FAREWELL (Perpisahan yg tak perlu ditangisi)

Posted on

 

Di dalam dunia pekerjaan pasti ada seorang kerabat atau partner yang resign secara tiba-tiba maupun terencana, sadar gak sih kalau rata-rata orang-orang kantor khusunya cewek pada menangis saat orang yang resign tersebut berpamitan?. Sebenarnya agak aneh juga melihatnya, seperti orang tersebut akan pergi berperang dan keberuntungan hidup di baku tembak hanya 10%. Padahal kalau disadari perpisahan rekan kantor itu tidak seperti perpisahan kematian, tanpa perlu kita tangisi sampai air mata turun membasahi pipi namun kita cukup memberikan dia support serta dukungan agar teman kita itu semakin semangat meniti kariernya.

Saya sendiri belum pernah menangis saat ada perpisahan rekan kerja, pikiran saya saat itu adalah dia tidak pergi kemana-mana hanya menghilangkan kegiatan ditempat yang sama dengan tempat saya berada tiap pagi hingga sore petang. Saya hanya merasa kehilangan candaan, tawa serta obrolan dengan dirinya disaat jam istirahat kerja, padahal saya masih bisa bertemu dia di lain waktu dan tempat. Saya juga pernah sedih waktu partner kerja saya memutuskan untuk hengkang dari tempat kita bekerja untuk mencari pekerjaan lainnya, saya sedih karena saya akan mengerjakan pekerjaan dia untuk sementara waktu sampai ditemukannya pengganti dirinya, itulah kesedihan saya dan bukan sedih karena dia akan keluar dari perusahaan.

Pada tanggal 20 Sept 2011 kemarin, teman saya bernama Andre memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencari pekerjaan lainnya sesuai dengan keinginannya, berita yang tidak mengejutkan ini sebenarnya sudah tercium oleh saya sejak lama, bahkan dia curhat mengenai keluh kesah bekerja dikantor saya. Saya hanya bisa menasihati dia untuk bersabar dan mencari pekerjaan yang siap menampung dirinya, khususnya yang memiliki katering karena daya tampung perutnya untuk makan sangat besar sehingga satu piring saja tidak cukup. Ah… sudah tidak ada lagi mata genitnya yang ketika melihat saya langsung kedip-kedip genit layaknya cowok cacingan, gak ada lagi yang jajan biskuit better dikantir atau selai olai lalu membagikannya keteman-teman sebelahnya dan gak ada lagi yang curhat kebingungan cari tempat buat “………..” sama ceweknya.

andre yang pake baju biru

Demi menghormati kepergiannya serta memberinya semangat millenium, maka kami selaku team marketing memberikannya sebuah kenang-kenangan berupa kancut rider anti bakteri dan anti slip berwarna putih dengan tanda tangan serta tulisan motivasi dari para sahabat-sahabat Andre dikantor. Hadiah kenang-kenangan ini sangat-sangat teramat brilian karena sebuah kancut itu identik dengan Andre yang memang dijuluki PK (penjahat kelamin). Hati saya sampai terenyuh waktu Ci Lili membuka plastik yang didalamnya ada seonggok celana dalam putih merk Rider untuk diberikan tanda tangan, sekali lagi saya ucapkan “Kancut Anti Bacteria” artinya kancut ini tidak perlu dicuci karena bakteri yang menggumuli kelamin akan mati, bahkan sangat cocok buat bungkus borok, luka dan terkena virus sehingga badan demam serta perlu dikompres dengan kancut tersebut.

 

kenang-kenangan terindah...

Acara perpisahan di restoran Ta Wan, diboking oleh istri dari seorang pelatih fitnes saya yang bernama miko. Acara cukup meriah dengan dihadiri para pengunjung yang sedang makan di restoran tersebut, saya sendiri agak canggung menikmati sajian direstoran tersebut karena pelayan dari resto BMK sebrang Ta Wan melihat saya dengan penuh kenakalan, ini menjadi bukti betapa uniq nya wajah saya sehingga dirinya menjadi seperti itu (gak penting sih). Pada saat penyerahan hadiah kenang-kenangan, terlihat jelas wajah andre yang tersipu malu bagaikan seorang gadis mendapatkan sepucuk surat cinta dari kepala sekolahnya. Matanya berbinar hampir menitikkan air mata, saya memahami karena hal seperti ini baru ia rasakan dan alami, tidak seperti saat dia resign dari kantornya yang lama karena tanpa seremonial ataupun makan-makan, hanya mendapatkan gaji terakhir dan ucapan terima kasih.

 

tersipu malu....

Belum lengkap kalau kita-kita tidak foto bareng si Andre selaku mantan model dari manado yang karirnya hancur karena wartawan memberitakan dikoran manado secara lebay. Saya sendiri sangat berterima kasih buat Andre yang selama hampir setahun menemani saya bekerja membantu serta memberikan banyak masukan terhadap kerjaan walaupun sebenarnya saya yang lebih banyak memberikan motivasi buat dirimu. Maaf juga kalau saya sering memanfaatkan ketampananmu untuk menyelesaikan tugas kita diluar karena cewek paling gampang di negosiasi jika lawan bicaranya tampan dan tidak kurus kering seperti kadal padang pasir.

 

tak bisa berkata-kata, shock....

Semoga untuk kedepannya lu semakin sukses, cepet nikah bukan cepet kawin (bisa gak puas cewek lu ndre) dan tidak melupakan sahabat-sahabat kita yang ada di Bekasi dan sekitarnya. Eh tau gak sih lu ndre, kalau lu adalah orang pertama yang saya bahas di blog ini hahahaha….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s