Bakso TKM

Posted on Updated on

Mungkin bagi masyarakat kota Purworejo khususnya di desa Banyurip, warung bakso TKM bukanlah tempat yang asing bahkan dengan lantang mereka akan berucap inilah warung bakso yang paling ramai diantara warung bakso lainnya. saya sendiri merasa cukup terheran-heran, ketika saya pulang ke kampung orang tua di hari biasa saja warung bakso ini ramai pengunjung, apalagi jika sedang di hari libur lebaran seperti kemarin?, wah jangan ditanya deh. Para pembeli yang ingin mencicipi semangkuk bakso tersebut harus mengantri paling cepat 15 menit untuk menikmati semangkuk bakso sapi TKM, namun jangan mengeluh jika harus memesannya untuk dibungkus dan dimakan dirumah, dijamin waktu antriannya lebih lama lagi.

Warung bakso ini sudah ada sejak lama kira-kira sudah hampir 10 tahun berdiri namun awal-awal berdirinya tidak begitu ramai dan hanya bertempat seperti gubuk kayu, sekarang tempat ini sudah berubah drastis, bangunan rumah yang sederhana dengan halaman teras lebar dijadikan tempat makan bakso yang tidak pernah sepi pengunjung. Sudah hampir 5 tahun saya tidak mencoba bakso tersebut, rasa kangen dan penasaran menuntut saya keluar mala-malam menuju warung bakso sapi TKM tetapi ramainya belum juga usai, saya harus mengantri untuk mendapatkan tempat. Setelah mendapatkan tempat, saya langsung memesan 2 mangkok bakso untuk saya dan kakak saya, tak lupa memesan untuk dibungkus sebanyak 5 bungkus. 15 menit kemudian 2 mangkok tersaji dimeja saya, langsung saja saya lahap semangkuk bakso itu habis dalam waktu 10 menit.

keadaan saat lumayan sepi

Porsi baksonya memang hanya berisikan 4 butir bakso kecil-kecil sebesar kelereng dan sebutir bakso ukuran bola beikel. Tekstur baksonya memang enak, kenyal dan tidak ada bau obat seperti formalin namun olahan dagingnya kurang banyak sehingga lebih dominan gurih dari bumbu bakso tersebut. kuahnya cukup gurih walaupun rasa kaldunya tidak berasa karena terlihat dari kuahnya yang tidak begitu berminyak. Mie bihunnya mengecewakan, seperti memakan mie spageti dari tebung beras, tidak kenyal malah cenderung patah selain itu sedikit banget mie nya. Menurut saya pribadi sih ya lumayan untuk jajanan seharga 6000 rupiah (padahal kata sepupu saya harga nya 5000, mungkin lagi lebaran naik 1000).

Kalau saya lebih mendingan menambahkan 2000 rupiah menjadi 8000 sudah mendapatkan bakso urat komplit di tip top pekayon jaya, itu juga sudah kenyang. Kalau bakso TKM porsinya sedikit jadinya saya seperti mengemil dan bukan sedang makan berat. Sejam kemudian bakso pesanan saya untuk dibawa siap untuk dibawa, lama banget ya, soalnya stand bakso yang untuk dimakan ditempat sama dibungkus dipisah dan lebih banyak orang yang memesan bakso untuk dibawa pulang. Kelemahan dari warung bakso ini adalah pelayanannya :

–         tidak mengingat pesanan pelanggan

–         peracik baksonya lebih senang dagelan sendirian sehingga menjadi lama

–         tidak fokus, lagi ngeracik bakso tau-tau ngambil kembalian.

–         Tidak gesit dan terlihat santai banget dalam berjualan.

–         Tidak menawarkan minum dan pelanggan harus memintanya sendiri.

Belum mencoba warung bakso ditempat lain, padahal banyak lho warung bakso ditempat yang lainnya namun sepi banget pengunjungnya, malah kata ayah saya ada warung bakso yang bangkrut dan sampai ngejual rumah gara-gara ingin bersaing dengan bakso TKM.

TKM mungkin artinya : Tikungan Maut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s