Cerita Singkat, Love's

Cinta Tidak di Paksakan

Mencintai seseorang bukanlah hal yg diragukan karena setiap insan manusia berhak memilih dengan siapa akan memberikan cintanya. Dalam satu masa dimana manusia belajar dewasa, dirinya akan mendapatkan beragam rasa cinta itu. Berawal dari cinta monyet, pacaran dan serius hingga akhirnya menikah.

Tidak ada jaminan pacaran bertahun tahun akan mengalami keberhasilan hingga menuju pernikahan karena yang menjamin pernikahan itu ada hanyalah Tuhan yg maha kuasa. Apa jadinya jika saya mencintai seorang gadis namun gadis tersebut membalasnya karena saya telah banyak berkorban buat dia. Memang cinta tidak bisa dipaksakan bagaimanapun juga, ada hak saya untuk siapa cinta ini akan saya berikan namun terkadang banyak pihak yg memaksa saya untuk kembali ke cinta yg dipaksakan itu.

Bukan zamannya lagi saya mencari pasangan untuk sekedar bersenang-senang, sudah saatnya saya mencari seorang wanita yg tepat untuk menjadi ibu yg baik bagi anak saya nanti dan bidadari yg akan selalu menemani saya ketika sedih dan bahagia. Apabila memang sulit menemukan kecocokan dalam menjalin cinta, lebih baik berhenti ditempat daripada pertengkaran menjadi bumbu yg akan sering dihadapi.

Memaksa seseorang untuk mencintai adalah perkara gampang tetapi apakah paksaan itu bisa menjadi sebuah keiklasan wanita untuk dicintai, pada hakikatnya dalam hubungan yg serius itu Pria mencintai sedangkan wanita dicintai. Sama-sama mencintai akan menjadi bumbu percintaan menjadi sangat manis. Walaupun prakteknya lebih sulit untuk dihadapi daripada harus berfikir terhadap teori.Saya pernah menikmati masa-masa pacaran selama bertahun-tahun, namun hasilnya nihil dan tidak mendapatkan apa yang saya harapkan. Perasaan cocok saja tidak menjadikan jaminan bahwa dia adalah jodohku karena semuanya sudah ada yang ngatur tinggal kita berikhtiar. Saling percaya dan memiliki komitmen juga harus ditanamkan kepada kedua belah pihak.

Masa-masa pacaran adalah masa pengenalan, kita juga jangan pernah memaksa pasangan untuk mau bersama kita seumur hidup dalam proses pernikahan. Menyatukan dunia kita dengan pasangan itu sulit kecuali memang dasar dunia kita dan dia memiliki persamaan. Saya pun mengerti kenapa banyak pria yang memilih wanita dengan minimal sekelas dengan dirinya, tidak terlalu bawah namun sulit juga untuk mendapatkan kelas atas. Jika pria memilih wanita yang kelas bawah, ada kemungkinan sang wanita akan kaget dan minder masuk kedunia pria tersebut, kecuali cewek yg bukan tergolong wanita baik-baik, pasti akan semangat mendapatkan cowok high class, dalam pikirannya akan dipenuhi bayang-bayang kemewahan yg bisa ia dapatkan dengan cara bermanja-manja.

Saya pun dari dulu memang tidak pernah mau memaksa wanita untuk mencintai saya namun kisah cinta kemarin lalu saya berusaha memaksa seorang gadis kecil untuk memaksa mencintai saya. Memang awalnya berjalan mulus tetapi perlahan tapi pasti menjadi pincang setelah saya mengajak ia kedalam dunia saya, berkumpul bersama teman-teman komunitas, berorganisasi, bersosialisasi dan menikmati perjalanan ke tempat wisata khususnya makan-makan. Saya sih sadar ia tidak suka dengan apa yang saya lakukan, dunia saya dan dia berbeda sekali. Dia terbiasa dengan kehidupan individual, meratapi kesedihan dan selalu menjatuhkan diri untuk memberikan perhatian kepada orang lain. Saya memberikan dirinya berkali-kali motivasi, perhatian, pembelajaran hidup dan cara mencintai seorang pria namun dia lebih percaya kepada dirinya sendiri dibandingkan orang lain, ibunya saja tidak pernah didengarkan apalagi saya yang bukan siapa-siapa.

Berkali-kali ia meminta untuk menyelesaikan hubungan ini, apalagi ketika saya gagal pindah divisi jabatan. Saya jadi teringat perkataan dirinya yang tidak sengaja diucapkan, terkadang orang jujur itu berbicara dalam keadaan tidak sadar dan baru sadar ketika ucapannya selesai dikeluarkan. Saya ini bukan cinta pertamanya, dalam artian saya bukan cinta sejatinya. Selama 6 bulan berhubungan, dia masih belum menerima cinta saya. Akhirnya saya tidak tahan juga dengan kisah pemaksaan ini, kasian dirinya yang terbebani oleh kehidupan saya. Rupanya dia mengharapkan seorang pria yg sederhana, tidak terlalu mapan seperti saya dan tidak memiliki kehidupan sosialisasi bersama komunitas. Saya tidak bisa meninggalkan dunia saya, padahal saya baru menunjukkan sebagian kecil dunia saya, bagaimana kalau dia saya tunjukkan dunia band saya, dunia hiburan saya dan dunia perkumpulan para pelawak?. Bisa stress dia melihat dirinya berada didunia yang aneh.

Kemersraan hanya menutupi kekurangan yang semakin lama semakin tak tertutupi, apalagi dia seperti seorang wanita yg baru dikenal saja, masih terus malu-malu saat kita berdua bertemu dan akan sangat terasa akrab ketika akan mengakhiri pertemuan dan begitu terus selama berbulan-bulan. Tidak ada itikad serius ingin memiliki seutuhnya, dia selalu membuang saya untuk wanita lain seperti sudah tidak betah lagi berhadapan dengan saya. Sabar pun masih ada ambang batasnya, kalau sudah merasa tidak ya sudahlah. Harus selalu saya yang memulai, sms pun saya yg harus memulai dan ia akan membalas sms saya dengan kalimat yang sama seperti sudah ogah memikirkan kalimat apa yang harus saya ketauhi selain kalimat itu.

Sepertinya saya sudah cukup memberikan pelajaran tentang hidup walaupun secara 100% tidak ia camkan baik-baik dan hanya lewat begitu saja. Mungkin saya bukan cinta pertama yang dia maksud, buat apa saya memaksakan kehendal wanita itu, ia ingin bebas berekspresi diusianya yg tergolong sangat muda dan tidak mau diperhatikan karena dirinya masih sangat menikmati hidup dengan pendramatisirnya. Semoga ia mendapatkan cowok biasa saja seperti yg ia inginkan, saya sudah tidak ingin memaksanya lagi untuk berpura-pura mencintai saya.

Iklan

1 thought on “Cinta Tidak di Paksakan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s