Digital Marketing 2011

Posted on

Akhirnya menikmati training yang dibiayai oleh kantor dan my boss Mami Phie Phie, training yang di berikan kepada saya adalah Digital Marketing dan diselenggarakan di sebuah hotel JW. Marriott Mega Kuningan. Walaupun terkena macet 2.5 jam lebih dan muter-muter disekitaran mega kuningan, akhirnya sampai juga di lokasi, bagi yang sudah mengenal saya, nyasar adalah sebuah pemantap seorang tawvic berjalan-jalan di Jakarta. Menurut undangan sih jam 9 sudah dimulai acara trainingnya, sedangkan saya baru sampai marriot jam setengah 10 lewat sedikit.

Sesampainya diparkiran, saya langsung berjalan melewati beberapa securty check, badan saya digeledah semua takut membawa sendok dan garpu dari luar hotel. Setelah lulus cek ketampanan, saya langsung mencari meja registrasi, disana sudah berdiri my boss menanti saya datang dengan muka kusut akibat menjadi korban kemacetan jalanan jakarta, “saya sendiri jadi bersyukur rejeki saya ada di wilayah cibitung, bukan dijakarta” hatiku bergumam. Setelah register undangan, saya langsung masuk kedalam ruangan dan acara pun baru saja dimulai, pas sekali timingnya.

Duo MC menyambut para tamu undangan yang telah memenuhi ballroom Mutiara, cukup ramai juga yang datang sampai-sampai harus meminta kursi tambahan untuk tamu yang belum mendapatkan tempat duduk. Tak lama sang MC memanggil Bapak Handi irawan selaku Frontier, Pak Handi menjelaskan jika Internet/online merupakan media yang penting dan sering dicari oleh penyuka dunia maya untuk membeli barang atau menjual barang. Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, Market Online semakin tumbuh berkembang akan tetapi daya tarik masyarakat secara luas masih rendah dibandingkan dengan negara lain yang memiliki persentase tinggi terhadap Market Online. Saya sendiri menyadari jika masyarakat Indonesia masih jarang membeli barang dengan cara online sehingga para pemilik produk masih kurang tertarik memasang iklannya di dunia maya dan hanya tertarik secara penuh terhadap penawaran melalui media televisi dan media kertas.

Tidak seperti negara lain yang sudah menganut sistem Digital Marketing, banyak produk-produk dari negara lain memiliki iklan didunia internet dan mendapatkan benefit yang luar biasa dibandingkan harus beriklan melalui media televisi atau koran. Apalagi konsumsi pengguna internet pada tahun terakhir ini semakin meningkat secara perlahan seiring dengan munculnya beberapa gadget atau hape yang mampu memberikan fasilitas online secara mudah. Pengguna internet sendiri pun tidak hanya dari kalangan atas melainkan masyarakat tingkat menengah kebawah sudah bisa mengakses segalanya melalui internet, sangat disayangkan jika dunia maya tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk market sehingga masih banyaknya masyarakat mencari produk dengan cara menunggu iklan televisi dan info dari majalah.

15 Speaker atau pembicara diacara tersebut membagi cara untuk membuat market dalam Digital marketing, seperti yang disampaikan oleh Bapak Hasnul Suhaimi (XL Axiata) dan Mr. Eric Meijer (Bakrie Telecom) “Mr. Eric ternyata bisa berbahasa Indonesia dengan penuh humor, saya kira akan berbicara dengan logat UK seperti Mr. James dari Google Asia”. Kedua bos-bos telekomunikasi tersebut mengajarkan kita untuk memberikan informasi produk dimanapun dan kapanpun selagi ada kesempatan dengan berbagai cara seperti SMS, Email, Website maupun lainnya. ternyata provider seluler menyukai gaya memberikan info produknya melalui 2 Cara (ini pendapat saya saja), pertama dengan cara tersembunyi, dan yang kedua dengan cara terang-terangan. Coba sadari betapa banyaknya sms masuk ke inbox yang berasal dari provider kartu seluler dan menawarkan I-Ring, info diskon dan produk mereka, sungguh menggangu namun ternyata efektif untuk beberapa kalangan. Ada juga yang melakukannya secara sembunyi tanpa disadari, saat saya mengecek pulsa, pasti ada kalimat tambahan selain kalimat yang menyebutkan jumlah pulsa saya, kalimat tersebut adalah iklan dari provider. Paling saya kurang suka itu sms yang berisikan I-Ring berhadiah jutaan rupiah dan sms Mama minta pulsa (memang bukan dari Provider, tapi dari orang dongo yg meminta pulsa gratis).

Baru kali ini saya melihat 2 provider yang berbeda kelas duduk satu tempat tanpa adanya sindir-sindiran, tidak seperti iklannya yang kesemuanya saling sindir. Jam 1 siang para tamu undangan diberikan waktu untuk istirahat selama kurang lebih satu jam, dan nantinya dilanjutkan dengan pilihan 2 kelas training yang berbeda, kelas pertama mengenai digital marketing sedangkan yang kedua merupakan kelas tentang pembahasan games dan mobile. Berhubung nanti saya akan mendapatkan job baru tentang digital marketing namun fokus di mobile and games, akhirnya saya memutuskan untuk memasuki kelas Games and Mobile, walaupun di kelas digital marketing saya sempat duduk diantara cewek cakep, saya sampai sempat lupa jika sedang berpuasa dan kembali teringat ketika cewek tersebut mengunyah permen relaxa.

Peserta di kelas games and mobile application memang tidak terlalu seramai dikelas sebelah yang antusiasnya cukup banyak, mungkin karena masih banyak yang tidak tertarik dengan market yang diselubungi oleh games. Dikelas ini dihadiri oleh 4 pembicara yang pertama adalah Erick Rivai dari Jatis Mobile, kedua dari Agata Mobile adalah Steven, ketiga dari perwakilan Nokia yaitu Ary Fadil, dan yang keempat adalah Ricky Suhendar selaku pemegang kunci dari games Ionopolis Pocari Sweat. Agak mengantuk saat perwakilan dari agata mobile menjelaskan tentang mobile secara luas karena yang dibicarakan lebih ke arah curahan hati kalau dia jomblo dan belum laku-laku, sempat tertidur beberapa detik mendengarkan curhatan dia yang bekerja sebagai pembuat games dengan gaji yg lumayan namun masih saja jombol (dia curhat ditempat yg salah).

Dalam kelas ini saya mendapatkan pengetahuan tentang strategi marketing dalam melakukan promo produknya melalui berbagai macam permainan mulai dari menggunakan sms, Secret code, Fantastic 8, dan Lucky Shop. Kesemua itu merupakan strategi marketing untuk memanjakan konsumen dalam hal pembelian produk, saya tertarik untuk membuat sebuah promo bernama Fantastic 12 di tahun 2012, dimana produk perusahaan saya diberikan diskon besar pada tanggal 12 Bulan 12 tahun 2012 dan waktunya hanya berlaku sampai jam 12 siang. Ya itung-itung buat para masyarakat yang penasaran dengan produk perusahaan tempat saya bekerja dan bisa mencobanya dengan harga diskon sebesar 12%, mungkin sekaligus untuk menyambut end of the day (entahlah…).

Dari perwakilan Pocari Sweat juga mengajak para peserta training untuk membuat games yang lucu dan menarik hati calon konsumen untuk memainkannya. Strategi ini sangat ampuh di negara jepang dan kebanyakan games-games untuk konsumen tidak terlalu mencolok membawakan nama produknya tetapi pihak konsumen tahu betul jika games tersebut merupakan milik dari perusahaan produk. Sebagai contoh games yang sempat menarik perhatian saya yaitu ionopolis milik Pocari Sweat, para pemain akan mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan hadiah yang menarik dan produk tersebut. kalau dilihat tahun ini, Pocari Sweat merubah strategy nya dengan membidik para pecinta sepeda seperti Fixy, Low Rider dan bike mania. Apalagi brand ambasador nya mengambil dari para model-model cewek ke jepang-jepangan (padahal warga keturunan) karena sekarang sedang trend film jepang dan korea. Mantab juga triknya pocari dalam hal membidik konsumen yang rata-rata berusia remaja, saya sendiri harus berfikir bagaimana caranya membuat image produk dari perusahaan melekat pada pikiran anak-anak muda. Sebuah pekerjaan rumah yang membutuhkan inspirasi serta banyak menjelajahi perusahaan lain untuk mengetahui cara mereka membuat promosi serta market yang unik.

Setelah selama kurang lebih dua jam mengikuti kelas games and mobile, semua peserta kembali di istirahatkan untuk melakukan coffe break atau beribadah solat Ashar. Setelah istirahat, sesi training dilanjutkan kembali dengan menghadirkan 4 bintang tamu yang sudah ditunggu-tunggu dari setadi. Saya memang sangat pengen melihat Raditya dika dan agan Andrew Darwis, ternyata Bang Dika orangnya kecil banget dan mirip sama kambing jantan yang hobi banget lompat-lompat kesana kemari, mungkin karena banyak yg gemar atau fans sama bukunya, sampai-sampai ada beberapa peserta yang mukanya dimirip-miripin raditya dika lengkap dengan kacamata tebalnya. Bang Dika sharing tentang blognya yang sukses melejitkan namanya di hati para remaja alay, sehingga dirinya bisa menjadi seorang bintang yang berasal dari dunia maya namun tidak sampai harus joget-joget bernyanyi lipstink.

Agan Andrew Darwis menjelaskan fenomena FJB di kaskus nya, lucu juga mendengarkan gaya bicaranya si andrew yang agak cadel dan sesekali membuat guyonan khas kaskuser, kalau ane bawa laptop dah ane cendolin si mimin satu ini (padahal kagak bisa ID mimin di cendolin). Para peserta lebih banyak bertanya kepada Andrew Darwis, mungkin fenomena penjualan online melalui Kaskus sedang booming ya walaupun kita harus waspada terhadap seller yang tidak baik gelagatnya. Saya sendiri sering banget belanja dikaskus karena tidak memakan biaya lebih dan waktu, apalagi barang-barang yang dijual di kaskus bervariatif dan bisa dibilang apa aja ada, sampai sendal jepit dan kolor second saja bisa dijual (penasaran siapa yang beli ya?).

Fira Basuki dan Enda Nasution hanya memberikan pengalamannya menjadi seorang penulis dan akhirnya bisa membawakan rejeki untuk mereka. Seperti mbak Fira Basuki yang saat ini menjadi pemilik majalah cosmopolitan dan active social media. Padahal saya juga merupakan aktifis penyuka media sosial, mulai dari facebook, twitter, foursquare, wordpress, kaskus dan berbagai macam model media sosial lainnya. saya baru tahu kalau ada orang bernama Enda Nasution yang dinobatkan sebagai Ayahnya Bloggers, ehm… kenapa saya baru tahu padahal saya sudah ngeblog dari tahun 2007 dengan berbagai platform namun baru aktif secara manusiawi pada tahun 2009-sekarang.

Inti dari training ini adalah bagaimana perusahaan mengetahui berapa persen pemilik gadget yang memanfaatkan sosial media dan mengatur strategi untuk melakukan market pada dunia maya. Setiap perusahaan harus sama-sama bangkit menggalakan Digital Marketing untuk melakukan penjualan serta promo, hal ini dinilai sebagai kekuatan yang efektif buat meningkatkan penjualan. Indonesia memang cukup tinggi nilainya dalam hal pecinta gadget (BB, Iphone, Ipad, Android dan lainnya) namun sangat rendah dalam hal pemanfaatan serta pengaplikasiannya. Justru negara luar yang sedikit pecinta gadget tetapi bisnis online nya sangat tinggi, terbukti jika di Indonesia masih banyak yg tidak mengerti tentang barang yang mereka beli itu untuk apa dan penggunaannya hanya sebatas aplikasi facebook dan twitter (miris…).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s