Holiday To Jogja With Jotun Part. 3

Posted on Updated on

Ke jogja memang belum lengkap jika tidak ke malioboro, mungkin sebagian para peserta liburan ada yang belum pernah menginjakkan kakinya ke malioboro, tempat apa sih itu?. Malioboro hanyalah sebuah nama jalan yang dikanan kiri jalannya terdapat pedagang pernak pernik khas jogja seperti jogja, kaos sablonan dan aneka jajanan khas kota Jogja. di jalan ini juga berdiri pasar beringharjo, pasar ini terkenal dengan dagangan murah-murahnya tetapi tetep harus bisa nawar dari harga awal yang diberikan oleh penjual, di pasar ini sebenarnya ada warung soto enak lho.

Di jadwal acara rombongan yang hari Minggu pulang akan dibawa menuju keraton namun berhubung waktu yang dirasa terbatas serta terburu-buru sehingga para rombongan di ajak menuju malioboro langsung supaya acara belanja-belanja mereka lebih santai dan elegan. disinilah moment dimana uang saku yang diberikan perusahaan dihabiskan untuk membeli buah tangan atau kenang-kenangan dari Jogja, harapan saya sih mereka-mereka yang baru pertama kali ke jogja bisa datang kembali dan bukan untuk terakhir kalinya.

saya sendiri berbeda bis rombongan karena pihak genta tour memang sengaja memisahkan antara rombongan yang pulangnya hari ini dan rombongan yang pulangnya dua hari lagi. saya bersama rombongan sama-sama menuju malioboro, tujuan pertama main-main serta melihat-lihat belanjaan di mirota batik. Toko Mirota batik sendiri sebenarnya sudah lama, namun entah kenapa saya baru masuk ke toko tersebut pada hari ini, mungkin belum berani masuk karena takut terjebak dalam lembah harga batik menjebak. Toko ini sendiri menjual berbagai macam suvenir khas jogja seperti batik, ukiran kayu, kaos-kaos dan jamu-jamu tradisional. soal harga sih relevan ya, ada yang murah dan ada juga yang mahal, tapi yang paling saya suka dari tempat ini adalah konsepnya seperti supermarket, mirip kaya Erlangga di Bali. kalau menurut saya toko ini sangat cocok buat temen-temen yang ke jogja tapi ditakdirkan sebagai manusia yang gak bisa nawar, disinilah tempat yang tepat membeli oleh2 tanpa takut di bohongi. Alhamdulillah di tempat ini saya mendapatkan pajangan bass klasik titipan Ranu yang sudah ngidam banget punya replika bass klasik, harganya pun cuma 24 ribu dan detailnya hampir 100% mirip.

tampang anak yg merasa kehilangan topinya

belum lengkap pula jika kita ke jogja tidak mengunjungi Dagadu, dagadu sendiri merupakan nama pabrikan kaos oblong bersablon yang memang terkenal dengan kata-kata lucunya tapi untuk tahun-tahun sekarang dagadu sepertinya sudah berpindah haluan ke arah distro dengan gambar-gambar menarik yang masih berbau-bau kota jogja, beda waktu dagadu pertama kali nongol yang desain kaosnya mengandalkan kata-kata lucu serta menghibur. konsep kata-kata lucu masih dipertahankan oleh pabrikan kaos di Bali bernama Jogger yang memiliki tagline “pabrik kata-kata”.  Sebenarnya saya sendiri gak ada niat mau berkunjung ke dagadu, sampai sana pun saya tidak membeli kaos satu pun. soalnya saya pengusaha kaos sablonan, jadi saya tahu betul harga sebuah kaos dagadu hehehehehe…. cuma lihat-lihat saja konsep tokonya dan desain-desain yang sedang in di kota Jogja.

nampang dulu di dagadu

puas berbelanja dan menghabiskan uang saku, saatnya kembali ke hotel karena badan sudah capek jalan-jalan serta agak basah kuyup diguuyur hujan. sampai dihotel saya langsung melakukan ritual bikin kopi dengan gula merah + creamer dan pantengin channel ajib nan ajaib yaitu Fashion Tv. salah satu channel favorit saya kalau ketemu TV kabel, apalagi TV kabel di hotel gedenya 52 inc, puas-puas deh liatin baju dari bahan sisa.

Malam harinya ada pembukaan Sales Conference (meeting regional), kita bersantap malam di warung makan bertajuk Rumah Pecel Solo.  Rumah makan eksotis bergaya klasik dengan rata-rata isi rumahnya menggunakan property kayu dari pohon-pohon tua. Pecelnya nendang banget, endang bambang, dan sop tulangnya gurih-gurih menyegarkan. kita semua makan dengan khidmat sambil di alun-alunkan nada-nada dari keroncong cekokan langsung dinyanyikan oleh grup penyanyi keroncong yang duduk diatas panggung kecil, ajiiib…., tradisional sekali.

klasik kotemporer...

setelah puas menikmati santap malam dengan makanan khas tradisional jawa, kita semua kembali lagi ke Hotel. saya pun sampai kamar langsung tertidur pulas karena besok pagi-pagi harus meeting, saking pulasnya sampai tidak bermimpi.

jam 8 pagi sudah sarapan di tempat biasa, makan sarapan dengan menu yang sama selama 3 hari hehehehe, nasi goreng dengan beef bacon sapi, sosis ayam, kentang (kadang2 digoreng, kadang2 di bikin perkedel) dan kacang panggang. sebenarnya enak tapi kalau tiap pagi makanannya ini rasanya bosen juga ya, sudah mencoba menu roti-rotian namun tidak nendang. Minumnya sudah pasti susu segar, kenapa saya menyukai susu putih segar? karena berkat susu inilah mata saya sampai sekarang Alhamdulillah tidak berkacamata walaupun dari masa-masa SMP sudah hobi banget menulis didepan komputer, makan sayuran saja belum cukup mempertahankan kesehatan mata karena vitamin mata cukup susu dan telur. sesekali di gabung dengan minum jus mangga, berhubung jus yang ada cuma buah mangga saja yang enak diminum pagi-pagi.

Sarapan Pagi saya

Setelah selesai barulah kita semua menuju ruangan rapat di lantai 8, tempat sebelumnya dijadikan ajang motivator james gwee cuap-cuap mengajak kita semua memiliki motivasi untuk semangat.

yuk meeting dulu

pada meeting ini saya hanya sebagai pendengar yang baik dengan sesekali bertepuk tangan dan tertawa kecil. ya mau ngapain lagi selain dengerin hahahahaha… maklum masih bawahan gak penting-penting amat. pas coffee break ada camilan kepiting di tepungin, suka banget nih sama makanan ini sampai-sampai ngabisin 6 pcs dan lumayan bikin kenyang. beruntunglah rapat selesai lebih cepet satu jam dari jadwal sehingga masing-masing peserta sudah boleh balik ke kamar nya buat mandi-mandi junub.

berhubung malam ini adalah malam terakhir kami dijogja, saya sempat kan diri untuk berbelanja suvenir yang ketinggalan di beli di mirota, pukul 7 saya kembali belanja ditemani septian, kanta dan juleha. saya naksir banget pengen beli tokek-tokek’an yang terbuat dari kain batik di isi pasir sehingga bentuknya kaya tokek berukuran jumbo, cocok buat dashboard mobil saya. pukul 8 malam saya di bbm si bos untuk segera ke House of Raminten, berhubung lapar sudah datang mengunjungi perutku maka dari itu saya langsung lepas landas naik taksi menuju raminten.

si maho, namanya tian.

kayaknya ada tempat dimana kalau ke jogja belum lengkap kalau belum ke raminten, sebuah cafe unik dengan aura mistis namun harga makanannya cukup ekonomis dan artistik. harganya memang murah tapi kok dilihat dari pengunjungnya rata-rata orang-orang berduit, diparkiran mobilnya saja bagus-bagus semua mobilnya. diantara pengunjung yang datang, terdapat gitaris terkenal bernama Eross SO7, pengen banget deketin terus tukeran kado sambil saling ngisi buku diary tapi kayaknya perilaku tersebut hanya merusak selera makannya saja. pengen tak foto tapi suasana cafe gelap remang-remang macam lapo pinggir kalimalang, sudahlah yang penting bisa ketemu walau gak minta tanda tangannya di panci saya.

esok harinya dimana hari terakhir saya dijogja, saya manfaatkan untuk bersantai-santai dikamar namun diurungkan karena si kanta merengek-rengek diajak jalan-jalan ke candi prambanan soalnya temen-temennya sudah beranjak ke malioboro, walah ini kenapa orang-orang tahunya cuma malioboro doank ya. ya sudah, karena kesian dia pengen banget liat candi, akhirnya saya mengajak dia ke candi prambanan dengan menggunakan trans Jogja, dia sendiri agak bingung rute-rutenya trans jogja dan seperti apa sih rasanya. beruntunglah dia mengajak orang yang tepat, dimana saya sering sekali menaiki transportasi murah meriah ini, hanya dengan kocek 3000, kita bisa keliling kota jogja dengan syarat tidak keluar dari halte kalau sudah sampai ditujuan.

nampang dulu ah didepan hotel

perjalanan ke prambanan hanya memakan waktu setengah jam saja, satu kali pindah rute trans jogja. kalau pakai mobil pribadi sih cuma 20 menit saja juga sudah sampai karena jaraknya gak terlalu jauh dari hotel tempat kami menginap. Candi Prambanan itu sendiri sebenarnya sudah mau memasuki daerah Solo, makanya di sekitaran candi jarang bahkan tidak ada taksi yang lewat sehingga kalau mau balik kita putuskan untuk jalan kaki sampai terminal trans jogja sampai bandara Adi sucipto.

Prambanan Temple
candi sewu

sampai di candi prambanan, si kanta layaknya anak kecil yang baru pertama kali ke dufan, bingung mau kemana dan ngapain aja.  seharusnya saya membelikan dia sebuah balon dan menggandeng tangannya sembari dirinya jingkrak-jingkrak kegirangan. udara saat itu panas sekali, sudah 2 botol pocari saya habiskan untuk menggantikan ion tubuh yang terkuras dan bukan sebagai cara bagaimana merubah wajah saya seperti irfan badhim.  ada kejadian mistis waktu saya berada di candi sewu, ada satu candi besar yang bisa kita masuki kedalam namun saat masuk keruang tengah nan gelap, langkah kaki saya ketahan dan udara disana berubah jadi lebih dingin dari keadaan luar serta beberapa bisikan dengan bahasa jawa. ya sudah, urungkan niat masuk kedalam karena takut terjadi apa-apa, maklum saja candi sewu memang hampir tidak dikunjungi pengunjung karena jaraknya kira-kira 1 kiloan kurang dari candi prambanan walau masih satu komplek.

si kanta gak bisa lepas dari BB "ababil"

ketika lihat jam, ternyata sudah jam 12, panik lah kita karena belum check out kamar dan waktunya sudah di ambang batas waktu check out. nyari-nyari taksi disekitaran prambanan tidak ada karena memang tidak akan ada taksi yang berani kesini karena sudah beda wilayah kekuasaan. akhirnya naik trans jogja dengan berjalan dahulu ke terminan prambanan, turun di bandara adi sucipto dan naik taksi dengan harga nembak, siaalll lebih mahal 10ribu tapi gapapa daripada harus naik trans jogja dan mau gak mau harus muter2 dulu baru deh sampai ke hotel. sampai hotel kunci kamar sudah tidak berfungsi alias sudah basi, harus di refill dulu supaya kunci bisa digunakan, untungnya pihak hotel gak menambahkan biaya apapun karena alasan kita cuma mau ambil barang. sudah berapa liter keringet yang kita keluarkan, ini semua gara-gara kanta yang khilaf belanja di pasar prambanan karena harga barang seperti baju batik dan kaos bisa ditawar gila-gilaan, naluri seorang shoppaholic nya muncul disaat itu.

selesai menaruh barang di bis yang menuju bandara, kami berdua cari makan siang di ambarrukmo plaza. biar cepet akhirnya saya putuskan untuk membeli burger dan dibungkus untuk dimakan di bandara, seenaknya ketemu bos makan shabu-shabu dengan santai dan pesanannya baru datang, hadeeeeh. persaaan saat itu cuma haus dan lapar, dibandara makan burger rasanya seperti makan lemper, sedikit sekali porsinya.  untunglah di pesawat dikasih makanan lagi, lumayan lah naik garuda seri terbaru bisa nonton tv dengan touchscreen dan segelas susu sebagai nutrisi tubuh agar tidak dropp.

Mari pulang.....

Jogja ke Jakarta hanya memakan waktu 45 menit saja, lebih cepat dari naik kereta api yang bisa membuat pantat kaya tefflon. dipesawat cuma dengerin lagu sambil melihat langit, berharap ada bidadari yang terbang disamping pesawatku sambil berdadah dadah ngasih dadah. yang saya paling gak suka dalam naik pesawat adalah landingnya, usus 12 jari saya seakan di aduk-aduk bagai adonan kue ape, gak enak banget apalagi pas ban pesawat menyentuh aspal landasan buaaah rasanya lebih nyaman naik bajaj. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan damai tanpa ada insiden sekecil apapun, sebenarnya dalam benak ini masih pengen di jogja dan pengen main-main disana namun saya harus kerja lagi demi sesuap nasi serta cuti.

end

2 thoughts on “Holiday To Jogja With Jotun Part. 3

    Rima said:
    5 Maret 2012 pukul 8:00 am

    Wah mas taufiq benar benar memberi sy taufik di hari kerja sy he hehehe……. hidup humor…….

      Tawvic responded:
      5 Maret 2012 pukul 9:21 am

      salam kenal mbak rima hehehehehe semangat mbak, salam humor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s