Cerita Singkat

Semakin Mencuatnya Masalah NII

Setiap hari nonton berita pasti isinya tentang NII, cuci otak dan bom bunuh diri. Rasanya kok semua media pemberitaan hanya mengangkat 3 tema untuk dijadikan bahasan beritanya, apa gak bosen ya beritain itu-itu aja. Briptu norman, pembangunan gedung DPR yang baru dan kasus penyanderaan ABK sinar kudus oleh perompak somalia seakan menghilang perlahan, tenggelam oleh berita tersebut. kasus NII memang harus di usut tuntas supaya para remaja-remaja Indonesia yang lugu bisa terselamatkan dari aliran-aliran kaya gini.

Sebenarnya niat NII bagus buat menghilangkan peraturan manusia menjadi peraturan yang sudah ditetapkan Al-Quran tapi kenapa para anak-anak yanglugu dan polos ini harus mengorbankan harta benda orang tua mereka sendiri dan berdurhaka kepada orang tua?. Apakah Islam mengajarkan hal seperti itu?, hijrah sih boleh saja tapi kita harus tahu kondisi kita, kalaupun ingin mengajak kebaikan, ajaklah kesemua masyarakat, baik orang tua maupun anak-anak kecil. Mungkin sudah banyak membahas tentang NII, saya mau bercerita sedikit dari kelanjutan cerita saya yang hampir menjadi anggota NII, sebenarnya memang sengaja ikut NII biar tahu latar belakang mereka namun keburu ditahan sama sepupu dan orang tua takut tidak bisa keluar deh.

Setahun kemudian setelah saya mengikuti petualangan bersama para anggota NII, kabar tetangga saya yang bernama Eka akhirnya ditemukan. Maksudnya secara tidak sengaja bertemu di masjid saat solat jumat, tidak ada tampak perubahan dari dirinya masih seperti yang dulu, namun saya harus tetap waspada dengan dia karena takut dia sudah menjadi anggota NII dan berusaha mengusik kehidupan saya lagi dengan doktrin-doktrin mereka. Selama berkomunikasi dengan dia, tidak sekalipun saya mencoba membahas tentang NII, hanya komunikasi biasa saja tanpa menyindir-nyindir kisah masa lalu kita berdua bersama Sarah.

Sampai sekarang saya hidup, tidak ada masalah apa-apa dengan eka, masih seperti dulu dan saya rasa dia bukan anggota NII karena dia berkehidupan normal seperti orang lainnya. dalam hati sih pengen nanyain kabar si Sarah, berada dimana sekarang dia. Apa yang saya alami sepertinya belum terlalu heboh seperti yang sekarang terjadi, dulu sih tidak ada kabar-kabar tentang NII bahkan orang tidak banyak yang tahu tentang NII itu apa. Barulah sekarang mencuat, seakan-akan kasus NII disimpan dan akan dipublish pada waktu yang tepat dengan pancingan berita heboh ditemukannya seorang mahasiswi yang telah lama menghilang di masjid At-Taun puncak bogor. Dari berita itu, muncullah berita-berita baru tentang orang hilang sehingga muncul garis-garis perjalanan kasus NII, baru-baru ini ditemukan pemuda yang berhasil lepas dari NII setelah otaknya di cuci?.

Cuci otak?, masih penasaran dengan caranya, apakah batok kepala dibuka lalu diambil otaknya, dengan hati-hati dicuci didalam ember plastik bersama sabun anti kuman?. Rata-rata korban pencucian otak seperti habis terkena dampak trauma, badan lemas, pandangan kosong dan takut bertemu orang banyak. Aneh, bagaimana bisa seperti itu, bahkan sampai tidak mengenal orang tuanya, apakah mereka menggunakan sistem hipnotis dalam mencuci otak sang korban?, ah saya juga tidak tahu, Alhamdulillah sampai sekarang saya dihipnotis tidak pernah berhasil. Terakhir di hipnotis sama orang kemeja putih, berdasi, rapih dan lagaknya kaya orang sales kantoran, dia menanyakan alamat sambil menatap saya tajam-tajam dan menepuk pundak, justru saya malah takut dia itu gay, karena cara memandangnya seperti orang yang suka sesama jenis.

Anggota NII memang ramah-ramah tapi kalian menggunakan cara yang salah buat mengeruk harta calon-calon anggota baru, tanpa kalian suruh mereka untuk menjauhi orang tua saja sudah banyak anak-anak remaja yang telah melupakan orang tuanya untuk kepentingan pribadi bahkan dengan tega membunuhnya karena tidak dibeliin BB. Kalau memang pengen membentuk negara sendiri, silahkan bentuk tanpa harus memaksa orang lain menjadi pengikut kalian, kalau memang apa yang kalian bangun berhasil dan sangat mensejahterakan orang lain serta berada dijalur kebenaran, niscaya dengan sendirinya akan menambah jumlah anggotanya tanpa harus kalian paksa dengan cara seperti ini.

Buat para mahasiswa atau mahasiswi, perbanyaklah pendekatan terhadap orang tua, karena orang tua yang baik lebih tahu mana yang baik untuk anaknya. Jangan mudah percaya terhadap orang lain, perbanyak baca dan belajar agar tidak polos-polos amat jadi orang karena para penjahat paling suka sama orang-orang yang lugu hehehee… be carefull teenagers..

Iklan

3 thoughts on “Semakin Mencuatnya Masalah NII”

  1. fenomena indonesia yang kadang buat senyum senyuum sendiri dan kadang mengelus dada ya mas… berita yang menjadi hangat, dan yang hangat sebelumnya sudah cepet mencair. Orang tua yang sudah tidak di gubris sama anaknya, padahal nanti anak itu akan menjadi orang tua…daan masih banyak lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s