Kiat-kiat menghadapi panggilan kerja

Posted on

kerja, siapa pula yang tidak mau memiliki pekerjaan?, pada hakikatnya manusia membutuhkan yang namanya uang dan manusia memiliki otak untuk berfikir bagaimana caranya mendapatkan penghasilan secara halal. kalau pekerjaan jahat seperti mencuri, jambret dan copet menurut saya tidak memakai otak melainkan hanya memakai insting dan naluri (hewan donk). buat para lulusan baru yang akan menghadapi tantangan dunia kerja, ada baiknya membaca tips dari saya agar saat berhadapan dengan dewan HRD serta melakukan wawancara tidak mengalami kegagalan namun tips-tips saya ini tidak menjamin 100% anda akan berhasil diterima diperusahaan tersebut, tergantung rejeki serta keridhoan sang khalik. tips ini berlaku buat para lulusan baru atau para pencari kerja yang belum pernah sama sekali mengalami hal seperti panggilan kerja atau wawancara kerja oleh pihak perusahaan.

1. Siapkan segala keperluannya
pada malam harinya sebelum kita berangkat untuk panggilan kerja, kita harus menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan perlengkapan pekerjaan seperti kendaraan (apabila memiliki kendaraan), pulpen, pensil, penggaris, berkas-berkas dan sapu tangan (jangan sampai mengelap keringat di baju) serta doa orang tua.

2. Datang 1 Jam sebelumnya
usahakanlah kita sampai di tempat tujuan panggilan kerja minimal satu jam sebelumnya, apabila kita mendapatkan panggilan jam 9 pagi, kita harus berangkat pada jam 7 pagi. hal ini untuk mencegah terjadinya keterlambatan waktu tiba, HRD paling malas menghadapi pelamar yang datang telat dan hal ini merupakan kesalahan fatal para pelamar apabila datang tidak tepat waktu. sedangkan pelamar yang datang lebih awal dari jam yang ditentukan, menunjukkan jika pelamar tersebut sangat tertarik dan serius dengan perusahaan tersebut. kita tidak akan tahu kejadian apa yang akan terjadi dijalan, bisa saja ban bocor, keserempet, bahkan saya sendiri sering nyasar kalau ada panggilan kerja.

3. Merapikan diri
setelah sampai diperusahaan tersebut, kita masih ada beberapa menit untuk menyiapkan diri. kita jangan sampai terlihat kucel apalagi bau karet terbakar, rapikan diri di toilet yang berada dilokasi. hal ini juga bisa sebagai mengecek kebersihan perusahaan, karena perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang menjaga toiletnya tetap nyaman dan bersih.  rapikan rambut dengan cara menyisir dengan rapi, cuci muka agar tidak ada kotoran menempel diwajah dan yang paling penting adalah teteskan mata dengan obat tetes mata apabila mata terlihat merah akibat begadang tidak dapat tidur saking groginya menghadapi hari ini dan terakhir adalah merapikan pakaian. jangan menggunakan parfum yang menyengat, khusus wanita janganlah menggunakan pakaian yang minim, tidak semua cowok akan tertarik dengan benda tak bertulang yang ada didada karena harga diri seorang pelamar pekerjaan akan langsung dinilai oleh pihak perusahaan.

4. Matikan/Senyapkan Alat komunikasi
jangan sampai kita menerima panggilan telepon ketika sedang menghadapi HRD atau pimpinan perusahaan, anggaplah waktu tersebut adalah waktu yang genting dan tidak boleh diganggu oleh pihak manapun agar kita bisa konsentrasi menjawab pertanyaan bapak/ibu HRD. jangan pula melakukan kegiatan sms, telepon, bbm-an, ataupun yang berhubungan dengan telepon disaat kita sedang menunggu giliran wawancara. apabila perusahaan tersebut memiliki buku sejarah perusahaan atau koran, lebih baik kita membaca koran atau buku tersebut dibandingkan kita memencet-mencet tombol henpon apalagi sampai tertawa terbahak-bahak.

5. Hadapi HRD dengan tenang
ketika berhadapan dengan HRD, kita wajib bersalaman sambil mengucapkan nama kita. senyum harus selalu terlukis di bibir kita untuk menunjukkan betapa ramahnya kita kepada orang yang belum kita kenal betul. pergerakan badan kita tidak boleh kaku, anggaplah orang yg ada didepan kita adalah teman lama namun jangan sampai kita banyak bicara ataupun berkata yang tidak sopan. ketika kita ditanya oleh HRD, jangan pernah berucap kata “ah, tidak tahu, ehm apa ya?, gimana ya, apa sih, eeeeh…” jawablah semua pertanyaan yang dilontarkan pihak HRD walaupun jawaban yang kita lontarkan itu salah, yang penting kita sudah berusaha menjawab. atur nafas kita agar kalimat yang kita lontarkan jelas ditelinga HRD dan jangan sampai air liur kita muncrat muncrat sehingga membuat pihak HRD jijik kepada kita. oh iya, karena saya hobi banget nonton film, biasanya saya suka sekali berakting sebagai pelamar pekerjaan sehingga saya lebih rileks dan tidak grogi.

6. Nego Gaji
wah ini hal yang paling penting karena tujuan kita bekerja ya gaji, bukan karena pacar atau gebetan berada diperusahaan tersebut. apabila kita ditanya berapa gaji yang kita inginkan, jangan sekali-kali kita berucap “terserah bapak atau ibu saja”, kebanyakan perusahaan menyukai orang yang memiliki nilai jual, jangan pernah takut tawaran kita terlalu besar namun kita juga harus mesti tahu harga yang pas buat lulusan baru yg belum punya pengalaman bekerja. gaji tiap-tiap perusahaan itu berbeda-beda dan janganlah membandingkan perusahaan tersebut dengan perusahaan lain. gaji awal untuk lulusan baru yang belum mempunyai pengalaman memang terlihat kecil tetapi hal itu akan cepat meningkat seiring dengan kinerja kerja kita diperusahaan tersebut. HRD akan memberikan pilihan, gaji mentok dari hasil tawar menawar atau kita urung melanjutkan niat untuk bekerja diperusahaan tersebut.

selain tips-tips singkat diatas, saya juga berpesan untuk tidak menonjolkan kekayaan yang asalnya dari orang tua kita. kalau memang kita belum pernah sama sekali bekerja, jangan pernah membawa kendaraan roda empat apalagi roda 6, handphone pun jangan sampai menonjolkan tipe-tipe mahal karena kita akan di cap boros dan tidak efisien. jaga tingkah laku kita untuk tidak selalu tertawa terbahak-bahak apalagi merasa sok akrab dengan siapapun karena tidak semua orang menyukai orang yang sok akrab apalagi ketawanya seperti kuntilanak. sepertinya tips-tips dari saya cukup, apabila ada tambahan nanti akan saya tambahkan nanti. tips ini saya tulis berdasarkan pengalaman teman-teman yang berhasil lulus tes wawancara, setiap panggilan kerja itu yang menentukan berhasil atau tidak berdasarkan wawancara bukan dari tes (kalau tes ujian rata-rata cuma pengaruhi kelulusan cuma 20%).

janganlah kita merasa perusahaan tersebut pelit dalam hal memberikan gaji pokok, tapi lihatlah tunjangan serta asuransi yang diberikan serta jaminan kesehatan kita nantinya. lebih baik gaji kecukupan daripada diberikan gaji besar tapi tidak diberikan jaminan apa-apa dan nantinya kita akan ketar ketir ketika menghadapi tagihan rumah sakit, baik kita yang sakit maupun istri kita nantinya (kalau belum punya pengalaman kerja, jangan punya istri dulu deh). selamat mencoba buat para teman-teman serta adik-adikku yang sedang menghadapi dunia kerja. good luck…

One thought on “Kiat-kiat menghadapi panggilan kerja

    ace said:
    27 Juli 2011 pukul 6:53 am

    jangan lupa pasang muka semangat kalo interview ya,,, dan kalo terima telpon dari HR bahasanya jangan sok deket gitu….. (pengalaman)

    paling males gw kalo manggil orang, kalo ngga orangnya speechless, ya sok gaul….fyyuuuh…

    pik mau ngelamar di kantor gw ga ? lagi butuh general manager pantry nih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s