Senandung Masa Prasejarah (Smp)

Posted on

Masa-masa sekolah memang masa yang paling indah dan penuh cerita, gw menikmati masa SD dan SMA gw namun pada masa SMP entah kenapa gw merasa pada masa tersebut merupakan era kelam gw sebagai anak kecil yg akan tumbuh menjadi seorang remaja. Sadar ga sih jika masa SMP merupakan masa yang paling kejam dan kelam?, kalau gw sih sadar banget apalagi didasari pengalaman gw sebagai cowok baik-baik dan suka naro upil dibawah meja pada masa itu.

Gw sekolah di bilangan bekasi selatan, sekolah yang cukup ternama serta sering menjadi idola anak SD yg akan melanjutkan sekolahnya. Pada masa Smp memang akan ada fase dimana anak kecil akan beranjak remaja, sehingga sifatnya menjadi sulit diatur dan sifatnya ga bisa diprediksi. Butir-butir cinta akan tumbuh ketika melihat lawan jenis dan itu dinamakan cinta monyet. Tubuh kita pada masa ini akan mengalami perubahan, menjadi membungkuk karena membawa banyak buku atau penuh memar karena sering kejebak tawuran.

Gw sering merasa terancam ketika berangkat sekolah, para muka-muka jahat kakak kelas atau anak sekolah lain yg hobi memalak siap menerkam. Gak peduli diri lo anak pejabat atau pedagang, semua pasti di incer kecuali diri lo merupakan anak gadis. Pemalak memang tidak memangsa anak gadis, khususnya yg tampilannya kurang ‘wah’, bagia anak cewek yg cute, unyu atau cakep, bakalan jadi bahan godaan dari si pemalak. Gw setiap akan berangkat ke sekolahaan, selalu menaruh duit dibalik sepatu atau dibalik sempak, cara ini lebih efektif daripada kita mengeluarkan alasan tidak mau memberi. Para pemalak tersebut berada dilokasi yg selalu berpindah-pindah, mirip banget pak polisi yg sedang mengadakan rajia.

Biasanya mereka akan memanggil kita ketika melewati tempat tongkrongan mereka, akan menjadi kesalahan jika kita lari dan kabur menjauhi mereka. Mereka akan merasa terhina dan dendam, kita akan ditandai oleh mereka untuk dijadikan bulan-bulanan diwaktu yg tepat. Lebih baik pura-pura tidak mendengar, lalu berjalan meninggalkan mereka. Berbeda jika nasib kita apes tiba-tiba dicegat mereka atau disamperin mereka, lebih baik pasrah saja dan menyuruh mereka periksa setiap sudut tubuh kita. Bagian yg tidak akan mereka sentuh adalah alat kelamin dan bagian pantat kecuali pemalaknya seorang Gay, apes 2x lah kita, selain dipalak, mungkin kita akan disodominya.

Ketika gw sampai disekolahan pun rasa ketidakamanan masih akan terus membayangi, misalnya disaat pentolan kelas sedang haus kasih sayang sehingga butuh teman buat adu jotos dan dia akan memilih rakyat yg terlihat lemah. Gw pribadi sih belum pernah mengalami hal ini karena waktu smp tampang gw cukup nikmat dipandang dan sedap di lihat sehingga para pentolan kurang kasih sayang tersebut tidak akan menyentuh orang-orang ganteng dan sejenisnya. Gw sendiri suka kasian jika melihat teman-teman yg memang lemah dan culun dibully hingga dipukul sampai berdarah. Gw selalu berpesan sama teman-teman yg lemah tersebut “hidup memang kejam kawan, tenggaklah karbol dan porstex” pesan ini dapat membuat mereka tenang untuk sementara. Padahal pembullyan orang-orang culun merupakan perbuatan pengecut sekali, gw pribadi ga suka sama cowok yg seperti itu, kalau memang pentolan cobalah melawan penjaga sekolah.

Jangan kira gw disekolah bebas dari omelan guru atau penjaga kantin, gw cukup rutin digampar oleh guru yg memang dikenal killers. Entah kenapa para guru senang sekali menggampar anak didiknya dibandingkan memberikan nasihat secara dewasa. Seharusnya disaat  ada murid yg tidak dapat menjawab soal lebih baik mereka dipeluk lalu diberikan PS2 ya, supanya mereka mendapatkan motivasi untuk belajar. Tapi tidak semua guru seperti itu, ada yang memang dengan sabar mendidik serta membimbing anak muridnya dengan penuh sukacita namun guru seperti ini biasanya jarang dihormati oleh murid bengal, mereka malah sering melecehkan guru tersebut. Wah kalau sudah begini gw jadi ikut-ikutan kesel tapi gw gak bisa berbuat apa-apa karena dikelas gw lebih banyak murid bengalnya daripada yang baik-baik seperti gw (bengal kagak tapi mesum iya). Entah kenapa seorang guru lebih menekankan kekerasan kepada muridnya dibandingkan dengan kelembutan? Apakah agar sang murid takut dan nantinya dihormati ? Menurut gw kagak tuh. Memang saat didepan guru tersebut akan dihormati karena rasa takut, tapi dibelakangnya akan diejek dengan penuh suka cita. So… Gw lebih suka menikmati sajian belajar dengan cara lemah lembut serta penuh kasih sayang.

Akibat dari seringnya gw menemui guru killer, gw sendiri merasa hidup gw dikelas seperti terancam. Gw mau belajarpun takut sehingga jarang ngerjain PR secara alamiah (buatan tangan sendiri \ homemade) dan menyontek pekerjaan teman merupakan hal yang paling dinanti. Kenapa gw susah buat mengerjakan PR? Karena gw selalu gelisah jika melihat guru killer tersebut, setiap melihat buku pelajaran yg diajari the killers tersebut, perut dan kepala seakan teraduk-aduk. Apalagi disaat jam olahraga pun merupakan sesi pelajaran yg gak gw suka, gw gak bisa main olahraga apapun termasuk lompat karet atau sempak bola. Satu satunya olah raga yang bisa gw gelutin adalah Tidur. Gw punya guru olahraga yang tempramental, setiap gw salah melakukan gerakan, sentilan dikuping akan menjadi santapan khas atau digebok bola kearah pantat.

Saat saat istirahat pun tidak terlepas dari ancaman dari abang2an kantin. Bisa saja makanan yang dijual mengandung racun karena kantin tidak bersih dan sangat jauh dari kantin yang berada di kampus oxford sana. Gw sih belum pernah sampai mulut mengeluarkan busa saat makan gorengan dikantin tapi panas tinggi selama 2 hari pernah gw rasakan, suspect gw keracunan makanan yg kata dokter karena kencing tikus. Kebayang saat makanan itu tersaji, si tikus dengan ketawa licik mengencingi makanan sambil sedikit berkata “akan kuhancurkan kau para ras manusia”. Buat para gadis-gadis cantik di sekolah, kantin juga menjadi ajang pelecehan.  Gw punya teman berjenis kelamin wanita, menurut gw cantik dan sangat aduhai. Setiap jam istirahat dia hampir tidak pernah bergumul diantara anak-anak lapar dikantin, dia lebih sering menitipkan uang kepada temannya untuk dibelikan makanan. Setelah tahu kenapa dia begitu, ternyata karena dia sering banget dilecehin sama bang agus seorang penjual minuman es, wah bang agus ini memang sangat unik bagi saya karena dia melecehkan berdasarkan anatomo biologi. Misalnya saat si mawar (bukan nama sebenarnya) lewat didepan lapaknya, maka si agus dengan tanpa bersalah berteriak halus “kalau dari cara jalannya sih, udah pernah ya war. Sama siapa?,…” Atau ” untuk ukuran dada seorang anak smp, ukuran si mawar sih udah kaya anak Sma kecuali bla..bla.. Bla…” Emang kurang ajar sekali makhluk satu ini. Sedikit keanehan si bang agus adalah makan mie ayam dicampur dengan bongkahan es batu, katanya dia ga suka makan-makanan yang panas-panas.

Soal colek mencolek, temen gw bernama ardi seneng banget berada dikerumunan. Sebenarnya dia gak suka jajan dkantin tapi hasrat birahi remajanya yg mengajak dia untuk melakukan hal bodoh. Misal di tempat cakwe sedang rame-ramenya anak murid cewek mengantri, si ardi pasti berada diantara para cewek-cewek tersebut. Dia mengaku kalau dia seneng bgt berada dikerumanan apalagi jika sampai bersentuhan dan pastinya gak bakal dimarahi karena si ardi wajahnya ga jelek2 banget tapi dia pernah sekali digampar kakak kelas karena ketauan megang pantatnya. Kurang ajar sekali dia… Ckckckckck

Seharusnya pihak sekolah bisa lebih perhatian terhadap kesejahteraan para pedagang dikantin dan kesehatan anak muridnya. Cukup dengan menata kantin lebih bersih, baik dan juga benar-benar terjaga kualitas penjaga kantinnya. Saking gak diperhatikan, kadang-kadang kantin bisa jadi tempat buat para siswa-siswa cabutters kabur dari sekolah lewat pintu kantin karena sekolah gw letak kantinnya persis dibelakang sekolahan. Gw sendiri pernah sekali kabur lewat sana hanya dengan membayar 500perak maka gw bisa lepas ke alam bebas sambil berlari-lari mengepakkan sayap seperti ayam pelung. Cuma jangaan pernah coba-coba untuk mengulanginya berkali-kali karena ada seorang guru yg terkenal killer nya bela-belain ngumpet disemak-semak belakang sekolah hanya untuk memburu murid-murid yg mencoba kabur dari pintu kantin. Entah kenapa guru satu ini sangat tidak diketahui keberadaannya, tiba-tiba saja dia sudah berada dalam jarak beberapa meter saja dan siap menerkam (digampar) tanpa ampun. Alhamdulillah gw selalu lolos dalam aksi kejar-kejaran yang akhirnya membuat gw seperti kehilangan nyawa, ada rasa dag-dig-dug, ada juga rasa kehabisan nafas. Kekuatan larinya guru tersebut mirip cheetah, sedangkan gw malah kaya babi hutan yang tidak fokus kemana gw berlari, yang penting gw bisa melangkahkan kaki dengan cepat tanpa perlu tahu gw kemana dan akhirnya gw nyasar.

Bel pulang merupakan sebuah nyanyian merdu yang menyadarkan diri untuk beranjak dari sekolahan. Namun tidak sedikit pula anak-anak SMP yg merasa cemas saat pulang sekolah karena ada beberapa bahaya yang siap mengintai, khususnya pada hari terakhir masuk sekolah ditiap minggunya. Yang pertama adalah pemalak atau geng kakak kelas, kelompok ini biasanya sering nongkrong setelah pulang sekolah, tongkrongan favoritnya berada di tukang es kelapa (nongkrong doang beli kagak) dan tukang gorengan (makan doang, bayar kagak). Jika ada anak culun atau adik kelas yang kebetulan lewat, niscaya dia akan memaksa anak tersebut gabung untuk nongkrong dan apabila menolak akan terjadi perselisihan yang tak jarang menjadi ajang bully anak sekolah. Saran dari alumni yang baik hati seperti saya ialah jangan melewati titik-titik tempat dimana mereka berada. Apabila terpaksa melewati, cepatkan langkah dan sampai menengok ketika dipanggil kalau bisa selalu berlari saat melewatinya dan perbanyaklah berdoa. Lalu ancaman kedua adalah Tawuran, hal yang selalu terjadi pada anak remaja yang tengah menemukan jatidiri. Gw pribadi yang benci dengan tawuran pernah mau gak mau jadi peserta tawuran karena gw terjebak di arena fight mass (berantem rame2) ketika pulang sekolah. Gw dikejar-kejar sama anak smp lain sehingga gw dengan rasa percaya diri bergabung dengan teman-teman gw yang sudah lebih dulu kabur sambil melempari batu kepada lawan. Entah kenapa tawuran itu lebih mudah terjadi pada anak-anak usia remaja, tidak ada sesuatu yg didapat karena gak ada menang atau kalah. Sudahlah… Wahai anak muda, hentikan kegiataan tawuran, lebih baik kalian membuat membersihkan got beramai-ramai agar kota kalian bersih dan bebas dari banjir. ” Ramai-ramai menjadi kaum sehat dan bersih”, iklan ini dipersembahkan untuk kaum muda yg bersemangat.

Sesampainya dirumah pun tidak menjamin gw juga selamat apalagi setelah masa-masa ujian kelas. Orang tua gw selalu ketat sama yang namanya nilai, ada nilai merah setitikpun berarti itu adalah sebuah malapetaka. Gw selalu mendapatkan ceramah yg maha dasyat dan akan selalu terkenang sehingga membuat gw merasa tertekan. Itulah orang tua, mereka akan merasa malu jika mempunyai anak yg ditjap bodoh sehingga mendapatkan nilai merah padahal nilai merah itu bukan berarti gw bodoh lho, bisa saja sang guru kehabisan tinta hitam atau memang sedang menginginkan mewarnai kertas ujian gw dengan warna merah membara. Gw waktu smp memang kolektor nilai merah, bagi gw warna merah itu cinta dan gw cinta sama pelajaran matematika serta bahasa inggris (nilai merah selalu melekat di pelajaran itu). Sebenarnya sih malu juga punya nilai merah apalagi kalau sampai diketahui sama gebetan gw, wah rasanya seperti seorang cowok yg ketauan kalau kemaluannya haanya sebesar kapur tulis. Hikshikshiks… Sampai gw mendapatkan nilai akhir ujian sekolah pun nilai kedua mata pelajaran itu benar2 pas-pasan & hanya dengan menguranginya sebanyak 0.2 saja maka gw dinyatakan tidak lulus. Padahal temen-temen gw sendiri bilang kalau bahasa inggris gw jago, bisa bikin kalimat romantis yg biasa ada di film porno. Sedangkan matematika, gw sebenarnya jago kok karena gw bisa hitung menghitung jumlah hutang-hutang yg teman gw perbuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s