Banyak orang bodoh dijalanan

Posted on

Entah kenapa kalau dijalan naik motor tidak pernah dibawa enjoy, selalu emosi dan was-was berlebihan karena naik motor dijalanan jakarta sama saja dengan mendekatkan diri kepada maut, walaupun kita sudah safety ataupun berhati-hati, tetap saja kita merupakan korban kekejaman jalanan ibukota. Naik mobil juga sama, jalanan tol seakan arena balap, pada ngebut gak tahu aturan dengan seenak udelnya belok sana belok sini tanpa mau menyalakan lampu sein ataupun mengukur jarak kendaraan lain, belum lagi pengemudi yang sinting melibas bahu jalan dengan kecepatan tinggi seperti sedang berada dijalur paling kanan.

Sampai kapan ya orang Indonesia sadar terhadap keselamatannya, seakan-akan nyawa mereka lebih murah dari selonjor tempe dan tidak peduli terhadap orang lain mau nerima atau tidak. Kita yang waras harus banyak sabar-sabar dan extra hati-hati dijalanan, lebih baik mengalah daripada terpancing emosi terhadap kelakuan bodoh driver atau biker dijalanan. Ada beberapa kasus atau kelakuan orang dijalan yang sering saya temui, bikin emosi bahkan nyaris membuat nyawa saya melayang. Paling sering nerima kejadian-kejadian seperti itu dilampu merah, seakan lampu merah adalah sebuah tempat dimana kebusukan orang dijalan akan terungkap dan attitude gak baik akan terbuka.

1. Membunyikan Klakson

Sepertinya tangan orang indonesia banyak yang gatel buat mencet-mencet klakson terutama para pengendara motor, apalagi kalau yang naik aki-aki tua renta dan sejenis tukang ojeg beuuh dalam sekali jalan bisa membunyikan klakson sebanyak lebih dari 100 kali. Saat lampu merah menyala, bukan keheningan atau suara deru mesin standbye yang saya dengar, melainkan suara klakson yang terus-terusan bunyi. Entah latah atau memang mempunyai kebiasaan kalau tidak membunyikan klakson, hidupnya akan hampa?, mereka asik betul tan tan tin tin tanpa berdosa, sehingga membuat saya risih. Belum lagi klakson yang bunyinya kaya kambing sekarat akibat aki soak, masih aja dibunyiin, miris banget deh. Saya aja menggunakan klakson buat hal paling penting didunia, sebagai alat pemberitahuan, pemanggil dan penyapa. Pernah juga saya nemu biker sinting yang membunyikan sirine polisi sambil selap selip kaya tikus dikejar kucing, mungkin dalam pikirannya “widih gw keren banget kan”, dalam hati saya sih “sinting, polisi aja gw cuekin nyalain sirine, ini lagi orang norak sok jadi hansip”. Saya sampai berfikir jika produsen motor bebek (kebanyak pelakunya motor bebek) untuk tidak memasang klakson dan harus beli diluar sendiri dengan harga mahal, kalaupun murah cepet rusak biar jarang mencet klakson. Lagian ngapain klakson-klakson dilampu merah atau sedang macet total?, disangka bisa bikin kemacetan menghilang hanya dengan sekali tekan tombol klakson.

2. Jarak antar kendaraan nempel

Motor saya sering banget di cium dari belakang oleh motor lain, malah saya yang disalahkan karena ngerem mendadak. Ngerem mendadak sih iya Cuma saya melakukan tindakan itu untuk menghindari tabrakan dari depan yang juga ngerem mendadak. Salah belakang saya kenapa tidak menjaga jarak, main nempel seperti sudah yakin dengan rem yang ada dimotor nya bakal memberhentikan laju motor dengan segera. Pernah juga diomelin orang gara-gara pas mobil saya berada ditanjakan, mobil dibelakang saya nempel banget. Pastinya mobil saya akan mundur sedikit jika akan melaju ditanjakan setelah berhenti karena macet, kecuali saya nekat ngegas tinggi agar mobil langsung kedepan tanpa harus mundur kebelakang dulu tapi efeknya mobil jadi boros konsumsi bensinnya. Sering banget kejadian tabrakan beruntun di tol akibat pengendara kurang jaga jarak, ngebut saling dempet-dempetan tapi sekali ada trouble dimobil depan langsung kelabakan berhentiin laju kendaraannya. Kendaraan bermotor terkadang juga terlalu mepet pada kendaraan beroda banyak seperti mobil atau truk, sehingga sering terserempet atau kesenggol akibat jaraknya kurang dijaga, apalagi truk dan bis tidak bisa melihat kondisi sekitarnya secara detail apakah ada motor atau tidak disekitarnya.

3. Pelan di Kanan

Betapa sebalnya ketika ada pengendara lain yang cuek bebek mengendalikan kendaraannya secara pelan dijalur cepat (kanan), inilah salah satu faktor terhambatnya lalu lintas. Entah belum tahu tentang jalur dijalan atau memang orangnya cuek bebek walaupun sudah diklakson ataupun diteriakin tetep aja asik dijalur cepat dengan kecepatan rendah. Terpaksa saya harus mendahului pengendara ini dari kiri, sebenarnya salah banget kalau mendahului pengendara lain dari kiri karena ada resiko kecelakaan. Saat-saat ini truk-truk besar sudah tidak sadar diri, membuat jalanan Tol macet dan tidak tertib, banyak truk pelan berada dijalur kanan, sehingga banyak mobil yang ingin melaju cepat terganggu oleh truk-truk tersebut, belum lagi bila pecah ban dan harus berhenti dijalur tersebut. seharusnya truk-truk berat harus berada dijalur kiri, kalaupun mau mendahului kendaraan yang didepan, harus balik lagi ke jalur kiri sehingga tidak membuat kemacetan apabila terjadi masalah pada truknya. Saya juga pernah hampir kecelakaan gara-gara motor didepan motor saya sedang menyalip bis, salahnya saya adalah mengikuti motor tersebut menyalip, bukannya menyalip dengan kecepatan tinggi, malah santai melewati bis tersebut tidak peduli kalau belakangnya juga ngikutin, sudah saya klakson malah cuek bebek ngasih saya jarak terbatas. Sinting…

4. Headlamp yang menyilaukan

Kondisi jalan ketika malam gelap memang tidak terlalu terlihat, tapi jalanan ibukota saya rasa masih terlihat dan banyak lampu penerangan kecuali jalanan yang berada di daerah perdesaan atau jalur-jalur mudik lainnya dengan penerangan sangat minim. Sekarang banyak mobil-mobil besar mewah menggunakan lampu utama dengan sorot tajam bahkan menyilaukan tak jarang lampu besar atau lampu tembak dinyalakan untuk menyoroti situasi didepan. Buat saya sangat teramat mengganggu, silaunya lampu depan mobil membuat saya kehilangan kefokusan penglihatan seperti orang yang buta sementara. Paling terasa sekali kalau disorot lampu tembak oleh mobil besar ketika kita berada dimobil sedan, karena cahayanya langsung menyorot mata dan merusak pemandangan mata kita ke spion. Justru sangat membahayakan sekali, karena pantulan cahaya ke spion dapat menyilaukan mata bahkan tidak bisa melihat sekeliling kendaraan kita. Buat apa sih menggunakan lampu yang terang benderang, toh kalau masih berada dijalan ibukota tidak banyak membantu tapi malah membahayakan orang lain, bikin kesel dan dongkol. Kalaupun ingin mendahului kendaraan lain, cukup nyalakan lampu seign dan klakson tanpa perlu menyalakan lampu tembak.

5. Spion hanya hiasan belaka

Banyak pengendara kendaraan bermotor yang tidak tahu fungsinya spion, apalagi pengendara roda dua. Spion standar motor banyak yang dilepas atau diganti dengan yang lebih kecil sehingga fungsinya berubah menjadi melihat ketek, bukan melihat keadaan jalan dibelakang. Belum lagi para pengendara bermotor yang menggunakan spion palsu, dari depan terlihat menggunakan spion tapi kacanya tidak ada (hanya untuk mengelabui polisi). Inilah salah satu bukti kurangnya pendidikan safety dan dableknya pikiran orang Indonesia, perusahaan Motor sudah membuat spion dengan begitu detail untuk kenyamanan dan keselamatan pengendara, namun ada aja orang sinting yang mencabut spion dan menggantikannya dengan yang lebih kecil untuk alasan agar bisa lebih mudah selap selip. Lho, saya pun masih bisa nyelip dengan leluasa padahal spion saya besar dan ini sangat nyaman karena saya bisa melihat dengan jelas siapa dibelakang saya. Fungsi spion digunakan hanya sebagai penghias motor saja bagi sebagian pengendara motor dan mobil, ketika belok, selap selip atau pindah jalur, banyak yang tidak perhatikan keadaan terlebih dahulu dan hanya lebih percaya dengan insting, sinting. Apalagi banyak alasan orang pakai spion Cuma buat hindarin tilangan polisi, wah slama ini polisi hanya takut dengan spion ya hehehehe

6. Lampu Seign

Perilaku tidak menggunakan seign saat belok merupakan kasus sering terjadinya saya nabrak motor, walaupun saya nabrak tapi saya merupakan korban karena keseringan yang saya tabrak adalah pengendara motor yang belok tidak memakai seign yang mana saya kira dia akan sejalur dengan saya. Selain itu banyak yang buta arah, lampu seign mengedip kekiri tapi si pengendara berbelok ke kanan, betapa nistanya berkendara dijalan raya karena banyak juga yang tidak mengerti gunanya lampu seign dan buta arah. Saya juga sering menunggu lama masuk ke sebuah gang atau jalanan karena terhalang motor yang melewati jalur kiri, padahal saya sudah menyalakan seign arah gang tersebut namun sepertinya banyak motor acuh dengan lampu seign saya, mungkin dengan pikiran “ah enak aja lu belok, gw nanti telat kalau berhenti nunggu lu belok”. Masuk kedalam gang paling lama juga memakan waktu 3 detik, apa salahnya sih berhenti ?. menggunakan seign juga harus hati-hati, walaupun kita sudah menyalakan lampu seign namun tanpa melihat spion serta sekitar niscaya kita akan mendapatkan masalah karena tidak semua pengendara yang cepat tanggap terhadap kedipan lampu seign bahkan ada yang dengan sengaja cuek angsa tidak peduli kita mau belok atau tidak dengan alasan “nanggung”. Lebih baik kita berhati-hati daripada saat belok tahu-tahu ada yang ketabrak dengan alasan tidak melihat kita berbelok.

7. Menutup Jalur Arah Lawan

Kejadian ini hampir setiap hari saya temui jika kekantor naik motor, jalanan mirip banget seperti sebuah jalur sungai dan motor adalah airnya, apabila ada batu besar (kemacetan) ditengah sungai, secara otomatis air akan menyebar memenuhi ruang yang kosong. Seperti itulah kebanyakan pikiran biker di tanah air, apabila jalur lawan masih lenggang, dengan seenaknya saja masuk dan menumpuk disitu sehingga jalur arah lawan tidak dapat ruang untuk bergerak sama sekali akibat tertutup oleh pengendara motor, kalau pengendara mobil lebih sering yang melakukan hal ini adalah angkot. Kejadian parah waktu saya pulang kantor dan melewati jalur kalimalang Cikarang – Bekasi, saat itu arah saya sedang macet tiba-tiba karena ada perempatan ramai dengan kendaraan roda empat. Saat arah saya sedang macet, perlahan tapi pasti motor-motor seenaknya mengisi ruang jalur lawan arah yang saat itu sepi karena sedang menunggu giliran lewat. Makin lama motor makin menumpuk di arah lawan sehingga kemacetan malah menjadi-jadi akibat arah lawan tidak bisa lewat terhalang oleh para pengendara roda dua. Selama lebih dari setengah jam, motor saya tidak bergerak sama sekali dibelakang mobil pengangkut ayam potong, kebayangkan bau nya kaya apa. Saya bingung pikiran para pengendara motor itu apa?, menggunakan jalur lawan agar tidak timbul kemacetan?, tidak berpikir jika arah lawan juga mau lewat. Kesal, gerutu dan ingin caci maki namun rasanya sia-sia karena para pengendara itu sudah budek, egois dan arogan, dalam otak mereka hanya ada pikiran “gw mau pulang cepat kerumah, masa bodo orang lain”. Sebenarnya keadaan ini tidak akan sampai kacau balau jika para pengendara roda dua tertib pada jalurnya, apabila memang macet, tidak perlu melahap jalur lawan untuk mencapai posisi depan. Walaupun jalur arah lawan sepi bukan berarti bebas digunakan oleh bikers dengan tujuan tidak memperpanjang kemacetan. Pikiran sempit kaya gini harus dihilangkan, kita harus toleran terhadap jalanan, cukup ikuti jalurnya walaupun berhenti panjang, toh tidak bakal lama macetnya kalau kita tertib, hanya harus bersabar, mengantri serta disiplin.

Sebenarnya banyak banget kebencian saya saat berada dijalanan namun ketujuh sikap pengendara diatas lah yang paling teramat saya benci karena mengganggu pengendara lain dan keselamatan pejalan kaki. Motor memang menjadi urutan pertama dalam kekacauan berlalu lintas, kendaraan murah satu ini merupakan alat mesin pembunuh nomor satu di Indonesia. Banyak yang tidak sadar kalau penggunaan roda dua tidak semudah hanya menarik gas, rem dan belok tapi juga ada peraturan khusus untuk menjaga keselamatan bersama. Balik lagi ke sikap/sifat pengendara itu sendiri, cara mereka membawa kendaraan mencerminkan sikap mereka di lingkungan.

Pengendara Roda empat juga bukan berarti tidak punya banyak salah, hanya saja mereka ini lebih sering terlihat salah ketika berada di jalan Tol. Ugal-ugalan, kebut-kebutan dan tidak mematuhi peraturan jalanan raya, hingga akhirnya kecelakaan yang menewaskan banyak manusia. Para pengendara roda dua juga harus banyak berhati-hati dijalan raya karena mereka lebih mudah kecelakaan dibandingkan roda 4 atau enam, sekali senggol nyungsruk dan oleng hingga akhirnya terlindas oleh roda kendaraan berat. Sepertinya susah sekali menyadarkan toleransi dijalan kepada para pengguna kendaraan bermotor, sifat pengendara lebih banyak arogan dan egois tidak peduli dengan siapa dia dijalan dan bersama siapa mereka berjalan. Sebagian pengendara juga ada yang tertib berlalu lintas, harus dipertahankan jangan sampai malu bersikap tertib. Disiplin, tertib dan sadar keselamatan tidak harus selalu menjadi anggota club kan?, tunjukkan bahwa kita adalah pengendara yang tertib dan tidak merugikan orang lain. mohon maaf apabila ada kalimat serta tulisan saya yang menyinggung suatu pihak, saya tidak ingin menyinggung suatu pihak manapun dan hanya ingin menyadarkan pengendara yang saya rasa kurang pengetahuan safety.

7 thoughts on “Banyak orang bodoh dijalanan

    agus said:
    21 Juli 2011 pukul 8:51 am

    bener banget kang sy jg kesel msh bnyk pengemudi yg bodoh dan tolol

    ace said:
    26 Juli 2011 pukul 3:55 am

    knalpot motor gw dicium dari belakang, ada orang Pe-A bawa motor tapi gak bawa otak…..

    giliran gw berenti dia kabur…..

    asep said:
    22 Januari 2012 pukul 11:59 am

    bener banget om, kasus paling sering saya alami, motor mau belok tanpa menyalakan lampu sein, waktu macet di tanjakan, motor2 pada nempel di belakang…..mudah-mudahan someday,org2 Indonesia bisa lebih tertib lagi…

    M Dzulfikri Firdaus said:
    17 Oktober 2012 pukul 5:29 am

    di komplek gw ada anak sepantaran kls 1 sd make motor matic bonceng 3 orang temennya trus jalan.a ugal2an ngegas-rem mendadak,belok tanpa sen lah,dan masih banyak kegoblokan tu anak, gw heran ama ortunya kok ngasih ijin anaknya bawa motor semudah ngasih duit jajan,klo celaka bahkan nyelakain orang dijalan siapa yang mau tanggung jawab?

      Tawvic responded:
      18 Oktober 2012 pukul 7:50 am

      mungkin dia pikir, anak masih bisa bikin gratis…

    M Dzulfikri Firdaus said:
    18 Oktober 2012 pukul 2:46 pm

    hahaha…jdi untuk mencegah hal yg kyak tdi,pemerintah bikin peraturan klo bikin anak hrus bayar mahal semahal pajak alphard…

    Budhiardjo said:
    19 November 2015 pukul 7:41 am

    mangkel banget kalo lihat biker belok atau pindah jalur tanpa lampu sen, dipikirnya ga ada fungsinya tuh lampu?
    apalagi kalo bikernya sudah tua dan nyolot …

    kapan ya aturan berlalulintas dimasukkan ke kurikulum pendidikan
    karena yang pake motor mengkilat dan platnya baru serta ber cc besar juga banyak melanggar yang berarti kesadaran mereka berlalu lintas tidak seiring dengan meningkatnya kemakmuran
    sementara polisi pun hanya melakukan operasi kadang-kadang saja yang kurang menimbulkan efek jera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s