Catatan Kecil

Menjadi Orang Baik atau Superhero?

Sewaktu kita kecil, pernah berandai andai menjadi superhero. Saya juga pernah berpikiran untuk menjadi superhero, masih ingat saat saya kecil dulu setelah mandi lalu nyisir rambut dengan berpakaian rapi plus bedak herocyn dimuka langsung duduk anteng didepan televisi jam 4 sore menantikan om kotaro minami berubah menjadi satria baja hitam dan beraksi melawan satria baja atap ringan. Dari situ saya ingin sekali menjadi pahlawan super bertopeng belalang, menaiki motor hijau dan memiliki jurus tendangan mahmud… Ya namanya juga anak kecil, bahkan saat menonton sailormoon pun ada fikiran untuk menjadi sosok usagi nan cantik, saya akan berubah menjadi sailormoon lalu melucuti pakaian saya sendiri sambil menatap penuh mesum pada cermin (hanya seuntas pikiran liar saja).

Semakin beranjak dewasa, tidak terhitung berapa jumlah film superhero yang saya tonton, bahkan film superhero lokal seperti panji manusia aluminium atau saras 0809, wah semuanya menjadi favorit saya dan pastinya film pahlawan ala hollywood memang tak terkalahkan. Fantasi alam imajinasi kita diajak untuk berandai andai, mengukir sisi kebaikan seorang manusia lewat status superhero. Semua pahlawan super mengajarkan kita untuk menjadi orang yg baik dan penolong walaupun di lain sisi ada kehidupan liar yang (tidak) harus dijalani. Tidak ada pahlawan super yang sempurna, selalu baik dimanapun ia berada bahkan sampai cuek digigit nyamuk hingga kulitnya penuh borok luka.

Mengapa superhero yg kita lihat kebanyakan memakai topeng di wajah, semua itu dimaksudkan agar kita saat berbuat baik tidak boleh riya, biarlah orang lain yg mencari tahu siapa sosok pahlawan itu tanpa perlu memaksa untuk orang lain tahu kitalah sang pahlawan. Kalau superman beda lagi, doi memang tidak pake topeng tapi herannya orang lain tidak ada yg ‘ngeh’ kalau dia itu superman ketika tanpa kostum kancut merah. Ngomong2 soal superman, saya paling anti berfantasi menjadi superman, karena saya tidak suka dengan kostumnya dan pastinya saya harus hati-hati kalau menolong wanita seksi, bisa ketahuan ada yg tegang jika terbawa oleh nafsu. Apalagi kalau sampai barang saya ketauan kecil (sebenarnya tidak) wah bisa malu donk sama ladies.

Berbuat baik tidak perlu sok-sok’an keliling kampung atau komplek demi menghalau kejahatan. Dari hal kecil saja seperti membuang sampah pada tempatnya, membantu membukakan pintu atau mendirikan orang yg sedang asik terjatuh merupakan hal-hal yang dapat dikategorikan sebagai seorang pahlawan walaupun tidak sampai bertitel ‘super’. Menjaga persahabatan dan silahturahmi juga sebagai sikap pahlawan, karena tidak semua orang berhasil menjaga silahturahmi tanpa adanya guncangan konflik bahkan saya sendiri pun tidak mampu ketika ada konflik yg mencampurkan kata cinta dan hal itu sudah dipastikan akan sulit merajut sebuah persahabatan jika hati sama-sama terluka. Yang terpenting saya sudah berusaha untuk memperbaiki segala sesuatu yang tidak sejalan dan sisanya terserah lawan main.

Superhero juga memiliki kelemahan, tidak ada yang sempurna karena yang sempurna itu hanya ada dimiliki oleh Allah SWT. Misalnya spiderman, saya pengen sekali menjadi spiderman karena terlihat cool saat berayun-ayun dilangit langit dan bisa memanjat dinding, saya suka sekali manjat memanjat, khususnya memanjatkan doa setelah sholat. Bagaimana kalau saya seorang spiderman? Wah banyak kelemahannya. Ketika sedang berayun ayun di antara gedung bertingkat, saya langsung muntah dibalik topeng karena saya tidak begitu kuat akan guncangan monoton. Saya yakin siapapun yg akan menjadi spiderman akan merasa pusing tingkat tinggi dan tiba2 meninggal dunia akibat shock. Lalu bagaimana jika saya tinggalnya di bekasi? Bagai macan kehilangan taringnya. Mau berayun ayun dimana? Masa iya saya naik motor atau hanya manjat2 ruko dan rumah gedong saja?, belum lagi kalau saya berada dipadang pasir, wah bisa jadi bangkai kering manusia laba-laba. Semua itu tidak ada yang sempurna…

Menjadi Hulk? Garment di Indonesia khususnya celana tidak ada yang tahan oleh sifat melar yg tiba-tiba. Lagian apa enaknya jadi hulk, berwarna hijau gelap layaknya buto ijo. Bagaimana dengan Ironman?, pastinya akan berasa gerah dan saya akan dikejar-kejar madura yang hobi ngumpulin besi-besi. Batman? Terlalu ribet dengan gadget nya, saya lebih mengerti menggunakan nokia 3310 daripada ipad atau alat canggih lainnya. Anggota X-Men? Mungkin saya akan menjadi manusia dengan kekuatan mutant yg dapat menyembuhkan sakit pinggang saya sendiri jika sewaktu waktu kambuh. Jangan menawarkan saya menjadi wiro sableng ataupun sibuta dari goa hantu, memang mereka jagoan lokaal tapi dada mereka selalu terbuka dan saya ini orangnya pemalu jika sampai memakai baju tidak tertutup auratnya.

Memang semuanya memiliki titik kelemahan, tidak ada yang abadi kekuatannya. Akan tetapi kebaikan dalam diri manusia tidak akan pernah sirna walau hanya sebesar biji jagung. Penjahat besarpun masih memiliki sifat baik, mungkin tanpa sadar dia suka menyiram tanaman atau memberikan makan hewan peliharaannya. Itulah kebaikan, seorang pemerkosa sekalipun punya sisi malaikat yang hanya dia dan Tuhannya yang tahu atas apa dia lakukaan selama dia menjaga kelaminnya tidak memaksa masuk sarang lain yang bukan muhrimnya. Semua penjahat memang hanya memiliki kadar kebaikan sedikit dibandingkan kadar kejahatannya, kadar kebaikannya akan kembali tinggi apabila dirinya sadar atas apa yang dia buat itu salah namun akan kembali jahat kembali jika semua perbuatan baiknya tidak dihargai oleh orang lain, pikir dalam hatinya “ah buat apa gw melakukan kebaikan, gw dah dikenal jahat dan orang lain tidak mau melihat gw berubah” tapi tidak sedikit juga yang tetap bertahan merubah dirinya dari sosok jahat menjadi pahlawan.

Tidak semua kebaikan atau sikap pahlawan kita akan diterima orang, bahkan yang sudah menerimanya akan melupakannya. Setiap kebaikan yang kita berikan pun akan rusak hanya dengan 1 titik kejahatan, misalnya seorang manusia rajin menolong orang lain namun suatu hari dia tidak sengaja menabrak tetangganya yang sedang mandiin burung dara, akibat masalah ini semua orang melupakan apa yang pernah dia perbuat dan lebih mengenal dia sebagai sosok penjahat. Entah memang karakter orang Indonesia atau memang karakter umat manusia di dunia, jasa baiknya lebih mudah dilupakan dibandingkan sisi buruknya. Saya pernah bahkan sering nolongin teman satu kelas SMP bernama laras, dari mengerjakan PR nya, menyuci popoknya hingga memandikannya dan membetulkan tas nya yang sering rusak resletingnya. Tapi semua kebaikan dan keramahan itu sirna begitu saja ketika saya salah ucap “laras, susu mu putih apa cokelat” maksud dari kalimat ini adalah susu yang dia bawa (susu minuman bukan susu kental kentul) rasa vanila apa cokelat karena saya sendiri juga membawa susu sebagai bekal. Akibat peristiwa itu saya digampar habis2an dan dia menyatakan perang dingin dan wajah bingung saya tetap yakin bahwa kalimat saya benar adanya, mungkin dia memberitahukan kalau susu yang ia rasakan rasanya pedas, sepedas gamparannya.

Apa dia ingat dengan yang pernah saya berikan? Tidak tuh, begitu mudahnya dilupakan. Sama seperti nasib Alm. Bapak Soeharto, mantan presiden kita ini sering dihujat dan dihina bahkan sampai beliau meninggal pun masih banyak yang beropini pedas padahal jasa beliau banyak dibandingkan bapak presiden kita saat ini tapi ya memang sejarah yang mengukir kebaikan selalu tertutup dengan sejarah keburukannya. Begitu juga dengan semua pahlawan-pahlawan kita yang berjuang bukan melalui pertumpahan darah, melainkan dengan ilmu pengetahuan, mereka pun tetap dilupakan tapi dikenang oleh negara lain. Bagaimana, apakah kita siap menjadi pahlawan di negeri sendiri? Siapkan mental yang besar dan jangan mengharapkan sebuah tanda bintang kejora pada pangkat kehidupan. Biarkan Tuhan yang memberikan penghargaan dalam bentuk pahala dan rezeki yang nantinya tidak kita kira-kira.. Yang terpenting kita harus menjalaninya dengan iklas dan tetap bersyukur jika kita masih memberikan kebaikan untuk orang lain…

Pis lop en gaoel…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s