ria_cemus

Posted on

Pernah gak kita mempunyai sahabat dunia maya?, mungkin kalau pertanyaan ini dilempar pada zaman sekarang pasti semua menjawab ‘punya’. Facebook, Twitter, dan media social lainnya menjadi jembatan penghubung antar komunikasi dunia maya. Baik yang memang kita kenal atau sekedar tertarik memalui kontak fisik via indera penglihatan, kita semua hamper mempunyai teman dunia maya. Saya pun juga demikian, memiliki sahabat maya ketika saya berumur sekitar 13 tahun. Saat itu dunia social tidak seramai seperti saat ini, hanya sebagian orang saja yang tahu apa itu internet dan bagaimana cara bermain internet.

Saat itu saya baru mengenal yang namanya dunia maya, pertama kalinya melihat internet yang selama ini saya anggap hanya jenis singkatan menu warung kopi namun ternyata internet adalah tempat yang luas dan bias mendapatkan apapun yang kita inginkan disitu. Terima kasih saya ucapkan buat Abang saya tercinta, anda sudah mengajarkan saya cara bermain internet hingga akhirnya saat ini giliran saya mengajarkan anda mengoprek-ngoprek dunia maya secara dalam. Pertama kali saya membuat account email bukan di yahoo ataupun di hotmail, melainkan di website kita-kita.com dan berawal dari kita-kita itulah saya mengenal sahabat maya.

Pada website email kitakita.com terdapat menu yang dinamakan kolom chatting, kita bisa chatting bersama kawanan pemilik account kita-kita. Saat itu gak terlalu banyak account kita-kita terdaftar, maklum saja karena rata-rata yang mengenal dunia maya hanya para mahasiswa tingkat akhir semester yang sedang membuat tugas akhir atau skripsi. Mungkin saya yang paling termuda saat itu, mungkin saja tidak, mungkin saja Raditya Dika sudah menulis-nulis blog lewat MS.Word lalu di share ke MIRC. Saya suka bercerita di ruang chat kita-kita.com, disitu banyak member yang aktif bercerita tentang kehidupannya. Bahasa yang di tulis masih tergolong sopan, berbeda dengan anak-anak chatting saat ini, lebih menjurus ke tulisan mesum dan hina. Waktu jaman itu pembahasan dikala kita chatting hanya seputar film-film dan musik, pokoknya tidak jauh-jauh dari Sheila on 7 atau film-film cinta Hollywood.

Suatu ketika saya diajak private chat oleh account ktia-kita bernama ria_Cemus, dari namanya sudah pasti wanita dan singkatan cemus bisa saya tebak adalah Cewek Muslim. Ternyata tebakan saya benar, sejak saat itu saya selalu nongkrong di warnet pada pukul 7 malam setiap hari dengan biaya sewa 5000/jam (wajar masih mahal, karena jarang ada warnet). Dia adalah seorang cewek yang rumahnya dibilangan tebet, masih kuliah jurusan ekonomi tapi saya lupa dia kuliah dimana. Setiap hari itu saya hanya membuka website kita-kita saja dan melakukan aktifitas chatting bersama dirinya. Pastinya kita janjian dulu mau chatting jam berapa karena terkadang saya harus mengerjakan PR dulu sampai jam 8 barulah boleh keluar rumah berlari kecil menuju warnet yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Kalau ditanya bosen atau tidak, saya sendiri tidak pernah merasakan kebosanan apapun karena saya senang bercerita kepada setiap orang mengenai kehidupan saya sehari-hari atau pengalaman hidup saya. Dia agak kaget juga mengetahui kalau saya hanya anak SMP yang baru duduk dikelas 2, rasanya memang agak aneh bersapa ria dengan orang yang beda usia dan pengalaman tapi entah kenapa dia pernah menuliskan pesan offline jika dia merasa nyaman bercerita kepada saya.

Jadi gede rasa, semakin semangat berkomunikasi kepada dirinya. Hingga akhirnya kita harus berpindah lokasi chatting ke account Yahoo karena kita-kita sendiri sudah sulit di akses, bukan karena membernya kepenuhan melainkan sering maintenis server. Akhirnya saya mengenal yang namanya Yahoo Messenger, bentuk aplikasinya juga masih culun dan sederhana namun sudah bisa melakukan aktifitas chatting ke berbagai regional di tanah air maupun luar negeri. Nama account emailnya masih tetap ria_cemus , sedangkan saya taufiq_tnt (sekarang udah angus). selain berchatting ria di jam-jam tertentu, saya juga sering menuliskan beberapa cerita pendek dalam bentuk email kepada dirinya. sambutannya cukup baik, dia menyukai beberapa cerita pendek buatan saya dan cerita yang saya buat benar-benar pendek hanya 2 paragrap saja.

Persahabatan dunia maya ini terjalin selama setahun lebih, di benak kita memiliki rasa keinginan untuk melihat wujud asli kita masing-masing. saya tidak ingin selama setahun ini ternyata saya berchatting ria dengan pria brewokkan yang memiliki kelainan dalam mencari sahabat atau ternyata lawan chatting saya selama ini adalah seorang agent intelejen yang sedang mengawasi anak-anak abg yang hobi membuka situs rotten.com, ya saya sangat berharap ada gambaran wujud nyata dari dirinya. Sayangnya pada jaman itu belum ada website social macam Friendster apalagi facebook, hanya ada Yahoo dan saya tidak mengerti cara masukin foto karena saya tidak mempunyai kamera digital dan era pada saat itu tidak ada scanner, benar-benar jaman sulit.

Akhirnya dalam tiga bulan saya membuat sebuah novel yang benar-benar ditulis dengan tangan lewat buku tulis sinar dunia berukuran tebal. Novel ketiga yang saya tulis lewat tulisan tangan dan pertama kalinya saya menulis cerita cinta bukan lagi cerita horor. selama 3 bulan saya membuat novel itu dengan rincian setiap malam saya luangkan waktu selama 2 jam untuk menulis, betapa tersiksanya menulis novel dengan tulisan tangan menggunakan ballpoint (3 ballpoint habis). Setiap hari dia selalu menyemangati saya untuk menulis, jangan pernah berhenti untuk membuat sebuah karya dan jika sedang tidak ada inspirasi biasanya saya jalan-jalan dengan sepeda mencari pemandangan yang asik serta menonton sinetron buat mencari bahan cerita selanjutnya.

Setelah sebuah buku novel tulisan tangan rampung, saya langsung mengirimkannya via kantor pos (saat itu belum mengenal Tiki atau JNE). buku tersebut saya kirim lengkap dengan sebuah foto saya yang paling manis senyumnya namun saya sadar kalau foto itu lebih baik di letakan sebagai tatakan obat nyamuk bakar. 2 minggu kemudian paket buku yang saya kirimkan telah sampai ke rumahnya, entah kenapa begitu lama paket itu sampai, sepertinya bapak posnya membaca nya dahulu cerita yang saya buat dan barulah buku tersebut dikirim ke alamat dituju. Dia berhasil membaca buku novel karangan saya selama 2 minggu, dan Alhamdulillah matanya tidak katarak maupun rabun senja. saya sendiri sempat was-was kalau sampai anak orang matanya buta setelah berjuang membaca tulisan sayang yang mirip tulisan tagalog.

katanya bagus banget ceritanya dan belum pernah ia temui cerita cinta yang absurb seperti ini, saya sadari kalau cerita yang saya buat benar-benar twisted ending dan hanya orang yang mau berpikir lebih dalam membaca kenapa bisa begini begitu. mungkin tulisan saya gabungan antara AADC dengan inception dan sedikit beraliran Kungfu Pangda. Setelah membaca novel itu, kita jadi sering membahas peran-peran yang ada di novel saya kira-kira dapat inspirasi dari mana?, secara sejujurnya karakter di novel itu semuanya dari teman-teman SMP saya, bahkan ada karakter pelacur pun saya ambil dari salah satu temen SMP yang suka banget ngomong mesum ke guru-guru ganteng.

Akhirnya saya mempunyai handphone pertama saya, Nokia 3350 dan kita pun tukeran nomer handphone biar bisa sms-an namun efeknya kita jadi jarang chatting karena sms lebih praktis dan realtime. Saya selalu memohon untuk mengirimkan foto nya agar saya tahu wujud asli dirinya seperti apa, tetapi hingga hubungan persahabatan ini berumur 2 tahun pun dia tidak pernah mengirimkan foto ataupun identitas lainnya, dia hanya berjanji akan mengirimkannya kalau memang tidak sibuk kuliah. Sampai akhirnya kita lost contact karena sim card saya ganti dengan tarif yang lebih murah, bodonya saya lupa mencatat nomer-nomer yang sudah di save ke SIMCARD dan saya langsung membuang simcard tersebut ke comberan yang aliran airnya cukup deras.

sejak saat itu kita tidak bisa kontak-kontakan via sms, anehnya di chat juga jarang muncul dan pesan offline saya tidak pernah dibalas bahkan email pun sepertinya sudah tidak aktif lagi. apakah saya benar-benar putus hubungan dengan dia?, 3 bulan berlalu tidak ada jawaban dan dipastikan saya sudah dilupakannya. ya sudahlah, saya sendiri tidak bisa berharap banyak dengan semua ini, yang penting saya sudah berusaha mencari kontak dirinya bahkan sampai saya SMA kelas 3 pun masih suka iseng cari-cari data dirinya lewat dunia maya namun tetap tidak berhasil. Sekarang saya teringat id YM nya ketika saya sedang memikirkan novel-novel yang pernah saya buat, dari kelima novel yang pernah saya buat salah satunya di pegang olehnya. sisanya masih saya ingat kemana saja novel-novel itu berada, sebagian masih di rak buku karena ceritanya belum tamat dan ada juga yang sudah tamat namun ceritanya jadi kemana-mana hehehehe….

to ria_cemus, thanks udah menjadi penyemangat menulis saya selama itu. semoga kamu masih ingat saya, apapun wujudmu dan semoga kamu masih ada disini bersama teman-teman lainnya. semoga foto yang ada diselipan buku itu masih kau simpan sebagai kenang-kenangan keluguan saya yang pernah menjadi sejarah dunia maya antara kita berdua. persahabatan dalam dunia maya memang tidak bisa abadi namun tetap terkenang hingga akhir masa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s