Dimana Film-film Hollywood Level A berada?

Posted on

Suasana bioskop malam ini (30 April 2011) tidak seramai biasanya, sebenarnya saya juga malas melangkahkan kaki ke XXI Mega Bekasi karena sudah beberapa kali lihat jadwal film yang akan datang, tidak pernah ada film yang saya mau akan tayang dibioskop tersebut bahkan menghilang dari jadwal “comming soon”. Beruntung saya mendapatkan sebuah tiket nonton gratis dari openrice.com dan saya pun menonton film lokal berjudul Tanda Tanya. Bingung juga mau nebus tiket tersebut dengan film apa?, rata-rata film lokal berjudul aneh dengan adegan seronok dan horor yang tidak menyeramkan, sedangkan film barat hanya ada film-film basi tahun 2008 dan baru ditayangkan hari ini.

Ada apa dengan bioskop tanah air?, saya benar-benar kecewa dengan keadaan seperti ini, biasanya saya bisa menonton film seminggu sekali namun sejak kasus pajak tercuat di media massa, jadwal rutinitas saya menonton Film menjadi sebulan sekali, bukan karena tidak ada duit atau sibuk melainkan saya bingung mau nonton apa. Di jadwal bioskop hanya memajang film-film basi, walaupun belum saya tonton tapi rasanya tidak enak banget menonton film yang sudah 2 tahun duluan tayang di bioskop luar, layaknya saya baru memakan mie instan rasa ayam bawang dan berucap “ehm.. enak…”, padahal mie dengan rasa itu sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya (agak gak nyambung).

Saya terduduk di kursi empuk menunggu pintu theater dua dibuka, saya melihat poster-poster film yang akan datang, tidak satupun film yang saya inginkan ada disana. Ranggo, Fast Five, bahkan Pirates of carribean juga tidak tampak, padahal sebentar lagi rilis di luar sana. Ranggo, salah satu film animasi yang di isi suaranya oleh Johnny Deep saja tidak ditayangkan di Indonesia, padahal saya sudah menunggu film ini sejak lama banget dan beberapa kali liat trailernya via internet, namun sepertinya saya hanya bisa donlot filmnya dan menonton dirumah. Bioskop seakan bukan tempat kesukaan saya lagi menonton film, saya lebih suka hunting di IDWS mencari film-film yang tidak bisa saya tonton di Indonesia.

3 bulan yg lalu bioskop ramai kaya gini, skarang dah sepi.

Dulu, film-film keluaran Hollywood yang terbaru selalu rilis tidak lama amerika merilisnya bahkan sering juga bebarengan rilis. Bioskop begitu ramai dengan para penikmat film berkualitas, bahkan mereka saling foto-foto diposter besar film-film yang akan datang seakan tak sabar ingin menyaksikan film tersebut. Lalu XXI dan 21 berduka, sang pemilik bioskop tersebut meninggal dunia karena sakit, banyak kalangan artis bersedih telah kehilangan sesosok pengusaha bioskop tersebut dan saya pun bertanya-tanya, siapa yang akan menjadi penerus bisnis bioskop terbesar di Indonesia ini?, perasaan saya pun agak tidak enak karena takut harga tiket melonjak. Ternyata dugaan saya salah, harga tiket tidak naik melainkan kasus pajak perfilman mencuat dan pihak MPAA selaku distributor film hollywood menghentikan pengiriman film-film baru ke Indonesia. Mereka memberikan film terakhir yang dikirim ke Indonesia yaitu Black Swan sedangkan untuk film-film baru lainnya tidak akan diberikan sampai pajak film untuk film hollywood bisa diturunkan.

Menurut saya, wajar saja pihak MPAA merasa rugi karena mereka harus membayar pajak yang tinggi karena penikmat film di Indonesia tidaklah sebanyak di luar sana, apalagi tingkat pembajakan film semakin tinggi baik pembajakan dalam bentuk kepingan DVD hingga file-file Film yang bisa didapatkan dengan cara mendownload. Kenapa MPAA tidak mengirimkan film secara sedikit saja, Bekasi dikasih 2 Roll saja itu juga cukup walaupun nanti bioskop lain akan bangkrut karena penonton mengantri di bioskop yang ada film level A nya?. Saya juga mendengar rumor kalau hal ini bisa memacu sineas membuat film berkualitas, namun hasilnya banyak sutradara atau produser yang tidak kapok dan jera membuat film sampah. Sampah mahal berbentuk film itu mereka buat dengan berbagai daya tarik marketing mulai menampilkan artis porno, tulisan “ini asli” atau “hantunya original” dan gaya-gaya’an syuting di hollywood namun tetap saja sampah. Hanya orang-orang dengan mata yang kuatlah bisa menikmati film tersebut namun dengan mainset pemikiran yang sudah dirubah, kalau film horor lokal sampah adalah film komedi dengan adegan gak masuk akal dan membuat kita tertawa maksa.

Diantara 10 film lokal yang beredar di bioskop, hanya ada 3 yang layak tonton dan memberikan inspirasi, sisanya hanya film yang ya ya ya ya… hanya seperti kacang tengik namun masih lumayan enak dimakan. Saya yakin para penonton film sampah tersebut adalah penonton yang tidak sengaja menonton karena sudah jauh-jauh ke bioskop namun tidak ada film yang menarik (penonton yg gak pernah buka website 21cineplex.com). kalau memang untuk memacu sineas membuat film bagus, mungkin bisa membuat kerjasama dengan bioskop karena bioskop dan produser sama-sama butuh penonton sedangkan penonton butuh film bagus (kecuali penonton yang gak tahu film). Efek bioskop sepi itu bisa menjalar ke pegawai, cafe, parkiran dan Toilet, kasian juga buat bioskop yang sudah menambah theaternya namun malah tidak terpakai karena bingung harus muterin film apa.

Semoga MPAA bisa berdamai dengan pajak ditanah air, saya sendiri iklas kalau harga tiket naik tapi naiknya tidak lebih dari 10ribu ya biar MPAA mau mengirimkan film level A ke tanah air. Daripada saya membeli tiket harga biasa namun tontonannya film basi, mendingan nonton dirumah temen yang ada TV Kabelnya. Saya cukup bersedih dengan kejadian seperti ini, bingung mau nonton dimana film-film level A yang sudah lama saya tunggu, dimanapun pasti akan susah kecuali saya terbang ke singapore dan menonton disana (harga tiket tidak sebanding dengan akomodasinya). Saya sendiri masih bingung dengan kasus pajak film asing, kenapa baru mencuat akhir-akhir ini ? dan saya juga bingung kenapa sutradara mesum masih saja membuat film sampah.

3 thoughts on “Dimana Film-film Hollywood Level A berada?

      Tawvic responded:
      6 Mei 2011 pukul 7:10 am

      wah terima kasih telah diberikan penjelasan…

    Si Jenius said:
    12 Mei 2011 pukul 10:13 am

    emang makin kesini ni negara makin amburadul aja….
    rasanya malah kangen jaman suharto, macem2 dikit, langsung karungin trus tembak mati.
    kalo pemerintahan Indonesia ngadopsi undang2 cina tentang korupsi, kantor pemerintahan bakal lowong….mati kabeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s