Cerita Singkat, Kuliner

Bali Trip Part 2

Pukul sembilan pagi gw udah dijemput sama pak Dewa, dia ini salah satu teman gw di Bali. kita akan menuju ubud dimana kita akan melihat pemandangan sawah serta berbelanja ditempat-tempat yang asik, sebelumnya gw udah request ke krisna karena cuma ditempat itu saja yang bisa memberikan gw perhitungan yang lebih baik karena kalau gw belanja di sukowati otomatis gw harus tawar menawar sedangkan gw orangnya gak bakat dalam hal tawar menawar layaknya seorang wanita. Sebenarnya gw masih ngantuk karena semalam gw gak bisa tidur secara iklas akibat tamu hotel tetangga gw sepasang orang bule yang sedang bercinta dan suara desahan si cewek cukup mengganggu (penasaran) hingga akhirnya gw baru bisa tidur disaat permainan mereka usai. damn….

Sahadewa
Sahadewa

Tujuan pertama kita ke Sahadewa, tujuan dadakan ini di rekomendasikan sama pak dewa sebagai tempat berbelanja oleh-oleh khas bali. gw sempat pesimis saat mau masuk kedalam, ah palingan gw gak beli apa-apa karena harganya mahal tapi ternyata gw cukup terkejut karena harga yang tertera dibarcode belum di diskon 50% sama pemilik Sahadewa dan itu memang khusus pengunjung seperti gw ini (domestik) salah satu pegawainya bilang sebenarnya gak ada diskon walaupun sama orang domestik tapi mungkin gw kebali benar-benar sebuah keberuntungan. Sebenarnya harga barang-barang di sahadewa gak terlalu mahal, misal celana surfing di barcode tertulis 30ribuan tapi setelah diskon menjadi 15ribu, murah dan memang harga standarnya seperti itu tapi kualitasnya sudah pasti bagusan disini donk. Pegawainya pun ramah-ramah dan tidak bosen-bosen mengajak kita ngobrol sambil merekomendasikan barang-barang terbaiknya.  gw pengen banget membeli patung, gilaaak… bagus-bagus banget patungnya, asli buatan tangan tapi gw paling gak dibolehin sama orang tua gw beli patung karena nanti jadi kotor banyak debu akibat gw jarang beres-beres rumah. disini gw harus sabar-sabar belanja karena takut kalau di krisna lebih murah dari ini, bisa-bisa gw nyesel tapi bisa juga di krisna lebih mahal dari ini,lalu gimana donk…

mas-mas metal jago ngebatik
mas-mas metal jago ngebatik

setelah puas berbelanja beberapa potong pakaian buat pacar gw yang cantik dan gendut, gw diajak sama mas agung untuk melihat langsung pembuatan batik bali yang diukir diatas seprai putih. gw melihat seorang pemuda khas bali dengan tato serta anting dan berkulit hitam tengah asik bermain lilin malam cair lalu membuat gambar disprei nya dengan penuh goresan seni. kata sang pembuat, dia bisa membuat gambar di atas kain apapun dengan corak sama tapi tidak 100% mirip karena kalau mau bikin corak yang sama harus dicetak dengan cetakan bukan handmade seperti ini. harga kain disini lumayan terjangkau kok dan uniknya kita bisa pesan corak-coraknya sehingga ketika barang pesanan kita jadi, tinggal dikirim ke alamat rumah kita.

yow men, gw salah kaos
yow men, gw salah kaos

Kita lanjur perjalanan yang sempat terhenti menuju Ubud, baru beberapa kilometer gw melihat sebuah komplek pura yang banyak dikunjungi sama turis mancanegara. wah penasaran banget ada apa sih disana, langsung saja gw minta mobilnya pak Dewa untuk kepinggir dan mengizinkan gw turun untuk melihat-lihat kebagian dalam. kita gak boleh main masuk kedalam lho, kudu pakai sarung khas bali untuk menutupi aurat kita walaupun kita mengunjunginya pakai celana panjang dan ini sebuah aturan adat yang tidak bisa di langgar. disana ada gadis-gadis cantik berpakaian kebaya bali seperti sedang akan sembah yang akan mengenakan kita kain sarung, setelah itu barulah kita boleh masuk kedalam komplek pura. gw sendiri lupa ini nama puranya apa, pastinya komplek pura ini lumayan bagus dan bersih tapi tidak terlalu luas. hanya untuk sekedar berfoto-foto sambil melihat sejarah yang ada di dalam pura ini, kita bisa melihat beberapa patung yang diukir menghiasi komplek pura tersebut.

orang gila....
orang gila….

100_8397

haissh narsis
haissh narsis

 

Cuaca cukup panas tapi tidak menyurutkan animo pengunjung untuk menikmati pemandangan di pura ini, anehnya disini kebanyakan turis mancanegara sedangkan kalau turis lokal lebih senang berada di area pantai. setelah kita puas, kita diharapkan kembalikan sarung yang telah kita pinjam dan disini ada kotak kayu seperti kotak amal, kita boleh memasukkan uang sebagai tanda terima kasih telah mengunjungi komplek pura. untuk besaran sumbangan tidak dibatasi, boleh 10ribu atau tidak ngasih juga tidak apa-apa tapi apakah kita tega tidak memberikan sebuah tanda terima kasih terhadap teman-teman di sana yang telah menjaga budaya serta adat sehingga menjadi objek pariwisata.

Bebek Betutu...
Bebek Betutu…

Sudah memasuki jam makan siang, gw diajak sama pak dewa untuk lunch disebuah restoran dengan pemandangan sawahnya dan katanya bebek betutunya juara nikmatnya. Nama Restorannya I made joni, di parkiran saja ramai dengan mobil-mobil travel dan agen wisata lainnya. Pantas saja pak Dewa sangat merekomendasikan restoran ini karena selain pemandangannya cukup menghijaukan mata dengan landscape hamparan sawah, udara sejuk yang menemani kita selama duduk menikmati masakan khas bali, kitapun akan dimanjakan dengan pelayanan yang ramah pula, semua pelayannya mengenakan pakaian kebaya khas bali. konsep yang diambil restoran ini seperti berada dirumah sendiri, tidak ada hal yang formal, bebas lepas tapi sopan tidak boleh membuat keributan. soal harga memang cukup menguras dompet ya hahahaha, dibuku menu pada halaman pertama saja udah keliatan mahal banget ni restoran, harga sekaleng koka kola saja bisa dikenakan harga 25ribu dan nasi putih 15000… wow…. ya kapan lagi sih gw kebali makan enak masa iya gw ngotot gak jadi makan terus cari nasi padang. akhirnya dengan sedikit merenung gw memesan setengah ekor bebek betutu dengan minum jus semangka, sedangkan pak Dewa memesan ayam kriyuk khas bali dengan minum sekaleng koka kola yang kalau disamain harganya bisa beli air galon akua.

habislah sudah dompetku
habislah sudah dompetku

sambil menunggu makanan gw tiba dimeja, gw menikmati udara sejuk yang asli ditiup dari alam bukan dari kipas karena disini gak ada kipas angin apalagi AC semua benar-benar alam. sebelah meja gw ada sepasang bule menyantap sate babi, aromanya gurih-gurih gimana gitu hahahaa… 15menit kemudian bebek pesanan gw datang, as you know bebek merupakan hewan berjenis unggas yang memiliki tekstur daging alot buat yang gak bisa memasaknya tapi disini lo bakal kaget melihat kualitas bebek yang dimasak karena bebek nya bener-bener empuk bahkan dagingnya bisa mudah dilepas hanya menggunakan sendok tanpa perlu repot-repot bersilat tangan. Rasanya lebih mirip opor ayam buatan nyokap gw, enak tapi ekspektasi gw terhadap makanan bali ternyata salah, gw kira gw bakal makan bebek betutu dengan rasa pedas tapi ternyata rasanya aman-aman aja. oh iya, gw juga mesen sate lilit dan menurut gw sate lilitnya enak karena menggunakan daging ayam sehingga tebal dan tidak terlalu banyak menggunakan kelapa. Rasanya enak gurih dan dagingnya tebal, walaupun sate lilit dimasa sekarang lebih menggunakan sebilah bambu bukan tusukan batang sereh seperti pada umumnya. gw pikir ngapain juga batang sereh dibuat tusukan sate lilit, mubazir dan gak gitu ngaruh sama rasanya.

Setelah kenyang disertai tangisan isi dompet karena melihat bon pembayarannya bisa buat gw makan seminggu di solaria hahahaha tapi ya rasa nikmat makananyya memang setara dengan harganya. kita lanjut perjalanan menuju ubud, berhubung si Pak Dewa tahu gw ini seorang pecinta seni maka gw diajak ke museum yang isinya karya seni Lukisan dari Antonio Blanco, siapa itu antonio blanco? silahkan search di mbah google maka kamu akan tahu jawabannya. gw lupa museum ini melewati hutan monyet apa sebelum hutan monyet ya tapi sepertinya melewati Monkey Forest sih, tadinya gw juga mau mengunjungi monkey forest tapi urung karena parkiran cukup penuh dan gw pikir-pikir gw ngapain ngeliatin monyet padahal kalau ngaca pun gw sama aja ngeliat hanoman.

100_8425

keren tamannya gan
keren tamannya gan

Sesampainya di museum blanco, kita di sambut oleh dua orang pegawai penjaga museum dan kita harus membayar tiket masuk sebesar 30ribu untuk domestik sedangkan 50ribu untuk mancanegara. harga tiket tersebut sudah termasuk welcome drink serta menikmati taman yang di isi dengan berbagai macam unggas (ayam, burung, kalkun) namun disini kita dilarang untuk berfoto-foto apalagi sengaja mengambil gambar dari lukisannya langsung. gw ga mau bahas panjang soal museum lukisan Antonio blanco yang sekarang di kelola oleh anaknya bernama mario blanco karena di internet sudah banyak tulisan mengenai beliau hehehehe. yang gw salut dari museum ini adalah kerapihan ruang serta taman yang cukup cantik, pengen banget gw punya rumah dengan taman indah seperti itu selain dari taman koleksi burung-burungnya cukup banyak juga tapi kebanyakan merupakan burung-burung yang langka dan sudah tidak boleh dipelihara bebas tanpa adanya surat sertifikat dari pihak terkait. diruang galeri pamerannya juga terpampang banyak bingkai-bingkai hasil goresan kuas sang antonio blanco, gw akuin semua lukisannya bagus tapi gw saranin jangan membawa anak kecil atau abg-abg labil yang baru kenal birahi karena lukisan disini 80% menggunakan object kemaluan wanita seperti payudara dan vagina.

ada taman burungnya
ada taman burungnya

Setelah puas menikmati hasil karya dari antonio blanco, kita bisa menikmati segarnya welcome drink secara gratis dengan menukar tiket masuk ke museum. Berhubung gw mengunjungi restorannya disaat mau pulang, berarti gw menamakan minuman tersebut goodbye drink. Seorang pelayan pria dengan ramah menyambut gw, lalu gw disuruh memilih tempat duduk yg enak dan nyaman, sepertinya dibawah pepohonan sangat mengasyikan. Konsep cafe ini memang memiliki desain hommy atau seperti berada dirumah sendiri, pepohonan yang rimbun dan lagu-lagu klaasik era jaman batu membuat kita merasa rilex. Tak lama minuman gw datang, segelas sirup mocca dengan beberapa butir es batu membuat teriknya siang hari ini menguap berganti rasaa segar. Kalau merasa lapar, kita bisa memesan kue-kue atau makanaan berat di sini namun tentunya kita harus merogoh kocek lumayan buat menikmati kelezatan makanan tersebut. Sekitar 15 menit gw menikmati suasana kafe, sudah saatnya gw lanjut melakukan perjalanan.

Tujuan berikutnya adalah krisna, sebuah tempat belanja yang cukup terkenal dibali dan memiliki konsep supermarket tapi walaupun seperti supermarket, harga-harga yang ditawarkan cukup murah dan sudah memiliki label harga sehingga kita gak perlu lagi repot-repot melakukan aksi tawar menawar. Pada episode jalan2 ke bali sebelumnya (Jotun Flies to Bali) gw pernah menceritakan tempat berbelanja ini, pastinya memang tempat ini sangat cocok buat turis yang gak mau repot tawar menawar. Ada trik unik buat yang mau belanja di krisna, ketika kita sudah berada didalam, belilah tas travel seharga 20ribuan yang nantinya digunakan untuk menaruh barang belanjaan kita setelah transaksi dikasir selesai, hal ini memudahkan kita untuk membawanya kedalam pesawat. Sebenarnya di krisna sendiri disediakan kardus untuk belanjaan kita dengan harga 15ribu, mendingan beli tas tersebut dan ketika di rumah bisa kita jadikan oleh-oleh tetangga. Gw membeli beberapa oleh-oleh buat orang tua gw, temen gw, anak kost dan pastinya orang-orang tersayang :* , gak terlalu banyak yg gw beli karena gw punya uang sudah tiris heuheuehu. Sebenarnya ada rasa sesal kenapa gw gak ngeborong di sahadewa, harga disana kalau gw itung-itung lebih murah 5000 dari krisna bahkan ada yang 50% lebih murah tapi berhubung gw udah memiliki ekspektasi bahwa sahadewa lebih mahal dari krisna, ternyata hanya membuat dugaan yg salah.

100_8456

Kelar belanja, gw sama pak dewa diajak menuju garuda wisnu kencana. Gw sih udah pernah kesana waktu acara kantor, tapi ga salah donk kalau gw kesana lagi mengingat moment itu telah lama berlalu. Menurut Pak Dewa, Gwk (garuda wisnu kencana) kurang diminati oleh turis asing khususnya turis bule-bule eropa karena bagi mereka kurang merasa bebas dibandingkan mengunjungi pantay.  Pak Dewa akan memastikan gw jika yang paling banyak dilihat adalah turis lokal sama asia, apalagi kalau musim liburan sekolah, GWK akan menjadi lautan turis lokal. Harga tiket masuk ke GWK sebesar 30ribu/orang, harga tiket tersebut sudah termasuk pertunjukkan panggung kesenian namun hanya ada di jam-jam tertentu saja acara panggung itu digelar. Mungkin karena waktu sudah sore hari, tidak terlalu banyak pengunjung yang hadir tetapi ini merupakan kesempatan buat gw untuk bernarsis dan mengambil foto lokasi GWK. Bagi gw komplek GWK itu sangat indah, gw suka tempat ini dan gw pengen band gw nanti syuting disini.

100_8493

Entah kapan patung garuda wisnu kencana di satukan menjadi sebuah patung yang besar melebihi besarnya patung liberty. Gw bertanya pada salah satu pihak staff GWK park, menurutnya kenapa patung tidak selesai-selesai karena ada kendala di biaya sedangkan pemerintah sudah cukup mengucurkan dana untuk seniman yg membuat patung tersebut di bandung jawa barat. Ya menurut gw sih memang sangat mahal pembuatan patung tersebut, mungkin melebihi harga total dari pembangunan hotel-hotel atau tempat hiburan di bali. Gw suka komplek GWK karena dari sini kita bisa melihat berbagai macam sudut pulau bali, melihat laut nan jauh, sekumpulan bangunan di kota denpasar atau melihat pesawat mendarat di ngurah rai.

tarian kecak, cakcakacak
tarian kecak, cakcakacak

Kebetulan sekali di GWK sedang ada pagelaran tarian wayang orang yg menceritakan tentang hanoman dan berbagai macam cerita dengan perpaduan dari tarian bali seperti kecak. Sayangnya gw nonton pas acara sudah mau abis dan gw gak terlalu tahu cerita apa yang sedang diangkat. Cukup kocak juga wayang orangnya karena dialognya menggunakan bahasa campur surabaya, bali, indonesia dan english dengan asal-asalan selain itu sedikit mengambil isu-isu yang sedang hot di negara kita. Kalau gw perhatikan diantara para segerombolan penari kecak, gw melihat ada satu peserta yang merupakan orang asing. Gw jadi teringat pada salah satu acara di elshinta TV dimana seorang wisman bisa belajar tari kecak di Bali dan mengikuti pengisian acara tari-tarian di Bali. Mungkin ini yang menjadi daya tarik Pulau Bali sehingga seorang wisman tidak hanya merasakan keindahan pulau bali namun juga bisa belajar mengenai kehidupan tradisionalnya.

Setelah puas melihat wayang orang, gw langsung beraksi memainkan kamera digital usang untuk mengambil gambar di beberapa spot GWK. Apalagi waktu yang gw ambil cukup pas yaitu petang hari, sehingga suasana sunsetnya bisa gw dapetin. Bener-bener timing yg pas, GWK sedang sepi, cuaca tidak lagi panas dan cahayanya bagus banget. Andai gw punya kamera DSLR pastinya akan menjadi lebih bagus dibandingkan dengan kamera digital busuk ini yang kalau di zoom powernya akan off.

Bali. i will back again with love
Bali. i will back again with love

Malam sudah segera menghampiri, sambil menatap hamparan kota denpasar, gw harus sadar jika hari ini adalah hari terakhir gw di Bali dan hari senin sudah harus kembali beraktifitas seperti biasa. Gw pun beranjak dari GWK menuju bandara ngurah rai untuk segera menukar tiket boarding past pesawat citilink. Gw baru denger ada maskapai citilink tapi setelah gw sadari ternyata itu anakkan dari Garuda dengan mengandalkan tiket murahnya. Whoooaaa benar-benar singkat banget gw di Bali ya, pengennya seminggu ada di Bali sambil menjelajahi satu pulau dewata dan menikmati apa yang pulau ini tawarkan. Mudah-mudahan next time gw bisa balik lagi ke bali dengan penuh semangat dan duit banyak untuk menikmati itu semua.

Pesawat jam 11 malam harus delay hingga jam 12 malam. Oh… Shitt…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s