dateng ke mimpi gw sambil berucap “gw pengen ketemu lo fik” selalu saja seperti itu. Pukul 6  gw dan teman-teman sudah bersiap untuk masuk kedalam pesawat, terdengar teriakan riuh teman-teman yang bahagia naik pesawat, beruntung banget buat yang pertama kali naik pesawat langsung dibawa ke luar negeri. Kalau gw pribadi, ini udah 2 kalinya dalam bulan februari gw naik pesawat, 2 minggu lalu gw ke bali, dan skarang gw ke Thailand.

nungguin angkot Mandala Air
nungguin angkot Mandala Air

Pesawat take off pukul 7.59, sampai di kota Bangkok kemungkinan jam 11 siang lebih cepat dibandingkan rombongan lain yang harus transit ke singapore atau malaysia. 3 jam didalam pesawat itu sungguh membosankan, apalagi gw gak punya gadget apapun untuk memecahkan kebosanan sedangkan lainnya sedang asik mendengarkan lagu, bermain android atau bermain karambol, gw sendiri gambaran pun tidak punya, masa gw harus main gundu di pesawat. Untung sebelah gw si achong, anak logistic yang asik buat becanda, kita ngobrol-ngobrol sambil minum kopi dan makan sandwich, sebenarnya kita semua dapat makan malah gw bilang lebih mirip dapet makanan anak TK, sekotak kecil nasi lemak dengan rasa yang lebih mirip nasi uduk gak niat. Karena gw ga puas, maka gw pesen jajanan dipesawat walaupun harganya mahalnya luar biaso tapi wajarlah, kapan lagi jajan diatas awan. Karena yang jajan dipesawat Cuma kita berdua, mungkin pramugarinya menganggap kita ini seorang manager, beberapa kali pramugarinya tersenyum manis kepada kita. Wah ini mungkin buah dari hasil kita jajan dipesawat, beli sandwich dapet senyuman, gimana kita beli steak yang harganya 100ribu ya, mungkin kita berdua dapet daging hidup.

narsis dulu di swarabumi airport
narsis dulu di swarabumi airport

Sesampainya di Thailand kita harus berkumpul dulu didekat ruang imigrasi, kaki gw melangkah sangat menawan percaya diri, ini pertama kalinya gw menginjek Thailand, biasanya gw nginjek tai ayam atau tai kucing. Memasuki bandara barunya Bangkok bernama swarnabhumi (dibaca : swarnabum) seperti bukan memasuki sebuah bandara, bersih rapih dan modern, beda banget sama SHIA tapi shia sedang berbenah diri karena takut kalah keren dengan ngurah rai bali. Di bandara gw sempat kaget ketika melihat seorang sekuriti bandara yang masih muda tapi gayanya mirip salah satu personil smash dan dia ngondek (bencong), its real, dia bencong. Kalau gw perhatiin dia ga punya payudara tapi gaya bicaranya benar2 seorang wanita bercover pria dan gaya berjalannya seperti cewek berada di catwalk. Itu gak Cuma satu, tapi ada beberapa dengan jenis seperti itu, gw seperti berada didunia yang penuh dengan laki-laki ngondek, apakah pesawat gw salah mendarat?, atau memang gw ditakdirkan berada di okama land (pulau banci) tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak….Gw benar-benar di Thailand kok, ada beberapa staff bandara wanita yang mencoba mengajak ngobrol tapi gw gak ngerti karena mereka memakai bahasa tagalog. Soal bahasa Thailand sendiri gw ga merasa asing karena gw juga hobi banget nonton film Thailand yang kalau lagi ngobrol sering menambahkan kata “hap” diakhir kalimat. Gw sendiri masih bingung arti dari kata “hap” diakhir kalimat itu apa?, mungkin lagu cicak-cicak di dinding terinspirasi dari orang Thailand, “hap” lalu ditangkap, eh cicak kan gak bisa menangkap ya.

Selamat datang di Thailand kawan
Selamat datang di Thailand kawan
didalam bus yg mewah
didalam bus yg mewah

Beberapa bis sudah menunggu rombongan kami untuk segera diangkut menuju tempat wisata pertama kita, bis nya baru karena masih bau kulit jok dan keren tapi sayangnya bis ini tidak memiliki pintu belakang sehingga para penumpang yang duduk dibelakang tetap harus keluar masuk dari pintu depan, gak kebayang kalau ada kejadian kebakaran didalam bis atau ada yang tiba-tiba kentut dibangku belakang dengan aroma mematikan, gw rasa yang berhasil selamat hanya deretan bangku depan sedangkan bangku belakang sudah mati kehabisan udara segar. Di dalam bis kita diberikan satu pemandu local yang fasih berbahasa melayu, hebat juga ya orang Thailand bisa ngomong bahasa Indonesia dengan cukup lancar. Dia menjelaskan tentang sejarah kota Thailand, dimana pada awalnya Thailand bernama muangthai sedangkan Thailand berarti “pulau bebas” dan seterusnya gw lupa karena gw gak focus dengerin si bapak-bapak lucu itu berbicara mengenai sejarah. Mata gw terfokus pada kondisi jalanan umum di Thailand, isinya kebanyakan jalan tol yang jalannya cukup lebar-lebar dan bertingkat sehingga dibawah tol ada tol lagi dan tol lagi. Mobil paling jelek disini Cuma vios dan itupun minoritas, kebanyakan pengguna merk Honda dan Toyota dengan model-model terbaru saat ini. Mobil-mobil mewah disini pun banyak banget,sebut saja mercy yang model teranyar pun gampang terlihat berlalu lalang dijalan atau mobil pajero yang menjadi taksi VIP sedangkan mobil alpard menjadi mobil travel. Gw bakalan gak nemu sebuah mobil timor disini, kalaupun ada mungkin itu yang punya orang Indonesia yang kesasar hingga ke Thailand.

padat tapi cukup lancar lalu lintasnya
padat tapi cukup lancar lalu lintasnya

Kondisi jalan tol di Thailand gak beda jauh sama Jakarta, cukup padat tapi mobil masih bisa melaju kencang. Disini juga kudu bayar manual tapi ada gardu khusus untuk easy pay atau kalau dijakarta namanya E-Toll card. Kanan kiri kita gedung-gedung tinggi tapi tidak semegah gedung bertingkat di kota Jakarta dan beberapa kolong jalan tol dijadikan lahan parkir yang cukup rapih dibandingkan kota Jakarta yang pastinya sudah menjadi area jual beli kaki lima atau para gembel berlabuh untuk bermalam.

makan siang bersama dulu gan
makan siang bersama dulu gan

Sebelum kita menjelajah lokasi-lokasi disekitaran kota bangkok, kita menikmati sajian makan siang direstoran yang menyajikan menu Thailand yang terjamin kehalalannya karena disini gak bakal ada babi masuk kedalam masakan dan yang punya restoran merupakan bapak Haji, anehnya biar haji tapi orang2 pada jumatan, ini asik menyambut tamu. koplak… wkwkwkwk… gw pribadi dan teman-teman cuma sempat sholat zuhur karena disekitar restoran tidak ditemukan masjid sama sekali, ada nya cuma lapangan badminton yang panas.

Kerajaan Thailand / GRAND Palace

Pemberhentian kita yang pertama adalah komplek kerajaan pemerintahaan Thailand, lokasinya seperti komplek candi prambanan hanya saja di sini lebih dominan berwarna emas dan memiliki banyak ruangan kerajaan yang cukup megah. Kondisinya cukup crowded (ramai) dengan berbagai macam rombongan agent travel yang berisikan wisatawan asia, rusia sampai Nigeria aye aye, tentunya tidak lupa ada sekitar 500 rakyat Jotun ada disini bergabung menikmati hiruk pikuk keramaian tempat wisata. Luas tempat wisata ini benar-benar luas, kita gak bakalan bisa selesai berfoto-foto ria pada semua sudut tempat ini hanya dalam waktu satu jam selain itu gw merasakan aura kebosanan karena disetiap sudut hanya ada warna kuning emas, dimana-mana ada stupa seperti kuil dan aneka patung (mungkin) para dewa-dewa.

Contoh tiket masuknya
Contoh tiket masuknya

Tempat ini sangat wajib kita kunjungi karena kita bisa tahu sedikit sejarah mengenai Negara Thailand, mata kita akan dimanjakan oleh bangunan-bangunan tua yang menjadi saksi kerajaan Thailand berdiri dam beberapa taman-taman megah yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa mengabadikannya dengan kamera. Aura-aura narsis pun segera tertuang dalam kisah hari ini, tidak ada yang tidak bergaya diberbagai sudut bangunan atau sekedar foto-foto bersama mobil-mobil mewah yang terparkir diarea komplek kerajaan dan kita juga bisa foto bersama dengan prajurit keamanan yang selalu setia berdiri di pos nya masing-masing. Kalau kita kehausan, akan banyak pedagang minuman pelepas dahaga dan harganya lumayan murah-murah tidak sampai mencekik wisatawan namun sayang gw punya duit gede banget sehingga beberapa kali ditolak pedagang karena tidak memiliki kembalian. Masa gw beli minuman teh seharga 20Baht (6000 rupiah) menggunakan uang 1000Baht (300ribu rupiah), bisa –bisa gw di thai boxing.Begitupun nasib gw saat beli rujak seharga 10 baht, gw ditolak mentah-mentah seperti buah-buahan busuk.

Berikut foto2 suasana Grand Palace :

Pintu masuk Grand Palace
Pintu masuk Grand Palace
3 Kawanan Penjajah Thailand
3 Kawanan Penjajah Thailand
Riuh banget, pusing liatnya
Riuh banget, pusing liatnya
si ganteng
si ganteng

diantara kuil-kuil berdiri gw paling suka di lokasi istana nya karena terkesan megah dan cukup enak buat dijadikan spot foto-foto, makanya di sekitaran istana para fotografer dadakan langsung ngancungin lensa tele nya biar terlihat keren saat pengambilan gambarnya< gw pribadi lebih senang pake poket kamera (emang dasar gak punya DSLR).

100_8624

Wat pho ? Budha Tidur

Perjalanan kita lanjutkan ke Watpho, lokasinya tidak terlalu jauh dengan komplek Grand Palace mirip-mirip jarak dari bundaran HI ke Monas tinggal jalan beberapa kilo saja sudah sampai. Wat pho merupakan salah satu icon Thailand yang sudah cukup mendunia,sebuah komplek kuil yang terdapat patung budha tertidur dan patung ini terbuat dari emas, mirip-mirip monas lah. Sebelum kita masuk kedalam ruangan yang terdapat budha tertidur, kita harus membeli tiket seharga 100baht, tiket tersebut bisa ditukar dengan air mineral secara gratis dan menurut gw ini merupakan sebuah promo simbiosis mutualisme, dimana perusahaan air mineral bekerja sama dengan pengurus kuil untuk memasarkan produknya. Setelah kita membeli tiket, kita bisa bebas memilih untuk langsung masuk keruangan dimana patung budha tertidur itu berada atau mau berkeliling sekitar kuil. Tentunya ada syarat bagi yang ingin masuk kedalam ruangan patung budha tertidur, kita ga boleh menggunakan pakaian pendek atau sexy dan harus melepaskan alas kaki. Bagi tamu yg tidak membawa pakaian sopan, disediakan baju yg gw bilang lebih mirip celemek buat memasak, mungkin baju ini terinspirasi dari ibu siska saat memasak diacara aroma.

Budha Bobo
Budha Bobo

Ruangannya lumayan sempit ya, gak kebayang kalau seluruh rakyat Jotun masuk kedalam secara serentak, pengap sumpek dan pastinya bau badan (belum pada mandi sih). Pada pintu masuk gw udah disambut oleh kepala budha yg besarnya sama seperti kepala garuda wisnu kencana, tubuhnya memanjang kearah depan berpose tidur miring. Panjangnya kira-kira 10 meteran dengan tinggi 5 meter kalau tidak salah karena gw sendiri ga bawa rautan buat mengukur ketinggian. Kita diajak berkeliling melihat tubuh patung budha tertidur, kalau kita mengerti kitab budha dan bahasanya, ditelapak kaki patung tersebut terdapat arti-artinya tersendiri tapi kalau gak ngerti lebih baik diam.

Kegiatan buang sial
Kegiatan buang sial
Kegiatan buang sial lagi
Kegiatan buang sial lagi

Selain melihat patung budha terlelap, para wisatawan bisa diajak dalam kegiatan buang sial, hanya menukarkan duit 40 baht kepada penjaga (securty khusus)  maka kita akan dikasih mangkok bubur kecil berisikan 40koin dan koin tersebut harus kita masukkan satu persatu kedalam periuk atau wadah gentong yang ada dipinggiran ruangan sampai pintu keluar ruangan. Jumlahnya ada 40 periuk, bagi yang percaya akan hal ini, kesialan mereka akan kebuang pada koin-koin tersebut. Sebenarnya sih itu mungkin cara asik para wisatawan buat beramal ya karena apapun agama kita, kalau beramal sekecil apapun akan mendapatkan keberuntungan. Gw sendiri gak ngikutin ritual tersebut karena gw bakal di timpukin koin akibat ngasih 1000 baht untuk bayar koin itu, ga bakal ada kembaliannya.

Free mineral water
Free mineral water

Jika kita sudah puas melihat patung budha, jangan lupa menukarkan potongan tiket masuk dengan sebotol kecil air mineral. Oh iya, tas untuk menaruh sepatu harus dikembalikan karena itu properti dari pihak kuil, sehingga bakal kena pasal pencurian jika kita nekad pura2 gila dan membawa tas tersebut ke tanah air. Gw coba beli rujak seharga 20baht, hasilnya gw dimaki-maki dengan bahasa Thailand. Mungkin artinya “yu olang ga tau kita baru keluar dagang”..

Berhubung waktu sudah semakin mepet dengan jadwal makan malam, maka para peserta trip harus dikejar-kejar waktu untuk berangkat ke Pattaya. Mendengar kata pataya gw terbesit bentuk buat yg sering dijadikan santapan burung kutilang (itu pepaya). Kata temen-temen gw yang sudah pernah ke sana, kota pataya ga beda jauh dengan kuta nya Bali namun tidak terlalu ramai dibandingkan kuta.  Gw sendiri belum pernah melihat seluk beluk kota pataya baik pantainya maupun kehidupannya,  yang gw tahu Thailand itu punya phuket dan disana cukup bagus terlihat dari balik kaca layar komputer atau televisi. Lamanya perjalanan kami menuju pataya lumayan memakan waktu, kira-kira tiga jam berada dijalan Tol menuju pataya. Sepertinya sangat pas buat gw istirahat sejenak membayar hutang tidur yang kurang.

Setengah jam teridur gw terbangun ternyata masih di tol. Sejam gw tertidur ternyata gw masih ditol, 2 jam gw tertidur masih saja gw di tol. 3 jam kemudian gw merasa bis yang gw tumpangi jalan ditempat atau hanya muter-muterin jalan tol tanpa arah tujuan jelasnya. Dari sisi belakang bangku belakang penumpang, ada yang teriaak-teriak mau pipis dan gw baru sadar kalau bis yang Jotun sewa ga ada toiletnya, gokilz.. Untung cuaca thailand panas, coba dinginnya seperti puncak, gw sudah ngabisin berapa botol air mineral buat nampung air pipis gw. Para korban kebelet pipis tidak bisa mengeluarkan air seninya didalam botol karena tidak terbiasa menggunakan cara ironi seperti ini. Akhirnya ketua grup sepakat untuk berhenti di rest area namun malangnya nasibmu nak, di Thailand gak punya rest area, kalaupun ada yang mau istirahat atau isi bensin harus keluar dari Tol. Aura panik terpancar dari wajah mereka yg kebelet pipis, kami diskusi sangat alot dengan pihak supir yg enggan memberhentikan bis nya ke pinggir jalan karena akan ditilang oleh polisi lalu lintas tapi beruntung guide lokal nya mau memberikan pengertian sehingga sang sopir mau menepikan kendaraannya dengan batas waktu yg telah ditentukan. Mereka yang kebelet langsung berlarian keluar bis, ibarat seperti kijang yang menemukan danau dan lapangan rumput hijau.

15 menit setelah tragedi kebelet pipis, kita sampai juga didaerah kota Pataya. Kanan kiri jalan terlihat kerlap kerlip lampu sebagai penghias bangunan tempat jasa pijat tradisional Thailand. Ya hampir sama dengan Jakarta, pijat disini ada yang bikin seger atau malah bikin terkulai lemas setelah dipijat tapi puas sih. Selain tempat pijat yg menjamur, pedagang makanan yg dibakar macam sate juga melimpah, gw ga mau kehilangan kesempatan untuk cicipin menu jajanan pinggir jalannya pataya. Gw datengin salah satu gerobak penjual aneka daging dibakar, yg menjajakan sepertinya masih muda, putih dan aiiih lucu bo, gw aja naksir, sayangnya dia ga naksir gw. “its pork” gw bertanya, “lkdejkfbhasip” ga tau ni cewek cakep ngomong apa, soalnya di Thailand bakal susah nemu orang yg bisa bahasa inggris, mungkin ga wajib kali ya. Beruntung temen gw yg sedikit bisa bahasa thailand menjelaskan kepada gadis tersebut dan kata temen gw daging babi udah abis, kalau mmau bisa ditunggu, jiaah siapa jg yg makan babi, gw yg biasanya dimakan babi. Sate ayam yg potongannya besar dan bertulang (barbeque)ini  hanya di hargai 50 baht atau 15ribu. Rasanya?, enak banget, ayamnya empuk dan bumbunya gurih tapi mungkin gurihnya dari minyak babi ya, gw ga tau ini… Haghaghagh

Sebenarnya gw dan anak2 lainnya udah pada capek pengen bercumbu dengan kasur tapi masih ada 1 sesi lagi yaitu nonton ladyboy di alcazar. Lumayan terkenal tempat acara ini, banyak ladyboy cantik-cantik berjoget ria. Lo kalau ga ke alcazar ga ke pattaya namanya, fuuuuh begitulah slogannya padahal gw pribadi berharap bakal dikasih waktu bebas buat jalan-jalan sekitar pattaya. Konon katanya kalau seorang cowok jalan-jalan sendiri disekitar pataya bakal diperkosa sama cewek-cewek disekitar sana lalu dipalak, ya gosipnya begitu sih tapi sayangnya kita gak bakal bisa bedain mana cowok dan mana cewek.

AlCazar / Lady boy Show

100_8647ini merupakan sebuah tempat theater dengan panggung cukup luas dan disini berbagai macam pertunjukan namun lebih mengandalkan lagu-lagu atau tarian yang dinyanyikan secara lipsink (cuap-cuap tanpa suara ngikutin nada vokal lagu) dan para pemain di atas panggung merupakan ladyboy atau banci dengan tampilan menggiurkan. gw yakin lu pada gak bakal bisa bedain mana bencong mana wanita sungguhan kalau gak gw kasih tau itu banci, mereka merubah bentuk tubuhnya secara sempurna bahkan berani habiskan jutaan baht demi merubah fisik mereka menjadi seorang wanita. para penghuni Alcazar merupakan ladyboy terbaik yang memang memiliki bakat, sayangnya umur mereka rata-rata hanya sampai umur 40tahun karena faktor pemakaian obat dan suntikan yang dapat memperpendek umur mereka sendiri. mereka disini menjadi bencong elit bukan karena paksaan mencari nafkah namun memang karena merasa kodrat mereka adalah seorang wanita walau dalam balutan tubuh lelaki. lebih sadisnya lagi, mereka sudah dioperasi menjadi wanita pada saat umur 14 tahun dan mereka sudah dilatih untuk memiliki bakat berada diatas panggung.

Ladyboy Show Up
Ladyboy Show Up

100_8659

Panggung mewah beraneka lampu warna warni memeriahkan suasana, disini mereka gak hanya memiliki tarian sedikit erotis namun ada juga beberapa show dengan menggunakan tarian melayu, jepang, korea bahkan kutub utara, karena mereka ingin menampilkan beraneka macam budaya diseluruh dunia. gak semua yang tampil adalah kaum wanita ex pria, namun juga ada pria-pria tapi tetep ngondekngondek.

3 cowok pemburu ladyboy
3 cowok pemburu ladyboy

Setelah acara kelar, para ladyboy tercantik bakal ke samping area lapangan parkir, disini kita boleh foto berdua bersama mereka atau menyentuhnya tapiiiii itu semua gak free, untuk foto bersama mereka dikenakan biaya 100baht, sedangkan untuk menyentuh mereka akan dikenakan 140baht walaupun kita menyentuhnya sebatas colek colek seperti menyentuh sesuatu yang menjijikan.

Contoh cowok khilaf
Contoh cowok khilaf

Walaupun ladyboy nya berkostum cukup eksotis namun para ladyboy dilarang oleh kerajaan menampilkan gerakan yang melambangkan sex atau telanjang bulat dan apabila melanggar akan dikenakan undang-undang adat, para pelanggar akan dihukum cukup berat. beuuuh ladyboy disini sangat sopan serta sangat menghormati peraturan, berbeda sekali dengan bencong di GOR Bekasi yang akan telanjang dada kalau semalaman gak laku. sori bukan pengalaman gw, cuma tahu cerita dari anak-anak pemakai lubang pantat.

Perjalanan kita hari ini telah usai, para rombongan diantarkan menuju hotel untuk beristirahat dan jam diblackberry sudah menunjukan pukul 1 pagi, baaaah. apa-apaan ini, kita baru boleh disuruh tidur jam 1 pagi. gw nginep di Holiday inn, hotelnya mewah dan bagus bahkan saking bagusnya gw sampai berkenalan dengan turis asal jerman yang sedikit bisa bahasa Indonesia tapi gak ngerti bahasa inggris secara umum bahahahhaha. si bule ini pernah 5 tahun di bali dan jakarta sehingga apal betul wajah-wajah Indonesia seperti saya ini, cukup asik dia diajak ngobrol dan kita berpisah dibalik pintu lift. gw dapat jatah teman kamar bernama pak Satrianto atau biasa dipanggil anak-anak logistik surabaya dengan pak Satrio.

Gw kasian sama pak Satrianto salah seorang teman sekamar gw dihotel holiday inn, mungkin saking lelahnya doi langsung tiduran disofa setelah masuk kamar hotel dan itupun masih pake sepatu serta tidak ganti baju, sedangkan gw langsung menuju kamar mandi dan bersih2 diri karena takut aura ladyboy menempel dalam tubuh suci ini. Setelah mandi dan bersih-bersih, gw bisa tertidur cantik diatas tempat tidur nyaman tanpa ditemani pak satrianto. Oh iya pak satrianto ini salah satu penggemar blog timor gw www.s515i.com walaupun doi rada pemalu untuk Tanya jawab soal timornya, ya tau diri juga sih melihat gw sepertinya lelah banget.

Carilah kaki yg lelah itu
Carilah kaki yg lelah itu

Bersambuuuuung……

One thought on “Thailand Trip with Paint ( Part 1 )

    hongnam said:
    24 Januari 2014 pukul 6:55 am

    anjrit kocak abis bahasa lo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s