Yuk Jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah Part 2

Posted on

Dari museum Transportasi kita menuju ke museum air tawar, wah ternyata parkirannya lumayan ramai dan memang lokasinya cukup apik buat bersantai-santai ria karena terdapat danau luas yang bias menjadi objek wisata sambil menikmati makan siang. Harga tiket masuk ke museum air tawar adalah Rp. 15.000, tiket ini juga merupakan tiket terusan yang nantinya bias sebagai tiket masuk ke Museum Serangga (semoga gak ketemu kecoak), jadi satu tiket bisa dapat 2 tempat sekaligus, cukup murah bukan.

Gedung Museum Air Tawar

Kita berjalan menelusuri jembatan yang dibawahnya terdapat danau, terdapat ikan-ikan air tawar macam sepat, ikan mas dan lele. Angin hari itu sangat kencang sehingga rambut saya tersibak kesana kemari rasanya seperti membelai diriku ini (intermezo), hati-hati buat yang membawa anak kecil, jangan sampai tercemplung kedalam danau walaupun seperti nya tidak dalam tetapi rasanya ya malu-maluin aja. Penjaga pintu masuk museumnya cukup ramah, disini kita bisa dijelasin mengenai museum ini.

pintu masuk area

Di dalam museum kita sudah disambut dengan kolam kecil berisikan ikan pari air tawar, ada juga akuarium yang seperti seaworld namun tidak gede banget, isinya ikan cat fish atau kalau di indonesia namanya lele. Jangan ditanya ukuran nya mbak, tuh ikan lele di impor langsung dari kepulauan amazon yang bisa sebesar paha sapi. Kalau digoreng bisa buat makan satu kampung, kalau buat makan sendiri rasanya sebulan baru abis deh.

terkesima

Selain jenis catfish, disini juga ada jenis kura-kura atau udang air tawar, ada udang berwarna merah yang saya kira udang rebus. Di museum air tawar, ada replika air terjun, sayang saya gak mau memfoto replika tersebut secara keseluruhan karena terdapat banyak warga yang berfoto ria disitu sehingga crowded banget suasananya. Akuariumnya tertata rapi dengan desain yang cukup baik, kita bagaikan melihat pameran lukisan dan ada beberapa akuarium yang letaknya ditengah museum.

Ruang pameran ikan

Ada sesuatu yang unik disalah satu koleksi museum air tawar, yaitu belut listrik. Belut listriknya lumayan gede panjang bagaikan ular air, belut ini memiliki kekuatan listrik yang cukup besar sehingga bisa menyalakan 2 buah lampu jenis led yang terpasang pada akuariumnya. Pantas saja akuarium belut listrik paling banyak dikunjungi oleh pengunjung yang penasaran dengan makhluk berkekuatan listrik tersebut, pasti pada ingin memegangnya dan merasakan kedasyatan listrik nya.

Akuarium Belut Listrik, ada lampunya bisa nyala

Koleksi ikan-ikan air tawar di museum ini menurut saya terbilang lengkap, sampai ikan cere pun dikoleksi. Saya pun jadi tahu jika ikan gurame itu banyak jenisnya, karena didekat pintu masuk ada akuarium berisi ikan-ikan gurame dari berbagai jenis. Mungkin kalau di bandingkan dengan seaworld ancol, ya masih menangan seaworld karena koleksinya lebih unik namun gak ada salahnya kita berkunjung ke museum ini karena harganya murah dan pendidikannya juga ada.

Labi-labi albino

Puas melihat ikan-ikan air tawar, kita lanjut perjalanan ke museum serangga…..

Museum Serangga

Sebenarnya saya gak mau masuk ke museum serangga karena serangga merupakan binatang yang bisa membuat saya salah tingkah alias kegelian (jijik), apalagi kalau serangga tersebut berjenis kecoak. Satu-satunya binatang yang paling saya benci adalah kecoak, mereka bisa terbang dan terbangnya tidak bisa diprediksi alias sesuka hatinya. Beruntunglah di museum serangga saya tidak menemukan kecoa yang masih bernapas maupun sudah mati kering diawetkan, mungkin ada tapi saya gak berjodoh bertemu dengan makhluk tersebut.


Selamat datang di museum serangga, museum yang dimana terdapat serangga-serangga yang sudah diawetkan seperti kumbang hingga kupu-kupu gajah. Sayangnya semua yang ada disini sudah almarhum, sehingga kita tidak bisa melihat polah tingkah mereka seperti apa saat masih bisa bernafas. Di pintu masuk kita sudah di perlihatkan berbagai macam serangga endemik khas nusantara dan memang adanya di Indonesia saja, terdiri dari serangga-serangga yang hidup dihutan belantara dan juga di lingkungan pertanian atau berkebunan.

tempat pameran serangga

Ada juga yang bukan termasuk dalam lingkungan serangga, yaitu binatang bernama coconut crabs atau kepiting kelapa yang hidupnya di tepian pantai dan dinyatakan hewan langka bahkan hampir punah. Coconut crab masih banyak terdapat di pulau-pulau negara lain, besarnya bisa melebihi besarnya kepala manusia dewasa dan pemakan buah kelapa. Ada juga keluarga belalang yang masing-masing memiliki daerah kekuasaannya, gak semua belalang hidupnya disawah, ada juga yang hidupnya di hutan belantara bersama kawanan kumbang dan serangga ranting.

Coconut Crab, serem....

Serangga-serangga yang diawetkan kering tersebut ditempatkan pada kaca-kaca akuarium yang tertata rapih, tak lupa penjelasan hewan-hewan kecil tersebut dengan peta wilayah kehidupan mereka. Sayangnya tidak ada video yang menjelaskan tentang binatang-binatang serangga, padahal kalau ada videonya lumayan bagus juga buat memanjakan pengunjung sehingga mereka tahu kehidupan serangga itu seperti apa. Mungkin hanya ada di ruangan auditorium yang hanya dibuka untuk rombongan anak-anak sekolah.

Pintu Masuk Taman Kupu

Buat pencinta kupu-kupu tak perlu kuatir, karena disini koleksinya cukup lengkap, dari kupu-kupu segede laler, sampai kupu-kupu yang sebesar burung merpati. Di museum ini juga terdapat taman kupu-kupu, sebuah taman yang isinya hanya kupu-kupu yang terbang kesana kemari hidup bersama kawanan kupu-kupu jenis lainnya. Saya melihat tidak terlalu banyak kupu-kupu yang ada di taman ini, hanya beberapa saja yang terlihat berlalu lalang mungkin karena kondisi angin akhir-akhir ini cukup kencang sehingga membuat sang kupu-kupu kedinginan untuk terbang menyapa para sahabat kupu.
Diluar daerah museum kupu-kupu, terdapat kandang hewan lain seperti kijang, tupai, musang, dan burung merak. Kandangnya sih memang gak terawat banget mungkin saja ini memang bukan kandang untuk dipamerkan melainkan hanya keinginan pemilik museum untuk memeliharanya. Tidak banyak juga pengunjung yang melihat kandang-kandang ini karena memang kalau kita tidak keluar lewat taman kupu-kupu tidak akan melewati kandang-kandang hewan tersebut.
Menaiki Sky Lift
Lebih familiar dengan nama gondola atau kereta gantung, ini merupakan tujuan akhir wisata saya di Taman mini karena waktu sudah menunjukkan sore hari dan saya pun sudah lelah keliling-keliling taman mini seharian bersama sang kekasih. Dia rewel pengen banget naik sky lift padahal angin lagi sedang kencang-kencangnya, saya takut liftnya akan jatuh seperti adegan film final destination. Harga pertiketnya Rp. 25.000 untuk perjalanan sky lift bolak-balik, dari terminal A ke terminal B lalu balik lagi ke terminal A, kira-kira waktu menikmati kereta gantung ini sekitar 20 menit.


Apa sih menariknya menaiki kereta gantung?, secara garis besar kita hanya menikmati pemandangan Taman Mini dari ketinggian hmmmm berapa ya, kira-kira 200m. Selama ini danau yang didekat istana boneka hanya lah sebuah danau  biasa dengan daratan-daratan kecil dengan hiasan bunga namun kalau kita melihat dari atas, daratan kecil tersebut sebenarnya merupakan gambaran tanah air Indonesia dari pulau sumatera sampai pulau papua. Hebat juga yang merancang danau ini, ya walaupun lebih enak lagi dilihatnya dari atas banget, bisa terlihat keseluruhan pulau-pulau yang ada di Indonesia. Kita juga bisa melihat istana boneka yang megah dari atas, beberapa anjungan serta taman-taman yang berada di komplek taman mini.

Tinggi tinggi sekali....

Soal keamanan tidak perlu khawatir, walaupun luas kereta hanya seluas 1.5m x 1.5m, tapi terbilang aman kok. Belum pernah saya denger kabel atau kawat jalurnya putus sehingga menjatuhkan para pengguna kereta gantung. Jika angin sedang kencang-kencangnya, kereta akan goyang-goyang kekanan dan kekiri. Pintu kereta juga sudah dikunci dari luar sehingga tidak perlu khawatir bagi yang membawa anak akan loncat keluar dari kereta secara tiba-tiba. Perjalanan sangat santai, kereta berjalan 5kilometer perjam, kita nikmati pemandangan indah ini dari atas, lebih nikmat lagi sambil menikmati minuman kesukaan kita dan di iringi lagu jazz yang menggambarkan sebuah kota yang sepi ditemani angin sepoi-sepoi.

tergambar pulau pulau

Selesai juga pertualangan saya bersama dia mengelilingi taman mini, ada beberapa museum yang terlewat karena faktor waktu yang sudah sore dan mungkin kalau kita mau menikmati semua museumnya bisa memakan waktu seharian penuh hingga malam hari. Saya akan melanjutkan perjalanan menikmati museum-museum di Taman Mini pada kesempatan mendatang, penasaran dengan museum minyak dan gas, iptek, pusaka dan berbagai macam anjungan rumah adat. Bermain ditempat wisata tidak harus selalu dengan biaya yang sangat mahal kan, banyak tempat-tempat yang tergolong murah namun bisa membuat perasaan penat keseharian terlepas begitu saja….
Salam Liburan

2 thoughts on “Yuk Jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah Part 2

    Rima said:
    5 Maret 2012 pukul 9:27 am

    Wah liburan taman mini ga semua tempat y …… Sayang bgt yg penting semua cerita di blok ini ak baca semua, salam y buat sang kekasih….. Mbak siapa hayo namanya…

      Tawvic responded:
      5 Maret 2012 pukul 9:49 am

      wah terimakasih lho mbak rima, namanya mitha ayu hehehe…. mudah2an gak bosen baca blog saya nih… maaf klo ada kata2 yg agak vulgar, maklum saya mang gaya nulisnya apa adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s