Family Day @Safari Park

Posted on

22 Oktober 2011

Untuk pertama kalinya saya mengikuti acara Family Day kantor setelah hampir 3 tahun bekerja disini, acara Family Day identik dengan keluarga (istri dan anak) namun ada juga yang membawa mertuanya untuk liburan gratis lewat kantor. Sayang, saya tidak (belum) memiliki istri ataupun anak, padahal banyak rekan-rekan kantor yang membawa istri serta anaknya yang masih kecil-kecil. Saya berangkat pukul setengah 7 pagi dari SPBU Bekasi barat menuju Cibitung dengan menggunakan bis jemputan tetapi ada kejadian lucu saat menuju Cibitung, Bis jemputan yang kami tumpangi salah masuk gardu Tol, sehingga kita harus muter-muter Jorr  keluar via exit jorr jatiasih, lalu masuk ke tol Jorr Jati Asih lagi hingga akhirnya sampai di kantor Cibitung.

Para karyawan dibebaskan untuk ikut dalam rombongan bis atau menggunakan mobil pribadi, khusus mobil pribadi nantinya akan diberikan nomer atau tanda supaya bisa iring-iringan bis yang dikawal oleh bapak Pulisi. Awalnya pengen bawa si sillux menikmati puncak tapi berhubung plat koplingnya lagi dalam kondisi bonto maka saya urungkan niat tersebut karena akan membuat kaki kiri saya pegal dan kesemutan, lagian uang bensin dan tol tidak diganti hehehehe. Pukul 7 pas, bis rombongan menuju taman safari, saya duduk sendiri dibangku bis yang penuh dengan orang berseragam kaos biru muda dan hijau. Moment seperti ini saya manfaatkan untuk tertidur pulas, pada hari sebelum keberangkatan Family Day saya bermain futsal dilapangan kantor dengan tema Office VS Production, wah sangat melelahkan dan team saya pun menang… kap kekalahan.

kebahagian bersama anak istri

Saya seperti penumpang bis kota, mau ngobrol sama mereka namun malu dan mereka sendiri sedang sibuk dengan anak-anak mereka. Saya berada di satu bis yang kebanyakan adalah orang-orang produksi dengan umur rata-rata dibawah 30 tahun. Pada muda-muda tapi sudah memiliki istri dan anak yang lucu-lucu, mereka bisa menikah ya, kenapa saya tidak bisa J jadi termotivasi untuk cepat cepat menikah (sabar fik sabar… mobilmu belum lunas). Sampai di taman safari sekitar pukul 9, kita semua langsung dibawa mengelilingi taman safari melihat habitat para hewan yang sedang hidup dialam bebas. Bisnis toilet ditaman safari sangat menguntungkan, terbukti saya sudah mengeluarkan 10ribu rupiah untuk 10x kencing saat berada di taman safari, bayangkan kalau 10ribu dikali lima juta orang, wah… bisa naik haji saya.

berasa di afrika tenggara

Saya ingat banget saat terakhir kali mengunjungi taman safari, waktu saya berumur 4 tahun, ya 4 tahun. Saya ingat waktu itu saya naik gajah bersama Almarhum abang saya sambil makanin kacang namun yang jadi penasaran, kenapa foto background taman safari ditahun 91 hanya lapangan kosong dengan gajah sedang kejengkang. Menikmati suasana hewan-hewan yang berlalu lalang bebas ditaman seakan kurang mengasyikan karena saya melihatnya dari dalam bis sehingga saya tidak dapat menjamah hewan-hewan jinak sambil memberikan wortel lejat untuk mereka. Padahal saya ingin sekali menyentuh burung unta, binatang unggas favorit saya yang bisa berlari secepat megapro. Saya sering berkhayal bisa memelihara burung unta dirumah, saya akan gunakan burung tersebut sebaga alat transportasi ramah lingkungan selain sepeda.

ini apa namanya anak-anak?

Setelah puas melihat para binatang bercengkrama, kami sekaryawan diajak ke ruang panggung acara untuk mengikuti acara-acara yang sudah disusun dari tim kantor. Keren juga ada layar besar, mirip acara di tipi-tipi gitu deh. Apalagi ada alat band lengkap disana, jadi pengen banget ngeband diantara para tamu yang hadir. Acara-acara yang disusun daripanitia antara lain dance, sexy dancer (wow perut ceweknya buncit), band, sirkus dan konser angklung. Kali ini para karyawan tidak diberikan angklung sebagai kenang-kenangan, padahal waktu sebelum-sebelumnya suka diberikan angklung buat karyawan. Tepat pukul tiga, acara didalam panggung selesai sudah, tinggal kita para karyawan menikmati acara-acara yang ada ditaman safari.

apa ini?

Sial, BB saya baterainya habis sehingga tidak dapat memotret pertunjukkan seru dari taman safari seperti theater safari yang menampilkan binatang-binatang seperti orang utan, simpanse, burung gelatik hingga tikus bermain theater. Binatang-binatang tersebut sangat membuat saya tertawa melihat tingkah lakunya yang pandai bermain theater, selain itu ada burung gelatik yang terbang lalu lalang diatas penonton. Ada cewek yang berperan sebagai pecinta alam, body serta cara ngomongnya mengingatkan saya pada seorang mantans didaerah duren jaya yang hobi ngatain saya ‘kadal’ wakawkawkawk. Puas menonton pertunjukan theater, kita lanjut melihat sirkus dipanggung bekas acara kantor.

Angklung Orkestra....

Menurut saya sirkus yang saya tonton kali ini sangat menantang, bukan dari adegan-adegan berbahaya yang mereka lakukan melainkan dari pakaian yang mereka kenakan khususnya para pesirkus wanitanya, masih muda-muda booo… aih daun muda. Muka teman saya bernama septian langsung merah dan matanya gak berhenti fokus ke bagian lembek tiada bertulang milik cewek-cewek sirkus. Di sirkus ini ada satu sosok cewek yang membuat saya gak berhenti-henti memperhatikannya, dia seorang gadis berumur sekitar 19 tahun dengan memakai kostum badut lucu, kerjaannya hanya menyambut tamu dan memberikan lomba kepada pengunjung, lalu apa yang membuat saya tertarik?, karena dia selalu ceria tersenyum kepada pengunjung dibalik make up tebal badutnya tapi saya tahu kalau dia ada rasa sedih, mungkin butuh teman curhat seperti saya, alah…. hahahahahaha… cewek ini membuat saya ingin menulis sebuah cerita tentang nya, nantikan tulisan saya ya.

Setelah puas menikmati sirkus yang singkat tersebut, kami bertiga (saya, riki, dan septian) melanjutkan tontotan eh tontonan ke acara singa. Cantik bos pawangnya, apalagi yang jaga diluar, berseragam hijau army. Mau ya cantik-cantik gitu jadi pawang harimau semarang eh sumatra, bagaimana kalau macan tersebut menggaruk wajahnya, aarrrrrgh… pasti raut wajahnya akan selalu murung saat menatap cermin diatas lemari bajunya. Saya bingung, kenapa para petugas kandang yang berjenis kelamin wanita semuanya cakep-cakep ya?, apakah binatang yang ada ditaman safari ini tergolong pejantan tangguh nan genit? Atau memang dari pihak management nya sangat menyukai keindahan?, itu semua adalah pertanyaan yang gak penting.

Pukul 5 sore kita pulang ke bekasi, sebelumnya seperti biasa akan ada acara belanja belanja oleh-oleh untuk keluarga dirumah tapi acara belanja itu hanya sebuah acara percuma buat saya, dirumah saya tinggal sendirian sedangkan para tetangga biasa beliin saya oleh-oleh dari puncak. Masa saya beliin juga oleh-oleh dari puncak hahahahaha, sayang gak ada yang jual boneka-boneka lucu dan murah buat koleksi saya. Diperjalanan hujan deras menemani kami dijalan, duduk termenung sambil melihat jalanan puncak bogor yang sudah mulai diterangi lampu kota. Saya jadi teringat kekasihku yang berada dirumahnya, malam ini saya tidak kerumahmu sayang, nanti kita rapel malam minggunya di malam minggu berikutnya. Sampai dibekasi pukul 9 malam, perut lapar dan badan bau asam laknat sudah menjadi hal yang biasa selama saya pergi jauh. Sejujurnya saya kurang puas menikmati acara di taman safari karena kelamaan acara formal nya dibandingkan bebasnya, ya namanya juga acara kantor pastinya ada minusnya apalagi gratisan begini, Cuma modal ongkos angkot sama kencing ditoilet umum.

4 thoughts on “Family Day @Safari Park

    Alit HernandeZ said:
    14 Desember 2011 pukul 7:01 am

    perasaan taun lalu ke bali gan

      Tawvic responded:
      16 Desember 2011 pukul 4:02 am

      tahun ini cukup ke safari

    nopednoped said:
    15 Desember 2011 pukul 1:07 am

    Wah… seru” an om

      Tawvic responded:
      16 Desember 2011 pukul 4:02 am

      seru om, tapi ga puas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s