Cerita Singkat

Toro… oh toro….

Agar kita bisa masuk kedalam sebuah pergaulan adalah dengan cara sederhana yaitu mengikuti gaya pergaulan tersebut, sampai-sampai apa yang orang tersebut lakukan harus di ikuti agar menjadi sebuah trend dan diterima oleh pergaulan. Ngomong-ngomong soal pergaulan, gw jadi inget seorang sahabat gw dari SD yang mungkin ditakdirkan menjadi seorang copycat pergaulan yang sedang trend saat itu. Namanya Toro, nah toro ini merupakan sahabat gw dari sejak duduk dikelas 3 SD, kita selalu berada di sekolah yang sama sampai pendidikan SMA. Beruntunglah pas kuliah dia gak ada minat buat ngelanjutin pendidikan ke jenjang universitas, lama-lama gw bisa nikah sama dia karena kemana-mana selalu bersama. Biarpun kita sering berdua tapi tidak pernah merasa akrab sampai berrtukar celana dalam atau berbagi kisah terdalam hingga air mata menangis karena si toro merupakan sesosok manusia yang memang tidak cocok buat diajak curhat.

Toro ini orangnya selalu mengikuti kemana gw melangkah, seperti anak ayam yang kehilangan induknya, padahal gw sendiri gak pernah ngajakin dia kemanapun tapi hebatnya dia bisa tahu tujuan gw kemana, apakah dia gay?, ah gak juga karena dia masih suka nonton bokep secara normal layaknya pria-pria yang menyukai tubuh wanita. Titik kekesalan gw terjadi waktu kita sama-sama di sekolah SMA yang sama, lama-lama gw jenuh juga setiap cara bergaul gw di ikuti dia padahal gaya hidup gw ini tidak mengikuti pergaulan apapun hanya sebuah insting gw harus begini atau harus begitu. Entah kenapa dia tidak bisa memiliki gaya sendiri yang benar-benar original dan senengnya mengikuti gaya yang mainstream.

Teman seperti ini sangat tidak menyenangkan terlebih lagi jika kita ingin melakukan pergaulan atau pendekatan kepada seorang wanita, benar-benar benalu. Pada awalnya gw masih wajarin dia sering ikut gw pergi kemanapun termasuk ke Mall, kejadian ini terjadi pada awal-awal gw SMA dan memang waktu jaman SMA gw sering banget ke Mall setiap weekend karena hobi gw membaca buku gratisan di gramedia atau sekedar melihat poster film twenty one. Ketika sedang asyik membaca buku, gw melihat sesosok gadis yang juga asik membaca buku dengan khidmat, gw terpesona saat itu dan langsung mengajak kenalan demi melampiaskan rasa penasaran gw sama cewek itu. Dimana-mana yang namanya perkenalan pasti banyak obrolan dan pertanyaan layaknya seorang wartawan. Ketika sedang asyik bertanya jawab di kedua belah pihak, tiba-tiba toro ikutan nimbrung ikutan kenalan juga dan sialannya dia selalu mengulang pertanyaan gw kepada si cewek tersebut. Contoh :

Gw : “memang kamu rumahnya didaerah mana?”
Toro : “iya kamu dimana tinggalnya?”
Rina (kalau gak salah inget) : “rumahku di margahayu”

Toro : “tuh dimargahayu fik”

Gw : “oh disitu, lumayan deket donk dari sini”

Toro : “iya berarti deket donk dari sini”

Rina : “ya lumayan sih, gak terlalu jauh juga”

Toro : “lumayan tuh fik”

Gw : “kesini sendiri apa sama temen?”

Toro : “sendirilah paling ya?”

Rina : “sama temen sih, tapi gak tahu kemana”

Toro : “oh sama temennya fik”

Edan,  lama-lama Toro kayak sesosok makhluk kecil yang berada di kanan kiri telinga manusia dan berbisik-bisik seperti yang ada di film-film ketika seorang peran akan melakukan kejahatan atau kebaikan. Gw yakin si cewek menjadi risih karena kehadiran sosok Toro yang sering mengulang pertanyaan dan jawaban seakan-akan dia memang ditugaskan untuk itu, kejadian kaya gini udah sering banget terjadi. bahkan pernah gw sama edi jalan-jalan dan kebetulan ketemu toro di mall, pas ditanya mau ikut jalan-jalan bareng sama kita atau enggak?, dia jawab enggak pengen, lagi nyari-nyari sesuatu di toko souvenir tanpa perlu ditemeni. Ya kesempatan kita buat cari-cari kenalan dan kita pun dapat kenalan yang menurut gw oke punya, kebetulan yang akan kita ajak kenalan berjumlah dua gadis sehingga kita bisa dapat satu-satu heuheuhueu. Ketika kita lagi asik-asik kenalan malah sudah dapat chemistry-nya tiba-tiba Toro dateng ikutan nimbrung kenalan dan bagusnya jadi dia yang banyak nanya (aktif) bahkan pertanyaan yang sudah gw sama edi lontarkan ditanya ulang sama dia. Alhasil si kedua cewek tersebut pamitan pulang dengan tampang gak enak’in, mungkin mereka sangat tidak tertarik lagi dengan kami karena punya teman yang tiba-tiba nongol kaya kecoa. Pernah sekali ketika kami kenalan tiba-tiba dia nimbrung dan kita sepakat buat ninggalin si Toro ngobrol berdua sama cewek itu sambil kita liatin dari jauh dan hanya dalam hitungan menit si cewek pergi ninggalin dia begitu saja.

Selain dia hobi banget ngikutin kemana gw pergi, dia juga punya sifat yang dimata teman-teman merupakan sifat yang busuk. Sifat yang satu ini sangat dibenci dan dikutuk oleh orang-orang karena memang merusak hubungan asmara orang lain. Entah ini sifatnya dia nurun dari orang tua atau memang dia mengikuti gaya ala film sinetron yang terdapat peran mengambil hati wanita yang sudah memiliki kekasih. Gw suka nawarin dia temen cewek buat dia ajak kenalan, betapa baik hatinya gw ini namun selalu di tolak dengan alasan kurang suka atau gak tertarik sama sekali. Ya sudah akhirnya gw gak pernah nawarin lagi cewek buat dia ajak kenalan tapi dia lebih suka sama cewek yang sudah memiliki pacar walaupun pacar si cewek tersebut adalah pacarnya temen kita juga. Lucu nya lagi, dia bisa suka sama cewek yang gw kenalin ketika si cewek tersebut jadian sama temen gw, ketika si cewek tersebut putus sama cowoknya, bukannya menjadi kesempatan dia lebih dekat dengan cewek tersebut malah menjadi gak tertarik.

Waktu SMP si Toro ini pernah diancam mau di pecahin biji buah zakarnya sama si Haryadi teman beda kelasnya karena ketauan suka sms dan telp pacarnya si haryadi. Hal tersebut tidak membuat si Toro kapok, pokoknya apa yang temennya suka dia akan suka juga. Hal tersebut juga gw rasain waktu SMA, gw jadian sama temen sekelas dan kalau gw lagi jalan-jalan ke mol buat nonton sama cewek gw, si Toro entah kenapa bisa tahu kalau gw juga pergi nonton, setelah diselediki dengan bertanya ke cewek gw, ternyata si toro suka sms-an sama cewek gw. Bokin gw gak menaruh curiga karena si Toro selalu bersama gw dan dia mengira Toro adalah seorang sahabat terbaik buat hidup gw tapi ternyata salah. Ketika kita nonton bioskop, si Toro ikut-ikutan nonton dan minta duduk bareng dekat kita berdua. Saat film tengah diputar, si Toro sering banget ngajak ngobrol cewek gw sehingga acara nonton kami berdua terganggu dengan obrolan si Toro yang ga penting.

Sikapnya sering juga kurang ajar dengan pura-pura menjatuhkan tangannya ke paha cewek gw yang memang duduk disebelah dia, bahkan sok-sok’an manja minta dibukain minuman sama cewek gw dan tangannya mepet-mepet tangan cewek gw. Karena gw gak mau rebut-ribut dibioskop, gw suruh cewek gw pindah duduk jadinya gw yang berada disebelah si Toro. Gw kira situasi sudah mulai kondusif namun perkiraan gw salah ketika cewek gw teriak ke Toro “lo ngapain sms gw ro?, masih disebelahan aja masih sms gw”. Anjrit… walaupun duduknya sudah gw pindahin pun si toro masih usil ke cewek gw, akhirnya sepik-sepik cewek gw minta temenin pipis, tadinya toro mau ikutan juga dengan sepik-sepik mau ikutan pipis (pengen gw bunuh saat itu juga ni orang) tapi untunglah dia mau gw suruh dia jaga minuman gw takut diminum orang lain (goblok ya). Akhirnya kita mutusin pulang tanpa bilang ke Toro dan busuknya lagi si Toro sms-in cewek gw terus kenapa ke toilet lama banget.

Karena ada satu hal yang sudah tidak bisa diterima, gw sama cewek tersebut putus dengan damai dan kita berpisah bukan karena Toro. Gw kira Toro akan mencoba dekatin mantan gw itu karena sudah tidak ada penghalang lagi namun perkiraan gw salah, Toro malah lagi deketin ceweknya si Edi dan akibat ulah si toro itu si Edi marah besar sama si Toro hingga saat ini mereka belum baikkan dan bersahabatan lagi. Setelah ditelusuri, memang sudah banyak temen gw yang risih sama dia, sifat menyukai cewek orang nya itu sangat mengganggu karena ibarat seperti penyakit seorang manusia yang menyukai atau mencintai mayat dan ketika mayatnya itu hidup lagi dia gak akan menyukainya lagi. Mungkin suatu saat toro akan mengalami apa yang dinamakan karma, ketika dia mempunyai istri cantik maka istrinya akan diperebutkan oleh orang-orang berbadan besar, tampan, gagah dan kaya.

Selain sifatnya yang selalu menyukai pasangan orang lain, si Toro emang terkenal pelit banget dan sangat menyukai hal yang gratis. Dia tidak pernah absen hadir di pesta ulang tahun teman-teman namun dia bisa menghilang dikala dirinya ulang tahun, mungkin takut di maintain traktiran ya. Kita tidak akan bisa menyuruh dia dengan sogokan makan gratis, karena dia lebih suka memilih makan dibandingkan harus bekerja. Jangan sekali-sekali menyogok Toro dengan makanan sebelum dia melakukan pekerjaan anda karena jika anda memberikan dia makanan gratis lalu menyuruhnya bekerja, rasanya akan sangat mubazir karena toro akan menghilang dikala kenyang dan nongol lagi dikala lapar. Gw sendiri udah paham banget dengan jawaban toro jika gw lagi pengen minjem barang seperti gitar, cd software atau mainan, pasti jawabannya “gak ada…”, “rusak..”, “lagi dipinjem orang lain”, “gak punya”. Kalau langsung minjem kerumahnya walaupun barangnya ada tetep dia akan bilang “mau dipake abang gw”, “udah rusak”, atau “bau tikus”. Kondisi akan kebalikan jika kita minjemin barang ke dia, antara gak balik atau hilang entah kemana. Barang-barang yang pernah gw pinjemin ke dia sudah entah gimana nasibnya, hilang dan memang sulit ditemukan. Ya iklasin aja asal bukan barang yang mahal.

Gw paham betul Toro ini bukan perokok atau peminum alcohol tapi kalau melihat temen-temennya ngerokok dia otomatis akan ikut-ikutan ngerokok walaupun dia sering salah bakar ujung rokoknya, lebih sering membakar filter rook mild nya, mungkin biar gak dibilang mainstream ya, dia membakar rokok di filternya. Gw pribadi gak ada pengaruhnya sama sekali kalau lagi nongkrong pada ngerokok atau minum, be your self saja dan gw melakukan hal-hal itu berdasarkan kemauan gw bukan karena tuntutan pergaulan. Gw masih inget saat Toro coba-coba minum bir bintang, padahal Cuma segelas kecil tapi maboknya udah kaya minum 2 krak bir bintang, ngomong ngaco gak karuan dan dikala kita terdiam dia tertawa gak jelas melebihi orang yang mabok berat, apa mungkin biar dikata mabok kali ya, dibenaknya orang minum gak mabok itu gak keren, padahal dalam tata krama peminum itu semakin kuat minum banyak tanpa mabok, dialah sang juara.

Sekarang gw sama dia udah lama jauh, gak bergaul sama dia karena gw sendiri merasa lebih nyaman jika ruang pergaulan gw gak di isi sama dia. Sekarang sih dia sudah normal menyukai seseorang dari awal bukan pasangan orang lain tapi tetap aja caranya cukup bodoh karena kenalan hari ini sama seorang cewek, besoknya ditembak dan menyatakan cinta. Padahal gw udah pernah ngajarin dia tata cara mendapatkan gadis pujaan dengan halus dan dijamin diterima tapi kalau gw liat dia sih sepertinya sembarangan menyukai orang, siapa saja di embat yang penting harus punya pacar, kalau tidak dia akan meledak. Alhamdulillah gw udah gak berjumpa lagi dengan orang yang seperti dia, kalau gw harus berjumpa lagi mungkin harus banyak-banyak mandi kembang sama manjat pohon kelapa.

Iklan

3 thoughts on “Toro… oh toro….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s