Bali Trip 2013 Part 1

Posted on Updated on

Bali… Sebuah pulau yg lebih terkenal dari Indonesia itu sendiri, apalagi bali memiliki kehidupan yg terbalik. Siang seperti malam, dan malam seperti siang, ramai dikehidupan malamnya. Kedatangan gw ke Bali kali ini sudah yang kedua kalinya dan sangat berbeda karena gw sudah punya sodara seper-Timoran yg memang sudah sering kontak-kontak’an gw dan membeli barang yg pernah gw jual di blog s515i.com, benar-benar sebuah hasil kerja keras menulis membuahkan sebuah persaudaraan. Dari rumah gw sudah niat untuk ke Bali untuk bersilahturahmi ke teman-teman sesama pengguna mobil Timor. Saya sering komunikasi dengan kristin, om Imam dan om Alit, benar-benar orang yg ramah dan baik hati. Gw menuju denpasar menggunakan pesawat air asia, bangkunya kurang cocok buat gw yg tingginya 180cm ini, sempit apalagi gw bersebelahan dengan turis asing yg berpakaian kurang bahan, iman ini terasa bergejolak sampai lupa berdoa ketika pesawat take off hishishishish…

100_8321

Sesampainya gw di bandara ngurah rai, gw langsung disambut sama om Imam yang sudah sejam menunggu dan gw lupa waktu jakarta dengan bali berbeda satu jam. Alhamdulillah om Imam langsung mengenali gw dan gw gak perlu memakai name tag didada sebagai petunjuk arah kemana diri ini berlabuh. Tadinya gw mau dijemput menggunakan mobil Timornya namun entah kenapa mobilnya sukses mogok beberapa meter dari rumahnya, apakah ini petanda buruk bagi perjalanan saya?, sepertinya tidak. Gw diajak kerumahnya yang hanya 3 kiloan dari bandara menggunakan motor, sempet kaget juga dengan kondisi jalanan di Bali saat ini karena banyak perbaikan sana sini dan sedang dalam tahap pembangunan jalan bawah tanah yang nantinya akan memecah kemacetan yg sudah mulai menjangkiti denpasar.

Sesampainya dirumah om Imam, gw langsung disuguhi kopi dan ngobrol+ngobrol tentang perjalanan gw. Om Imam ini merupakan owner dari pemilik usaha garment dan produknya yang menjadi idola para kaum surfing serta anak pantai di Bali. Kita sempat sharing bisnis kita masing-masing dan memang unik bisnis dibali yang rata2 ditunjukkan buat turis mancanegara. Apakah gw tertarik membuka lahan bisnis disini? Ya tertarik namun penuh resiko tapi sekali dapat umpan, kita akan terus mendapatkan hasilnya, apalagi prospek bisnis di bali dengan tema pariwisata selalu berbuah manis sampai beberapa tahun ke depan.

100_8276

Walaupun wajah bali sudah brangsur-angsur berubah menjadi seperti ibukota Jakarta karena tanah-tanah atau lahan kosong sudah disewa investor untuk dijadikan hotel atau restaurant. Uniknya disini ketika ada pembangunan tidak akan semudah seperti yang ada dijakarta, asal ada duit jadi… Disini harus mengikuti prosedur adat di Bali, jika memang tidak sesuai adat maka pihak investor harus mengurungkan niat membangun lahan bisnis di Bali. para investor tidak di ijinkan membeli lahan milik penduduk atau daerah, rata2 memang menyewa lahan untuk beberapa tahun. Selain itu pihak pemerintah disana sangat cepat memproses keruwetan kota yang jika dibiarkan akan menjadi bom waktu, gw ga denger dari om imam kalau bali itu pernah banjir.

mobilnya om imam, storing dulu
mobilnya om imam, storing dulu
om imam yg baik hati
om imam yg baik hati

Siangnya setelah sholat jumat, gw diajak melihat keadaan mobilnya, walau mata sudah ngantuk bukan kepalang karena semalam tidak tidur takut kebablasan ketinggalan pesawat. Namun itu sudah termasuk tanggung jawab gw selaku admin blog yg sering memberikan artikel tentang otomotig. Setelah mobil timornya gw periksa dan gagal mengatasi masalahnya (maaf ya om Imam) akhirnya gw ijin numpang tidur 3 jam untuk memulihkan kondisi. Dengan alas tidur seadanya gw berhasil tidur walau hanya 2 jam saja, selepas magrib gw sudah harus beranjak menuju legian karena hotel yg gw booking sudah harus dilakukan check in.

Tune Hotel Seminyak
Tune Hotel Seminyak

Gw menginap di Tune hotels, sebuah hotel yg berada di gang jl. Arjuna legian atau lebih dikenal dengan jalan double six (dulunya ada club malam 66) hotelnya menurut gw lumayan, simpel dan pihak hotel tidak ribet buat masalah administrasi, hanya ijin scan fotokopi dan deposit 15ribu yang akan dikembalikan saat check out nanti. Harganya pun cukup murah, 400ribu untuk 2 malam, kalau dijogja agak susah cari hotel yg lumayan bagus seharga itu ya walaupun gak ada tv atau free breakfast tapi so far so good lah. Apalagi sbenernya fasilitas hotel dibayar oleh temen gw😀 makanya gw bilang murah. Haghaghaggag…. Sayangnya gw handukan dengan keset, karena pihak hotel ga menyediakan handuk dan perlengkapan mandi standar hotel, ini pengalaman perdana gw handukkan dengan keset.

teman2 Mafortic
teman2 Mafortic

Sehabis mandi, gw dijemput kristin dengan motor buat ketemuan sama anak-anak timor di bali yang memiliki nama MaForTic. Di dunkin donut teuku umar lah kita melakukan kopdar bersama anak2 mafortic, merekaa semua ramah-ramah dan humoris banget, pokoknya welcome banget deh gw bersama mereka. Selepas acara kopdar yg cukup singkat, gw langsung cabut ke hotel untuk beristirahat karena besok siang gw mau jalan-jalan ke kintamani melihat pemandangan gunung batur.

Sabtu pagi menyapa, selamat pagi bali, tidur lumayan nyenyak dan siap berpetualang ke kintamani. Gw lupa kalau dihotel ga dapat sarapan, beruntung gw punya roti sisa semalam yg gw beli dibandara dan tidak sempat gw habiskan. Pagi ini gw harus balik kebandara buat tuker kertas pembelian tiket pesawat citilink menuju Jakarta dengan tiket aseli. Beruntunglah gw punya teman baik seperti kristin yg bela-belain pura-pura survey restoran di daerah kintamani, kristin ini seorang pegawai travel agent yang bertugas sebagai inspektor atau orang-orang yang inspeksi ke lokasi wisata dan restoran di Bali.

capcus ke kintamani
capcus ke kintamani

Selesai gw dari Bandara, gw langsung dibawa ke daerah kintamani. Jarak bandara ke kintamani cukup jauh dan memakan waktu sekitar 2 jam jika perjalanan tidak dihadang dengan kemacetan. Macet disini beda dengan yang dijakarta lho, macet dibali hanya seperti menunggu lampu merah selama 80detik di jakarta, just it tapi orang bali udah bilang hal ini merupakan macet total. Beeeeuuuuh…. Di perjalanan menuju kintamani kita disuguhkan pemandangan pengrajin patung, ketika berada di daerah terasiring kita akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan sawah dan kebun kopi. Hmmmm… Kata kristin disini banyak kopi luwak asli tapi hargaanya cukup terjangkau, gw harus coba!!! Oh iya, disini gw sempet melihat pemandangaan ga biasa tapi ga beda jauh sama Jakarta, yaitu razia cuma razia disini bener-bener ga niat. Mobil kita sempet dihalau petugas taapi kaya ga niat karena pas kita lewat dia minggir namun tangannya tetep menyuruh kita berhenti. Kata kristin, polisi disini sering melakukan razia kepada mobil-mobil yg membawa turis, dengan alasan keamanan namun sbenarnya hanya meminta ‘jatah’. Oalah mau dimanapun ya sama aja ya kelakuannya….

Bali Gong, Prasmanan
Bali Gong, Prasmanan

Akhirnya gw sampai disebuah restoran dengan pemandangan landscape gunung batur yg cukup mengagumkan dan indah. Gw sempet terhipnotis dengan hijaunya gunung batur yg menurut warga sekitar masih aktif dan danau dibagian selatan terlihat jelas menambah sisi keindahannya. Kami makan siang dibalik pemandangan indah tersebut apalagi semua makanan yg gw lahap merupakan Gratisan, aiiih baik banget kristin. Dia seneng punya teman dari Jakarta dan mau silahturahmi kesini apalagi gw selama ini sering jawab pertanyaan dia seputar Timor merah cabainya. Ya Allah, mungkin ini hasil dari gw menanam biji zahra dan kini tumbuh menjadi pepohonan yg berbuah manis.

ajib bray pemandangannya
ajib bray pemandangannya
Pemandangan Danau batur
Pemandangan Danau batur

Gw pun mencoba kopi luwak khas kintamani, kental dan nikmat tapi masih juara kopi luwak di sumatera. Sedikit promo, gw makan di restoran bernama Bali Gong dan pemiliknya bernama pak Wayan yang baik hati memberikan gw bonus buah-buahan serta hidangan penutup. Pak Wayan ini sangat ramah bahkan saking ramahnya para pengunjung restoran nyangka gw artis😀 karena anak buah pak wayan benar-benar menjamu gw layaknya tami VVIP sampai meja pun disiapkan langsung dan tak henti2nya bertanya apakah ada kekurangan dari layanannya. Its enough Bli, sering-sering aja gw dapat perjalanan yg seperti ini. Disini perut gw hampir pecah gara2 pak wayan menyuguhkan 10 tusuk sate lilit sebagai bonus jamuannya, gw ini kurus bukan kurang makan, jumlah makanan begini tetep aja gw gak abis. ketika kita pamit untuk melanjutkan perjalanan pun langkah gontai (kekenyangan) langsung ditahan dan kita diberikan seplastik besar buah-buahan yang terdiri dari salak, apel dan jeruk mandarin.

pemandangannya oke punya bray
pemandangannya oke punya bray

Akhirnya kita batalkan niat untuk makan direstoran panorama karena perut ini sudah tidak bisa menampung segala bentuk makanan, kita sempat berhenti sejenak ditepian atas danau untuk melihat pemandangan indah sebuah danau batur yang terkenal dengan penyebrangan ke desa Trunyan. desa trunyan merupakan sebuah desa yang terkenal dengan pemakaman seperti di tana toraja yaitu tidak di kubur kedalam tanah atau di bakar (ngaben) seperti dilakukan masyarakat umum khusus nya umat hindu. Jenazah atau mayat yang meninggal di taruh begitu saja pada lokasi tertentu didesa tersebut, sehingga akan menjadi kerangka namun uniknya para mayat-mayat yang telah menjadi tulang berulang tidak beraroma bau karena ada ritual serta trick tertentu agar tidak bau. Berhubung sudah menjelang sore, gw batalin niat buat nyebrang danau untuk menuju ke desa trunyan dan gw hanya menikmati indahnya danau serta membaca sejarah-sejarah danau Batur. oh iya, disini banyak penjual jasa pembuat Tato temporary namun disarankan untuk nego harga dulu sebelum kita menikmati karya seni dari Mas-mas penjaja tato.

Pantai Sanur
Pantai Sanur
sunset has come
sunset has come

Setelah puas menikmati danau, kita beranjak menuju pantai sanur, sebenarnya gak ada niatan gw menuju sanur karena yang namanya pantai ya isinya air laut sama pasir tapi ya gak ada salahnya jika gw menuruti kristin menikmati bali secara kebetulan gw belum pernah menuju sanur hanya pernah ke nusa dua, kuta dan jimbaran. kalau mau maksa sebenarnya gw pengen banget ke dreamland, kata temen-temen gw di dreamland kita bisa liat bule telanjang berjemur pantai dan gw belum pernah seumur hidup melihat bule telanjang secara langsung, ya hanya penasaran dari nafsu birahi saja.

me and the dog
me and the dog

Sesampainya disanur kita harus membayar 2000 Rupiah untuk parkir disekitar area, jika menjelang sore hari parkiran cukup ramai sehingga pengendara roda 4 sedikit dibatasi lahan parkirnya kecuali bagi yang memang mengenal orang bali maka kita tinggal ijin mau masuk serta membayar parkir maka tanda dilarang masuk akan di buka ketika mobil kita akan lewat. ajiiiib… gak salah deh gw diajak keliling sama si kristin ini. Pantai sanur tidak berbeda dengan pantai-pantai lainnya, yang membedakan disini lebih sempit,, pasir putih dan terdapat permainan air seperti kano, atau kita bisa menyewa kapal boat ke pulau-pulau terpencil didekat sanur. gw sendiri hanya bermain-main pasir sambil ngisengin anjing kampung yang sepertinya sedang patah hati akibat putus cinta atau ditinggal pacarnya ke jerman. Setelah puas menikmati hamparan pasir pantai sanur, gw langsung minta diantarkan ke Krisna untuk berbelanja oleh-oleh.

ditengah perjalanan gw urung menuju krisna dan gw meminta kristin buat antar gw ke kuta tepatnya ke Beachwalk karena gw ada janji temuan dengan salah satu temen waktu gw duduk dibangku SD dulu yang bernama Edo dan dia katanya lagi ada acara di Beachwalk. Edo ini merupakan salah satu crew dari OZ Radio, kadang-kadang jadi penyiar dadakan juga pas jam 3 dinihari dan hanya disuruh mengeluarkan bunyi “sssssssssssssssssssssssssssssssss” sampai radio kembali buka lagi pada pukul 6 pagi. agak gak enak juga sih sama kristin karena gw harus menyuruh dia melewati ke daerah macet ketika jam malam seperti ini, karena kuta ketika pukul 6 sore sudah macet dengan kendaraan yang menikmati dunia malam di Kuta Rock City. Kenapa macet?, mungkin kalau dijakarta mirip-mirip sama dengan daerah kemang – bangka, banyak restoran dan tempat dugem ajeb-ajeb cuma bedanya kalau dikuta lebih banyak bulenya dibandingkan orang lokalnya. gw disuruh turun ditengah kemacetan karena sudah keburu telat janjian buat ketemuan sama si Edo, hanya berjalan beberapa meter saja sudah sampai Beachwalk kalau pasrah menunggu dimobil niscaya setengah jam baru sampai sana.

live music nya oke punya
live music nya oke punya

Sesampainya di beach walk gw pang ping pang ping kontak bbm nya si Edo, gak ada jawaban sama sekali. mungkin juga lagi sibuk dengan acaranya ya, gw kirim pesan kalau gw sudah berada di beachwalk. sudah sejam berlalu tak ada kabar dari si edo, mau gw tinggal balik kehotel takutnya dia juga nungguin gw atau memang nunggu acaranya kelar ya. buat nemenin gw menunggu dia, gw nonton acara live musik  di pelataran taman tengah beachwalk. pasti pengen tahu beachwalk itu apa ya, beachwalk merupakan sebuah mall yang berhadapan langsung dengan pantai kuta. kalau dijakarta mirip sama central park, sebuah mall dengan konsep taman ditengah komplek mallnya. sambil duduk-duduk lesehan, gw menikmati sajian musik yang mereka mainkan, kita juga bisa kok ikutan nyanyi kedepan dengan request lagu kesukaan kita asal jangan minta lagu dangdut pantura ataupun tarling. tidak sedikit pengunjung yang berani dengan pedenya maju bernyanyi tapi tidak ada yang lagu Indonesia, rata-rata lagu barat yang sedang in di Indonesia. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam waktu Bali, tidak ada juga tanda-tanda dari si edo, bbm gw pun tidak dibaca sama dia masih berstatus delivered saja. lebih baik gw pergi meninggalkan peraduan ini karena mata gw sendiri sudah minta tutup warung dan besok masih harus berpetualang.

Saatnya gw tidur dan besok adalah hari terakhir gw di Bali, semoga petualangan gw ke ubud penuh makna serta pengalaman….

Lanjut Baca Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s