Angkutan Umum

Posted on

Pemerintah sedang menggalakan para penduduk negara Indonesia untuk sama-sama meninggalkan kendaraan pribadi lalu menggunakan angkutan umum, menurut pemerintah jika menggunakan angkutan umum, jalanan ibukota menjadi lancar dan pasokan minyak bumi akan hemat, tapi apakah kenyataannya masyarakat mau diajak untuk menggunakan angkutan umum?, jawabannya adalah “ya saya mau” namun itu pun terpaksa karena tidak memiliki kendaraan pribadi dan sedang berhemat mengumpulkan duit untuk membeli kendaraan pribadi.

Angkutan umum lebih dikenal dengan angkot, baik berupa mobil mikrolet kijang hingga yang berbentuk bis besar dengan daya angkut lebih banyak dan lebih kaya akan aroma manusiawinya.  Saya sendiri kurang begitu suka dengan angkot, walaupun sebenarnya sewaktu-waktu saya membutuhkan angkot, itupun kalau daerah yang saya tuju tidak ribet dan tidak bergonta ganti angkot, alasannya?, capek. Yang saya senangi dari naik angkot adalah saya bisa bertemu dengan wajah-wajah yang berbeda disetiap daerah, supirnya pun setiap hari berbeda-beda dan tak jarang nemuin cewek yang bening-bening sehabis pulang sekolah atau berangkat kerja. Tak jarang juga yang saya temui suasananya kelam, angkot berisi abang-abangan dengan wajah garang dan bau ketek yang menyengat sehingga saya ingin sekali memasukan botol axe ke hidung, tatapannya pun sanggup membuat saya teringat dengan isi dompet.

Angkot di Indonesia, terutama didaerah ibukota (apalagi Bekasi) bukanlah sebuah kendaraan yang nyaman dan aman. Beberapa fenomena didalam angkot bisa saja terjadi, seperti pencopetan, pencurian, hipnotis, hingga pelecehan sexual, Alhamdulillah saya belum pernah mengalami kesemuanya itu, amit-amit kalau saya harus dilecehin oleh sesama pria. Lebih tidak asik lagi kalau harus berhadapan dengan pengamen jalanan yang suka sekali mengamen didalam angkot hanya bermodal telapak tangan serta suara sember. Tidak sedikit penumpang mengeluh bila dihadiri pengamen angkot, bukan karena ketidak kreatifan mereka dalam mengolah nada namun ketidak sopanan yang tidak mereka jaga terhadap beberapa penumpang. Ketika mereka bernyanyi, saat itu juga aroma mulutnya akan merusak saluran pernapasan penumpang yg dekat dengan pengamen tersebut, baunya lebih sering bau minuman keras tapi sedikit sekali yang berbau aroma alami jigong. Suaranya bisa bikin otak memikirkan pengamen tersebut kenapa tidak berdiam saja karena diam lebih baik daripada harus bernyanyi serak. Sudah selesai?, belum!! Karena mereka akan menagih uang receh yang mereka maksud sebagai honor mereka bernyanyi, jika ada yang ngasih dia akan diam saja namun jika tidak ada yang memberi ya siap-siap saja kata-kata tidak senonoh keluar dari mulutnya, seperti mengumpat kepada takdir.

Sekarang saja tindak kriminal didalam angkot semakin meluas, berawal di bogor, lalu ke Jakarta dan nantinya dikota-kota lainnya. Kejahatan di angkotpun hanya dua macam, perampokan dan pemerkosaan, sebenarnya kejahatan seperti pemerkosaan di angkot sudah lama terjadi. Masih ingat di memori cadangan otakku kalau dulu ada kasus pemerkosaan siswi putri pesantrennya AA Gym yang kalau gak salah sampai meninggal didalam angkot laknat tersebut. Sekarang kembali booming kejahatan itu terjadi, entah siapa lagi yang akan menjadi korbannya, yang pasti wanita lah yang akan jadi korbannya. Saya akan jijik kalau ada cowok diperkosa abang-abang angkot dan menjadi headline di media massa, jangan dibayangin gan, bisa-bisa ente gak masuk kerja.

Itulah alasan beberapa orang yang lebih baik menaiki kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum, walaupun kendaraan yang mereka gunakan termasuk boros bahan bakar dan mahal namun kalau soal kenyamanan dan keamanan sudah dipastikan mereka dapat. Saya juga demikian, kalau dirasa tidak pede menggunakan angkot, saya lebih baik naik kendaraan pribadi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Tidak selamanya naik angkot itu nikmat, apalagi jarang saya temui ada angkot yang nyaman seperti naik kendaraan pribadi (kecuali taksi). Jika harus bergonta ganti angkot pun rasanya menjadi lebih mahal dibandingkan saya harus naik motor dengan resiko nyawa melayang (keadaan jalan raya membuat motor seperti kendaraan medan perang). Saya juga harus menyiapkan tambahan recehan untuk menutup mulut busuk si pengamen, apes banget kalau yang lainnya ngasih duit tapi saya tidak ngasih, pasti pengamen tersebut bakal mencak-mencak saya layaknya Banaspati yg memarahi Arjuna.

Persoalan angkutan umum tidak akan pernah selesai kalau pemilik, supir dan benalunya (pengamen, kang sumbangan dan pengemis) bisa sadar diri. Masyarakat umum sebenarnya mau naik angkutan umum, tanpa harus disuruh mereka pun akan dengan senang hati naik umum jika…

  1. angkotnya tidak ngetem, pemerintah harus membatasi jumlah mobil angkot karena angkot sama penumpang lebih banyak angkotnya.
  2. sistem trayek dan setorannya harus diperbaiki, banyak cara licik yg angkot gunakan dengan berpura-pura mobil mogok dan tidak mengembalikan uang sesuai tarif.
  3. kendaraan angkot perlu dibenahi, tempat duduk kurang nyaman tidak masalah, asalkan tidak mogok ditengah jalan apalagi bising.
  4. haramkan angkot dari penggangu eksternal seperti pengemis, pengamen dan tukang sumbangan.
  5. angkot-angkot yang berlebih dialihkan ke tempat-tempat yg belum tersentuh atau jarang angkutan umum, istilahnya imigrasi angkot.

Sebenarnya banyak juga keinginan masyarakat terhadap angkutan umum namun inti dari keinginan mereka adalah para supir angkut ramah dan membuat penumpang nyaman serta aman. Yah… terkadang nafsu sesaat membuat penyesalan seumur hidup dan kerugian terhadap orang lain, kita pun sadar kalau mereka para supir angkot bukan orang yg biasa hidup enak dengan istilah apa aja ada. Tidak semua supir angkot itu berhati batara karang, tidak sedikit pula yang memiliki perasaan dan hati seperti malaikat (malaikat isroil). Semoga saja 20 tahun kedepannya, tidak ada lagi kejahatan diangkut, tidak ada lagi angkot yang ugal-ugalan sehingga membuat kecelakaan yg fatal. 20 tahun kedepan malah lebih banyak yg punya kendaraan pribadi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s