ini dunia komunitas bikers?

Posted on

Menjadi seorang bikers di sebuah club motor bukan lah hal yang baru buat saya, pada tahun 2006 akhir saya resmi menjadi salah seorang bikers atau lebih familiarnya dengan nama anak club motor. Mungkin bagi masyarakat awam, club motor selalu dipandang sama dengan geng motor yang selalu berbuat onar dan meresahkan warga namun tidak sedikit juga club motor yang akhirnya tercoreng akibat sifat arogannya. Ya saya akui jika sebuah club motor akan menjadi arogan jika mereka sudah berkumpul, walaupun tidak semua club seperti itu, saya yakin masih banyak club motor yang memiliki sifat santun dijalan walau sedang melakukan aktifitas turing.

Saya waktu itu baru 6 bulan menggunakan megapro, megapro yang saya miliki tipe baru dengan model iklan mas primus tampan.  Bukan milik saya sih sebenarnya, melainkan hadiah dari orang tua karena saya dengan tulus mau melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Alhamdulillah dikasih rejeki, biar semangat kuliahnya dan tidak selalu mengeluh kejedot pintu angkot karena postur tubuh saya yang terlalu ketinggian buat angkot-angkot di bekasi. Sepertinya tidak etis jika saya dikasih kendaraan tapi tidak saya rawat sendiri, walaupun ahass honda tersebar diseluruh nusantara, tetap saja saya ingin mengetahui seluk beluk motor yang saya gunakan. Sudah menjadi hobi saya mengoprek-ngoprek benda yang sering saya gunakan, awalnya sepeda genjot yang menjadi korban oprek-oprek tangan jail saya hingga akhirnya sepeda wim cycle kesayangan sudah tidak berbentuk standar lagi.

Setelah mengetahui tentang kinerja sepeda, akhirnya saya ingin naik kasta untuk belajar tentang sepeda motor. Saya bingung mencari wadah untuk belajar mengetahui seluk-beluk si meggy ini, akhirnya saya cara di mbah gugel dan ketemu dengan sebuah club megapro terbesar di Indonesia. untuk pertama kalinya saya mengikuti mailling list atau millist megapro dan pada saat itu lah saya mengenal apa itu millist. Awalnya saya hanya menjadi sillent reader namun tangan ini tergerak untuk mengetik sesuatu dan bertanya terhadap topik email yang sedang dibahas. Di millist saya akrab dengan bro eko bayu, saya sering bertanya di millist dan bro eko ini yang selalu menjawab pertanyaan saya hingga akhirnya saya ada keinginan untuk kopi darat menjumpai teman-teman megapro di dunia nyata. Saya pun melakukan janjian ketemuan dengan bro eko bayu pada malam minggu di tempat biasa anak-anak megapro kumpul, namun masih ada rasa takut-takut keluar malam-malam bersama si meggy karena orang tua masih khawatir kalau saya keluar sampai larut malam membawa kendaraan kecuali kalau saya keluar dengan tanpa kendaraan sih tidak mengapa.

Saya pertama kali nya menyambangi tempat kumpul mereka di malam minggu, hanya ada 6 motor dan 7 orang sedang asik bercengkrama melihat-lihat sebuah koran otomotif yang terdapat artikel liputan touring mereka. Saya langsung menyapa mereka dengan mendekati mereka dan masih duduk diatas motor, “brooo boleh gabung gak”, lalu dengan kompak mereka menjawab “silahkan broo….”. setelah memarkirkan motor di antara motor-motor mereka, saya segera duduk bareng bersalaman dan berkenalan sambil bertanya-tanya yang mana pria yang bernama eko bayu. Ternyata eko bayu termasuk anggota yang jarang nongol juga tapi sering nongol di dunia maya. Sambutan dari para bro bro ini agak dingin, mungkin mereka sedang serius asik melihat-lihat koran otomotif sehingga tidak terlalu respek dengan kehadiran saya.

Lama-lama akhirnya saya ketahuan juga sama orang tua jika saya mengikuti kegiatan club motor, Alhamdulillah responnya positif karena di usia saya memang harus banyak pengalaman dan pertemanan. Menjadi anggota klub motor memang harus ada pelantikan, saya pun dilantik di daerah lembang, untuk pertama kalinya saya menaiki motor dengan jarak yang jauh dan saya belum pernah ke daerah sana sama sekali. Orang tua mengijinkan saya mengikuti kegiatan turing, walaupun saya agak ragu karena saya orangnya suka ngantukkan tapi selama di perjalanan tidak sekalipun saya merasakan kantuk, mungkin karena semangat untuk menikmati perjalanan jauh bersama teman-teman ya walaupun di satu sisi ada perasaan gak enak yaitu saat melewati daerah bandung dan adzan subuh berkumandang namun kita para rombongan tidak ada satupun yang mau berhenti untuk sholat subuh. Saya sendiri bukan orang yang rajin sholat tapi kalau sudah berada diperjalanan saya paling getol untuk ibadah dengan alasan saya bisa saja mati dijalan, entah kecelakaan atau nyemplung jurang.

Selama 3 tahun mengikuti kegiatan klub motor, mulai dari baksos, turing, sampai safety riding course belum pernah mendapatkan pelatihan oprek-oprek mesin. Mungkin karena dari pihak klub sendiri memiliki bengkel resmi klub sehingga apapun kerusakan ya kebengkel itu. Saya sendiri belum pernah menginjakkan bengkel tersebut karena jarak antara rumah terlalu jauh. Beruntung saya akrab dengan salah satu anggota bernama Rudi, menurut saya dia salah satu anggota klub motor yang paling waras, karena ibadahnya getol, enggak mabuk-mabukkan dan selalu memberikan saya wejangan serta tips-tips bagaimana merawat motor. Dengan rendah hati dia mengajarkan saya cara bongkar karburator, setting angin, mengenal bagian-bagian motor dan curhat. Dari segi postur tubuh, dia sangat mungil tapi saya sudah menganggap dia sebagai abang saya karena umurnya jauh lebih tua dari saya.

Kegiatan malam minggu saya di isi dengan bersama mereka, saat itu memang sedang lagi aktif aktifnya saya hadir kopdar karena saya menemukan teman-teman yang nyambung untuk diajak komunikasi seperti acho, sidik, ray dan rudi. Moment paling mengenang pada saat turing anyer, kita kompak sekali menjaga tata tertib dijalan dan mungkin merupakan anggota yang rajin ke mushola. Saya akui didalam setiap klub motor ada beberapa anggota yang arogan, ya tidak perlu ditutup-tutupi karena setiap anggota lain pun mengetahuinya. Tidak ada satu komunitas yang isinya malaikat atau orang suci, pasti ada paling sedikit satu yang bisa membuat citra komunitas menjadi jelek. Saya tidak mempermasalahkan dia meminum-minuman keras, namun saya paling tidak suka jika disuatu acara dia memaksa para anggota lain untuk minum khamar, apapun jenisnya. Teman-teman yang sebelumnya belum pernah minum, harus dipaksa minum olehnya, tak terkecuali saya namun Alhamdulillah saya menolak dengan baik2 walau dia terus tetap memaksa. Teman-teman saya terpaksa minum karena menghormati dia sebagai orang lama di klub dan sudah mempunyai jabatan tinggi tetapi bagi saya semua anggota itu sama saja. Saya tidak takut dia mempunyai jabatan tinggi, toh dia bukan presiden, bukan kyai dan bukan juga orang tua saya, kenapa mesti takut. Sering kali saya cekcok dengan dia karena dari karakternya memang dia menginginkan saya hormat sama dia, katanya saya gak brotherhood lah atau apalah.

Padahal dia sendiri yang suka membuat masalah seperti minum disaat akan turing, akhirnya jackpot dan tidak bisa melanjutkan jalan, kita pun harus menunggu dia sadar. Ketika rombongan turing ingin menyalip sebuah kendaraan, tak jarang dia memecahkan kaca spion atau gebrak-gebrak mobil berharap mobil tersebut minggir. Entah disengaja atau tidak, perbuatan itu benar-benar tidak mencerminkan klub motor. Saya akui dia memang jago naik motor, banyak ilmu yang dia sharingkan ke anggota lain tentang cara mengendarai motor tapi ya dibalik itu semua dia tidak menerima adanya anggota yang seperti saya. Hingga akhirnya bertahun-tahun menjadi anggota klub motor, saya jarang komunikasi sama dia, dia juga tidak pernah menegur saya dan sampai para sobat akrabnya memperlakukan saya seperti itu. Entah kenapa?

Beberapa anggota yang satu angkatan dengan saya cabut, salah satu nya bro adi, beliau cukup akrab sama saya karena memang satu angkatan saat pelantikan. Lama-lama dia menghilang lalu saya bertemu dengan teman satu kantornya yang juga anggota seangkatan dan alasan dia keluar karena ingin bertobat. Kaget juga mendengar alasannya seperti itu, seharusnya kita bisa membuat klub tercinta menjadi lebih baik dan saya iri dengan klub lainnya yang melakukan kegiatan pengajian rutin setiap malam sabtunya itung-itung sekalian kopdar dirumah salah satu anggota secara bergantian. Saya mengusulkan kegiatan pengajian karena kebetulan saya diangkat menjadi divisi acara, sayangnya responnya hanya menjadi bahan tertawaan, hanya ada 4 orang saja yang setuju dengan usulan tersebut. Sang ketua saat itu tidak bisa ngomong apa-apaan saat ada usulan itu karena memang keputusan berdasarkan suara terbanyak, hanya usul kegiatan futsal saja yang diterima dan saya sendiri belum pernah hadir diacara futsal walaupun kegiatan tersebut lahir dari mulut saya.

Touring paling pahit yang saya ikuti adalah touring ke semarang jawa tengah, pahit karena saya kecelakaan akibat tersenggol oleh salah satu anggota dari jakarta. Awalnya karena dia menggunakan kacamata dan kaca nya berembun akhirnya dia minta tolong untuk saya kawal walaupun kita berdua sudah ditinggal oleh rombongan. Entah kenapa para rombongan meninggalkan kita, mau mengejar tapi kondisi sedang hujan yang cukup deras  sehingga kami berdua berjalan pelan-pelan saja. Di alas roban tragedi muncul, tiba-tiba dia memacu kendaraannya dengan cepat melewati saya dan tiba-tiba membelokkan motornya hingga bracket box givi nya mengenai stang saya, stang saya nyangkut hingga akhirnya saya terjatuh terseret di aspal. Saya lihat di spion ada sebuah mobil yang melaju cukup cepat ingin menabrak saya yang sudah tersungkur, saya mau bangun sudah terjepit motor, syukur Alhamdulillah mobil tersebut berhenti tepat beberapa meter di belakang saya. Seharusnya para rombongan tidak boleh meninggalkan anggotanya begitu saja, ini jadi pelajaran pahit buat para semua anggota yang melupakan aturan turing.

Lebih pahit lagi, semarang diguyur hujan tanpa henti. Kita mau menikmati wisata pun gagal dan bingung mau kemana, hanya berada di villa saja selama dua hari dengan kegiatan yang bermacam-macam. Apalagi udara disana dingin sekali, saya memang paling gak suka udara dingin, makan apapun rasanya seperti es. Apalagi sinyal telepon saya suka hilang-hilangan jadi tidak bisa menghubungi secara rutin orang-orang yang rindu akan diri saya. Sampai pulang pun juga terasa pahit, sudah sedikit lagi sampai rumah, salah satu motor patah di shock as nya akibat modifikasi yang tidak benar. Dalam perjalanan turing bekasi semarang bekasi sudah beberapa kali rombongan kami terpaksa berhenti untuk membenarkan motornya dan menunggu dia sadar dari mabok mirasnya. Bersyukurlah buat yang berhasil kabur ketika dia ada masalah, sehingga sudah sampai rumah lebih cepat 2 jam dari saya hahahahahaa… kalau ada yang mau pulang, dia gak mau salaman dan kunci motornya bisa diambil sama dia buat nahan orang yang mau pulang. Pas dia lagi mencari sparepart, saya kabur dari TKP karena badan saya sudah lelah sekali dan buat apa saya ada disitu karena saya juga tidak mengerti apa-apa soal kerusakannya hanya bisa ngeliat, bengong, ngeliatin bintang-bintang dan tidur2 ayam.

Turing terakhir yang saya ikuti adalah turing anyer, dalam hati saya memang sudah tidak ingin mengikuti kegiatan ini lagi secara serius dan aktif. Turing anyer menjadi kenangan saya, karena baru kali ini turing terasa kompak karena tidak ada kehadiran dia sebagai ketua turing. Entah kenapa kalau turing gak ada dia, perjalanan jadi lancar. Ada pengalaman lucu saat pulang dari anyer, saya, acho, sidik, ray, dan rudi sedang solat ashar namun ketika kami khusyuk  sholat ashar tiba-tiba handphone ray berbunyi theme song doremon mengeluarkan alat ajaibnya dari kantong “tonet tonet…. alat pencukur jembuuuuuuttt”, ringtone tersebut berbunyi sebanyak dua kali. Saya menahan mulut supaya tidak tertawa lepas dan segera mengalihkan gangguan ke konsentrasi sholat.  Barulah setelah selesai solat, kami semua terbahak-bahak tapi hanya si rudi saja yang tidak tertawa, mungkin dia tidak mendengar karena khusyuknya minta ampun.

Waktu saya menjabat sebagai divisi acara, saya melihat slogan brotherhood hanyalah sebuah label. Saya mengurus semua ijin dan rangkaian acara bersama sang ketua dan 3 orang lainnya. Saya sudah memohon untuk ada yang bisa membantu saya tapi tidak ada satupun yang mau membantu hingga akhirnya acara batal diadakan karena kurangnya support dari anggota itu sendiri. Mereka malah menyalahkan saya yang katanya tidak bisa mewujudkan acaranya, wah kalau mereka jadi saya pasti capek, bolak balik ke polsek dan pemda Cuma buat dapetin secarik kertas surat hingga harus bertemu sama seketaris walikota bekasi. Ketika rekan-rekan ada masalah dijalan, jarang sekali ada yang bisa bantu turun ke lapangan, ya mungkin mereka punya kesibukan masing-masing. Paling sering nongol ya si bim-bim, saya, rudi dan beberapa orang lainnya.

Akhirnya pada pertengahan tahun 2011 saya sudah tidak aktif lagi hadir di acara kopdar, dalam hati ingin sekali datang untuk bersilahturahmi namun rasanya saya tidak mau ada kata-kata gak enak yang terlontar dari salah satu anggota lama ketika saya tiba-tiba muncul setelah berbulan-bulan absen. “klub motor itu hanya untuk orang-orang yang suka turing, kalau gak suka turing atau kumpul-kumpul buat apa ikutan klub motor” saya lihat sendiri tatapan matanya mengarah kepada saya. Apa maksudnya dari omongannya?, apakah saya salah mengunjungi teman-teman lama atau saya salah dateng kopdar tanpa motor? Sampai-sampai saya dicuekin oleh orang-orang lama. Mau tak ajak ngobrol malah pergi, saya tanya-tanya jawabnya singkat-singkat dan akhirnya saya malah ngobrol sama anak barunya yang sepertinya sangat bikers banget. Saya juga kangen sama bang endrata, sering curhat sama doi dan waktu turing-turing sangat enak sama dia karena doi paling tertib dan saling menolong tanpa perlu gebrak2an mobil segala.

Sebenarnya ada alasan lain saya melepaskan atribut klub motor saya dari si meggy, yaitu saya tidak mau menjadi banyak musuh dijalan. Semua klub dibawah naungan bendera sayap merah sudah tahu kalau kita ada masalah dengan klub dengan motor yang sama, pabrikan sama hanya beda nama dan format saja. Saya yang memang mencari sodara malah jadi ikut-ikutan mencari musuh dengan kejar-kejaran kalau mereka kopdar dan berharap mereka bubar. Mereka tidak sama sekali bubar, hanya merubah namanya dan lambangnya saja. Permusuhan seperti ini efeknya jadi dijalan, ketika saya berangkat kantor ketemu dengan salah satu dari mereka, pastinya ada adegan geber2an dan berusaha menyerempet saya, apalagi jika tidak sengaja saya menyalip dia. Mereka langsung merasa tersinggung, hingga akhirnya saya menolong salah satu anggota klub indie itu karena dia sedang trouble motornya mogok. Dia sempat heran kenapa saya menolong, padahal belum pernah ada sejarahnya klub saya menolong klub mereka, yang ada saling musuh-musuhan walaupun tidak pernah sampai bangku hantam. “jangan sampai kita masuk neraka karena sebuah motor, gak ada keuntungan dari menganggungkan nama klub karena agama saya bukan nama klub” semenjak itu saya sering mendapatkan klakson damai dari dia, saya juga sering ketemu anggota klub indie tersebut dan ya saya tidak mau ambil pusing.

Mungkin tobatnya bro adi ada benarnya juga, tidak ingin menambah musuh karena dia keluar dari klub setelah kita main kucing2an dengan klub lain dan ribut-ribut memaksa mereka bubar. Saya berharap klub motor ini makin dewasa, berkembang dan banyak anggotanya. Saya rasa mereka juga tidak akan merasa kehilangan saya karena setiap usulan saya selalu seperti angin lalu tanpa mau diwujudkan untuk perkembangan klub, padahal saya punya keinginan untuk mengadakan training service rutin seperti bongkar karbu, ganti oli dan pemasangan ban karena saya melihat bang endrata yang sudah 2 tahun di klub saja tidak bisa memasang lampu bohlam utama. Untungnya bro rudi dengan baik hati memberikan mentor ke sebagian anggota yang sering kopdar tapi saya rasa tidak cukup. Pernah ada omongan “buat apa ada training service rutin, kalau motor gak enak ya kasih aja bengkel anu, beres, pusing2 amat”.  Mungkin mereka takut akan ada istilah ngurangin rejeki orang, ya terserah sih tapi saya sadar akan pentingnya training tersebut karena kalau ada masalah dijalan masa iya dorong-dorong motornya sampai bengkel klub.

Saya memang bukan bikers sejati, karena tidak setiap hari saya menggunakan motor. Apalagi sekarang seringnya naik jemputan kantor, kalau naik motor sering telat kantor karena sudah kebanyakan motor daripada jalanan menuju kawasan MM2100. Saya sangat-sangat berterima kasih buat teman-teman di klub yang selama ini memberikan ilmu serta wejangannya, saya harap tidak ada kata putus silahturahmi walaupun ada sebagian yang (entah sengaja atau tidak) melupakan saya sampai-sampai ketemu dimall saya tegur malah di cuekin J , mungkin sudah lupa akan wajah tampan nan hangat sepertiku. Memang selama mengikuti dunia klub motor, hanya yang jam touringnya tinggi dan naik motornya jago saja yang sangat dihormati, apalagi sampai loyalitasnya benar-benar penuh. Kalau saya sih touring palingan setahun sekali saja, ketika rapat juga saya jarang bicara, lah wong saya ajukan saran seperti apapun yang didengar tetap orang yang paling dituakan khekhekhekekhe….

Sering melakukan touring jauh sampai kepelosok nusantara itu bagaikan seorang pahlawan, rata-rata memang sebuah klub motor memandang anggotanya yang paling loyal lewat touring. Disanjung-sanjung dan selalu diberikan kursi pertama jika ada rapat ataupun tukar pikiran, jika ada anggota yang jarang touring atau hanya sanggup jalan-jalan di pulau jawa, lebih baik ngangguk ngangguk saja dan jaga nama baik klub. Alhamdulillah saya selalu menjaga nama baik klub motor ini dengan cara tertib lalu lintas dan menolong pengendara di jalan apapun nama klub nya. Saya jadi ingat kejadian waktu malam takbiran idul adha, ada anak tiger yang terjebak di gundukan tanah akibat melewati jalur bertanah merah basah. Tanah-tanah yang terpacul oleh ban nya nyangkut di spakbor motornya sehingga tidak dapat bergerak maju ataupun mundur. Saat itu saya juga sedang berjibaku dengan jalanan becek, tapi saya kasihan juga melihat dia sendirian kebingungan padahal beberapa temennya dari satu induk klub lewat namun hanya menegor saja dan klakson dan ada yang berhenti sejenak untuk menanyakan keadaan lalu pergi lagi. Ketika saya menolongnya sambil mengeluarkan alat perang (kunci-kunci pas) dia cukup kaget, “waduh bro, jadi ngerepotin nih”, lalu saya tanya perihal teman-temannya yang lewat “emang temen-temen ente ngeliat gak ada yang bantuin apa?”, lalu dia menjawab “ya katanya mereka buru-buru dan takut terkena macet”, dengan ringan saya pun menyindir “oh itu yang namanya brotherhood”, sekali lagi Cuma label.

Sepertinya sebuah klub bagaikan sebuah dinding pembatas dan pemutus persaudaraan, apabila ada klub saingan mereka akan gencar-gencarnya membubarkan klub tersebut. Tak ayal keributan bisa terjadi bahkan ketika ada perkumpulan seluruh klub motor pun harus melihat-lihat situasi, ada klub saingan atau tidak, kalaupun ada mereka akan ngumpet-ngumpet atau cuek-cuekan. Tak jarang ada keributan antar satu klub karena menyombongkan loyalitasnya terhadap klub atau jauh-jauhan touring, kalau dipikir-pikir mau sejauh apapun turing nya tetap saja tidak ada perubahaan buat bangsa dan agama. Kalau di sadari lucu juga ya, sebuah motor dapat memecah belahkan persaudaraan, pastinya yang paling terbahak-bahak adalah setan, mereka berhasil menghasut manusia lewat harta yang mereka miliki padahal kalau bisa di gunakan dengan baik akan menjadi manfaat yang baik pula. Ya namanya juga hobi, kalau sudah fanatik apapun bisa dilakukan. Semoga saja makin kedepannya bisa pada dewasa dan sadar kalau keributan-keributan tersebut berawal dari ketidak jelasan.

Di balik sisi negatif sebuah klub motor, sebenarnya ada banyaknya pula sisi positif yang bisa di ambil dan pelajari. Sebuah klub standarnya harus mempelajari tata tertib lalu lintas, cara berkendara dengan baik dan benar serta harus melengkapi motornya dengan piranti standar pabrikan. Saya salut klub motor yang saya ikuti karena sangat keras menghardik teman-teman yang motornya tidak terdapat piranti standar pabrikan, walaupun boleh memodif kendaraannya namun harus tetap ada speedometer, lampu-lampu, spion dan tidak menggunakan asesoris yang membahayakan. Jadi ingat dulu saya sempat meramaikan dunia milist saat membahas masalah strobo dan flasher, saya dengan tegas menolak penggunaan strobo ataupun flasher yang gayanya seperti police wannabe. Awalnya banyak penghuni milist yang ikut-ikutan menolak, eh tiba-tiba muncullah salah satu penghuni milist yang memang sudah terkenal menghardik saya, katanya penolakan tersebut tidak lazim dan bla… bla.. bla… intinya dia tidak mempermasalahkan pengguna motor memiliki strobo atau flasher. Eh yang mendukung jadi diam entah kemana, pada takut kali ya. Selidik selidik, saya baru inget kalau dia menggunakan strobo hehehehe, pantes tersinggung.

Kalau di klub didaerah saya sangat melarang strobo, ada yang ketahuan menggunakan alat tersebut maka akan langsung dilepas tanpa babibu dan kalau membandel langsung di pecahin. Mantabs…. harus tegas memang. Jika kopdar menggunakan sendal, siap-siap disuruh push up Cuma hukuman ini agak ragu-ragu kalau yang melanggarnya orang yang paling dihormati, agak-agak gimana gitu. Banyak hal positif yang sudah saya ambil, sudah banyak juga yang saya teruskan ilmu-ilmunya kepada masyarakat umum terlebih masalah safety riding. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih berkat klub itu saya bisa mengetahui tentang semuanya, mengenal banyak hal yang selama ini belum saya ketahui.

Dunia bikers memang keras dan sangat tidak cocok buat pribadi saya yang lembut serta terlalu penyabar. Saya juga bukan bikers sejati, saya hanya seorang pengendara sepeda motor dan ingin menambah persaudaraan lewat klub serta menambah pengalaman hidup yang saya rasa akan lebih berwarna. Saya meminta maaf buat teman-teman yang pernah sakiti baik dengan sengaja ataupun tidak. Pandangan masyarakat terhadap club motor itu dikendalikan oleh kalian, jika memang bisa menjaga nama baik, insya Allah masyarakat akan mengenal klub motor menjadi sekumpulan orang-orang baik. Saya salut terhadap teman-teman yang masih bertahan mempertahankan ke eksistensi klub nya hingga berkembang sampai saat ini, saya jadi iri kenapa saya tidak seperti kalian yang berusaha ingin mengembangkan klub secara bersama-sama. Saya bukannya sudah melupakan kalian, saya masih ingat dan kalau bertemu dijalan pun masih saya sapa walaupun ada sebagian yang sudah melupakan saya.

Mungkin suatu hari saya akan datang buat bertemu kangen dengan kalian, tidak takut akan ada sikap cuek dan memberikan penilaian jika saya seperti yang kalian pikirkan. Maaf jika beberapa atribut sudah saya lepas karena saya ingin menjadi bikers biasa saja tanpa harus memegang nama klub dan tetap peraturan klub dijalan raya masih saya jalankan. Terima kasih jika masih sering dikirimkan info kegiatan lewat sms, saya sejujurnya kangen dengan teman-teman semua disana, ingin bercerita banyak lewat karena saya ingat betul kita punya banyak cerita mulai dari duka, suka, rebutan cewek, nongkrong bareng cari betina, sampai ngopi-ngopi di kue pancong hahahahaha… kalau saya tulis semua kenangan itu bakalan bisa menjadi sebuah buku nih. Thanks buat Bro Rudi, bang endrata, bang sidik dan tante dian yang masih inget sama saya walaupun sudah setahun lebih tak jumpa. Salam teeetoooot….. ngeeeeeeeeeeng….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s