aku pernah menjadi yg ketiga

Posted on Updated on

Ketika aku menjadi sebuah penyimak setia hubungan kalian, aku seperti penonton drama yg penuh emosi, sedih, pilu, bahagia akan serta merta terasa. Aku begitu menyukaimu, tawamu meringankan beban hidupku dan senyum mu mencairkan suasana hatiku yang galau. Aku mulai melihatmu unik saat dirimu bermain-main dengan seekor kucing dilapangan hijau saat kampus kita sedang ada pertandingan sepak bola. Lebih baik, aku tidak usah bercerita darimana aku mulai merasakan dirimu menjadi seperti cermin yg tidak membiaskan bayangan.

Saat kamu pilu dan membutuhkan seseorang pria yang bisa membuatmu nyaman, aku lah yang kau tunjuk. Aku pun tahu jika aku kan menjadi orang yg ketiga, namun aku iklas karena aku ingin membuatmu bahagia dibalik semua drama percintaan dirimu dengan dirinya. Selama 1 minggu aku menjadi pria yang ketiga, menelan segala keluh kesahmu dan meracik humor untuk senyum bahagia melupakan kekecawaanmu dengan dirinya. Tetapi aku sadar atas apa yang aku lakukan, aku salah dan aku pun khilaf. Aku menjadi bom waktu yg siap meledak ketika dia tahu jika aku menjadi seorang pria ketiga.

Sebenarnya aku ingin menjadi yang pertama bagimu karena aku takut kehilangan pertemanan yang pernah kurajut bersama dia walaupun pada kenyataannya aku tidak merasa rugi jika kehilangan dia daripada aku kehilanganmu. Satu minggu sudah kulewati, aku pun menginginkan kemunduranku tetapi engkau marah bukan kepalang, “jika kamu ingin mendapatkanku silahkan berjuang, aku berharap kamu selalu buat aku nyaman dan semangat menghadapi ini”. Mungkin dirinya takut jika aku mundur hanya akan mengeruhkan suasananya, namun aku tidak akan merubah semuanya yg pernah aku jalani kepada dirinya, tetap pria yang bisa menjadi dewasa dan bermanja-manja serta pemberi nasihat. Aku tidak akan berubah sampai kapanpun karena aku hanyalah aku, bukan seseorang yg labil dan mengikuti naluri perasaan hanya untuk menikmati dramatisir kehidupan.Saat ini dia sudah tidak bersamanya alias jomblo, memang menjadi sebuah berita yang menyenangkan namun di sisi lain hal itu adalah berita yang amat disayangkan karena mereka sudah hampir 4 tahun saling mencintai tetapi tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. Menurut ku ini yang terbaik, daripada dia harus mengejar pria yg tidak jelas mau dibawa kemana hubungan mereka dan tidak mau sama sekali berhadapan dengan orang tua si cewek atas keinginan keseriusan. Toh, si cowok ini juga sudah memiliki pilihan hatinya sendiri tanpa harus diminta si cewek untuk memilih wanita yang lain.

Aku berfikir, jika aku pernah menjadi orang ketiga pada ruang lingkup kehidupan asmara mereka, pasti aku bisa menjadi orang yg pertama menjadi kekasihnya. Aku pun berusaha untuk menjadi seorang pria terbiak yang nantinya bisa serius dengan dirinya. Setiap hari aku sms dirinya untuk memberikan perhatian, sesekali menelponnya hanya untuk mengetahui kabarnya. Namun hal itu sia-sia saja, responnya dingin seolah-olah dia tidak ingin ada diriku lagi sampai detik ini. Pernah suatu hal ia menghubungiku lewat telepon, menanyakan alamat bank syariah dilokasi jakarta timur dan ia pun secara tidak sadar berucap “sayang” kepadaku.

Hati sapa yg tak bergetar mendengarkan satu kalimat itu? , aku pun merasa diberikan lampu hijau tetapi hal itu tidak ia ingat betul kejadiannya, sehingga ia tidak mengakui jika ia pernah berucap sayang kepadaku. Andai ia tahu kalau aku ingin menjadi seseorang yang benar-benar menyayanginya, bukan hanya sekedar menjadi orang ketiga untuk sebagai alasan kenapa hubungan mereka rusak. Sejujurnya memang ada rasa sakit hati akibat merasa tidak dipertanggung jawabkan perasaanku dengannya, aku hanya diterima olehnya cuma sebatas TTm atau pihak ketiga.

Walau begitu, aku tetap bersyukur telah merasakan mencintai dirinya dalam waktu seminggu. Aku ucapkan terima kasih kepada mu “M”, aku telah berusaha sering menolongmu agar aku bisa meluluhkan hatimu tapi kau hanya menganggap aku sebagai sang penolong, bukan sebagai sang pemuja rahasiamu. Mungkin menurutmu aku lebih baik menjadi orang ketiga dibandingkan menjadi orang yg pertama serta menjadi satu-satunya pria yang kau cintai dalam kategori sahabat. Ah… Memang cinta itu aneh, selalu membawa emosi jiwa menjadi tidak menentu dan galau.

Aku tidak akan lagi meminta cintamu, mengajakmu untuk menjalani ini semua secara serius. Aku tahu jika dirimu masih mengharapkan pria yang dewasa dalam segi umur, mapan dan tidak pas-pasan, itu semua impian wanita selain mendapatkan bonus suami dengan wajah tampan. Aku yanh sesederhana ini bukanlah sebuah intan yg berkilau di temaram gelap malam tapi aku seperti lilin yang akan kau butuhkan ketika dirimu mengalami kegelapan. Aku pun merasa jika aku hanya ada jika kamu butuh, sedangkan aku akan menghilang jika dirimu sudah tak kau butuhkan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s