Catatan Kecil, My Word

Menikmati kekayaan dari pintu rizki

Saya mempelajari tentang kehidupan para miliyader dunia baik luar negeri maupun dalam negeri, dari situ saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga darimana mereka bisa menjadi orang kaya. Siapa sih yang tidak mau menjadi kaya?, setiap orang pasti ingin menjadi jutawan, miliyader, atau triliyuner, ya minimal menjadi orang yang bercukupan (cukup buat beli rumah bagus, cukup buat beli mobil mewah dan cukup buat istri ketiga hehehehe).

Rata-rata para miliader ataupun pengusaha sukses bukan dari golongan anak yang cerdas, bukan seorang sarjana S2 ataupun menyandang gelar doktor. Waktu itu bob sadino mengeluarkan pernyataan untuk cepat-cepat berhenti sekolah supaya menjadi orang yang sukses tapi bob sadino tidak menjelaskan hal penting untuk menjadi orang yang sukses seperti orang-orang sukses lainnya di dunia. Warren Buffet dan Bill Gates adalah orang terkaya didunia, harta mereka bisa membeli apa yang mereka mau, mobil mewah? Bukanlah hal yang mahal buat mereka. Pengusaha di negara kita juga banyak yang bukan lulusan orang pinter, malah hanya lulusan SD saja sudah menjadi pengusaha. Jaman sekarang banyak enterpreneur muda-muda menjadi pengusaha, lebih banyak sih pengusaha dalam bidang sandang adapula yang pangan, namun tidak sedikit juga yang gagal ditengah jalan karena masih berpedoman peraturan orang pelit. Perhitungan boleh saja dilakukan tetapi setiap perhitungan ada batasnya dan jangan sampai kita memiliki usaha dengan cara yang tidak baik.

Sebenarnya menjadi orang yang sukses itu tidaklah susah asal kita mau menerapkan cara yang sudah dilakukan para miliader dunia, cara apakah itu?, hanya satu kata yaitu “Beramal”. Itu salah satu cara mudah yang kita lakukan untuk menjadi orang yang sukses selain berusaha bekerja keras dan berdoa, sukses bukan hanya menjadi orang kaya banyak duitnya saja, adapula sukses dalam artian hidup cukup tanpa hutang walaupun sederhana namun memiliki apa yang dibutuhkan. Banyak karyawan atau pekerja melupakan hal yang satu ini, ustad Yusuf Mansyur dalam setiap ceramah paginya selalu menekankan pentingnya sedekah untuk membuka pintu rizki kita. Dalam islam, Pintu rizki itu banyak sekali dan tiap-tiap pintu memiliki kunci yang harus kita cari untuk membukanya. Selain beramal, ada juga cara membuka pintu rizki kita yaitu dengan cara “menikah” , lalu akan membuka pintu rizki lain dengan cara “memiliki anak”, tapi saya tidak akan membahas soal menikah atau memiliki anak, saya akan menjelaskan hebatnya beramal.

Warren Buffet adalah seorang triliyuner, hartanya sudah tidak terhitung lagi di negara barat sana, walaupun dia menyandang gelar orang terkaya didunia, Warren Buffet tidak pernah merasa dirinya paling terkaya. Ada sebuah kalimat yang ia lontarkan dan menjadi rahasia kekayaan seorang Warren Buffet, “sumbangkan 50% gaji kalian untuk amal”. Kalimat tersebut adalah sebuah kalimat ajakan untuk para pengusaha didunia untuk menyumbang setengah gaji mereka untuk pihak-pihak yang membutuhkan. Dalam Al-Qur’an sudah tertulis ajakan beramal sejak jaman dahulu kala dan Allah SWT akan memberikan balasan dari apa yang telah kita sumbangkan dengan catatan kita harus ikhlas tanpa ada niat Riya ataupun pamer.

Cara kita untuk beramal itu mudah kok, perlu juga direncanakan tapi tidak boleh ada yang tahu, sebab nantinya akan timbul rasa riya dan sombong. Bagi umat muslim, hari jumat merupakan hari dimana umat muslim berkumpul pada waktu dzuhur untuk melaksanakan solat jumat berjamaah. Mulailah beramal kepada rumah ibadah kita tercinta, tapi menurut guru ngaji saya kalau beramal di masjid lebih baik memilih masjid yang tidak bagus, kumuh dan butuh bantuan dana. Berikan nominal amalan kita lebih dari yang kita mau, masih jaman memberikan uang amal seribu perak?, atau koin 500 perak?, uang segitu mana cukup untuk membeli sebuah batu bata?. Biasakan kita memberikan sumbangan amal mesjid tanpa berpikir “ini ada uang tidak terpakai” berarti uang tersebut adalah uang sisa dan kemungkinan besar uang lecek, jelek dan hasil kembalian beli gorengan.

Dijalanan juga banyak amalan yang bisa kita cari, memberikan sedekah kepada kaum yang kurang beruntung. Kalau kata ibu saya sih lebih baik memberikan sedekah kepada pengemis berumur renta tua dan cacat, bukan memberikan kepada pengemis yg masih muda atau anak-anak pengamen. Para anak-anak jalanan masih bisa belajar serta bekerja dengan pekerjaan yang lebih baik daripada harus mengemis, berbeda dengan orang cacat yang sudah kehilangan anggota tubuhnya dan bingung harus bekerja apa, inilah tugas kita untuk menolong mereka agar memiliki semangat hidup. Lupakan semua uang yang kita beri kepada mereka, anggap saja seperti kita menyingkirkan sebuah tisu di meja kita tanpa harus mengingat tisu tersebut kebuang kemana.

Jangan pernah takut harta yang kita sumbangkan itu tidak kembali dalam bentuk rizki, tidak ada orang jatuh miskin karena menyumbang, justru harta atau rezeki mereka akan bertambah tanpa disadari dalam bentuk apapun. Tuhan tidak memandang latar belakang orang yang menyumbang, semua agama, ras, suku, negara dan bangsa akan mendapatkan balasan setimpal terhadap hasil sumbangannya dalam bentuk apapun namun dengan perasaan iklas dan semata-mata mengharapkan ridho dari yang maha kuasa. Apapun impian kita atau keinginan kita, semua bisa terwujud dengan bantuan beramal dan niat baik kita.

Yuk mulai dari sekarang kita rajin-rajin beramal, jangan pernah takut miskin karena beramal, Allah SWT sudah menjamin hambanya akan hidup sejahtera bagi yang hobi beramal dan saling membantu kepada sesama umat manusia. Harta itu tidak akan bisa kita nikmatin jikalah kita tidak pernah mencoba berbagi kepada sekitar kita, cucilah harta kita dengan cara beramal atau bersedekah karena itu cara mudah untuk memberikan keberkahan rizki kita, mana kita tahu kalau di dalam harta kita terselip harta yang haram?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s