Menikmati Cara Hidup itu Masing-masing.

Posted on

 

Teringat sebuah kisah motivasi tentang beberapa orang yang sedang berkumpul disebuah ruangan dan salah satu dari mereka menyajikan gelas kopi dengan berbagai motif serta model, masing-masing orang mendapatkan secangkir kopi dengan cara satu persatu saat mengambilnya. Cangkir-cangkir tersebut memiliki model yang berbeda, ada yang berbentuk kotak, mug, berhiasan berlian dan memiliki nilai seni yang tinggi namun ada dua cangkir yang memiliki bentuk biasa saja pada umumnya. Kedua cangkir yang memiliki bentuk biasa saja itu lah yang diambil paling terakhir, tetapi tidak beberapa lama seseorang yang memiliki cangkir dengan model biasa saja mengajukan protes untuk menyamakan model cangkirnya karena dirinya merasa tidak menyukai cangkir tersebut akibat melihat beberapa temannya memiliki cangkir bagus.

Dari cerita diatas bisa kita simpulkan kalau tujuan dari kumpul-kumpul tersebut adalah meminum kopi bersama namun terkadang kita lupa akan tujuannya sehingga lebih fokus terhadap yang bukan menjadi tujuan. Apapun cangkirnya, rasa kopi yang berada dimasing-masing cangkir adalah sama-sama nikmatnya. Inilah yang dinamakan rasa syukur, apapun bentuk gelas atau cangkir tersebut jika isinya nikmat pasti tidak akan mengurangi rasa enaknya walaupun gelas tersebut bermahkotakan intan berlian. Dikehidupan nyata, banyak orang yang rela menggunakan waktunya lebih dari aktifitas normal sehingga pola makan serta kesehatannya terganggu demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Sebagai contoh kita melihat tetangga rumah kita memiliki mobil BMW kelas terbaru sehingga kita muncul perasaan iri dan tersaingi, untuk itu kita bekerja dengan begitu keras sehingga bisa membeli mobil yang lebih hebat dari milik tetangga namun apa yang terjadi, tubuh kita menjadi menurun fitalitasnya hingga akhirnya kita hanya bisa tiduran didalam rumah akibat rasa lelah dan penyakit kronis dari hasil kerja yg terlalu berat. Padahal tujuan kita ingin menikmati hidup dengan apa yang kita inginkan.

Ada juga sebuah keluarga yang hampir berada didalam kehancuran akibat sang suami terlalu sibuk bekerja demi kehidupan yang lebih baik namun perhatian keluarga tidak dia hiraukan sehingga ia tidak sadar jika dia sudah berkeluarga dan keluarga itu butuh perhatian dari dirinya. Hasilnya apa?, semua yang ia inginkan dari segi harta bisa diwujudkan namun dari segi batin dan cinta, ia tidak mendapatkan apa-apa. Padahal tujuan hidup bukanlah mati-matian mencari harta tetapi bagaimana kita bisa menikmati hidup dengan cara sederhana dan bermanfaat.

Seseorang tidak akan merasa puas jika salah mengartikan tujuan hidupnya, tidak pernah bersyukur atas apa yang ia dapatkan sehingga pikiran menstimulasi dirinya untuk terus mencari kebahagiaan batin. Harta, jabatan dan cinta merupakan sebuah media yang bisa menyalurkan kebahagiaan kita didunia. Keinginan berlebih hanya dapat mengakibatkan kita lupa akan kenikmatan hidup, membuat kesederhanaan agar bisa dinikmati. Tuhan menyuruh kita untuk tetap selalu bersyukur agar kita merasa dicukupkan oleh rejeki yang Tuhan berikan. Manusia akan menjadi tamak jika tujuan hidupnya hanya menyempurnakan hartanya tanpa mau mencukupi sisi batinnya dengan kebahagiaan melalui rohani ataupun rasa syukur.

Banyak cara untuk menikmati hidup ini, tanpa perlu harta yang banyak dan juga kemewahan, semua itu hanya pinjaman dari Allah semata. Perbanyaklah harta untuk membantu saudaramu, bukan perbanyak harta tetapi hanya menjauhkan dirimu dari saudara-saudaramu. Saya menyukai hidup yang sederhana, arti sederhana yang saya miliki bukan menolak rejeki yang Allah berikan namun bagaimana saya memanfaatkan rejeki itu untuk kita syukuri dan dimanfaatkan dalam kebaikan niscaya Allah akan menambahkan nikmat yang tanpa diduga-duga.

Jauhi iri hati itulah yang terpenting, jangan melihat tetangga atau kerabat memiliki apa yang tidak kita miliki karena semua itu adalah rejeki masing-masing. Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan memberikan apa yang tidak kita butuhkan. Terkadang manusia membeli apa yang tidak mereka butuhkan, seperti beli mobil 3 tapi yang dipakai Cuma satu atau bahkan dipakai kalau hanya liburan saja hehehehe itu sih tetangga depan rumah saya. Hasilnya adalah kelimpungan karena membayar pajaknya, spare partnya dan lain sebagainya. Jika kita ingin membeli sesuatu berupa harta, yakinkan kalau benda tersebut akan membantu aktifitas kita dijalan yang benar bukan untuk bermaksiat atau kejahatan.

Saya menyukai hidup yang sederhana, saya tidak berkeinginan untuk mempunyai rumah sebesar istana, mobil dengan kemewahan abad ini atau istri yang cantik bagaikan bidadari dari pulau khayangan. Saya hanya ingin menikmati hidup dengan apa adanya, saya tidak mau pusing dengan ke khawatiran akan dirampok, bayar pajak sana sini dan lain sebagainya. Saya pun menjadi tahu kenapa seorang petani lebih sehat dibandingkan seorang manager dengan gaji besar, tidak perlu jauh-jauh mencari siapa, contoh saja ayah saya, dari segi penghasilan sebenarnya ayah bisa beli apa yang dia inginkan namun dia lebih suka kesederhanaan dan keringanan. Setelah ayah pensiun, ayah menikmati masa tua nya di sebuah perumahan kecil dengan sawah serta perkebunan dan ternak, aku melihatnya sangat bugar dan segar bahkan lebih sehat dari saat ia masih bekerja sebagai manager supervisor diperusahaan astra.

Nikmati hidup dengan kesederhanaan dan jangan pernah melihat rejeki orang orang lain kecuali itu dijadikan sebuah motivasi untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik dan bukan sebuah pemaksaan batin untuk menyainginya. Orang sukses berawal dari kesederhanaan, sedangkan orang yang gagal berawal dari keserakahan serta ketamakan. Jadilah pribadi sederhana yang nantinya banyak memberikan manfaat besar bagi kehidupan bermasyarakatan dan agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s