Lumpuh Sementara

Posted on

Allah sedang memberikan sebuah ujian kepada saya, mengalami lumpuh selama semalam walaupun kaki bisa bergerak tapi pinggang ini tidak bisa menompang badan sehingga akan jatuh lagi dan jatuh lagi, fyuuuuh….. ini lah efek samping dari berbagai kebiasaan saya yang dilakukan selama saya hidup. banyak kesalahan-kesalahan yang secara tidak langsung memberikan efek buruk pada kesehatan saya. Musibah ini akan menjadi sebuah pelajaran bagi hidup saya dan mungkin peringatan saya untuk hidup sehat serta merubah hidup saya.

kejadian lumpuh tersebut terjadi pada saat saya pulang kantor, seperti biasanya setelah saya turun dari jemputan kantor, saya langsung menuju tempat penitipan motor. saat itu sudah adzan magrib berkumandang, memang hati saya berbicara untuk berbuka puasa dahulu namun mengingat jarak penitipan motor dan rumah saya hanya 1 kilometer, maka saya melanjutkan perjalanan disaat adzan magrib berkumandang. ketika akan keluar dari penitipan motor, saya melewati sedikit lubang berdiameter bola sepak dengan kedalaman sekitar 10cm. Shock motor saya pun tidak terlalu empuk sehingga ketika menghantam lubang akan terasa sangat ke arah pinggang, “Allahu Akbar” saya menjerit dibalik helm sambil masih terus memacu motor pelan-pelan, paha saya tegang dan telapak kaki agak susa bergerak untuk mengganti gigi transmisi. saya hanya bisa merundukkan badan agar pinggang tidak terlalu terbebani oleh badan saya, mirip2 pengendara motogp saat sedang balap.

sampai dirumah saya masih bisa berpijak untuk membuka pagar, pintu dan membawa motor ke teras rumah. saya masih bisa berjalan dengan langkah gontai, setiap pijakan membawa denyut menyakitkan pada area pinggang. setelah saya berbuka puasa dan bersih-bersih badan, seluruh bagian tubuh saya terasa panas luar biasa dan pada bagian pinggang sakit bukan kepalang hingga akhirnya saya rubuh tidak bisa berdiri atau pun berjalan. saya hanya bisa beristigfar sambil meratapi nasib tinggal dirumah sendirian, tidak enak, kalaupun saya matipun tidak ada yang tahu. saat itu saya bingung harus apa, dalam pikiran saya hanya “saya harus minum banyak” sialnya lagi air minum dirumah tinggal beberapa gelas saja. saya berusaha merangkak, ngesot, menyeret, bangkit sambil meraba-raba bagian rumah agar bisa berdiri untuk memasak air. benar-benar tersiksa saya ini, sampai kedua mata saya berkaca-kaca menahan sakit. sambil memasak air, saya pun merubah status Blackberry saya menjadi “sakit sekali, saya minta tolong” bukan berharap ada pertolongan datang tapi saya hanya info kalau saya sedang merana😦 . tidak sedikit juga yang BBM saya untuk segera kerumah sakit atau ke tukang urut namun banyak juga yang menjadikan saya bahan olok-olok, kebetulan suami istri tersebut merupakan teman saya, sang suami asik sekali mengolok-olok tapi sang istri justru memberikan saya semangat sambil mendoakan, memang seorang wanita itu memiliki jiwa seperti malaikat.

Jam 11 malam my honey sweety datang kerumah, dia cemas sekali dengan keadaan saya sampai-sampai beliin balsem, air mineral dan obat sakit pinggang. lumayanlah pada malam itu saya dipijit dia🙂 gak macem2 kok cuma dipijit saja. keadaan saya sudah mendingan setelah dipijit, sudah bisa berdiri namun tidak mampu berjalan secara normal, untuk melangkah dengan jarak 5 meter saja saya menghabiskan waktu 1 menit heuheuheuheu. pada pukul 12 dini hari barulah saya bisa tertidur dengan menahan sakit nyat nyut nyat nyut di seluruh bagian dari pinggang ke paha. saat jam sahur saya terbangun, niatnya mau lanjut puasa namun apa daya saya kembali tidak dapat bangkit dari kasur. mau masak apaan?, saya dirumah tinggal sendiri, saya tidak bisa makan ataupun minum. Ya Allah maafkan saya kalau hari ini saya tidak puasa karena saya bingung siapa yang akan masakin saya. akhirnya saya melewati sahur dengan kembali memejamkan mata dan berharap bersok saya bisa kembali bergerak minimal berdiri berjalan untuk pipis.

pukul 9 pagi saya terbangun, karena merasa sangat haus dan kantung kemih sudah terisi penuh dengan air seni maka dari itu saya memaksakan diri untuk bergerak menuju toilet dan dapur. rasanya masih saja sakit nyut-nyutan dan hampir saja kembali terjatuh, saya layaknya seperti balita yang belajar berjalan. Saya rasa penyakit ini akan bertambah parah jika saya tidak segera berobat, akhirnya saya mencoba hubungi kakak saya yang kebetulan sudah berada di bekasi. Alhamdulillah dia bisa mengantarkan saya berobat walaupun saya tidak bilang secara rinci kenapa saya bisa menjadi seperti ini. sesekali saya teringat dengan janji saya kepada orang tua untuk memberikannya uang namun tidak jadi saya berikan karena abang saya sendiri meminta uang kepada saya untuk penghidupan dirinya sampai gajinya keluar. ya saya lebih mengutamakan abang saya karena dia merasa paling sangat membutuhkan daripada orang tua saya, semoga saja bisa cepat di lunasi agar nantinya saya bisa memenuhi janji saya kepada orang tua.

Saya dibawa ketempat urut dan reflexy milik adik dari bapak saya didaerah galaxi, beberapa tukang urut tidak berani mengurut saya karena beresiko besar dan mereka takut jika salah urut bisa membuat saraf saya putus. Alhamdulillah ada 1 orang yang berani namun berpesan kalau dia bukan raden kian Santang yang memiliki kekuatan memperbanyak diri menjadi 7, artinya dia bakal merasa capek memijit saya. Selama 2 jam tubuh saya di adon, di ulam, di injak, di tarik, di ayak olehnya, sang pemijat pun sudah mengeluarkan keringat segede jagung dan beberapa kali menghela nafas, barangkali dia sedang berpuasa sehingga saya siksa dia untuk memijit orang kurus (saya) terasa seperti memijat tulang belulang. Akhirnya sang pemijat mengetahui penyakit yang saya derita, syaraf pinggang saya bergeser dari tempat semestinya, sama beliau ditarik hingga saya merasakan nyawa berada diujung pantat.

saya mau menjerit sejadinya tapi jaim juga karena takut dikira lemah namun ketika saya menahan sakit mata ini menangis gak karuan. kata si ahli urut, ada pergeseran saraf pada pinggang saya yang seharusnya letaknya gak disana, terbukti dia menyentuh area dimana saraf saya bergeser rasa sakitnya langsung menusuk ke relung jiwa. dia pun berusaha dengan sepenuh hati dan keihklasan untuk mengembalikan posisi saraf pinggang saya ketempat semula walaupun hasilnya tidak akan cepat dirasakan dan butuh proses 2 minggu. menurutnya saya masih beruntung tidak sampai putus sarafnya karena pernah ada pasien yang akhirnya lumpuh karena sarafnya kejepit dan akhirnya putus. mendengar perkataannya layaknya sebuah ancaman serius sekali hingga pikiran saya langsung membayangkan sosok profesor Xavier di film X-Men.

Setelah dua jam berlalu, prosesi urut dan pijatpun selesai, rasanya sudah lumayan karena sudah bisa jalan dengan cepat namun belum bisa kayang ataupun salto. dari penyakit ini saya menjadi sadar betapa pentingnya minum air bening dan berolahraga, memang dasar saya pemalas dan tidak menyukai rasa yang monoton. saya juga suka sekali minum minuman bertenaga padahal kerjaan saya hanya tertidur dan tidak pernah mengangkat beban apapun tapi entah kenapa saya selalu membutuhkan minuman energi layaknya para artis berotot di iklan roso roso. apalagi saya sering keluar malam pulang pagi dan minuman mengandung kafein seperti kopi dan minuman cap banteng nubruk sangat diperlukan agar saya tidak merasa kantuk namun kesalahan fatal saya adalah saya tidak menyeimbangkannya dengan air putih yang cukup agar zat-zat yang tidak dapat dicerna oleh ginjal dapat terbuang dengan mudah.

sekarang saya harus terapi air bening, satu botol lock n lock ukuran 1.3 Liter harus saya habiskan sebanyak  2 botol. karena sekarang sedang Ramadhan jadinya saya hanya sanggup minum 1 Liter air sebelum sahur dan 1 Liter setelah berbuka sampai akan tertidur malam. mengurangi minum kopi dan minuman bertenaga serta harus banyak2 olah raga minimal bergerak jangan duduk terus selama lebih dari sejam selain itu mengkonsumsi susu kalsium.  saya tidak akan duduk selama dua jam lebih selain duduk dibioskop yang santai, wahai para bos ku dikantor, jangan larang saya berjalan-jalan di sekitar kantor karena saya tidak bisa hanya duduk saja di bangku dan jika kau peduli dengan saya, biarkan saya jajan dikantin tanpa harus disindir…. kita lihat perkembangan diri ini hingga 2 minggu ke depan seperti apa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s