Holiday To Jogja With Jotun Part. 1

Posted on

Setelah sukses dengan menerbangkan seluruh karyawannya berlibur ke pantai Kuta Bali, kini perusahaan dimana saya bekerja menyepur para karyawannya yang kurang lebih ada 400 jiwa menuju stasiun tugu Jogjakarta untuk menikmati liburan bersama. 2 Tahun yang lalu kan terbangnya ke Bali, kok sekarang mundur ke Jogja, kenapa tidak ke papua?. Awalnya pengen ke lombok bung, namun yang menjadi kelebihan kita memilih Jogja sebagai tempat berlibur adalah dari uang saku dan tempat-tempat eksotik yang bisa di explore dengan penuh kebebasan, lagian kalau ada yang nyasar jadi bisa pulang sendiri hahahaha….

Tanggal 17 Februari kita semua berangkat, ada yang langsung menuju gambir dan adapula yang ke kantor dulu didaerah MM2100 Cibitung termasuk saya yang memang berniat menitipkan mobil di kantor supaya aman ditinggal selama 5 hari. untuk bagian selain departemen Deco Retail cuma dapat holiday selama 3 hari di Jogja, sedangkan saya dan teman-teman Deco Retail lebih lama  2 hari karena pada hari ke 4 harus bersama-sama meeting bertajuk Sales Confrence. kita menuju stasiun Gambir pukul 6 pagi dan sesampainya disana pukul 8 pas, jakarta oh jakarta memang membuat sesuatunya terasa jauh ya.

Gambir penuh dengan warga Jotun

sesampainya disana pun kita harus menunggu satu jam karena kereta yang sudah di pesan oleh perusahaan sebanyak 8 Gerbong terpaksa ngaret. wajar saja sih karena memang kita menggunakan jalur kereta diluar jalur pada umumnya. sambil menunggu kereta datang, saya mengobrol-ngobrol dengan salah satu karyawati Genta Tour selaku yang mengatur perjalanan kita ke Jogja, ya sebenarnya bukan saya duluan yang ngajak ngobrol, tapi si mbak cantik satu ini yang menggoda saya untuk berbincang hahahahaha… ya lumayan lah dari pada harus duduk di lantai stasiun sambil ngobrol gak jelas, mendingan ngobrol sama doi, sayangnya gak mau difoto dengan alasan malu.

pukul 9.30 pagi kereta nya baru datang, fyuuuuh…. sudah tidak sabar ingin tidur didalam kereta karena belum tidur sama sekali dari kemarin malam akibat persiapan serta si bumbum yang lagi tipes dan minta dimanja-manja sebelum saya berangkat. 8 Rangkaian gerbong yang sudah di pesan oleh perusahaan terdiri dari 7 gerbong kereta Taksaka dan 1 Gerbong kereta VVIP yang isinya buat para petinggi, sedangkan ada satu gerbong resto dan dapur untuk memasak makan siang kami nantinya.

gerbong nya bagus-bagus

yang lain dapet gerbongnya bagus-bagus lho, bersih rapih dan AC nya dingin banget, bahkan beberapa diantara para peserta liburan mengenakan selimut saking dinginnya. berbeda dengan gerbong rombongan saya, ini sebenarnya kereta taksaka atau bisnis ya?, tidak ada meja lipat untuk makan, agak kotor dan AC nya ya ampun dinginnya kurang banget seperti AC di mobil saya yang sudah kehabisan freon.

Gerbong 7 seperti Neraka

kita sudah mengirimkan info ke pihak terkait, katanya sih sudah full AC nya menyala namun sepertinya panas yang berlebih akibat di gerbong 7 sering banget di jadikan ajang lokasi permainan semacam lomba karaoke sehingga melebihi batas penumpang, apalagi isinya rata-rata manusia bertubuh besar hahahahaha… selain itu gerbong 7 berada berdekatan dengan dapur yang mungkin panas kompor diruang dapur masuk kedalam. maklum saja, kereta bontot ya dapet kualitasnya yang bontot.

Nikmati perjalanan ini dengan ngantuk

nikmati saja perjalanan ini bung, sing penting gratis dan dapat uang saku buat belanja oleh-oleh🙂 , kondisi saya sedang ngantuk beratnya dan panitia pada tiap-tiap gerbong tidak berhenti-henti menyiapkan permainan agar para penumpang tidak jenuh. saya sih pengennya tidur aja dikereta sampai ditempat tujuan, namun panitia sepertinya memang melarang para peserta untuk tertidur, ada sebagian peserta yang memang berniat untuk tidak tidur karena baru pertama kali jalan-jalan ke jogja sehingga matanya tak berpaling dari jendela kereta, padahal isi pemandangannya cuma sawah😀

di stasiun Purwokerto kereta berhenti cukup lama sekitar setengah jam, hal ini dikarenakan pihak perusahaan sudah memesan beberapa pedagang pecel khas purwokerto yang terkenal enak dan uniknya. jadilah para pedagang yang semuanya adalah ibu-ibu asli warga sana mengenakan pakaian batik rapih menjajakan kuliner pecelnya di tiap-tiap gerbong. pecelnya gratis tanpa harus bayar apapun dan semua peserta wajib mencobanya, saya yang tidak menyukai sayur pun harus memaksa mulut ini mengunyah sayuran yang ada di porsi pecel.

pecel... pecel...

Saya tidak tahu rasa pecelnya enak atau gak ya, soalnya saya belum pernah makan pecel secara tepat dan benar. dibilang enak ya enak karena ada salah satu sayuran lebih tepatnya bunga berwarna merah jambu dan bunga ini membuat rasa pecel menjadi berciri khas sekali. ada beberapa sayur yang gak saya makan karena bentuknya seperti kaktus tanpa duri dan daun pepaya, i hate papaya leaf.

setelah menempuh perjalanan selama 8 jam, akhirnya kita semua sampai di Stasiun Tugu. semua peserta liburan sudah di sambut dengan alunan musik keroncong dan tiap-tiap peserta di berikan kain batik layaknya bunga yang dikalungkan saat landing di pulau hawai. ayu ayu tenan yang ngasih kain ke para peserta, apalagi mereka tidak henti-hentinya tersenyum.

Jogjaaaaaaa.............
Narsis dulu ah bareng kasur hidup

sudah ada 8 bis menunggu kami untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat makan malam serta pembukaan acara perusahaan, bis-bis yang sudah disiapkan langsung berangkat menuju restoran mewah dengan kawalan 3 mobil patwal. lalu lintas di jogja ternyata sudah berubah, banyak jalur-jalur yang biasanya bisa langsung belok kini tidak bisa dan harus memutar agak jauh. mungkin karena sudah banyak kendaraan-kendaraan di kota gudeg ini apalagi disini tidak memiliki jalur tol namun biarpun kendaraannya cukup banyak, para pengguna kendaraan masih tergolong sopan dan taat terhadap peraturan. gak ada tuh motor-motor yang naik trotoar, mobil lambat di kanan, atau nerobos lampu merah.

Selamat Datang

acara pembukaannya terdiri dari pidato-pidato dari presdir bule yang MC nya sendiri berpakaian punawakan gareng dan semar, semua teman-teman tertawa terbahak-bahak karena pembawaan mereka lucu-lucu dan sesekali berguyon cabul hahahahaha. di sini kita bisa saling kenal para karyawan di luar jakarta dan beberapa teman akrab saya di kantor yang sudah lama tidak jumpa. inti acara ini adalah makan malam bersama, sudah ada prasmanan yang menyediakan aneka makanan khas jogja, barat maupun italiano, semua makanan saya acungkan 2 jempol, enak-enak semua apalagi saus chicken steaknya bener2 nikmat.

3 orang yg suka ngeband malam2.

ada sexy dancer dan juga penari-penari daerah bahkan bintang tamunya adalah mas Didi Ninik Towo, siapakah dia?, bagi anda yang tidak mengenalnya silahkan bertanya pada mbah gugel. sebenarnya saya sendiri masih ada hubungan darah dengan mas didi nini towok cuma karena dia termasuk sodara yang amat jauh sehingga agak-agak gak kenal deh. terakhir kumpul bareng keluarga ada dia pas saya masih SD kelas 6, sing penting dia udah sukses dengan hobinya menari. selain acara hiburan, ada juga pembagian doorprize serta permainan yang berhadiah 10 blackberry.  setelah dirasa semua karyawan kenyang, maka pihak genta tour menggiring semuanya menuju hotel masing-masing dengan bis yang sudah disediakan.

kita menginap di Hotel Royal Ambarrukmo, hotel bintang 4 yang dahulu kala merupakan salah satu tempat angker karena banyak gedung-gedung tua nan kosong tak berpenghuni namun sekarang sudah menjadi gedung mewah disebeah plaza Ambarrukmo.

Ini dia hotelnya
thats my room

Diluar cerita-cerita mistis tentang hotel yang beredar luas dimasyarakat sekitar, ternyata hotel ini menurut saya bagus. dari segi pelayanan yang ramah-ramah dan kamar saya rusak sensor kartunya, tidak lama kemudian mereka datang untuk mengganti kuncinya dengan kunci khusus yang beda dari lainnya, warnanya hitam, kalau kartu kunci pada umumnya warna putih. saya tidak sekamar sendiri, melainkan bareng sohib saya dari medan yaitu bang Randi dengan wajah mirip banget dengan nazarudin cuma beda nasib aja.

pukul 11 malam sudah kita lewati, saya langsung mandi dengan air hangat dan bergegas siap-siap dijemput oleh teman-teman dari Jogja Timor Family, mereka sangat antusias sekali untuk mengajak saya kopdar bareng ketika mengetahui jika saya akan berkunjung ke jogja. Ternyata om Anno dari JTF sudah berada di depan hotel dengan mobil Timor nya yang mulus, bersama sang kekasihnya. jadilah malam pertama di kota Jogja di isi dengan kopi darat bersama JTF. thanks teman-teman JTF yang sudah menjamu saya dengan es durian hehehehe….

Pukul 2 pagi saya sudah sampai lagi ke Hotel, saatnya untuk tertidur pulas karena besok sudah harus menuju candi borobudur untuk observasi syailendra……

dilanjut ke part 2 ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s