under standing + love…

Posted on

Saya pernah menjadi pemuja rahasia terhadap seorang gadis muda (kaya gw tua aja), kejadian tersebut pernah terjadi pada diri saya ketika saya kelas 3 Sekolah Menengah Atas Bawah. Perjumpaan kita diawali dengan cara tidak sengaja, waktu itu saya sedang naik angkot dari GOR Bekasi menuju Prapatan Pekayon, niat nya Cuma satu yaitu mau pulang sehabis olah raga tangan (main Counter Strike). Saya orangnya jarang banget ngeliat-liat sekeliling kondisi didalam angkot, saya tidak peduli siapa dan seperti apa orang-orang yang naik angkot bahkan dulu saya pernah secara gak sadar naik angkot yang didalamnya ada orang tua saya sendiri hahahaha.

Sambil menunggu perjalanan sampai di tempat tujuan, saya utak atik handphone Nokia N-Gage QD dan hanya membuka sms lalu menutup sms, begitu saja tanpa ada hasrat ingin main game di angkot. Tiba-tiba saja mata saya secara tidak sengaja tertuju pada sesosok wanita yang sedang asik membetulkan tali sepatu warriornya, adegan dia membetulkan tali sepatu itu tidaklah ‘wah’ namun entah kenapa disaat dia mengangkat wajahnya kearah wajahku serasa ada getaran hebat layaknya sebuah hantaran listrik didalam hati (eeeeeeeeeaaaaaaaa). Dia menatap saya beberapa detik, lalu beranjak pergi karena tujuan dirinya telah sampai yaitu berhenti di Metropolitan Mall Bekasi. Sayang sekali saya tidak ada niat untuk mengunjungi Mall disaat uang saku menipis, walau dalam hati ingin sekali mengikutinya untuk mengajak kenalan, barangkali dia ingin kenal lebih dekat dengan saya dan menjalin persahabatan seperti Ratna dan Galih.

Yang saya selalu ingat pada hari pertama saya melihatnya adalah tahi lalat kecil yang ada di bibir nya, kata orang dulu kalau wanita memiliki tahi lalat di bibir itu tandanya bawel dan saya tidak peduli karena saya lebih takut melihat wanita yang tahi lalatnya ada seratus titik di bibir, bibirnya polkadot totol-totol hitam. Dikala malam saya sering memikirkannya, siapa namanya, rumahnya dimana, ngapain dia ke mol dan siapa nama artis favoritnya. Oh gadis mungil bersepatu warior dan berkaus hijau, siapa gerangan namamu, bikin saya sering bengong jorok dikelas. Saya pun masih berprinsip jika memang kita berjodoh, pastilah akan bertemu kembali secara tidak direncanakan. Mungkin kalau dia hobi banget ke mol bisa ketemu lagi tapi kalau dia tidak sering ke mol mungkin ya ketemunya di alam lain.

Pada hari minggu nan cerah, saya beranjak dari rumah untuk pergi ke mol, niat saya kesana bukan mau berusaha untuk memaksakan diri coba-coba siapa tahu bisa ketemu si gadis itu, melainkan saya memang hobi beli buku novel serta komik dan hari ini adalah hari yang tepat untuk berbelanja buku. Saya sudah hobi membaca sejak masih SD, buku pertama yang saya baca adalah karangan dari om Freddy S, siapakah Freddy S itu? Kalian akan mengenalnya jika bertanya pada Google. Sebenarnya sih lebih pertama saya membaca novel Sengsara Membawa Nikmat dengan isi kalimat serta kata-kata nan majemuk dan susah dicerna buat anak seusia saya waktu itu. Sehabis membeli buku yang saya cari, saya mau iseng-iseng cuci mata sekalian sendirian, ya sendirian…. jaman saya SMA paling suka ke mall itu sendirian tanpa ditemani pacar, sahabat ataupun orang tua. Entah kenapa waktu itu lebih suka ke Mall sendirian karena lebih murah dan cepat menuju lokasi yang saya inginkan tanpa perlu memikirkan orang yang ikut dengan saya. Kadang kalau mau makan siang di mall saja kudu bayarin temen yang sok melas gak punya duit, mala petaka buat dompet saya….

Secara tidak sengaja saya melihat ke sebuah toko yang isinya banyak gulungan benang woll dan letaknya persis di seberang bioskop 21 lantai 3. saya melihat ada seorang gadis yang pernah saya lihat di angkot sembari saya berlalu melewati toko gulungan woll tersebut. Karena Penasaran akhirnya saya bolak balik melewati toko tersebut kira-kira 3 kali puteran dan benar saja saat si gadis itu nengok ke arah saya (ih ada orang gila) saya langsung seeerrrr…. seerrrr… gotcha ternyata memang dia. Saya seperti menemukan permata diantara lelumpuran hitam nan menjijikan, dia seperti berkilau dan kilauannya itu memanjakan diriku. Hatiku mencair entah bingung mau apa, tak sadar sudah 3 menit saya berdiri didepan toko itu, saya langsung kabur saat dia beranjak dari meja kasirnya dan menuju tempat saya berdiri.

Keringat dingin pun muncul, rasa malu dan haru bercampur aduk, entah kenapa ada rasa haru yang sebenarnya gak perlu haru-haruan. Sesampainya dirumah saya sms ke temen-temen terdekat saya, lalu menelpon teman curhat saya dan menghubungi bokin (ini hampir saja kelepasan) hahahaha…. ya saya tergolong cowok nakal waktu itu, sudah punya bokin masih aja kenalan sama cewek-cewek unik tapi sejujurnya saya tidak pernah memacarin salah satu dari cewek yg pernah saya kenali melainkan hanya menjadi teman curhat dan sahabat pena, menurut saya perlu juga mempunyai teman wanita yang cukup akrab sebagai pembanding sifat cewek yang kita cintai.

Sejak saya tahu dia bekerja di salah satu toko di Mall Bekasi, kegiatan saya di hari minggu menjadi rutin mengunjungi mall. Tempat favorit saya adalah lantai 3 depan restoran AW dan melihat dirinya bekerja, saya seperti melihat sebuah kuda poni yang indah sedang menari-nari dilingkaran kandangnya. Mata saya tak jemu-jemu melihatnya selama hampir satu jam, lalu menuju restoran AH untuk makan siang lalu balik lagi ketempat itu, lalu menuju gramedia buat baca-baca buku dan terakhir sebelum pulang saya menyempatkan ke tempat itu lagi. Sampai-sampai bokin sudah mulai curiga kalau saya sering pamit ke mol sendirian, ya biar gak timbul kecurigaan saya pun sesekali mengajak dia lalu ngobrol-ngobrol dilantai 4 sambil mata saya melihat lantai 3 kearah toko tempat gadis itu bekerja (nakalnya saya).

Selama hampir 3 bulan pada setiap hari minggunya saya selalu berada dilokasi yang sama sambil melihat dirinya yang tengah asik bekerja. Jika dia melihat kearah saya, saya langsung pura-pura melihat ke arah lain atau utak atik henpon. Saya sadar, kalau saya ini menjadi orang yang bodoh dan kurang kerjaan, buat apa ngabisin waktu serta uang Cuma untuk melihat seseorang dari jauh. Kenapa tidak kenalan?, ataupun sekedar berkunjung ke tokonya sepak sepik membeli produknya. Ya itulah saya, kalau saya menyukai seseorang tidak akan berani saya kenalan ataupun mendekatinya, saya lebih senang di dekati wanita yang memang saya sukai dan sudah pasti akan menjalin cinta kalau sudah seperti itu, rasanya lebih mudah dihampiri ikan daripada saya memancing. Saya juga sadar kalau diri saya sudah memiliki kekasih dan sejujurnya saya sebenarnya setia hanya saja saya orangnya penasaran terhadap orang-orang yang menurut saya unik dari segi tingkah lakunya, senyumnya, atau sekedar tatapan matanya.

Hingga pada suatu waktu saya menemukan fakta, beberapa kali saya sering melihat dia keluar toko lalu menuju stand minuman hop hop, saya kira dia memang hobi minum minuman pop ice harga eksekutif itu. Ternyata ada kekasihnya yang juga sebagai penjaja minuman hop hop disana, pria bertubuh tinggi nan putih tapi masih gantengan saya sedikit sedangkan dia banyakan sepertinya sudah menjalin hubungan cukup lama. Fakta ini saya dapatkan ketika saya beranikan diri mengikutinya ketika dia keluar dari toko, lalu langkah saya terhenti ketika dia berada di dalam stand dan bercanda mesra dengan pria itu, ah mungkin temennya fik?, ternyata bukan, ada beberapa fakta yang membuat mereka terlihat seperti orang pacaran :

  1. si cewek mengelap bibir sicowok ketika sicowok habis minum hop hop (dia yg jual, dia juga yg minum)
  2. ketika mereka keluar dari stand bersama –sama, mereka gandengan tangan mesra
  3. si cewek dengan mesra memakaikan topi ke sicowok
  4. mereka lawan jenis (bukan lesbian atau homok).

Oke, berarti saya sudah mendapatkan jawaban tentang hubungan mereka dan status seorang gadis itu. Ada baiknya juga saya langsung mengetahui jawabannya, terkadang seorang pria bisa berpaling hanya dengan status palsu. Ya namanya juga jamannya SMA masih labil perasaannya, suka sama si A, suka juga sama si B, nemu si C jadi suka juga. Menikmati hubungan di sebuah mall, mungkin bosen juga kalau pacarannya di mall terus ya, tapi bisa mengawasi satu sama lainnya.

Sudah lebih dari 7 tahun kejadian tersebut berlalu, namun toko dan kenangan itu masih ada, walaupun sang penjaga toko sepertinya bukan dia lagi, setiap kali saya ke mol iseng-iseng saya mengintip ke toko tersebut, sudah banyak perubahan didalam isi tokonya tapi masih tetap menjual gulungan benang wol, entah buat apa itu gulungan benang wol sepertinya untuk nenek-nenek yang hobi bikin syal atau sweater. Sekarang sih saya sudah tidak seperti jaman-jaman SMA dulu, cukup punya satu kekasih, dirawat dijaga dan di berikan perhatian agar dia mau melakukan hal yang sama kepada saya. Saya selalu timbul cinta ketika saya menyukai seseorang dan menjalin kasih dengannya, bukan sebaliknya dan memang menyatakan cinta lebih mudah daripada merawat cinta itu agar tetap selalu bersemi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s